
\=\=\= Di pelelangan \=\=\=
Setelah setelah acara lelang berakhir, Pria tua tadi mengumumkan bahwa lelang ini akan diadakan sampai besok, Dan besok adalah barang-barang yang sangat berharga akan di lelang.
“Semuanya, Pria tua ini ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua, Acara lelang ini masih akan berlanjut hingga besok, Besok barang-barang yang akan di lelang pasti akan membuat kalian semua tertarik, Jadi saya ingin mengingatkan kalian untuk menyiapkan uang sebanyak-banyaknya untuk lelang besok”
Ucap pria tua itu dan para peserta lelang pun ada yang kembali juga mengambil barang yang sudah mereka beli.
Tidak lama ada beberapa pelayan yang datang mengetuk pintu ruangan Xia Yun, Xia Yun pun bergegas membukakan pintu.
“Tok tok tok...”Suara pintu yang diketuk
“Kami ingin menyerahkan barang yang sudah tuan beli” Ucap salah satu pelayan pria.
“Berapa jumlah semuanya?” Tanya Xia Yun.
“300.000 koin emas tuan” Ucap pelayan itu sambil sedikit menunduk.
“Baiklah, Tunggu sebentar” Ucap Xia Yun kemudian mengibaskan tangan nya ke arah samping dia berdiri dan tiba-tiba muncul 12 kantung emas yang besar.
“Ini, Masing-masing kantong memiliki 25.000 koin emas” Ucap Xia Yun menjelaskan.
“Baik tuan, Silahkan” Ucap pelayan itu mengarahkan para pelayan lainnya menyerahkan barang yang di beli oleh Xia Yun.
“Em, Terima kasih” Ucap Xia Yun setelah menerima barang-barang nya.
“Xia Yun, Sekarang apa yang akan kau lakukan setelah mendapat barang itu?” Tanya Yong Tao penasaran mendekati Xia Yun.
“Aku hanya ingin memberikan ini pada seseorang” Ucap Xia Yun sambil mengangkat bahu dan memiringkan kepala nya lalu terseyum penuh arti membuat Zhuge Liang dan juga Yong Tao kebingungan.
Setelah mengatakan itu, Xia Yun pergi menuju ke ruangan VIP nomor 7 kemudian mengetuk pintu nya.
“Tenang lah nona... Saya yakin kalau kita masih bisa mendapatkan penawar yang lain untuk menyembuhkan Kepala keluarga” Ucap tetua ke 2 dari klan Jia mencoba menenangkan perasaan gadis yang sedang menangis.
“Tapi aku yakin kita tidak akan mendapatkan penawar yang lain lagi... hiks..” Ucap gadis itu tersedu-sedu.
Ketika mereka sedang berbicara, Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu mereka, Si gadis tadi pun langsung berdiri dan membersihkan air matanya bersikap seolah-olah tidak terjadi apa apa lalu tetua ke 2 klan Jia pun berjalan membukakan pintu.
“Tok...tok..tok.. ” Terdengar suara ketukan pintu yang membuat mereka berdua bingung.
“Apakah mereka salah mengirim kan barang-barang lelang orang lain” Ucap yang diketahui sebagai tetua ke 2 klan Jia kebingungan.
“ Li'er berhenti lah bersedih dan hapus lah air matamu, Aku akan membukakan pintu” Ucap tetua ke 2 seraya berjalan ke arah pintu dan membukakan nya.
Dia terkejut karena bertemu dengan Xia Yun yang berada didepan pintu ruangan nya, Awalnya dia mengira yang mengetuk pintu adalah pelayan.
“Apakah ada sesuatu anak muda?” Tanya tetua ke 2 pada Xia Yun.
“Ah, Begini, Saya minta maaf karena sudah menganggu anda, Saya kemari bertujuan memberikan ini” Ucap Xia Yun dengan sopan lalu menyodorkan Apel bulan pada tetua ke 2 dan membuat nya kaget.
“Apa mau mu!” Terdengar suara seorang gadis berumur 15 tahun dari belakang tetua ke 2 yang rupanya adalah Jia Li.
“Tidak ada apa-apa nona, Saya hanya ingin memberikan apel ini saja” Balas Xia Yun dengan sopan.
__ADS_1
“Apa tujuan mu memberikan apel bulan ini pada kami?” Tanya Jia Li sambil memberikan tatapan yang tidak bersahabat pada Xia Yun.
