
Rasa sakit di bagian mata Xia Yun terus berlangsung selama lima menit, tetapi dalam lima menit itu, Xia Yun merasakan rasa sakit yang sama seperti dirinya meningkatkan mata Sharingan tiga tomoe miliknya menjadi Eternal Mangekyou Sharingan.
“Huft....Padahal aku tidak pernah berpikir kalau akan merasakan rasa sakit seperti ini untuk kedua kalinya, jika saja waktu itu aku menahan diri menggunakan skill gerbang hachimon sampai gerbang 5 saja maka tidak akan terjadi seperti ini haih...” Gumam Xia Yun sembari menghela nafas pelan mengingat kesalahannya ketika melawan Naga Iblis.
......................
Flashback.
“Hua....Siapa yang akan menyangka kalau kau sudah berumur lebih dari 10.000 tahun dengan wajah dan tubuh itu...Menjijikkan!” Ucap Xia Yun dengan nada sinis sekaligus menutup mulutnya dengan kedua tangannya sembari memberikan tatapan jijik pada Naga Iblis yang berbentuk manusia sekarang.
“Mati!” Ucap Naga Iblis sembari menggunakan skill langkahnya melesat ke arah Xia Yun dengan cepat, dalam beberapa tarikan nafas, Naga Iblis sudah berada di depan Xia Yun lalu melayangkan sebuah pukulan dengan aura kegelapan atau lebih tepatnya elemen kegelapan miliknya karena dirinya adalah Naga Iblis ke arah Xia Yun.
Waktu pukulan Naga Iblis hampir mengenai Xia Yun, Xia Yun terdengar seperti mengucapkan sesuatu tetapi Naga Iblis mengabaikan hal itu dengan tetap melayangkan pukulan tangan kiri nya pada dada Xia Yun sehingga terjadilah kejutan angin kecil di sekitar mereka berdua.
“Gerbang hachimon : Shimon!”
Swoshh!
Mata Naga Iblis terbelalak ketika Melihat Xia Yun yang bisa menahan pukulannya menggunakan kekuatan sebesar 50% dari pendekar alam langit tingkat 7 tanpa bergerak sedikit pun, padahal pukulannya sudah telak mengenai dada Xia Yun tetapi Xia Yun terlihat seperti tidak merasakan apapun, baru saja Si Naga Iblis ingin melayangkan pukulan lainnya tapi dirinya terpental ketika dari tubuh Xia Yun mengeluarkan aura bewarna merah yang membuat bulu kuduk nya merinding sesaat.
“Ha!”
Boom!!
Naga Iblis terlempar ke belakang begitu keluarnya aura bewarna merah di sekitar Xia Yun, Naga Iblis segera bangun lalu kembali bersiap menyerang Xia Yun tetapi begitu dirinya melihat Xia Yun yang tersenyum padanya, entah mengapa, Naga Iblis merasakan perasaan yang tidak enak. Saat Naga Iblis mendengar ucapan Xia Yun, perasaan tidak enaknya semakin bertambah banyak, tetapi dirinya menyingkirkan pikiran itu dengan berpikir kalau Xia Yun hanya berada di ranah pembentukan Qi akhir, padahal Xia Yun hanya lupa meminta sistem merubah kembali seperti semula tingkat kultivasi miliknya karena waktu pendaftaran turnamen, Xia Yun merubahnya menjadi tingkat pembentukan Qi.
“Hm? sepertinya kekuatan fisikku meningkat? bagaimana jika aku mengetesnya dengan satu pukulan 50% kekuatan.” Ucap Xia Yun kemudian melirik ke arah Naga Iblis lalu memberikan senyum terindah miliknya, jika para wanita melihat senyuman Xia Yun saat ini maka bisa di pastikan mereka akan menjadi jatuh cinta pada Xia Yun karena senyumannya, tetapi berbeda dengan Naga Iblis yang bulu kuduknya merinding begitu melihat senyuman Xia Yun.
“Bagaimana jika kau membantu aku hm?” Ucap Xia Yun menatap Naga Iblis.
