
Bertubuh gendut, botak, dan mengenakan perhiasan emas di seluruh tubuhnya, ya. Itu adalah sosok laki-laki yang memotong ucapan Xia Yun, tidak lupa laki-laki itu terlihat sudah berumur 40 tahunan.
“Apakah aku tidak salah dengar? baru saja aku mendengar suara bab*,” ucap Yong Tao dengan wajahnya yang b*doh.
Sontak Xia Yun dan juga yang lainnya beserta anak-anak panti asuhan langsung tertawa begitu mendengar ucapan Yong Tao.
Sedangkan laki-laki berbadan gemuk itu, langsung marah begitu dirinya di rendahkan, segera dirinya memberikan perintah pada 1 orang pengawalnya yang terlihat sangat sangar karena badannya yang berotot dan gaya rambutnya yang pirang pendek tapi keren.
Mendengar perintah Tuannya, segera laki-laki itu meregangkan tubuhnya pelan sembari berkata, “Aku tau kalian memang tidak salah berbicara, tapi jika ingin jujur, maka lihat keadaan terlebih dahulu bocah.”
“Salahkan mulut kalian karena t-”
Baru saja laki-laki itu menggunakan skill langkahnya kearah rombongan Xia Yun, tiba-tiba saja seluruh tubuh laki-laki itu tertutup oleh kubus bewarna hitam-keunguan yang membuat gerakan laki-laki itu terhenti seolah-olah badan bahkan nafasnya di bekukan.
“Terlalu banyak bicara, jika tidak ada anak kecil disini maka kau sudah aku bunuh,” ucap Xia Yun dengan jari telunjuknya yang terarah pada pengawal itu.
‘Walau sepertinya anak-anak itu sudah kebal dengan yang beginian, tapi tetap saja aku harus menghindari adegan seperti itu.’
“Dekomposisi!”
Setelah Xia Yun mengatakan itu, tiba-tiba saja sosok pengawal itu langsung memudar seperti robekan kertas yang terbang tertiup angin tanpa menyisakan apapun dari dirinya.
Miyuki yang melihat skill Xia Yun nampak sedikit terkejut tetapi dirinya hanya tetap diam menyaksikan hal itu sambil memeluk Hu Wang
Laki-laki gemuk yang menjadi Tuan dari pengawal itu langsung merasa ngeri begitu melihat pengawalnya menghilang entah kemana oleh Xia Yun.
“Pembunuhan!” teriak laki-laki itu dengan ekspresi panik, berusaha menarik perhatian orang-orang sekitar dan berhasil membuat pejalan kaki di dekatnya berhenti untuk menonton.
“Di dunia seperti ini, orang kuat yang berkuasa, tidakkah kau tahu hal itu, hem?” jelas Yong Tao sambil mengeluarkan aura pembunuh miliknya kearah laki-laki itu seorang.
Laki-laki gemuk itu langsung bergetar hebat begitu tubuhnya terkena aura membunuh Yong Tao dan mundur beberapa langkah kebelakang.
“Kalau begitu akan aku tunjukan kekuatan ku huh!” ucap laki-laki itu sembari memegang bambu dan mengarahkannya ke langit.
Syur!!
Boom!!
Jika di dunia Xia Yun, itu terlihat sama persis seperti petasan, tapi yang satu ini terlihat berbeda karena dampak ledakannya yang besar.
Hahaha....
Hahaha....
__ADS_1
Setelah petasan itu meledak di langit, laki-laki gemuk itu langsung tertawa tidak jelas sembari mengatakan bahwa Xia Yun akan mati dan lain-lain.
Tidak lama setelah petasan itu meledak di langit, tiba-tiba muncul 5 orang laki-laki lainnya dengan pakaian yang sama, yaitu jubah berwarna hijau muda.
“Habislah kalian! mereka adalah Prajurit Bayaran Tingkat 7 yang aku sewa secara khusus!” jelas laki-laki itu sambil menatap Xia Yun dan yang lainnya dengan tatapan merendahkan.
“Kalian semua, aku tidak mau tahu, habisi mereka semua dengan cara apapun!”
Mendengar ucapan laki-laki gemuk itu, ke-lima laki-laki berjubah hijau itu saling tatap satu sama lain kemudian menganggukkan kepala dan mengeluarkan belati yang terlihat berair pada bilah nya.
Sat!!
Ke-lima laki-laki itu segera melesat kearah rombongan Xia Yun dengan senjata di tangannya.
“Cepat habis-”
Bug!!
Doom!!
Baru saja salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba ada sebuah tendangan yang mengenai wajahnya dan membuat dirinya terlempar kebelakang tanpa sempat untuk menahan tendangan yang mengenainya tadi.
Bukan hanya laki-laki itu saja, tapi ke-empat rekannya juga mengalami hal yang sama dan ikut terlempar kebelakang karena di serang.
Tidak memberikan kesempatan untuk mereka bergerak, tiba-tiba muncul beberapa lingkaran formasi di dekat mereka. Kemudian dari lingkaran itu, keluarlah rantai-rantai emas yang mengikat seluruh tubuh mereka.
