
“Aku akan melawan mu dengan serius kali ini!!!”
Setelah mengatakan itu, sosok Yang Kai langsung terbang kearah Immortal dengan cepat, saking cepatnya, bahkan belum sempat Immortal selesai menghembuskan nafas, dirinya sudah ada di depan Immortal.
Immortal yang melihat Yang Kai sudah berada di depannya sembari membuka mulut, seolah-olah siap untuk memakannya, menjadi sangat menjadi terkejut dan langsung mengangkat tangannya keatas, memasang pelindung menggunakan lapisan Ki nya.
Roar!!
Yang Kai langsung menggigit pelindung milik Immortal dan membawanya terbang ke langit sembari mengayunkannya ke sana kemari, seperti sosok pemangsa yang sedang mengoyakkan daging buruannya.
Crack!!!
“Apa!?”
Immortal terkejut begitu tahu bahwa pelindung Ki miliknya mengalami keretakan akibat gigitan dari Yang Kai, segera Immortal mulai menambahkan Ki miliknya untuk memperkuat dan mempertahankan pelindung agar tidak hancur.
Tidak hanya memperkuat pelindungnya, Immortal juga melancarkan serangan menggunakan elemen racun miliknya ke dalam mulut dan mata Yang Kai, membuat pemuda itu melepaskan gigitannya karena racun milik Immortal masuk ke dalam tubuh lalu melukai matanya.
Terlepas dari gigitan Yang Kai, Immortal langsung terbang menjauh secepat mungkin, berusaha tuk menjaga jarak dari Yang Kai.
!!!
Saat menoleh kebelakang, Immortal terkejut kala melihat Yang Kai sudah ada di belakangnya, hanya perlu beberapa jarak lagi untuk Yang Kai bisa menggigitnya.
Immortal segera mengangkat tangannya keatas dan berniat menciptakan perisai lainnya dan melancarkan serangan lagi ketika Yang Kai membuka mulutnya.
Slash!!! (Tebasan)
Karena terlalu fokus menunggu Yang Kai untuk membuka mulutnya, Immortal bahkan tidak memikirkan jika Yang Kai masih bisa melukainya dengan cara yang lain.
Sehingga tanpa dirinya sangka, ketika Yang Kai hampir menggapainya, secara tiba-tiba sosoknya berubah kembali menjadi Manusia dan langsung menyerangnya menggunakan pedang.
Akibat dari terlalu fokus pada rencananya tadi, Immortal hanya sempat membuat pelindung Ki miliknya secara mendadak, dan hasilnya pun percuma.
Itu karena Yang Kai dengan mudah menemukan titik lemah dari pelindungnya, membuat pelindung itu hancur dan serangannya pun mengenai tubuh Immortal dengan telak.
Arg!! (Erangan)
Terlihat mulut Immortal mengeluarkan sedikit darah karena terkena serangan milik Yang Kai tanpa sempat untuk merespon.
Doom!!!
Tidak cuma itu, Immortal pun terjatuh dari udara ketika dirinya berhasil terkena serangan Yang Kai, karena Immortal membentur tanah dengan kuat, permukaan tanah di sekitarnya hancur dan menciptakan sedikit asap yang membuat area sekitar sedikit tertutup.
Yang Kai tidak ingin berhenti sampai di sana, dirinya melesat kearah Immortal yang saat ini baru terjatuh sembari bersiap untuk melancarkan serangan lainnya.
Buk!!!
Baru saja Yang Kai akan melewati asap-asap di sekitar Immortal, secara tiba-tiba Immortal muncul dari balik kumpulan asap tersebut sembari menendang Yang Kai, membuat pemuda itu terkejut dan terlempar kecil kebelakang.
Tap!!
Yang Kai berhasil mendarat dan menyeimbangkan tubuhnya dengan baik tanpa menerima luka tambahan.
Tetapi baru saja mendarat, Immortal langsung muncul dari atas Yang Kai sembari melancarkan serangan menggunakan pedangnya.
Trang!!!
Trang!!!
Trang!!!
Doom!!
Immortal berhasil mendaratkan serangan lainnya kearah Yang Kai dan membuat pemuda itu terlempar lagi.
