
“A-apaan yang sebenarnya terjadi!?” ucap Ketua Sekte Selendang Dewi yang saat ini sedang bersama anaknya atau Si Loli yang bernama Zhou Fei.
“Cepat menjauh! ledakannya akan sampai ke sana loh!” teriak seorang pemuda berbaju putih dengan dua pedang di punggungnya dengan santai yang saat ini sedang berlari menggunakan skill langkahnya melewati rombongan Ketua Sekte Selendang Dewi dan Panitia Turnamen yang sedang bersama para peserta yang klon Xia Yun amankan sebelumnya.
Mendengar teriakan Xia Yun, sontak para peserta yang Xia Yun selamatkan langsung mengikuti ucapan Xia Yun dengan ikut menjauh dari pinggiran hutan. Berbeda dengan para panitia turnamen dan ketua sekte besar, mereka tidak mempercayai ucapan Xia Yun sehingga tetap berada di sana bersama dengan Zhou Fei dan teman-temannya karena tidak ingin menjauh dari ibunya.
Termasuk Pria Setengah Wanita dan Ye Lu juga Xia Yun selamatkan sehingga saat ini mereka berdua sedang bersama dengan ayah mereka yang tidak menghiraukan ucapan Xia Yun sama seperti para orang-orang dari sekte lain dan para panitia turnamen.
“Hmph! lihatlah, buk-” ucapan Ketua Sekte Lahar Surgawi terpotong saat melihat ledakan akibat Xia Yun sebelumnya sampai ketempat mereka semua berdiri saat ini.
“Buat formasi pelindung sekarang!” perintah Ketua Sekte Lahar Surgawi dengan cepat.
“Baik!” balas dua Tetua Sekte Lahar Surgawi dengan cepat sembari tangan mereka bergerak ke sana-sini seperti sedang melakukan sesuatu.
“Formasi Lahar Pelindung!”
Dengan cepat tanah di sekitar mereka perlahan naik hingga menutupi mereka untuk berlindung dari ledakan akibat Xia Yun sebelumnya.
“Lakukan hal yang sama!” ucap Ketua Sekte Selendang Dewi dengan cepat.
“Formasi Selendang Dewi Pelindung!”
Seketika muncul selendang yang berukuran sangat besar yang mengelilingi rombongan Ketua Sekte Selendang Dewi bersama Zhou Fei dan rekan-rekannya untuk melindungi rombongan mereka dari dampak ledakan.
“Cepat lindungi semuanya!” perintah Ketua Sekte Es Abadi atau ayahnya Pria Setengah Wanita.
Ketua Sekte Es Abadi segera membuat es yang besar dari Qi nya yang membuat semua orang-orang yang ada di sekitarnya tertutup oleh bongkahan es miliknya agar bisa bertahan dari ledakan yang super besar tersebut.
Boom!
Setelah kurang lebih 30 detik akhirnya ledakan itu berhenti dan membuat semuanya lega kemudian menghilangkan pelindung yang melindungi mereka masing-masing saat sudah yakin merasa aman.
......................
[Selamat! Tuan berhasil membunuh kultivator ranah Pendekar Raja tingkat 7]
[Selamat! Tuan berhasil membunuh kultivator ranah Pendekar Raja tingkat 5]
[Selamat! Tuan berhasil membunuh beast tingkat 4]
[Selamat! Tuan berhasil membunuh kultivator ranah Pendekar Raja tingkat 9]
[Selamat! Tuan berhasil membunuh kultivator ranah Pendekar Raja tingkat 8]
[Selamat! Tuan berhasil membunuh beast tingkat 5]
Begitulah suara pemberitahuan dari sistem yang terus berbunyi di pikiran Xia Yun yang saat ini sedang berdiri di bawah pohon yang lumayan jauh dari hutan tadi karena ingin melihat sedahsyat apa eksperimen miliknya.
“Wow ... aku panen besar hari ini. Lebih baik aku memeriksa status terlebih dahulu,” gumam Xia Yun sembari menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk.