“Si-” Ucapan Si Naga Iblis terpatahkan ketika melihat Xia Yun sudah berada di depan matanya dalam satu tarikan nafas lalu memberikan sebuah pukulan tangan kanan ke arah dada Naga Iblis tetapi pukulan Xia Yun terhenti ketika jarak pukulannya pada dada Naga Iblis hanya tersisa kurang dari satu meter lalu terjadilah suara dentuman keras kemudian tubuh Naga Iblis terlempar ke arah para wanita-wanita cantik yang terlihat berkumpul membuat sebuah penghalang dari Qi mereka semua lalu menghempaskan tubuh para wanita-wanita itu satu persatu sehingga penghalang yang mereka buat menjadi hancur dan membuat mereka semua termasuk Naga Iblis terbakar oleh api yang bewarna merah kehitaman .
Xia Yun yang melihat Naga Iblis terbakar tanpa tersisa sama sekali langsung berteriak pada Yong Tao.
“Aa!! kenapa kau malah membunuhnya Yong Tao! Dia adalah musuhku!” Teriak Xia Yun.
......................
“Sudahlah, lebih baik aku segera pergi dari sini karena lusa nanti aku harus mengikuti turnamen pemuda, padahal aku tidak ada berniat sama sekali untuk ikut tapi aku harus ikut untuk membuat keluarga Xia menyesal karena telah memberlakukan Xia Yun asli dengan kejam, aku yakin keluarga Xia pasti akan ikut mengirimkan perwakilan mereka.” Gumam Xia Yun lalu menggunakan skill teleportasi miliknya ke depan pintu rumah.
Saat Xia Yun ingin membuka pintu, tiba-tiba pintunya terbuka yang menampilkan Sebas Tian, Narberal dan Yuri menundukkan kepala pada Xia Yun yang masih berada di depan pintu, Xia Yun yang merasa tidak nyaman pun meminta mereka untuk bangun, ketiganya menuruti perkataan Xia Yun untuk berhenti menundukkan kepala, saat mereka melihat mata Xia Yun, ada ekspresi terkejut tetapi dapat dengan cepat di tutupi oleh mereka.
“Aku tidak memaksa kalian untuk bekerja terus, jika kalian ingin istirahat maka istirahat lah saja, aku tidak akan melarang atau memarahi kalian jadi kalian tenang saja.” Ucap Xia Yun kemudian berjalan ke arah ruang tamu meninggalkan ketiganya yang masih penasaran dengan kedua mata Xia Yun tetapi lebih memilih untuk tidak bertanya.
Saat Xia Yun sampai di ruang tamu, Xia Yun melihat Miyuki dan Xin Mei yang sedang duduk bersama sambil berbicara. Keduanya sadar kalau Xia Yun berjalan mendekati mereka jadi mereka berdua menoleh ke belakang untuk melihat Xia Yun, begitu Miyuki melihat Xia Yun, dirinya terkejut saat melihat ada bekas darah yang mengalir dari kedua mata Xia Yun lalu sontak langsung bertanya pada Xia Yun apa yang terjadi.
__ADS_1
“Ah! kenapa dengan matamu Xia Yun? bagaimana bisa berdarah!” Tanya Miyuki khawatir.
“Darah?” Ulang Xia Yun kemudian menyentuh pipinya dengan jarinya lalu ikut terkejut juga karena lupa untuk membersihkan noda darahnya terlebih dahulu sebelum pulang.
“I-ini? ini bukan apa-apa, aku cuma berlatih tadi.” Jawab Xia Yun terbata.
“Ja-” Ucapan Miyuki terpotong karena Xia Yun mengalihkan topik dengan mengajak Miyuki untuk ikut dengannya besok pagi mengukur tingkat kekuatan yang di milikinya sekarang.
“Oh iya! Miyuki, besok kau ikut dengan ku menguji tingkat kekuatan bisa tidak? ” Tanya Xia Yun mengalihkan topik pembicaraan.
“Besok? baiklah.” Jawab Miyuki sambil menganggukkan kepalanya pelan.
Setelah mendengar jawaban Miyuki, Xia Yun segera lari meninggalkan Miyuki dan Xin Mei karena takut di tanya tentang matanya.
Xia Yun pun masuk ke dalam kamarnya dan melihat Hu Wang tidak ada di kamarnya tetapi Xia Yun tetap tenang karena Hu Wang tidak akan kemana-mana, Xia Yun segera membersihkan diri lalu ikut makan malam bersama yang lainnya begitu mendapatkan pesan dari Yuri dan yang lainnya bahwa makan malam telah siap lalu kembali ke kamar kemudian tidur karena besok dirinya akan menguji kekuatan Miyuki.
