
“Hm? Dimana Xia Yun” Ucap Yong Tao dengan ekspresi yang tenang seolah dia tidak melakukan apapun bertanya pada Zhuge Liang.
“Xia Yun berada di sana” Jawab Zhuge Liang sambil menunjuk ke arah Xia Yun yang sedang terbaring di atas kasur.
Setelah tahu Xia Yun berada di belakang nya, Yong Tao langsung berjalan ke arah Xia Yun yang sedang pingsan tetapi dihalangi oleh Mei Yue dengan mengadang jalannya.
“Maafkan aku...” Ucap Mei Yue meminta maaf pada Zhuge Liang dan juga Yong Tao karena dia mengetahui kalau Yong Tao dan Zhuge Liang adalah teman Xia Yun.
Mei Yue meminta maaf karena takut bahwa Yong Tao dan Zhuge Liang akan marah pada mereka semua karena sudah membiarkan Xia Yun menjadi seperti ini tetapi kenyataan nya berbeda.
Yong Tao dan Zhuge Liang hanya terus berjalan sampai berada di samping kasur Xia Yun kemudian Yong Tao mengucapkan sesuatu yang didengar oleh semuanya yang ada diruangan itu.
“Haih... sampai kapan kau akan tidur kawan!” Ucap Yong Tao sambil mengayunkan tangan kanannya ke atas kemudian memukul Xia Yun dengan kuat ke arah perut sehingga Xia Yun sontak langsung terbangun lalu terbatuk-batuk.
“Uhuk! Uhuk! Yong Tao sialan, Bisakah kau lebih lembut sedikit jika ingin membangunkan ku, Aku sudah sadar dari tadi tapi cuma tidak bisa bergerak karena seluruh organ dalam ku terluka dan sedang disembuhkan!” Jelas Xia Yun dengan kesal.
“Ho ho ho... Yang penting kau sudah sadar Xia Yun” Ucap Zhuge Liang pada Xia Yun.
“Hehehe... Maaf-maaf kawan, Lagian kau enak-enakan jadi aku bantu, Tidak ada salahnya kan” Ucap Yong Tao sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian tersenyum pada Xia Yun.
Pletak!!
“Ah! Bisakah kau jangan begitu Xia Yun....” Ucap Yong Tao merengek karena Kepala dipukul oleh Xia Yun akibat kelakuan nya yang membuat Xia Yun kesal”
Mereka semuanya kebingungan dengan interaksi ketiga orang pria yang ada didepan mereka sekaligus ikut bingung dengan keadaan Xia Yun yang katanya paling tidak dia akan bangun dalam satu minggu tetapi nyatanya dia bangun dalam waktu 5 menit saja.
“Akhem! Xia Yun kenapa kau bisa terluka sampai separah itu? Seharusnya kau tidak akan bisa dengan mudah dilawan oleh para semut itu kan?” Ucap Yong Tao dengan nada yang serius setelah selesai bercanda dan membuat atmosfer diruangan itu seketika berubah mencekam.
“Hei, Hentikan dulu aura mu itu! Aku baru saja bangun, Jika kau kuatkan lagi aura mu maka aku akan kembali pingsan dan tidak akan bangun lagi” Ucap Xia Yun.
Setelah mendengar ucapan Xia Yun, Yong Tao akhirnya tersadar kalau aura nya tidak sengaja keluar dan membuat seisi ruangan menjadi mencekam.
“Perkataan mu itu benar, Orang lain pasti akan kesulitan jika ingin melawan ku jadi aku bukan terluka karena itu, Aku terluka karena efek samping dari skill yang aku gunakan... Aku tidak menyangka bahwa efek samping nya akan separah itu” Jelas Xia Yun yang bisa didengar oleh semua orang yang ada di dalam ruangan.
“Xia Yun maafkan aku... Karena kau menyelamatkan kakek ku dan Tuan kota maka kau menjadi seperti ini” Ucap Mei Yue meminta maaf sambil berjalan ke dekat Xia Yun yang sedang duduk di atas kasur.
__ADS_1
“Sudahlah... Tidak usah dipikirkan tentang itu, Menolong kakek mu dan tuan kota adalah pilihan ku sendiri, Aku sudah pernah berjanji akan membantu siapapun yang pantas untuk mendapatkan nya” Ucap Xia Yun sambil sedikit tersenyum ke arah Mei Yue kemudian mengarahkan pandangan nya ke tuan kota dan juga kakek Mei Yue.