__ADS_1
“Lily, buka status.”
[Status]
[Nama : Xia yun]
[Umur : 15 tahun]
[Kelamin : Laki-Laki]
[LV : Saint Tingkat 1]
[Poin pengalaman : 7.732.000/16.000.000.]
[Pekerjaan »]
[Keterampilan/Skill »]
[Elemen »]
[Senjata »]
[Shop poin : 2.135.000.]
[Mata uang : 99,699,568 koin emas]
[undian »]
[penyimpanan »]
“Berapa banyak korban akibat dari ledakan itu sampai-sampai poin pengalaman dan shop poin sangat banyak bertambah ...,” gumam Xia Yun dengan ekspresi yang lumayan terkejut tetapi kembali normal.
Tanpa Xia Yun sadari, tiba-tiba pundaknya di sentuh dan refleks dirinya menoleh ke arah belakang.
!!
“Rupanya kalian ...,” ucap Xia Yun kembali santai karena orang yang menyentuh pundaknya adalah salah satu peserta yang klon Xia Yun selamatkan sebelumnya.
“Terima kasih saudara sudah menyelamatkan kami saat di dalam hutan dan juga tadi,” ucap pemuda yang menyentuh pundak Xia Yun memberikan hormat pada Xia Yun dengan cara menyatukan dua tangannya diikuti oleh para peserta lainnya yang ada di belakangnya bahkan rombongan peserta yang berasal dari keluarga Xia juga ikut Xia Yun selamatkan.
“Sudahlah ... kita harus saling membantu, bukan?” ucap Xia Yun sembari terkekeh kecil menatap semuanya yang membuat para perempuan menjadi tersipu malu dan pada pria menjadi kagum karena sikap Xia Yun yang baik hati karena biasanya orang-orang seperti Xia Yun yang tampan ditambah kuat pasti akan meninggalkan orang-orang seperti mereka yang berasal dari sekte kecil atau rakyat biasa.
“Saudara Xia Yun, Terima kasih karena sudah menyelamatkan diriku sekali lagi!” ucap pemuda yang Xia Yun selamatkan sebelumnya saat berada di sungai dalam hutan.
“Tidak apa-apa ...,” balas Xia Yun sembari mengayunkan tangannya pelan.
“Xia Yun! aku juga ingin mengucapkan Terima kasih padamu karena sudah menyelamatkan ku,” ucap Putra Mahkota atau Ming He yang saat ini berada di depan Xia Yun.
“Tidak usah di pikirkan Ming He ...,” balas Xia Yun sambil tersenyum.
__ADS_1
Saat melihat kedatangan Putra Mahkota, sontak semuanya langsung menunduk memberikan hormat padanya. Di hati mereka semua yang mendengar obrolan keduanya, mereka sangat penasaran dengan identitas Xia Yun yang bisa memanggil nama Putra Mahkota secara langsung tetapi lebih memilih tidak bertanya karena itu tidak sopan.
“Apakah kita langsung kembali saja ke Stadion?” tanya salah satu peserta yang berada di sana.
“Sebaiknya kita kembali bersama para panitia turnamen saja,” jawab Xia Yun pelan.
“Baiklah.”
“Itu keputusan yang bagus.”
“Aku setuju.”
Banyak jawaban dari mereka yang setuju dengan ucapan Xia Yun sehingga mereka memutuskan untuk menunggu para panitia dan yang lainnya sampai. Saat menunggu para panitia dan orang-orang sekte besar sampai, Xia Yun menggunakan skill heal atau penyembuhan miliknya untuk menyembuhkan luka-luka para peserta yang ada di sana kemudian membagikan pil yang berguna untuk memulihkan Qi mereka.
Banyak dari mereka yang kagum dengan kebaikan hati Xia Yun yang memberi mereka pill tingkat 4 sampai memulihkan luka-luka mereka sehingga mereka merasa sangat ingin terus mengikuti Xia Yun karena sikapnya yang suka membantu orang lain.
