System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 117 - Peristiwa


__ADS_3

“Akhirnya Cetak Biru markasku sudah selesai!” teriak Xia Yun senang sembari meregangkan tubuhnya yang saat ini sedang berbaring di atas padang rumput dalam cincinnya.


“Lily, selanjutnya bagaimana?”


[Tuan hanya perlu meletakkan Cetak Biru ini di sebuah tempat kosong]


[Setelah beberapa saat, perlahan bangunan yang Tuan buat akan terbangun]


Mendengar balasan dari sistem, Xia Yun segera bangkit dan mencari tempat yang cocok untuk dirinya gunakan sebagai markasnya.


Tidak ingin repot, Xia Yun akhirnya memilih tempat dirinya berdiri saat ini, karena tidak ada siapapun di dalam cincinnya, jadi Xia Yun bebas ingin melakukan apapun disini.


Xia Yun langsung saja meletakkan Cetak Biru yang dirinya pegang ke atas tanah kemudian terbang ke atas untuk menyaksikan proses pembuatan markasnya seperti yang sistem maksud.


Cetak Biru yang Xia Yun letakan sebelumnya perlahan mulai menghilang diiringi dengan berubahnya tanah hijau menjadi tanah lumpur seluas 200 meter yang menyebar ke arah 4 mata angin.


Di sekitaran pembangunan itu, ada semacam cahaya biru yang sedikit transparan mengelilingi bangunan markas Xia Yun, seolah cahaya tersebut berfungsi sebagai pembatas.


Selain kejadian itu, ada juga hal lain seperti terbangunnya tembok dari batu tua berlumut, makam, patung-patung dan hal lainnya yang persis seperti Xia Yun bayangkan.


Proses tersebut terus berlangsung selama 10 menit yang sampai akhirnya cahaya pembatas berwarna biru itu mulai menghilang secara perlahan.


Xia Yun yang berfikir bahwa proses pembangunan ini sudah selesai langsung saja mendarat perlahan kearah gerbang depan markasnya.


“Luar biasa!” ucap Xia Yun bangga sambil menganggukkan kepala pelan menatap markasnya saat ini.


Saat ini, di depan Xia Yun sudah berdiri markas yang sama seperti yang ada di Cetak Biru sebelumnya, tidak ada kekurangan, sama persis.


Berhenti memuji-muji hasil karyanya, Xia Yun mulai berjalan masuk melewati gerbang depan markas. Ketika Xia Yun masuk ke dalam, perasaan pertama yang dirinya rasakan adalah kengerian.


Coba bayangkan ketika kita berada sendirian di tempat pemakaman, yah, suasana seperti itulah yang Xia Yun rasakan saat ini.


Seterusnya, Xia Yun mulai memeriksa markasnya baik-baik sebagai pencegahan terhadap adanya perubahan-perubahan kecil pada markasnya sambil mengajak boneka latihan sebagai teman agar suasananya tidak terlalu mengerikan.


.


.


.


“Huft....” (Menghela nafas).


Saat ini Xia Yun sudah menyelesaikan pekerjaannya dan sedang berbaring di atas tempat tidurnya untuk beristirahat.


“Dengan ini aku bisa memindahkan para anak-anak panti atau para anak buah ku di masa depan ke markas, sekalian mencari tempat yang tepat untuk mendirikan markas secara permanen di dunia luar.” (Xia Yun).


Setelah mengatakan itu, Xia Yun perlahan menutup matanya untuk tidur.


Tas!


Tas!


“Roar....” (Suara dengkuran).


“Hah!?” Terkejut akan suara barusan, Xia Yun langsung terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Saat sadar bahwa itu berasal dari Hu Wang, Xia Yun segera menyuruh salah satu prajurit bayangannya yang berpenampilan perempuan berambut hijau untuk membukakan pintu.


Setelah melakukan hal itu Xia Yun langsung kembali tidur tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya karena dirinya saat ini sudah sangat kelelahan pikirannya.


.


.


.


Petok petok! (Suara ayam).


Karena suara ayam yang nyaring, akhirnya Xia Yun terbangun dari tidurnya dan mulai bersiap-siap untuk mengikuti akhir dari Turnamen Pemuda.


Kali ini ada sedikit perbedaan dari penampilan Xia Yun, ya, pada hari ini Xia Yun meletakkan kedua pedangnya masing-masing di pinggang kiri dan kanan.


Ketika sedang fokus bersiap, ada Sebas yang memanggil Xia Yun untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi. Mengikuti saran Sebas, Xia Yun akhirnya pergi sarapan bersama dengan yang lain.


*(Skip sarapannya ya)*


“Sebas, kumpulkan semua maid, aku ingin minta tolong sesuatu pada kalian semua,” ucap Xia Yun memerintah Sebas.


Sebas menganggukkan kepalanya sebelumnya pergi untuk memanggil para maid sesuai perintah dari Xia Yun.


“Yong Tao, ku tunggu laporan mu nanti,” Setelah mengatakan itu, Yong Tao hanya menganggukkan kepala paham.


Yong Tao, Zhuge Liang beserta Miyuki dan Xin Mei hanya duduk diam melihat Xia Yun, saat ini mereka semua masih di meja makan karena baru saja selesai sarapan.


5 menit setelah kepergian Sebas, akhirnya semua maid berbaris rapi dengan Sebas berada di bagian terdepan.


