
“Kakek Liang, apa yang kalian bicarakan tadi?” Tanya Xia Yun penasaran yang saat ini sedang terbang menuju Ibu kota.
“Dia hanya mengatakan kalau kau adalah pemuda yang berbakat.” Jawab Zhuge Pria jujur.
Xia Yun yang mendengar jawaban Zhuge Pria langsung pucat karena merasa kalau Pria Tua itu tahu kalau Xia Yun sudah mengetahui dirinya(Pria tua) sedang menyembunyikan kekuatan aslinya sehingga dirinya mengatakan hal itu.
“Xia Yun? ada apa?” Tanya Zhuge Liang khawatir karena Xia Yun hanya diam saja.
“Ah!? tidak apa-apa, aku hanya melamun sebentar. Kakek Liang, sebaiknya kita tingkatkan kecepatan kita karena matahari sudah mulai terbenam, kita harus pergi ke undangan Ming He yang mengajak kita untuk makan malam bersama.” Jawab Xia Yun mengalihkan pembicaraan.
“Hm? kenapa keluarga kaisar mengajak kita makan malam?” Tanya Zhuge Pria kebingungan karena tadi pagi dirinya tidak ada di rumah karena pergi mencari kertas khusus formasi.
“Katanya mereka ingin meminta maaf karena sudah meragukan kekuatan aku.” Jawab Xia Yun enteng sambil menggelengkan kepalanya pelan.
“Rupanya begitu....” Gumam Zhuge Liang kemudian mempercepat terbangnya.
Xia Yun segera menggunakan skill perubahan malaikat elemen angin lalu mengendalikan angin yang ada di sekitarnya agar kecepatannya bisa meningkat.
Hanya dalam waktu lima menit lebih, Xia Yun dan Zhuge Liang sudah berada di depan pintu masuk rumah mereka. Xia Yun dan Zhuge Liang pun segera masuk lalu pergi membersihkan diri secepatnya kemudian bersiap untuk pergi ke istana. Kali ini Xia Yun menggunakan pakaiannya yang bewarna hitam karena menurutnya dia harus mengenakan pakaian yang sopan, setelah selesai bersiap, Xia Yun menggunakan skill telepati miliknya menghubungi Miyuki, Xin Mei, Yong Tao dan Zhuge Liang untuk berkumpul di ruang tamu begitu semuanya sudah selesai bersiap.
Xia Yun yang merasa bosan pun mengeluarkan HP nya dari penyimpanan sistem lalu memainkan game minecraft story sembari menunggu semuanya berkumpul. Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya semuanya datang berkumpul ke ruang tamu, dengan segera Xia Yun menyimpan HP nya.
“Apakah kalian sudah siap semua?” Tanya Xia Yun memastikan pada semuanya.
“Ya, kami sudah siap.” Jawab Miyuki.
“Baiklah, sekarang ayo.” Ajak Xia Yun duluan.
“Terima kasih sebas.” Ucap Xia Yun berterima kasih karena sebas sudah menyiapkan kereta mereka.
“Ini memang tugas saya.” Balas sebas sambil menundukkan kepala sedikit lalu meminta izin untuk kembali bekerja.
“Kalian bisa langsung istirahat saja karena kami akan makan di luar, juga berikanlah Hu Wang beberapa makanan karena dia tidak ikut dengan kami.” Ucap Xia Yun memberitahu sebas.
Setelah mengatakan itu, Xia Yun bertanya pada semuanya kalau siapa yang akan membawa kereta. Begitu selesai menentukannya, Xia Yun, Yong Tao, Miyuki dan Xin Mei masuk ke dalam kereta dengan Zhuge Liang yang menjadi sopirnya.
__ADS_1
Begitu kereta mereka ada di depan gerbang istana, penjaga langsung membukakan jalan untuk mereka, juga para penjaga itu menawarkan diri untuk menyimpan kereta milik rombongan Xia Yun. Xia Yun dan yang lain pun setuju kemudian memberikan kereta mereka pada penjaga itu lalu mereka di bawa oleh seorang pelayan yang sudah menunggu mereka ke ruang makan istana.
