
Maaf ya buat kalian yang nungguin aku up chapter baru, sekarang ini aku lagi revisi semua chapter dari awal sampai sekarang, jadi harap maklum kalau belum bisa update ya....
Sekalian aku mau promo novel baru ya, namanya Legenda Pedang Pemecah Salju, ini cocok buat kalian yang mau MC nya ga terlalu over power tetapi tetap kuat.
...----------------...
-Legenda Pedang Pemecah Salju-
Di Benua Tong’Yī ada empat tokoh besar yang terkenal akan kekuatannya yang berada di atas semua pendekar di benua Tong’Yī, mereka di kenal sebagai Pedang Utara, Pedang Selatan, Pedang Barat dan Pedang Timur.
Keempat pendekar ini berada di posisi puncak
bela diri karena terkenal akan teknik bertarung mereka yang sangat kuat. Pedang Utara memiliki teknik bernama Pedang Lilitan Sutra, Pedang Selatan mempunyai teknik Pedang Pemecah Salju. Perang Barat menguasai teknik Pedang Penghancur Gunung dan Pedang Timur dengan teknik Pedang Dua Tangan.
Keempatnya juga bersahabat dekat, bahkan saling mengangkat diri sebagai saudara sehidup semati tanpa di ketahui oleh orang lain.
...----------------...
Di ruang tamu, terlihat ada empat orang pria paruh baya sedang duduk bersama sambil di temani oleh makan dan arak. Keempatnya terlihat sangat dekat dengan canda dan tawa menemani mereka.
“Saudara Yun, kapan kau akan menikahi Diao Chan, hm? kau sudah berumur 187 tahun loh, ” tanya pria paruh baya berjenggot tipis dengan nada menggoda sambil mengedipkan matanya pada seorang pria paruh baya yang sedang meminum arak.
!!
“Uhuk! Saudara Jun, kenapa kau malah bertanya hal itu? aku, Zhou Yun tidak memilki rasa pada Diao Chan,” ucap pria paruh baya dengan rambut diikat kuda menyebut dirinya Zhou Yun tersedak kala mendengar pertanyaan dari pria paruh baya bernama Xia Jun.
“Benar kata Xia Jun, Saudara Yan, Diao Chan selalu menunggu mu selama ini,” ucap pria paruh baya lainnya membenarkan ucapan Xia Jun.
__ADS_1
“Enaknya arak ini...,” ucap pria paruh baya berkumis sambil meminum arak mengabaikan obrolan ketiga saudaranya.
....
Ketiganya melirik ke arah pria paruh baya yang meminum arak dengan tatapan aneh karena tidak nyambung.
“Huft... aku paham maksud kalian, tapi masalahnya aku tidak memiliki perasaan lebih pada Diao Chan,” balas Zhou Yun sambil menyentuh wajahnya berpikir tentang ucapan kedua saudaranya.
“Hei! bukan aku sendirian yang masih melajang! kenapa kalian bersikap seolah sudah berkeluarga s*alan!”
“Hahaha tenanglah Saudara Yun,” ucap Xia Jun tertawa sambil menepuk pelan punggung Zhou Yun.
“Aku masih belum memikirkan hal itu hahaha!” balas pria paruh baya tadi sambil tertawa keras.
‘Keluarga ya...,’ batin Zhou Yun dengan tatapan mata yang sendu untuk sesaat tetapi dengan cepat menutupinya.
“Hu hu hu... aku sudah memiliki 1576 lingkaran tenaga dalam, sedikit lagi akan mencapai 1600. Bila sudah mencapai 1600 maka aku akan menerobos ke ranah Pendekar Alam Bumi!” jelas Yang Kun dengan nada puas sambil tersenyum sombong.
“Adu-duh Saudara Kun... aku sekarang memiliki 1594 lingkaran tenaga dalam loh hahaha!” balas Zhou Yun mengejek Yang Kun.
“Ya ya ya... bakat kalian memang hebat, kalau begitu bagaimana jika berlomba siapa yang memiliki lingkaran tenaga dalam paling banyak ketika kita berkumpul lagi?” ajak Xia Jun.
“Saran yang bagus Saudara Jun!” ucap pria paruh baya berkumis sambil kembali meminum arak.
“Setuju!” ucap Zhou Yun dan Yang Kun bersamaan kemudian keduanya saling lirik lalu tertawa bersama.
“Baiklah, kalau begitu ini adalah janji kita!” ucap Zhou Yun sambil mengulurkan tangan kanannya ke depan.
__ADS_1
Ketiga saudara Zhou Yun yang melihat itupun tersenyum dan ikut mengulurkan tangan mereka kemudian kepalan tangan mereka berempat bertemu.
“Janji!” ucap keempatnya serempak kemudian tertawa bersama dan kembali meminum arak sampai mereka semua tertidur.
Karena kebanyakan minum, mereka semua akhirnya terkapar di ruang makan akibat terlalu banyak minum arak sehingga tertidur dengan pulas tanpa memerhatikan dimana mereka berada saat ini.
......................
“Hoamm...,” Zhou Yun membuka matanya perlahan sambil menguap karena masih sedikit merasa ngantuk.
“Yun’er, kau kenapa, pagi-pagi begini malah menguap?” Terdengar suara perempuan yang sangat akrab bagi Zhou Yun sehingga matanya langsung terbuka dengan cepat dan segera mencari arah suara itu.
!!
Saat dirinya membuka mata, Zhou Yun terkejut karena dirinya melihat kedua sosok yang sudah sangat Zhou Yun rindukan selama berpuluh tahun sedang bersamanya duduk di meja makan.
‘A-Ayah... Ibu... tidak! ada yang tidak beres disini, kenapa aku begitu terbangun langsung bersama mereka, padahal aku sedang minum-minum bersama yang lainnya!’ batin Zhou Yun kebingungan
dengan keadaannya saat ini dan tetap berusaha tenang.
“Cepatlah makan makananmu, dan juga makanlah ini, agar kau bisa cepat tumbuh besar,” ucap seorang perempuan berambut hitam sepinggang berwajah cantik yang terlihat berumur 13 thun duduk di sebelah Zhou Yun sambil meletakan sepotong daging ke mangkuknya.
‘Kakak Mei!? Anak kecil?’ batin Zhou Yun kemudian dirinya terkejut saat melihat tangannya berubah menjadi kecil seukuran anak berumur 8 tahun, seketika wajahnya langsung pucat pasi.
...----------------...
Ini sedikit cuplikan episodenya ya, kalau kalian pengen lanjut baca, boleh di cari aja, ok?
__ADS_1