System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 87 - Seperti Pasutri Dan Pikiran Orang-Orang Yang Ada Di Perjamuan


__ADS_3

Setelah aku pikir-pikir, Api Pembekuan tidak jadi aku jadikan sebagai skill, tetapi aku masukan sebagai salah satu jenis api yang Xia Yun miliki ya.


[Mendapatkan jenis api : Api Pembekuan]


[Setelah melakukan proses penggabungan api, sekarang Tuan tidak perlu takut menerima efek samping ketika menggunakan Api Pembekuan karena Api pembekuan bukan bagian dari Mata Sharingan sehingga menggunakannya pun tidak perlu mengaktifkan Mata Sharingan]


Hati Xia Yun menjadi sangat senang begitu mendengar penjelasan sistem, itu berarti dirinya bisa menggunakan api ini tanpa khawatir matanya akan merasa sakit ataupun buta.


“Mari kita coba api kecil ini,” ucap Xia Yun sambil memperhatikan nyala api bewarna hitam putih keperakan di tangan kanannya.


Xia Yun menciptakan bola kecil dari Api Pembekuan yang ada di tangannya kemudian melemparkan bola api kecil bewarna hitam putih keperakan kearah sungai yang ada dirinya.


Blur!


Crack!


Danau itu seketika langsung membeku ketika bola api kecil itu menyentuh permukaan air danau dengan sekejap mata, tidak lupa danau yang membeku itu juga mengeluarkan asap di permukaan es yang yang menandakan bahwa itu panas, tetapi dingin!


Xia Yun yang melihat efek dari Api Pembekuan miliknya langsung menunjukkan senyuman bangga dengan hidungnya yang sudah memanjang seperti Pinokio.


.


.


.


.


.


.


[Di tempat perjamuan sebelumnya]


“Pendekar Alam Semesta Tingkat 8 menjadi bawahan... itu terlalu...,” Zhou Yu tidak melanjutkan ucapannya karena merasa ngeri begitu membayangkan Zhuge Liang marah ketika Xia Yun terus menerus di rendahkan oleh Ketua Sekte Lahar Surgawi.


“Dia bahkan lebih kuat daripada kita bertiga yang di sebut-sebut sebagai orang terkuat di Benua Langit... tetapi kita semua tidak tahu kalau ada monster yang telah bangun dari tidurnya,” gumam Ketua Sekte Es Abadi dengan nada yang kagum.


‘Habislah aku sudah merendahkan Bocah Susu itu berulang kali! jika dia marah maka hanya dengan satu perintah... aku akan mati!’ batin Ketua Sekte Lahar Surgawi yang hatinya berguncang hebat karena ketakutan.


“Sungguh anak muda yang menjanjikan... baik dari segi kekuatan, kecerdasan dan kemampuan... dia layak di sebut sebagai jenius sejati! tidak heran jika dia sampai di lindungi oleh orang yang sangat kuat!” ucap Shao Sheng mengagumi bakat Xia Yun.


“Itu bukannya sangat kuat, melainkan terlalu kuat! Anda bayangkan saja, sosok yang melindunginya saja bahkan lebih kuat dari ketiga Ketua Sekte Besar!” balas Ming Bao kagum.


“Bahkan pengawalnya saja memiliki kekuatan seperti itu, apalagi orang tuanya?” sambung Ming Hu ikut buka suara dan membuat suasana di sana menjadi hening.


Mereka semua berpikiran jika pengawalnya saja sudah sekuat itu, apalagi Tuannya. Zhuge Liang tentu saja tidak akan tunduk pada orang yang lebih lemah daripada dirinya, sehingga bisa di simpulkan orang tua dari Xia Yun atau Tuan dari Zhuge Liang itu sosok yang sangat kuat.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


[Kembali lagi ke Xia Yun]


“Hoam... baiklah coba kalian jelaskan apa yang kalian temukan,” ucap Xia Yun meminum air yang ada di depannya sambil menatap Yong Tao dan Xin Mei


‘Aku ngantuk sekali padahal....”


Saat ini ketiganya sedang berada di sebuah tempat makan karena Xia Yun meminta Yong Tao untuk bertemu dengannya di sini.