Dan sekali lagi, terjadilah kejadian yang sama seperti sebelumnya, Yang Kai dan Immortal saling beradu pedang lalu berakhir dengan Yang Kai yang terlempar.
“Seni Iblis : Lengan Iblis Penembak!” (Yang Kai).
“Elemen Api : Jubah Api Pelindung!!” (Immortal).
Di saat Immortal sedang melesat kearah Yang Kai, dirinya menembakkan beberapa serangan guna memperlambat gerakannya, tetapi naas, Immortal mampu mengatasi peluru-peluru miliknya dengan mudah tanpa harus mengurangi kecepatannya.
Wish!!!
Slash!!!
Dengan cepat, Immortal muncul di belakang Yang Kai dan kemudian memberikan serangan berupa sebuah tebasan pedang yang mengarah pada leher Yang Kai.
Trang!!
“Seni Iblis : Sisik Naga Iblis”
__ADS_1
Di saat bilah pedang Immortal hampir mengenai leher Yang Kai, secara mengejutkan, kulit Yang Kai langsung muncul sisik-sisik seperti sisik Naga pada seluruh tubuhnya.
Akibat dari sisik tersebut, bilah dari pedang Immortal tidak mampu melukainya, dan hanya mampu memberikan sedikit goresan pada sisik Yang Kai
“Huft! padahal hanya berada di Ranah Immortal!” geram Immortal tersebut ketika tebasan pedangnya gagal membunuh Yang Kai.
Geram dengan hal itu, Immortal memutar tubuhnya dan langsung memberikan sebuah tendang penuh cinta kearah punggung Yang Kai, membuat Yang Kai dan para penonton mendengar suara cinta lainnya.
Crack!!!
Terdengar jelas suara retakan tulang yang berasal dari tubuh Yang Kai, membuat semua orang yang mendengar hal itu menjadi merinding.
Arg!!
Yang Kai merasa, jika bisa memilih, dirinya tidak ingin bangkit saat ini. Tetapi tentu saja pilihan seperti itu tidak ada, dan sambil mengambil nafas berat, Yang Kai bangkit lalu memasang kuda-kudanya kembali walau saat ini dirinya sedang merasa kesakitan dan kelelahan.
“Jika saja Ki ku masih ada yang tersisa...,” gumam Yang Kai pelan.
Immortal tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh Yang Kai, tetapi tidak dengan para penonton. Ketika mendengar ucapannya, seketika semua orang langsung khawatir, jika Ki nya habis, bagaimana Yang Kai akan melawan Immortal.
“Aku tebak, pasti Ki mu sudah habis, benar?” Suara Immortal terdengar seperti orang yang sedang mengejek + kesenangan ketika mengatakan hal itu.
Sedangkan Yang Kai, wajahnya menjadi gelap karena perkataan Immortal itu benar adanya. Ki terakhir yang dirinya miliki, sudah di gunakan untuk melindunginya dari tebasan pedang Immortal sebelumnya.
Oleh karena itu, tendangan yang sebelumnya tidak bisa lagi Yang Kai hindari, sebab dirinya sudah kelelahan + Ki miliknya sudah habis.
“Elemen Racun : Hujan!!” (Immortal).
Immortal segera menciptakan hujan buatan kearah Yang Kai yang terbuat dari elemen racun miliknya, membuat siapapun yang terkena air hujan ini, kulitnya langsung meleleh.
Yang Kai yang sadar bahwa tidak akan berakhir baik baginya jika terkena air hujan ini, segera menghindarinya. Tetapi sayang, Immortal tidak sebaik hati itu untuk membiarkan Yang Kai.
Immortal, sambil menggunakan jubah api miliknya, masuk ke antara hujan racun dan bergerak tuk menyerang Yang Kai di saat pemuda itu tengah sibuk menghindari setiap tetesan air hujan.
Slash!!!
Tas!! (Suara lelehan)
Karena fokus menghindar dari air hujan beracun milik Immortal, Yang Kai tidak bisa menghindari serangan Immortal dan berakhir dengan terkena banyak tebasan pedang dengan telak.
Karena kesakitan akibat terkena serangan Immortal, pertahanannya hancur dan Yang Kai terkena air hujan racun milik Immortal, membuat pakaiannya meleleh dan kulitnya yang semakin rusak.