Setelah Xia Yun masuk ke ruang makan, dirinya melihat seluruh anggota Kekaisaran sedang duduk menunggu kedatangan rombongan Xia Yun.
“Saudara Xia Yun! silakan duduk.” Ucap Ming He meminta mereka duduk.
“Ya.” Jawab Xia Yun ramah sambil tersenyum pada mereka lalu mulai duduk di ikuti oleh Yong Tao dan yang lainnya.
“Silahkan dimakan saja dulu, sehabis makan ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semuanya.” Ucap Ming Bao pada Xia Yun dan yang lain.
Setelah semuanya selesai makan, Ming Bao mengajak mereka semua ke ruang kerjanya, Xia Yun dan yang lainnya hanya diam mengikuti Ming Bao dari belakang. Di dalam ruang kerja itu ada Ming Bao, Ming Hu dan Ming He yang sudah duduk di bangku ruang kerja Ming Bao.
Xia Yun dan yang lain juga di minta duduk oleh mereka jadi Xia Yun dan yang lainnya mengikuti ucapan mereka dengan duduk berhadapan dengan ketiga lelaki itu. Saat Xia Yun dan yang lain baru saja duduk, segera Ming Bao buka suara dengan berbicara duluan pada Xia Yun.
“Pertama-tama, maafkan aku Xia Yun! aku sudah pernah meragukan mu ketika ayah(Ming Hu) menceritakan kalau kau sudah menghabisi Bandit Golok Ganda seorang diri waktu menyelamatkan mereka berdua(Ming Hu dan Ming He).” Ucap Ming Bao meminta maaf secara tulus sambil menundukkan kepalanya.
“Awalnya aku mengira kalau Tuan di sanalah(Zhuge Liang) yang sudah menyelamatkan rombongan ayah dan Ming He tetapi begitu aku melihat kekuatan mu dengan mataku sendiri.” Sambung Ming Bao.
Xia Yun yang melihat Ming Bao sang Kaisar sekarang meminta maaf sampai menundukkan kepalanya pada seorang pemuda yang bahkan belum mencapai usia 17 tahun! jika orang lain mengetahuinya maka akan menjadi gosip yang tidak-tidak! dengan segera Xia Yun meminta Ming Bao mengangkat kepala karena merasa tidak enak seperti ini.
“Sudahlah Kaisar, anda tidak perlu meminta maaf, saya juga tidak mempermasalahkan ini.” Jelas Xia Yun.
Ming He yang mendapat lirikan Ming Hu pun mengerti kemudian memberikan sebuah kotak kecil pada Xia Yun dan Xia Yun pun menerimanya dengan baik karena akan tidak sopan menolak mereka walau sudah ada imbalan sebelumnya. Xia Yun yang sudah menerima kotak kecil itu langsung diminta oleh Ming Hu membukanya sekarang dan Xia Yun pun hanya mengikutinya.
Begitu Xia Yun melihat isi kotak kecil itu, Xia Yun melihat ada lima token bewarna emas dengan lambang bintang yang berjumlah tiga di tengah-tengah token itu, Xia Yun yang sepertinya tau itu apa segera ingin mengatakan sesuatu tetapi terhenti karena Ming Bao sudah mengatakan kalau ini akan berguna bagi Xia Yun, Xia Yun hanya diam saja tidak jadi berbicara.
“Seperti yang kalian lihat, ini adalah token keluarga Kekaisaran, yang memiliki bintang tiga pada token nya itu sama saja seperti menghadapi keberadaan Kaisar itu sendiri, jika kalian ingin masuk ke kota-kota yang ada di wilayah Kekaisaran Bintang maka gunakan saja token ini maka kalian tidak perlu mengantri bila ingin masuk ke dalam kota.” Jelas Ming Bao menjelaskannya pada Xia Yun dan yang lainnya.
“Masih ada satu hal lagi yang ingin kami beri pada kalian.” Ucap Ming Bao tetapi terhenti karena Xia Yun meminta izin pada mereka untuk kembali lebih dulu karena mendapatkan kabar kalau di sekitar rumahnya sedang di awasi oleh seseorang yang mencurigakan.
