
Setelah mengatakan hal itu, tangan kanannya langsung memegang rongga mulut bagian bawah Tetua Ke-3 sedangkan tangan kirinya menjambak rambut panjang nan putih Tetua Ke-3 dengan perlahan.
Tetua Ke-3 yang melihat aksi gila Yong Tao langsung ketakutan dan tidak bisa melakukan apa-apa bahkan untuk menggerakkan tangannya pun tidak bisa sehingga dirinya hanya bisa meratapi perbuatan Yong Tao.
Xia Yun dan Xin Mei tetap tenang dengan kelakuan Yong Tao karena mereka merasa Tetua Ke-3 memang pantas untuk di beri pelajaran, berbeda dengan sikap Xia Yun dan Xin Mei yang tenang.
Hun Cong dan kedua anak buahnya menjadi sangat ketakutan karena Tetua Ke-3 yang sangat kuat di matanya tidak mampu melawan ketika dirinya saat ini dijadikan sebagai mainan oleh musuhnya.
“Aku akan mulai loh... aku akan melakukannya ketika saat hitungan ku mencapai angka 10,” jelas Yong Tao yang membuat Tetua Ke-3 semakin ketakutan.
‘S*alan! jika kau ingin membunuhku maka bunuh saja aku langsung!’ batin Tetua Ke-3 marah sekaligus kesal pada Yong Tao.
!!
“Apakah kau pernah memikirkan orang-orang yang sudah kau siksa? bagaimana perasaannya di permainkan sampai-sampai mereka lebih memilih kematian?” ucap Xia Yun yang membuat mata Tetua Ke-3 terbelalak.
‘D-Dia? membalas ku?’ batin Tetua Ke-3 tidak percaya.
“Ya, aku membalas mu,” ucap Xia Yun lagi yang membuat semua orang yang ada di sana keheranan kecuali Tetua Ke-3.
“1”
!!
Mata Tetua Ke-3 langsung terbelalak saat Yong Tao mulai menghitung.
“2”
.
.
.
.
.
.
“3”
.
.
.
.
.
“10!”
Crack!
“Oh! aku tidak sengaja!” celetuk Yong Tao santai.
Mulut Hun Cong dan kedua anak buahnya terbuka lebar ketika mereka melihat rahang Tetua Ke-3 sudah tidak ada lagi di tempatnya, terlebih lagi tersangkanya menampilkan wajah b*doh seolah-olah bertanya, “Kenapa dengan dia?”
Bruk!
Tubuh Tetua Ke-3 langsung jatuh ke lantai dengan darah yang terus menerus keluar dari mulutnya karena rahangnya sudah tidak berada di tempatnya.
“Cepatlah selesaikan,” Xia Yun sudah merasa kebosanan karena lama menunggu.
‘Tetua Ke-3 berada di ranah Pendekar Raja Tingkat 6 tetapi tidak berkutik saat menghadapi baj*ngan ini!’ batin Hun Cong kesal tetapi tidak berdaya untuk membalas perbuatan Yong Tao.
__ADS_1
Yong Tao mengeraskan genggaman pedang yang ada di tangan kanannya kemudian menebas secara horizontal sejajar dengan leher Hun Cong bersama kedua anak buahnya, karena kaki mereka di bekukan oleh Xia Yun, jadi mereka tidak bisa menghindar dan hanya bisa menatap detik-detik kematian yang ada di depan mata mereka sendiri.
Jarak antara Yong Tao dan Hun Cong hanya beberapa langkah saja sehingga bila dalam pandangan orang lain, tebasan dari Yong Tao mustahil akan kena, tetapi jika kekuatan yang berbicara maka kata (mustahil) tidak di perlukan lagi.
Slash!
Blur!
Bruk!
Tiba-tiba muncul luka goresan kecil pada leher mereka, perlahan keluar darah dari luka goresan itu, dan terakhir mata mereka mulai tertutup bersamaan dengan pandangan mereka yang seolah-olah sedang terjatuh ke bawah.
“Sekarang bagaimana?” tanya Yong Tao sembari meletakan kembali kedua pedangnya kedalam sarung yang ada di pinggangnya.
“Ayo kita pergi, aku sudah kehilangan selera makan,” ucap Xia Yun kemudian berdiri lalu meletakkan beberapa koin emas di atas bangkunya.
Yong Tao dan Xin Mei menganggukkan kepalanya kemudian mengikuti Xia Yun berjalan meninggalkan tempat makan ini.