Ke-lima Prajurit Bayaran yang melihat token Xia Yun melebarkan matanya dan bergidik ketakutan sembari mengatakan sesuatu, “Maafkan kami karena tidak mampu melihat! kami tidak tahu jika anda adalah salah satu dari 22 Prajurit Bayaran Tingkat 3!!”
Pemuda yang menjadi Manager Toko Tanaman Obat Langit dan juga Laki-Laki Gemuk itu langsung terkejut begitu mendengar seruan salah satu dari Prajurit Bayaran berjubah hijau itu.
Sama seperti mereka berdua, Xin Mei dan Yong Tao juga nampak sedikit terkejut, saat ini terlihat jelas di wajah Yong Tao bahwa pemuda itu akan cerewet setelah ini.
“Baguslah jika kalian mengetahuinya, kalian
melakukan hal ini juga karena ingin mencari uang. Aku paham akan hal itu, sekarang pergilah!” jelas Xia Yun sembari menatap kearah Zhuge Liang.
Zhuge Liang yang di tatap oleh Xia Yun langsung membalasnya dengan cara menganggukkan kepala kemudian melepaskan rantai-rantai emas yang mengikat Para Prajurit Bayaran itu.
Prajurit Bayaran yang seluruh tubuhnya sudah tidak terikat oleh rantai-rantai emas milik Zhuge Liang segera meminta maaf dengan benar pada Xia Yun dan yang lainnya kemudian meminta ijin untuk pergi.
Laki-Laki Gemuk yang melihat kepergian para Prajurit Bayaran yang dirinya sewa hanya bisa melihat dalam diam tanpa tahu harus berbuat apa.
“Jadi? kekuatan mu hanya seperti itu?” Menatap Laki-Laki Gemuk itu, Yong Tao mengejeknya.
__ADS_1
Tidak ingin membalas ejekan Yong Tao, segera Laki-Laki Gemuk itu membalikan badannya dan melarikan diri dari rombongan Xia Yun.
“Huh! padahal bukan seorang kultivator, tapi kelakuannya seperti orang kuat,” cibir Xin Mei yang rupanya geram dengan kelakuan laki-laki itu.
Miyuki dan para anak panti asuhan hanya bisa tertawa kecil ketika mendengar ucapan Xin Mei sebagai balasan.
“Tuan Muda, saya tidak menyangka jika Tuan Muda adalah seorang Prajurit Bayaran Tingkat 3...,” ucap pemuda yang menjadi Manager Toko Tanaman Obat Langit dengan kagum.
“Sudahlah, kembali ke awal cerita, jadi berapa harga rumah ini?” tanya Xia Yun yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
Pemuda itu sadar jika Xia Yun tidak ingin mengatakan sesuatu tentang hal ini sehingga dirinya dengan cepat mengikuti alur Xia Yun dan menjawab pertanyaannya.
“2.000 koin emas Tuan Muda,” jawab pemuda itu.
“Aku beli ini!” jelas Xia Yun sembari mengeluarkan 2 buah karung besar berisi koin emas tepat di depan pemuda itu.
!!
Lagi-lagi Cha’o Bao dan Cha’o Fu terkejut karena dengan mudahnya Xia Yun membeli rumah yang harganya selangit menurut mereka.
Xia Yun yang melihat ekspresi wajah keduanya hanya menggelengkan kepala pelan karena jumlah koin emas yang dirinya miliki sangatlah banyak, jadi membeli rumah ini tidak akan berpengaruh banyak pada uangnya.
Pemuda itu dengan cepat mengiyakan ucapan Xia Yun dan langsung melakukan transaksi, setelah 5 menit melakukan transaksi, akhirnya proses pembelian rumah sudah selesai dan pemuda itu ijin pamit pada Xia Yun karena pekerjaannya sudah selesai.
.
.
“Who... luas sekali!” ucap anak-anak panti asuhan yang saat ini sedang berada di dalam rumah yang Xia Yun beli tadi.
Setelah berkeliling bersama yang lain untuk mengecek keadaan rumah walau hal itu tidak perlu, akhirnya Yong Tao bertanya pada Xia Yun kenapa dirinya membeli rumah lagi.
“Ini untuk tempat tinggal anak-anak panti asuhan,” jawab Xia Yun pelan.
Cha’o Bao dan Cha’o Fu langsung terkejut begitu mendengar jawaban Xia Yun, mereka sangat tidak menyangka bahwa ini adalah rumah yang akan Xia Yun berikan pada mereka.
“Bukankah kediaman mu masih luas, kenapa malah membeli yang baru?” (Yong Tao).
“Itu karena para maid, mereka memiliki semacam...ya sudahlah, intinya begitu,” jelas Xia Yun tidak ingin mengatakan alasan yang sebenarnya.
Xia Yun sengaja memisahkan rumah mereka dan para anak panti asuhan karena dirinya tahu betul bagaimana pemikiran para maid tentang yang namanya manusia.
.
__ADS_1
.
.