“Tunggu dulu Kaisar, saya ingin pamit karena saya baru saja mendapatkan laporan dari orang-orang yang ada di kediaman saya kalau ada seseorang yang sedang mengawasi mereka, jika ada sesuatu yang ingin di bahas maka katakan saja dengan Kakek Liang, saya benar-benar minta maaf tentang ini.” Ucap Xia Yun menjelaskan pada mereka semua alasan kenapa dirinya meminta izin kembali lebih dulu.
Zhuge Liang dan yang lainnya mengkerut kan alisnya karena tidak bisa menebak alasan dari orang yang sedang mengawasi kediaman mereka saat ini. Mendengar ucapan Xia Yun, Ming Bao segera menawarkan bantuan pada Xia Yun tetapi Xia Yun menolaknya karena hanya akan membuat penguntit itu mengetahuinya sehingga bisa melarikan diri. Yang awalnya Yong Tao juga ingin ikut tiba-tiba langsung menghilangkan niatnya itu karena mendapat tatapan membunuh dari Xia Yun yang membuatnya menarik air liur ngeri.
“Baiklah, Hati-hati saudara Xia Yun.” Ucap Ming He ikut berbicara.
__ADS_1
“Em.” Balas Xia Yun kemudian dirinya menghilang dari pandangan semua orang dengan cepat.
......................
Setelah selesai memberitahu semuanya, Xia Yun langsung menggunakan skill teleportasi miliknya ke sebuah Gang kecil yang ada di dekat kediaman miliknya. Xia Yun segera melompat ke atas atap bangunan warga untuk mencari sosok yang sedang mengawasi kediaman miliknya, Xia Yun pun mengaktifkan mata Mangekyou Sharingan miliknya yang membuat kegelapan menjadi tidak berarti dalam penglihatannya. Setelah mengawasi setiap bangunan-bangunan yang ada di sekitar kediamannya, akhirnya mata Xia Yun terkunci pada seseorang yang mengenakan pakaian bewarna hitam dari kaki hingga kepala yang membuat dirinya tidak mudah di kenali sekaligus membuat dirinya sulit di lihat saat malam hari.
Sosok itu terlihat sedang mengawasi kediaman milik Xia Yun dengan teliti seperti sedang mencari sesuatu. Xia Yun yang sudah menemukan sosok penguntit itu pun segera menggunakan skill langkah cahayanya ke arah sosok itu sehingga dengan cepat Xia Yun sudah ada di belakangnya kemudian melancarkan pukulan yang berlapis dengan elemen api bewarna putih tepat ke arah tubuh sosok itu dari belakang.
“Elemen api : Pukulan api membara!”
Ucap Xia Yun kemudian melesatkan sebuah pukulannya, ketika pukulan Xia Yun hampir mengenai tubuh sosok itu, tiba-tiba sosok itu menghilang setelah Xia Yun sempat mendengar ucapan dari sosok itu sebelum dirinya menghilang. Sosok itu mengatakan langkah kegelapan lalu dirinya menghilang begitu saja dari hadapan Xia Yun kemudian muncul tepat di belakang Xia Yun lalu melancarkan sebuah tendangan ke arah Xia Yun.
Bruk!
Swosh!!
Xia Yun yang tidak siap pun akhirnya terkena tendangan itu dengan telak lalu Xia Yun terlempar jauh ke langit tanpa sempat bereaksi, Xia Yun yang masih di udara pun kembali terkena serangan yang membuatnya terlempar ke luar kota lalu Xia Yun menerima tendangan dari atas sekali lagi sehingga Xia Yun dengan cepat terjatuh ke tanah.
Boom!!
...----------------...
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karena ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe sekalian kasi bintang 5 ya.
Dan juga buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di ig khusus dan akun FB khusus, karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
Ig : System_Ultimate_Skill.
__ADS_1
Fb : System Ultimate Skill.
Note: Huruf nya harus sama persis ya....