System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 48 - Keluarga Kekaisaran Dan Paket Turbo Kiriman Ke Neraka


__ADS_3

Rombongan Xia Yun dan Kakek Tua Berjanggut Panjang juga Pemuda Berambut Biru sudah berada di depan gerbang Ibu Kota Bintang setelah melakukan perjalanan selama satu malam penuh tanpa istirahat. Rombongan Kakek Tua itu awalnya di hentikan oleh para penjaga gerbang, tetapi begitu para penjaga itu melihat wajah dari Pria Berambut Biru, sontak mereka semua meminta maaf kemudian membukakan jalan untuk rombongan kereta Kakek Tua dan Xia Yun lewat.


Xia Yun yang awalnya ingin langsung pergi tetapi niatnya terhenti ketika Kakek Tua itu meminta mereka melakukan perjalanan bersama, Sang Kakek Tua bersama Pria Berambut Biru memperkenalkan diri mereka pada Xia Yun, setelah mereka mengatakan nama mereka, keduanya terlihat seperti memperhatikan ekspresi Xia Yun tetapi Xia Yun tetap seperti biasa ya oh saja karena baru pertama kali mendengar namanya.


Sang Kakek Tua berjanggut Panjang bernama Ming Hu, dan Pemuda Berambut Biru adalah Ming He. Tidak lupa keduanya meminta untuk Xia Yun mampir ke rumah mereka terlebih dahulu sebagai ucapan terima kasih tetapi seperti biasa Xia Yun mengatakan tidak tapi Zhuge Liang yang ada di sampingnya mengatakan boleh saja karena tidak sopan menolak permintaan mereka sehingga Xia Yun setuju untuk mampir terlebih dahulu.


Rombongan mereka semua berjalan menyusuri Kota Bintang dan berhenti ke sebuah tempat yang terlihat seperti istana, Xia Yun dan yang lain kecuali Zhuge Liang hanya berada di dalam kereta sehingga tidak bisa melihat ke mana mereka pergi karena mereka tidak ingin juga. Zhuge Liang hanya di beri perintah oleh Xia Yun untuk mengikuti rombongan Ming Hu dan Ming He, begitu sampai di depan gerbang yang terlihat seperti gerbang istana, Ming Hu dan Ming He turun dari kereta lalu memberitahu pada Zhuge Liang bahwa mereka sudah sampai sekaligus meminta Zhuge Liang menyerahkan kereta mereka pada prajurit yang ada di sana.


Zhuge Liang pun memberitahu Xia Yun bahwa mereka sudah sampai dan dengan segera Xia Yun bersama yang lain keluar dari kereta secara bergantian dengan Xia Yun yang pertama kali keluar. Xia Yun yang pertama kali melihat pemandangan ini terkejut walaupun tidak pernah secara langsung melihatnya tetapi dia dapat dengan jelas bisa tahu bahwa mereka saat ini ada di depan gerbang istana. Ming Hu yang melihat ekspresi Xia Yun tertawa sambil berkata.


“Hahaha Xia Yun, sepertinya kau baru sadar siapa kami sebenarnya kan.” Ucap Ming Hu sambil tertawa.


“Makanlah terlebih dahulu di sini sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan hidup kami semua.” Ucap Ming He pada Xia Yun.


Yong Tao, Miyuki dan Xin Mei turun dari kereta juga kebingungan kenapa mereka ada di istana tetapi memilih diam mengikuti Xia Yun. Berbeda dengan Miyuki dan Xin Mei yang diam saja, Yong Tao bertanya pada Xia Yun kenapa mereka bisa ada di istana tetapi Xia Yun hanya menggelengkan kepalanya sembari mengikuti Ming Hu dan Ming


He berjalan masuk ke dalam istana.


Waktu rombongan Xia Yun mengikuti Ming Hu dan Ming He, mereka menjadi pusat perhatian para pelayan hingga orang-orang yang ada di istana karena paras mereka yang bak pangeran dan putri. Mereka berjalan terus menuju aula tanpa memperhatikan perhatian dari para pelayan dan lain-lain. Kasim yang melihat kedatangan Ming Hu dan Ming He segera memberitahu orang-orang yang ada di aula.


“Kaisar Terdahulu dan Putra Mahkota masuk ke aula...”


Teriak Kasim itu dengan keras sehingga menyadarkan orang-orang yang ada di aula. Seorang Gadis Berambut Hitam Kecoklatan melihat rombongan Xia Yun segera berlari ke arah Ming Hu kemudian memeluknya sambil menangis sambil menggumamkan sesuatu.


“Hu hu hu...Aku sangat khawatir waktu mendengar ada yang menyerang kakek ketika dalam perjalanan.” Ucap Gadis itu.


“Sudahlah cucuku...lihatlah, kakek mu ini tidak apa-apa kan?” Ucap Ming Hu sembari mengelus kepala gadis tadi yang merupakan cucunya.