“Orang-orang dari keluarga Xia yang ada di kota ini berjumlah 6 orang termasuk para peserta dan Tetuanya.” jelas Yong Tao pada Xia Yun.


“Para peserta yang mengikuti turnamen ada satu orang dengan kelamin perempuan dan sisanya adalah laki-laki, perempuan bernama Xia Lian, dua laki-laki lainnya adalah Xia Rong dan Xia Jun.”


“Yang membawa mereka kesini adalah Kepala Keluarga Klan Xia bersama Tetua Ke-1 dan 2 nya.”


Bagaimana Xia Yun tidak tertawa, sekarang pakaian Yong Tao dan Xin Mei itu senada, sama-sama bewarna merah darah dan sedikit warna merah muda. Pakaian keduanya seperti pakaian seorang kekasih mesra! bukannya kekasih lagi, melainkan seorang pasutri!


Yong Tao berhenti berbicara sebentar kemudian mengambil segelas air lalu meminumnya, setelah selesai membasahi tenggorokannya, Yong Tao kembali dalam pose serius menjelaskan seperti sebelumnya.


“....” Yong Tao.


“....” Xia Yun.


“....” Xin Mei.


“....” Yong Tao


“Nungguin ya...,” ucap Yong Tao cengengesan sambil menunjuk Xia Yun.


Buk!


“Ah... benjol lagi...,” gumam Yong Tao sambil mengusap kepalanya kesakitan.


“Xia Yun, aku ini lebih tua daripada kau, kenapa malah aku yang tertindas!”


“Siapa suruh kau lebih lemah dari pada aku hmph!” Xia Yun mendengus kesal sambil membalas perkataan Yong Tao.

__ADS_1


“Hah? apakah kau salah?“ ucap Yong Tao mengeluarkan aura Saint Tingkat 6 miliknya dan tersenyum bangga karena baru-baru ini dirinya menerobos.


Xia Yun yang melihat senyuman sombong Yong Tao langsung menggunakan Skill Pemberhentian Waktu selama 3 detik sehingga semua pergerakan


langsung terhenti termasuk Xin Mei tetapi tidak bagi Xia Yun dan Yong Tao.


Setelah menghentikan waktu, Xia Yun juga menggunakan Mode Phoenix sehingga tingkat kultivasinya naik menjadi Holy Saint Tingkat 3 yang membuat wajah Yong Tao menjadi tidak sedap di pandang.


Setelah menunjukkan tingkat kekuatannya, Xia Yun langsung menghentikan Mode Phoenix bersamaan dengan Skill Pemberhentian Waktu, dan juga tidak lupa Xia Yun menurunkan tingkat kultivasinya menjadi Pembentukan Ki Akhir.


!!


Yong Tao tertegun saat merasakan aura Holy Saint Tingkat 3 milik Xia Yun, ada rasa tidak percaya di sesaat, tetapi perasaan itu tidak berlangsung lama karena yang ada di depannya adalah Xia Yun!


Anak muda di depannya selalu dan selalu memberikan kejutan yang tidak pernah terpikirkan semua orang pikir, jadi Yong Tao akan percaya jika kekuatan Xia Yun sudah melebihinya dalam waktu sesingkat ini.


“Hei kau! pergi dari sini!”


Baru saja Yong Tao ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba ada sekelompok orang yang berteriak pada mereka dan sambil mendekat ke arah tempat duduk mereka bertiga.


“Ada apa?” tanya Xia Yun sambil menatap seorang pemuda berambut hitam pendek yang berdiri paling depan di antara kelompok itu.


“Dasar tidak tahu sopan santun!” bentak pemuda itu pada Xia Yun sembari mencabut pedang yang ada di pinggangnya.


Slash!


Tanpa pikir panjang, pemuda itu menebas meja Xia Yun sehingga meja itu langsung terbelah menjadi dua bagian karena pedangnya.


“Baj*ngan...,” gumam Xia Yun kesal saat melihat makanannya tumpah ke lantai akibat mejanya terbelah menjadi dua karena pemuda sebelumnya.


.


.


.


.


.


.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2