Dump!!!! (Tendangan)
Immortal sekali lagi melancarkan sebuah tendangan kuat yang membuat Yang Kai terpental jauh.
Bangkit dengan tertatih-tatih, Yang Kai tetap memaksakan dirinya untuk bertarung walau keadaannya saat ini terlihat memprihatinkan.
Baru saja memasang kuda-kudanya, begitu menoleh ke langit-langit, Yang Kai menelan air liurnya dengan berat ketika melihat dua buah bola raksasa dengan elemen api dan racun seukuran meteorit sebelumnya sedang meluncur kearah Yang Kai.
“Cobalah hindari ini jika kau bisa! Baj*ngan!” seru Immortal sambil tersenyum kemenangan kearah Yang Kai, saat ini Immortal tengah menonton dari kejauhan sembari terbang.
Wajah Yang Kai semakin memburuk begitu melihat posisi kedua bola raksasa itu sudah berjarak 200 meter darinya, jika ingin menghindarinya mungkin Yang Kai pun akan kesulitan saat ini, mengingat kondisinya yang sudah terluka parah + kehabisan Ki.
Jika melindungi dirinya sendiri saja sudah kesulitan, apalagi untuk melindungi Tuannya. Tunggu, bagaimana dengan Xia Yun!
Karena terlalu serius bertarung, Yang Kai bahkan sampai terlupa akan keberadaan Xia Yun dan yang lainnya.
Di saat dirinya baru saja ingin menoleh kearah Xia Yun dan para peserta, tiba-tiba saja ada 8 buah anak panah yang terbuat dari api dan racun tengah melesat kearahnya.
Melihat hal itu, Yang Kai segera bergerak tuk menghadang 8 buah anak panah tersebut, tetapi sayangnya, ketika dirinya mencoba bergerak, tubuh Yang Kai menjadi kaku tanpa sebab.
Membuatnya hanya bisa menatap 8 buah anak panah itu dengan pasrah dan bersiap untuk terluka akibat dari tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Walau sudah mencoba, tetapi tetap saja dirinya tidak bisa untuk bergerak, sehingga Yang Kai hanya bisa pasrah saat ini.
‘Sial!!!’ batin Yang Kai kesal saat melihat 8 anak panah tersebut sudah hampir mengenainya.
Para penonton yang melihat Yang Kai sudah terpojok, hanya bisa menghela nafas lemah karena dirinya pun tidak sanggup untuk menang melawan Immortal.
Kali ini, lenyap sudah harapan mereka, karena semua orang yang ada di dimensi lain, semuanya sudah di kalahkan oleh Immortal.
Yang Kai saja berhasil dirinya kalahkan, yang kekuatannya sudah jauh ada di atas mereka, apalagi hanya mereka, semua orang sudah tahu akhirnya masing-masing saat ini.
Karena hal tersebut, sontak semua orang menundukkan kepalanya, tidak sanggup untuk melihat akhir dari Yang Kai.
“Gluttony!!”
Mendengar suara yang familiar di telinga mereka, sontak semua orang termasuk Yang Kai dan Immortal, langsung terkejut ketika melihat Xia Yun yang muncul secara tiba-tiba di depan Yang Kai dan melindunginya dari 8 anak panah sebelumnya.
Dengan rasa tidak percaya, semua orang bisa melihat jelas sosok Xia Yun saat ini yang tengah berdiri di depan Yang Kai. Ada yang sedikit berbeda dari penampilan Xia Yun saat ini, semua orang menyadari hal tersebut.
Itu karena pada rambut hitam Xia Yun, ada yang berubah warna menjadi keemasan, di tambah bola matanya yang ikut menjadi warna keemasan.
“Kerja bagus karena sudah bertahan sejauh ini... Yang Kai.” (Xia Yun)
__ADS_1
Xia Yun berkata dan menatap Yang Kai sembari menyembuhkannya menggunakan Skill Penyembuhan.
“T-Tuan... bukankah jantung anda sudah hancur sebelumnya?” tanya Yang Kai kebingungan + rada tidak percaya ketika melihat kondisi tubuh Xia Yun saat ini terlihat baik-baik saja.