Keesokan paginya Xia Yun pun bangun dari tidurnya lalu beranjak dari kasur untuk
membersihkan diri lalu pergi menemui Miyuki pagi ini, tidak perlu waktu lama bagi Xia Yun untuk menemukan Miyuki karena dirinya berada di halaman rumah. Xia Yun yang melihat Miyuki pun mendekatinya.
“Miyuki, bagaimana? apakah kita pergi sekarang?” Tanya Xia Yun pada Miyuki.
“Em, aku cuma mengikuti mu saja.” Jawab Miyuki sambil tersenyum pada Xia Yun.
“Baiklah, kita akan pergi Sekarang saja.” Ucap Xia Yun memutuskan.
“Tapi, bisakah kau tutup mata mu terlebih dahulu lalu pegang tangan ku?” Ucap Xia Yun meminta pada Miyuki untuk mengikuti ucapannya.
“Ya.” Balas Miyuki kemudian menutup kedua matanya lalu memegang tangan kanan Xia Yun.
“Buka matamu ketika aku suruh ya.” Ucap Xia Yun mengingatkan Miyuki kemudian Xia Yun dan Miyuki segera masuk ke dalam cincin dunia bersama dengan tubuh mereka, saat sudah ada di dalam, Xia Yun meminta Miyuki membuka matanya. Miyuki yang melihat dunia yang ada di dalam cincin dunia Xia Yun merasa takjub dengan pemandangan yang indah di depannya, Xia Yun yang melihat Miyuki sedang menikmati pemandangan lebih memilih untuk menunda saja tetapi tidak jadi karena Miyuki meminta Xia Yun untuk memulainya sekarang.
“Hm? baiklah.” Ucap Xia Yun menyetujui karena Miyuki yang meminta sendiri.
Kemudian Xia Yun berjalan menjauh dari Miyuki, saat dirinya sudah berada 50 meter dari Miyuki, Xia Yun langsung meminta Miyuki untuk bersiap dan jangan segan-segan untuk melukainya.
“Miyuki, bersiaplah! dan juga jangan segan-segan saat menyerang ku.” Teriak Xia Yun
Setelah mendengar ucapan Xia Yun, Miyuki langsung bersiap dengan memegang CAD atau senjatanya yang berbentuk HP kecil. Lalu dengan cepat Miyuki melancarkan serangan pertama yang berupa es berbentuk seperti paku yang melesat ke arah Xia Yun dengan cepat, Xia Yun yang melihat serangan Miyuki tersenyum kecil lalu mengarahkan tangan kanannya ke arah paku-paku es yang melesat ke arahnya kemudian muncul kabut bewarna hitam dari tangannya lalu membentuk seperti tornado kecil yang melahap paku-paku es sebelumnya.
“Gluttony!”
Dalam sekejap, paku-paku es yang melesat ke arah Xia Yun langsung di telan oleh tornado hitam yang ada di tangannya. Miyuki yang melihat itu tidak tinggal diam lalu segera membuat es runcing yang keluar dari tanah mengarahkannya ke arah Xia Yun berdiri sekarang, tidak lupa dirinya membuat paku-paku es yang seperti sebelumnya di sebelah kiri dan kanan Xia Yun tetapi kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.
Xia Yun yang melihat es runcing dari tanah muncul di bawah kakinya pun segera melompat tetapi kakinya sudah tertahan oleh bongkahan es yang menutupi kedua kakinya sehingga Xia Yun tidak bisa melompat, Xia Yun tersenyum lalu menolehkan pandangannya ke arah Miyuki yang sedang tersenyum padanya, saat mata Xia Yun dan Miyuki bertemu, Xia Yun segera mengaktifkan skill Mangekyou Sharingan miliknya kemudian skill genjutsu untuk membuat Miyuki lengah sebentar.
__ADS_1
Rencana Xia Yun berhasil untuk membuat Miyuki lengah menggunakan mata Sharingannya, saat Miyuki terkena genjutsu untuk sesaat, Xia Yun memanfaatkan waktu yang dia punya untuk melepaskan diri dari bongkahan es yang menahan kedua kakinya dengan cepat. Baru saja Xia Yun melompat, Miyuki sudah bisa melepaskan diri dari genjutsu Xia Yun juga paku-paku es yang ada di kanan dan kiri Xia Yun sudah berada di dekat Xia Yun. Xia Yun segera mengarahkan kedua tangannya ke arah kiri dan kanan kemudian mengucapkan sesuatu.