Setelah mengatakan itu, Xia Yun memasukan para maid ke dalam cincinnya yang membuat Yong Tao beserta yang lain sedikit terkejut.


“Kalian tunggu aku sebentar.”


Mengatakan itu pada Yong Tao dan yang lain, Xia Yun langsung menyusul masuk ke dalam cincin. Ingat ya, yang masuk ke dalam cincin hanyalah jiwa Xia Yun, jadi di dunia luar, Xia Yun terlihat seperti sedang tertidur.


Tidak seperti para maid, mereka semua bisa masuk ke dalam cincin secara utuh, jadi di dunia luar, mereka terlihat menghilang di udara kosong.


Begitu masuk, Xia Yun melihat para maid sudah berdiri di depan gerbang markasnya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


“T-Tuan, ini...,” (Nabe).


“Ya, kalian semua benar, ini yang aku maksud.”


“Ambillah ini,” ucap Xia Yun sembari melemparkan 8 buah cincin berbentuk tengkorak ke arah para maid.


“Gunakan itu untuk berteleportasi, aku tidak harus menjelaskannya lagi, kan?” (Xia Yun).


“Yuuna, bisakah kau menjadi seorang penjaga lantai ke-6?” tanya Xia Yun sembari tersenyum kearah Yuuna.


Yuuna yang mendengar perkataan Xia Yun langsung mengiyakannya dan tersenyum manis sebagai tanggapan.


Setelah mengatakan itu, Xia Yun langsung meminta semua maid selain Yuuna untuk melakukan pekerjaannya masing-masing.


Kesemua maid yang mendengar perintah Xia Yun merasa sangat senang dan langsung berteleportasi ke lantainya masing-masing untuk melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


Xia Yun yang melihat semangat para maid juga ikut merasa senang karena usahanya dalam membuat markas ini tidak sia-sia.


Tidak lama, Xia Yun kembali ke dunia luar dan segera mengajak semuanya untuk pergi menuju Turnamen Pemuda.


Selama perjalanan, Yong Tao bertanya apa yang Xia Yun lakukan tadi dan hanya di balas tidak apa-apa oleh Xia Yun yang membuatnya tidak bertanya lagi.


Ketika mereka sampai, sudah ramai orang yang menghadiri Turnamen Pemuda ini, kali ini, di perkiraan pengunjungnya lebih banyak karena ini adalah babak ke-4, atau babak terakhir.


Sama seperti sebelumnya, Xia Yun dan Yong Tao berpisah karena Yong Tao dan yang lain menjadi penonton, lalu Xia Yun menjadi peserta.


Saat Xia Yun masuk ke ruang tunggu, dirinya sudah melihat para peserta sudah lengkap dan tampak mempersiapkan peralatan bertarungnya masing-masing.


Bahkan Si Pria Setengah Wanita pun tampak serius dalam melakukan persiapan, Xia Yun yang melihat semuanya bersiap pun juga ikut.


[10 menit berlalu]


Setelah menunggu selama 10 menit akhirnya pria paruh baya yang menjadi wasit sebelumnya muncul dan meminta semua peserta untuk berkumpul di tengah-tengah arena.


Melihat para peserta sedang berkumpul di tengah-tengah arena, para penonton bersorak ramai dan semakin bersemangat menyambut para jagoannya masing-masing.


Dengan sedikit basa-basi dari pria paruh baya itu beserta Sang Kaisar, akhirnya para peserta di minta untuk berbaris dengan timnya masing-masing.


Setelah mendengar penjelasan akan babak terakhir ini, pria paruh baya tadi mengangkat tangannya keatas menandakan pertandingan ini akan di mulai.


Para peserta yang sudah mengetahui pertarungan babak terakhir ini langsung saja bersiap-siap ketika tangan pria paruh baya itu berada di atas.


Mengayunkan tangannya ke bawah, pria paruh baya itu mengatakan, “Babak ke-4, dimulai!!”


Penonton yang mendengar bahwa pertarungan ini sudah di mulai langsung bersorak diiringi dengan para peserta termasuk Xia Yun segera menggunakan teknik langkahnya untuk bergerak ketika suara pria paruh baya itu jatuh.


Tetapi, saat para peserta baru saja melangkah, tiba-tiba ada sebuah kabut bewarna hitam yang menyelimuti seluruh arena dan membuat pandangan para penonton terhalang.


Sang pria paruh baya yang melihat kabut itu segera menggunakan elemen anginnya untuk menyapu kabut tebal yang menutupi arena.


!!


Alangkah terkejutnya semua orang saat kabut hitam itu berhasil di hilangkan, saat ini, keberadaan para peserta sudah menghilang bagaikan di telan bumi ketika kabut hitam itu sudah menghilang.


...****************...


Oh iya, aku udah baca komen" kalian loh, ada yang bikin senang, ada juga yang ngebuat aku kena mental, hahaha....


Dan juga terima kasih buat kalian yang ngasih saran dan tetap membaca novel ku ini.


Ada salah satu dari kalian yang bilang begini, sayang banget kalo skill" nya di ambil dari anime, kesannya agak kurang kreatif gitu, yah intinya pengen nyampein gitulah.


Nah, kalo kalian setuju nggak, kalo aku buat sendiri aja skill" nya, nggak ngambil dari anime lagi?


Jadi aku bakal bikin skill nya sendiri.


Tolong jawab ya para pembaca ku yang baik hati.



Dan juga ada perubahan pada mata uang kita ya, berikut perubahannya.

__ADS_1


__ADS_2