Xia Yun yang mendengar pertanyaan Yang Kai hanya tersenyum sebagai jawaban, kemudian berbalik dan menunjukan ada sebuah jarum yang menempel di lehernya.
“Jarum Pencari Jiwa!?” seru Yang Kai dengan nada terkejut.
Para penonton yang mendengar seruan Yang Kai, hanya memiringkan kepalanya tidak paham karena mereka semua tidak mengetahui apa itu Jarum Pencari Jiwa.
Tetapi tidak dengan Zhuge Liang, pria paruh baya itu langsung teringat akan kotak kecil yang berisi jarum milik Xia Yun sebelumnya, tetapi walaupun begitu, dirinya juga tidak mengetahui apa kegunaannya.
“Jarum Pencari Jiwa, adalah sebuah jarum yang bisa membangkitkan seseorang yang sudah mati.” (Lou Yui).
Semua orang yang mendengar penjelasan Lou Yui, langsung mengerti alasan dari kenapa Xia Yun bisa kembali muncul dan menolong Yang Kai, sekarang muncul kembali harapan semua orang akan adanya kemungkinan untuk mengalahkan Immortal ketika Xia Yun sudah kembali hidup.
Mengetahui bahwa Xia Yun kembali hidup, membuat beberapa orang yang mengenal Xia Yun menjadi bernafas lega dan senang.
“Ternyata seperti itu... tetapi percuma saja, walaupun kau menggunakan Jarum Pencari Jiwa, kau hanya akan bisa bertahan selama 43 menit! setelah itu, kau hanya akan kembali menjadi mayat kosong.” (Immortal).
Saat semua orang mendengar perkataan Immortal, sontak semuanya mengalihkan pandangan kearah Lou Yui, menunggu penjelasan lainnya.
“Dia benar... walaupun kembali hidup, tetapi hanya mampu untuk bertahan selama 43 menit, setelah itu, maka jiwa nya akan keluar dari raga dan kembali menjadi mayat kosong....” (Duan Feng).
Setelah mendengar pernyataan dari Duan Feng, kali ini semua orang kembali murung, awalnya mereka kira Xia Yun akan kembali hidup, tetapi sayang, kenyataannya tidak seperti yang mereka pikir.
.
.
“Ya, kau benar, waktu ku hanya sedikit, tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk menghabisi mu,” ucap Xia Yun sambil menunjuk kearah Immortal.
Perlahan, jari telunjuk Xia Yun mulai bercahaya, diiringi dengan Xia Yun yang terlihat seperti sedang menulis di udara kosong seperti sebelumnya.
“Ku tuliskan!”
“Wahai serigala kutub.”
“Akhir dari segalanya.”
“Pinjamkan kekuatan mu padaku.”
“Bekukan mereka dalam kesunyian.”
“Bahkan kejayan akan binasa di dunia yang busuk ini.”
“Dan itu adalah takdir yang di tetapkan oleh alam.”
“Bagaikan air yang mengalir dari ketinggian.”
“Membanjiri segala jenis kehidupan.”
“Tunjukan padaku dunia yang mampu bertahan seakan waktu telah berhenti.”
“Tunjukan padaku kekekalan dan keindahan tiada tara yang abadi.”
“Aku menolak tuk mengerti.”
“Dan hanya mencari kesempurnaan.”
“Aku merindukan pemandangan yang putih dan murni.”
“Aku merindukan Dunia Kematian yang indah”
“Aku merindukan dunia di mana semua mahluk terkubur dan tertutup.”
“Aku merindukan segalanya.”
“Berhentilah.”
“Berhentilah.”
“Berhentilah!!”
“Cocytus!!!!”
Dalam sekejap, awan-awan langsung berubah menjadi gelap, turun salju di dimensi itu, dan dari balik awal, muncul 2 sosok Naga Es yang melesat kearah dua bola raksasa sebelumnya.
Boom!!!!
Begitu dua Naga Es tadi mengenai dua bola raksasa besar tadi, seketika terjadi ledakan yang kuat, membuat dimensi itu bergetar hebat karena dampak ledakan itu.
...****************...
__ADS_1
Yes!! akhirnya Xia Yun sudah muncul dan hidup kembali loh hahaha.