“Ming Chan~ apa kau tidak khawatir pada kakak mu ini hm?” Tanya Ming He memaniskan suaranya yang berat.


“kakak kan kuat, jadi aku tidak perlu khawatirkan kakak.” Balas Gadis tadi yang bernama Ming Chan.


“Ayah, Apakah kalian benar di serang oleh Bandit Golok Ganda?” Tanya seorang wanita yang terlihat berumur 40 tahunan pada Ming Hu dengan wajah yang sama khawatirnya.


“Ya, dalam perjalanan pulang ke sini kami memang di hadang oleh Bandit Golok Ganda dengan jumlah 31 orang termasuk Ketuanya sendiri datang” Jelas Ming Hu mengiyakan pertanyaan dari wanita sebelumnya.


“Kurang ajar! para bandit itu! aku akan segera memerintahkan pasukan khusus untuk menghabisi bandit itu segera!” Ucap seorang Pria Dengan Mahkota Diatas Kepalanya tetapi di hentikan oleh Ming Hu.


“Hentikanlah Bao! Ketua Bandit Golok Ganda beserta anak buahnya sudah tidak ada lagi kemarin.” Jelas Ming Hu membuat semua orang yang ada di aula kebingungan.


“Apa maksud mu ayah?” Tanya Pria Dengan Mahkota bernama Ming Bao yaitu Kaisar Generasi Sekarang.


“Sebelum itu...” Ucap Ming He sembari menatap para menteri hingga pelayan yang ada di sana seolah memberi kode pada mereka.

__ADS_1


Seolah mengerti akan kode dari Ming He, semua pelayan hingga menteri segera keluar dari hingga menyisakan rombongan Xia Yun dan Ming Hu. Ming Hu memberitahu kalau Bandit Golok Ganda


tidak ada lagi karena sudah Xia Yun bunuh semuanya kemarin sekaligus memberitahu kalau orang yang menolong dia dan Ming He adalah Xia Yun.


Begitu mendengar ucapan Ming Hu, sontak semuanya mengalihkan pandangan mereka pada Xia Yun yang ada di bagian depan.


“Jika tidak ada Xia Yun yang datang menolong saat aku hampir terbunuh kemarin, maka hari ini aku tidak akan berada di sini karena kalah telak dengan Ketua bandit itu.” Jelas Ming He sambil mengingat kejadian waktu itu kemudian bergidik ngeri ketika ingat waktu saat dia akan terbunuh.


“Jika Pemuda bernama Xia Yun ini bisa membunuh Ketua bandit yang ada di ranah pendekar raja tingkat 5, itu artinya dia sudah berada di ranah yang lebih tinggi dari Ketua bandit itu, seharusnya kan?” Tanya Ming Bao penasaran.


“Xia Yun, sebenarnya kau berada di ranah apa?” Tanya Ming Hu ikut penasaran pada Xia Yun.


Xia Yun yang di tanya begitu pun mengeluarkan aura pendekar jendral tingkat 5 sebagai jawaban dari pertanyaan yang di ajukan padanya. Ming Hu dan Ming He yang merasakan aura dari Xia Yun merasa aneh karena tingkat kultivasinya yang sangat rendah berbeda dengan kekuatan yang dia keluarkan waktu melawan Ketua bandit sebelumya.


“Kalian salah paham, aku sebenarnya bisa membunuh para bandit itu karena pedangku.” Jelas Xia Yun berbohong.


Ming Hu dan Ming He hanya diam seperti tahu kalau Xia Yun berbohong pada mereka, tetapi mereka tetap diam karena tau Xia Yun bukanlah orang yang jahat, jadi keduanya mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan ingin menjamu rombongan Xia Yun karena telah menyelamatkan mereka. Ming Bao pun mengikuti ucapan ayahnya dan meminta para pelayan memasak makan siang untuk mereka, Ming Hu meminta Ming He menemani rombongan Xia Yun berkeliling di istana terlebih dahulu karena ingin membicarakan sesuatu dengan Ming Bao.


Ming He hanya menganggukkan kepala kemudian menemani rombongan Xia Yun berkeliling sembari menunggu makan siang selesai di masak oleh pelayan. Waktu rombongan Xia Yun dan Ming He berjalan di samping kolam ikan di halaman istana, ada seorang pelayan wanita datang memberitahu bahwa makanan sudah siap. Ming He yang mendengar itu segera membawa Xia Yun dan yang lain ke ruang makan segera, sesampainya di sana, Ming Hu, Ming Bao, Ming Chan dan Qiao Jing sudah ada di meja makan menunggu rombongan Xia Yun dan Ming He.