Selang beberapa waktu, rombongan para sekte besar dan panitia turnamen sampai dan mulai meminta semuanya untuk bersama-sama kembali ke Stadion walau awalnya mereka kebingungan kenapa para peserta sebelumnya sudah terlihat tidak memiliki luka seperti sebelumnya tetapi tidak mengungkitnya dan segera kembali menuju Stadion.
Saat dalam perjalanan kembali, orang-orang seperti menciptakan grup mereka sendiri. Contohnya rombongan sekte besar yang masing-masing berjalan dengan rombongan mereka sendiri dan tidak ada interaksi sedikit pun satu sama lain.
Dan juga orang-orang yang berasal dari rombongan Sekte Lahar Surgawi semuanya memandang rendah para peserta yang berasal dari sekte kecil atau rakyat biasa sehingga membuat mereka geram dengan kelakuan rombongan itu sehingga mereka memutuskan untuk berjalan mengikuti Xia Yun saja seperti anak itik..
Sikap orang-orang dari Sekte Lahar Surgawi memang sombong karena mereka merasa adalah sekte yang paling kuat sehingga berpikir tidak ada orang yang berani macam-macam pada mereka yang mengakibatkan kelakuan mereka menjadi seperti ini.
Berbeda dengan sikap dua rombongan sekte besar lainnya yang terkesan biasa saja terhadap para peserta yang berasal dari kalangan bawah. Xia Yun hanya bisa tersenyum canggung saat ini begitu melihat orang-orang pada membuat grup-grup mereka sendiri sampai dirinya di dekati oleh Pria Setengah Wanita dan mulai di ajak bicara olehnya sampai mereka sampai di Stadion.
Saat sampai di sana, para peserta di kumpulkan dan jumlahnya hanya mencapai setengah dari jumlah awal karena sudah banyak dibunuh oleh orang-orang Ras Iblis. Mei Yue yang melihat Xia Yun dalam keadaan baik-baik saja akhirnya berhenti khawatir dan mulai menenangkan dirinya karena tadi dirinya sangat khawatir akan keadaan Xia Yun.
Begitu semuanya sudah berbaris rapi memanjang, sosok Pria Paruh Baya yang membuka turnamen kembali terbang di udara dan berbicara dengan suara yang nyaring, “Semuanya, kami pihak panitia turnamen ingin meminta maaf pada kalian semua karena tidak bisa melindungi kalian sebelumnya ....”
“Apakah kalian ingin melanjutkan turnamen ini, itu tergantung keputusan dari kalian semua di tambah Kaisar karena kami pihak panitia turnamen tidak berhak memutuskannya karena sudah lalai seperti ini,” tambah Pria Paruh Baya itu sambil menatap para peserta kemudian menolehkan pandangannya ke arah Kaisar atau Ming Bao.
“Aku akan mendukung keputusan para peserta saja ... aku juga merasa tidak berhak memutuskan ini karena aku tidak bisa membantu mereka saat mereka di serang oleh Ras Iblis,” ucap Kaisar atau Ming Bao dengan nada bersalah.
“Jadi, sekarang adalah keputusan kalian semua apakah turnamen ini akan berjalan atau tidak ...,” ucap Pria Paruh Baya itu menatap para peserta saat ini.
Para peserta yang mendengar hal itu langsung mengatakan bahwa turnamen sebaiknya di lanjutkan saja sehingga semuanya setuju untuk melanjutkan turnamen pemuda tetapi tidak sekarang melainkan besok lusa untuk membiarkan para peserta memulihkan keadaan mereka terlebih dahulu.
...----------------...
Jangan lupa baca novel kedua aku yang berjudul Terlahir Kembali Menjadi Wanita di Dunia Lain ya ...
Karena beberapa alasan, aku beberapa hari sebelumnya ga bisa up. Tapi sekarang aku udah bisa up tiap hari lagi kayak dulu ya, nggak kayak sebelumnya yang sampai tiga hari nggak up.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1