“Gluttony!”
Ucap Xia Yun kembali menggunakan skill Gluttony, lalu dengan cepat paku-paku es yang mengarah ke Xia Yun langsung di telan habis oleh tornado hitam di tangan Xia Yun, tetapi satu hal yang tidak Xia Yun pikirkan pun terjadi, secara tiba-tiba ada banyak paku-paku es yang melesat ke arahnya dari belakang, Xia Yun yang baru menyadari nya pun segera menolehkan kepalanya ke belakang lalu mengucapkan sesuatu.
“Kamui!”
Setelah Xia Yun mengatakan itu, tiba-tiba terjadi pusaran ruang kecil di belakang tubuh Xia Yun yang mampu menyerap paku-paku es itu sehingga Xia Yun bisa mengatasi sergapan paku-paku es yang ada di belakangnya, saat Xia Yun menolehkan pandangannya ke depan, hal yang tidak terduga pun terjadi.
Boom!
Terjadi ledakan es yang kuat waktu Xia Yun menolehkan pandangannya ke depan. Xia Yun terkejut ketika melihat ada bongkahan es yang sangat besar mengarah tepat ke tubuhnya dengan cepat, Xia Yun pun segera menggunakan skill Susano'o nya untuk melindungi tubuhnya dari bongkahan es besar yang terarah padanya. Akibat terjadinya ledakan tadi, ada banyak asap yang tercipta sehingga menutupi pandangan semua orang, saat asap yang menutupi semuanya menghilang tertiup angin, terlihatlah sosok Pemuda Berambut Putih dengan kedua mata yang terlihat mengerikan sekaligus mengeluarkan darah di kedua matanya, di sekeliling Pemuda itu, ada kerangka tulang bewarna hijau yang besar menutupi seluruh tubuh Pemuda itu dari ledakan sebelumnya.
Miyuki yang melihat mata Xia Yun berdarah pun membuat konsentrasinya pudar, Xia Yun yang baru saja mengaktifkan Susano'o langsung merasakan rasa sakit di matanya tetapi dia mengabaikan rasa sakit itu dengan melesat ke arah Miyuki menggunakan skill langkah cahaya miliknya sehingga hanya dalam dua tarikan nafas, Xia Yun sudah berada di depan Miyuki sambil mengetuk pelan dahi Miyuki seraya memberi senyumannya mengabaikan rasa sakit yang ada pada matanya saat ini.
Tok!
“Duh! Xia Yun! kenapa dengan matamu?! ” Tanya Miyuki panik karena berpikir kalau penyebab mata Xia Yun berdarah adalah saat terkena ledakan es sebelumnya.
“Ini adalah efek samping apabila aku terlalu memaksakan untuk memakai kekuatan ku secara berlebihan, walau terasa menyakitkan tetapi masih bisa di tahan waktu sedang bertarung.” Jelas Xia Yun tanpa berbohong.
‘Seharusnya mataku tidak cepat berdarah. Padahal aku baru menggunakan beberapa skill dari Mata Sharingan tetapi sudah berdarah saja haih...Untung saja aku mencobanya terlebih dahulu, jika aku langsung bertarung tanpa mencoba mata Mangekyou Sharingan maka sudah di pastikan aku akan langsung kalah.’ Batin Xia Yun.
“Apakah sekarang masih sakit?” Tanya Miyuki ada Xia Yun.
“Eh? ti-tidak kok!” Jawab Xia Yun berbohong.
...----------------...
Maaf kalau up nya siang, jujur saja tadi malam aku ketiduran karena kelelahan jadi tanpa sadar, aku ketiduran deh. tapi kali ini aku up panjangan dikit sebagai permintaan maaf aku ya...
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karena ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe sekalian kasi bintang 5 ya.
Dan juga buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di ig khusus dan akun FB khusus, karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
Ig : System_Ultimate_Skill.
__ADS_1
Fb : System Ultimate Skill.
Note: Huruf nya harus sama persis ya....