.
.
.
.
.
.
“Padahal aku ingin tidur...,” rengek Xia Yun yang saat ini sedang duduk bersila di atas atap kediamannya menikmati malam yang penuh akan bintang-bintang yang bertugas menghiasi gelapnya malam.
Setelah kejadian di tempat makan sebelumnya, dalam perjalanan pulang, Xia Yun tetap meminta Yong Tao kembali melanjutkan penjelasan sebelumnya.
“Ah! sudahlah, lebih baik aku mulai berkultivasi,” ucap Xia Yun setelah selesai merengek kemudian membenarkan posisi duduknya dengan cara bersila dan kedua tangannya yang berada di atas paha.
“Hm? ternyata begini caranya! baiklah aku sudah mengerti,” karena Skill Penguasaan Instan, jadi Xia Yun dapat dengan mudah mengingat perasaan berkultivasi dan menguasainya seperti membalikkan telapak tangan.
Awalnya hal ini berlaku pada satu bintang saja, tetapi jumlahnya terus menerus bertambah hingga hampir seluruh bintang yang ada di langit menjadi sangat terang. Setelah bersinarnya bintang terakhir, tiba-tiba saja dari tubuh Xia Yun muncul cahaya bewarna biru keperakan bersinar sangat terang keatas langit hingga membentuk seperti pilar yang mengarah kearah salah satu bintang.
Cahaya itu terus naik keatas sampai akhirnya terhubung dengan satu buah bintang dan lenyap begitu saja saat pilar cahaya itu terhubung dengan salah satu bintang.
Fenomena ini membuat seisi kediaman menjadi waspada karena mereka merasakan fluktuasi energi yang sangat asing tetapi sangat kuat dan mendominasi tepat di atas kediaman sehingga sontak semuanya bangun dari tempat tidur dan bergegas keluar untuk mencari tahu keadaan.
Yang merasakan fenomena itu bukan hanya orang-orang yang ada di kediaman saja, tetapi seisi kota menjadi heboh, tetapi anehnya mereka tidak melihat pilar cahaya yang menjulang keatas langit sebelumnya dan hanya merasakan fluktuasi energi sama seperti orang-orang yang ada di kediaman.
Setelah beberapa saat ketika pilar cahaya itu menghilang, Xia Yun membuka matanya dan terkejut begitu melihat wajah Yong Tao yang sangat dekat dengan wajahnya sambil memberikan tatapan menyelidik.
[Berhasil menyerap Energi Bintang!]
[Mengganti Energi Ki yang ada di tubuh Tuan menjadi Energi Bintang....]
.
.
.
[....]
.
.
.
[Proses pergantian berhasil!]
__ADS_1
.
.
.
Xia Yun yang mendapat informasi dari sistem langsung menampilkan senyuman puas tanpa dirinya ingat kalau di depannya saat ini ada Yong Tao.
“Xia Yun?” ucap Yong Tao.
‘Status!’
[Status]
[Nama : Xia Yun]
[Umur : 15 tahun]
[Kelamin : Laki-Laki]
[LV : Saint Tingkat 3]
[Poin pengalaman : 16.236.000/54.000.000]
[Pekerjaan : Alchemist Tingkat 3]
[Keterampilan/Skill »]
[Elemen : Air, api(Api Pembekuan, Api Phoenix), tanah, angin, cahaya, kegelapan, ruang dan waktu,
es, racun dan petir merah]
[Senjata : Pedang Night Sky Sword, Pedang Blue Rose Sword, Sabit Dewa Kematian, Full Set Armor Dewa Kematian.]
[Shop poin : 29.590.000]
[Mata uang : 99,699,564 koin emas]
[Toko »]
[Undian »]
[Penyimpanan »]
“Hm... kecepatan kultivasi ku sangat cepat! padahal cuma beberapa menit saja, tapi poin pengalaman yang aku miliki sudah naik menjadi 16.200.000 keatas!” Xia Yun merasa antusias sampai tidak sengaja dirinya keceplosan.
.
.
.
.
.
.
Saat ini aku sedang berada di kampung halaman ibu aku, dan juga jaringan disini termasuk (sangat-sangat jelek) sehingga akses internet sangatlah terbatas. Terlebih lagi disaat aku ingin menulis chapter baru, diriku selalu saja di ganggu oleh keponakan-keponakan sehingga ide aku pun terganggu.
Sekian info dari aku saat ini ya.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1