“Nak Xia Yun, Aku berjanji akan membalas kembali dengan melakukan apapun yang kau mau di kehidupan kedua yang sudah kau berikan padaku walau nyawa sebagai taruhan nya” Ucap kakek Mei Yue dengan yakin.
“Lagipula kau juga sudah menolong cucuku dan juga aku jadi aku akan membantu mu melakukan apapun” Sambung kakek Mei Yue sambil berjalan mendekati Mei Yue kemudian mengelus kepalanya pelan.
“Em” Balas Mei Yue sambil menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum pada Xia Yun.
“Xia Yun! Aku juga akan membalas kebaikan mu juga, Jika kau membutuhkan bantuan maka aku akan selalu membantu mu” Ucap Feng Nuan.
“Ya, Terima kasih semuanya” Balas Xia Yun kemudian kembali pingsan karena memaksa dirinya untuk berpura-pura kuat dan itu ternyata diketahui oleh Yong Tao dan Zhuge Liang.
Semuanya yang melihat pun kembali khawatir karena Xia Yun kembali pingsan.
“Haih.... Anak ini.... ” Ucap Zhuge Liang sambil menggelengkan kepala pelan seraya mengelus dagunya.
“Padahal dia masih merasakan sakit tetapi malah memaksa untuk bersikap seolah sudah baikan... hah.... pria tua! Apakah kebiasaan tuan mu memang suka berpura-pura keren?” Ucap Yong Tao sambil membaringkan Xia Yun kembali.
“Aku juga tidak mengetahui nya” Jawab Zhuge Liang pelan.
Setelah mengatakan itu, Zhuge Liang dan juga Yong Tao langsung pergi meninggalkan Xia Yun.
\=\=\=Di Sebuah Bangunan Di Dalam Hutan Sekitar Kota Angin\=\=\=
“Argh!!”
Terdengar suara seorang pria yang sedang mengamuk di singgasana kecil.
“Bagaimana bisa diriku yang lain bisa terbunuh!! Dan dibunuh tanpa bisa melawan balik!” Ucap pria yang bertopeng rubah berwarna hitam yang sedang duduk di singgasana kecil frustasi.
“Tidak! Aku harus mendapatkan teratai kehidupan bagaimanapun caranya, Panggil seluruh topeng rubah merah!” perintah nya pada seorang pelayan yang ada didekatnya.
Kemudian pelayan itu langsung bergegas melaksanakan perintah tuannya karena takut terkena pelampiasan amarahnya.
\=\=\=POV Xia Yun\=\=\=
__ADS_1
Setelah kepergian Zhuge Liang dan Yong Tao, Feng Nuan meminta ijin untuk kembali bersama istrinya, Feng Niu tidak ikut karena berniat menjaga Xia Yun yang sedang pingsan.
Kakek Mei Yue juga kembali mengurus tentang penyerangan yang terjadi, Begitu juga dengan Mei Yue, Dia meninggalkan tugas milik nya dan menyerahkan pada kakek nya karena ingin menjaga Xia Yun juga.
Setelah semuanya pergi, Didalam ruangan kerja milik Mei Yue hanya tersisa tiga orang saja yaitu Feng Niu dan Mei Yue yang menjaga Xia Yun yang sedang pingsan.
Xia Yun yang sedang pingsan pun terbangun tetapi dia tidak berada di ruangan kerja milik Mei Yue, Dia hanya melihat air dimana-mana yang dangkal dan ada beberapa pohon membentang luas.
Merasa asing dengan situasi nya, Xia Yun pun berdiri dan melihat ke sekeliling nya untuk mencari tau dia sedang berada di mana sekarang.
Waktu dia melihat kebelakang nya, Dia terkejut karena melihat seorang wanita dengan pakaian serba biru laut yang senada dengan warna air yang ada disekitarnya.
Dia memilki rambut berwarna hitam panjang sepinggang sedikit dikuncir, Tubuh yang sempurna dan warna kulit nya seputih salju.
Belum sempat Xia Yun bereaksi, wanita itu menghadap ke belakang dan menatap ke arah Xia Yun dan berkata....
“Akhirnya kau sadar”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....dadah...
Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
IG : System_Ultimate_Skill
FB : System Ultimate Skill
__ADS_1
Note: Huruf nya harus sama persis ya....