Ketika sedang makan bersama, Ming Hu bertanya pada Xia Yun apa tujuan Xia Yun datang ke Ibu Kota Bintang dan juga hal-hal yang tidak penting untuk di bahas lainnya sebagai basa-basi. Saat sedang makan, tiba-tiba Ming Hu, Ming He, Ming Chan, Qiao Jing juga Xia Yun dan lainnya pingsan. Perlahan muncul sosok seorang Pria Bertanduk dua di kepalanya dari atas langit-langit ruangan turun ke bawah, Pria Bertanduk itu tertawa menggumamkan sesuatu sambil menatap Xia Yun dan yang lain di meja makan.


“Sayang sekali kalian juga harus ikut mati hari ini walau tidak ada hubungannya sama sekali, nasib kalian sangat sial hehehe hahaha” Gumam Pria bertanduk sambil tertawa kemudian terdengar ada seseorang yang membalas perkataan dirinya membuat Pria Bertanduk itu terkejut.


“Kenapa kalian masih belum bangun?” Ucap Xia Yun kemudian semuanya yang ada di meja makan berdiri menatap Pria Bertanduk.


“Dari mana kau tau bahwa makanan kita ada racunnya Xia Yun? dan juga bagaimana kau menggantinya dengan obat tidur dengan cepat?” Tanya Ming He dan Ming Hu kebingungan.


“Aku memang sensitif pada racun tetapi untuk pernyataan ke dua, itu rahasia.” Jawab Xia Yun menolehkan kepalanya pada Ming He dan Ming Hu.


......................


flashback


Begitu Xia Yun duduk pertama kali di meja makan, Xia Yun sudah mengetahuinya kalau makanan yang ada di meja beracun, awalnya dia mengira ini adalah perbuatan Ming Hu tetapi dia tidak jadi berpikir seperti itu karena makanan Ming Hu dan keluarganya juga ikut beracun. Dengan cepat Xia Yun bertanya pada system apakah system bisa menukar racun itu menjadi obat tidur yang hanya membuat orang yang meminumnya tertidur selama dua menit dan ternyata system bisa melakukannya sehingga Xia Yun tidak perlu sulit-sulit untuk bergerak.


Xia Yun sengaja menukar racun itu menjadi obat tidur karena ingin memancing pelaku yang sebenarnya keluar, oleh karena itu Xia Yun hanya menggunakan obat tidur pada semuanya kecuali dirinya karena Xia Yun anti keracunan.


......................


“Aku tidak menyangka bahwa kau berniat membunuh kami Qin!” Bentak Ming Bao tidak menyangka bahwa seorang pengawal setia yang sudah dia anggap saudara sendiri berniat untuk membunuh dirinya sekeluarga.


“Diamlah Kaisar bodoh!” Balas Qin dengan kasar kemudian melesat ke arah Ming Bao dengan cepat tetapi Qin langsung terpental ke belakang saat dirinya hampir menebas Ming Bao dengan cakarnya.

__ADS_1


“Sebaiknya lawan mu aku sa-” Ucapan Xia Yun terpotong karena pedang Xia Yun terlepas dari tangannya karena di tarik oleh Yong Tao dan di buang olehnya lalu meminta Xia Yun untuk bertarung dengan tangan kosong saja.


Xia Yun yang kesal karena di ganggu oleh Yong Tao pun kesal karena percuma saja dia bilang kalau dia bisa membunuh Ketua bandit menggunakan pedang sebelumnya. Merasa percuma bertengkar dengan Yong Tao, Xia Yun hanya menarik nafas pelan mengiyakan ucapan Yong Tao.


“Haih...Baiklah kau atasi lima orang yang di sana dan Kakek Liang lima orang di sana, aku akan melawan lima juga, Bagaimana?” Saran Xia Yun sambil menunjuk orang-orang yang bersembunyi di balik tembok.


“Tapi kau harus menggunakan tangan kosong, dan untuk kau Pria Tua, bebas.” Timpal Yong Tao.


“Hm? boleh saja.” Jawab Xia Yun.


“Ya.” Jawab Zhuge Liang.


“Miyuki dan Xin Mei aku minta tolong untuk kalian menjaga Ming He dan yang lain.” Ucap Xia Yun.


“Em, baiklah” Jawab Miyuki dan Xin Mei menganggukkan kepalanya mengerti.


Krak!


Krak!


Suara Yong Tao meremas tangannya hingga berbunyi.


“Aku akan kirim kalian menggunakan paket turbo ninja expres kok jadi kalian bisa sampai ke neraka dengan cepat.” Ucap Xia Yun yang tidak di mengerti oleh semuanya.


“Mari kita kirim mereka bersenang-senang ke neraka...” Ucap Yong Tao sambil tersenyum mengerikan.


...----------------...


Cukup sampai disini dulu ya....


Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .


Karena ini pertama kalinya aku menulis Novel.


Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...


Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe sekalian kasi bintang 5 ya.


Dan juga buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di ig khusus dan akun FB khusus, karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...


Ig : System_Ultimate_Skill.


Fb : System Ultimate Skill.

__ADS_1


Note: Huruf nya harus sama persis ya....


__ADS_2