“Saya tidak memiliki tujuan apapun” Ucap Xia Yun dengan santai.
“Bohong!, Kau pasti mengingatkan sesuatu pada kami, Setiap orang yang mendekati kami pasti memiliki niat yang buruk, Lagi pula siapa kau yang memberikan apel bulan ini pada kami, Aku tidak mengenal mu sama sekali” Bantah Jia Li.
“Hei kau, Bisakah kau bicara dengan sopan, Xia Yun sud-” Ucap Yong Tao yang akhirnya kesal karena sikap Jia Li kemudian terpotong ucapan nya karena Xia Yun menghentikan dia.
“Saya memang tidak memiliki niat apapun pada klan Jia, Saya membeli ini awalnya karena saya tidak suka dengan sikap tuan muda Rong jadi saya mengerjai nya makanya saya membeli apel bulan ini” Jelas Xia Yun dengan suara yang sopan.
“Akhirnya saya membeli apel ini, Tetapi saya tidak membutuhkan nya jadi saya memutuskan untuk memberikan apel bulan ini saja pada klan Jia karena yang saya tau kepala keluarga klan Jia sangat membutuhkan nya” Sambung Xia Yun sambil memberikan apel bulan itu pada tetua ke2 dan langsung pergi tanpa memperhatikan sikap Jia Li dan juga tetua ke 2.
Tetua ke 2 hanya terdiam karena perilaku Xia Yun yang memaksa dia menerima apel bulan dan akhirnya tersadar dari lamunan nya dan bergumam.....
“Haih.... Kita tidak sempat mengucapkan Terima kasih padanya... ” Gumam tetua ke 2 tetapi bisa di dengar oleh Jia Li sambil menatap arah Xia Yun pergi.
“Untuk apa kita harus berterima kasih dengan dia paman, Aku yakin dia sedang menginginkan sesuatu pada kita” Ucap Jia Li dengan ketus.
“Sudahlah sebaiknya kita pergi dan memberikan apel bulan ini pada ayah mu” Ucap tetua ke 2 dengan semangat.
“Em” Ucap Jia Li sambil tersenyum lalu mengikuti tetua ke 2.
“Xia Yun, Apa alasan mu memberikan apel bulan itu kepada mereka?” Tanya Yong Tao sambil berjalan di samping Xia Yun.
“It-” Ucapan Xia Yun terputus karena Yong Tao.
“Oh! Aku paham, Ho... Rupanya teman ku ini sedang berusaha mendekati gadis ya....” Ledek Yong Tao sambil mengedipkan sebelah matanya pada Xia Yun.
Pletak!
“Kawan.., Aku kan hanya bercanda jangan kau pukul juga kepala yang senilai berjuta kristal ini” Ucap Yong Tao sambil mengelus bagian kepala yang di pukul oleh Xia Yun.
“Kita akan kemana Xia Yun?” Tanya Zhuge Liang yang akhrinya ikut berbicara.
“Kita akan pergi memberikan 1 barang lagi kek” Ucap Xia Yun sambil berjalan menuju ruangan VIP nomor 1 yaitu tempat tuan kota.
“Baiklah” Ucap Zhuge Liang mengikuti Xia Yun begitu juga dengan Yong Tao yang sibuk dengan Kepala sendiri.
“Maafkan ayah Niu'er” Ucap Feng Nuan pada Putri nya
“Sudah ku bilang tidak apa-apa yah, Jika kita belum bisa membeli nya berarti memang belum waktu nya” Balas Feng Niu pada Ayah nya karena gagal membeli kan batu adamantite untuk dirinya.
“Ya, Lain kali ayah akan membeli kan mu senjata apapun itu yang ayah bisa beli” Ucap Feng Nuan sembari mengelus kepala Feng Niu.
“Ya!” Ucap Feng Niu senang.
Pembicaraan orang tua dan anak itu pun berhenti karena mendengar ketukan pintu, Pengawal yang membukakan pintu pun memberitahu bahwa ada seseorang yang memberikan mereka sesuatu.
“Tuan, Ada seorang pemuda yang memberikan batu ini kepada Anda dan langsung pergi” Lapor pengawal itu.
“Ini adalah batu adamantite tadi? kenapa dia memberikan ini pada kita, Apakah pelayan salah memberikan barang ini?” Tanya Feng Nuan pada pengawal nya.
“Yang mengantarkan ini bukan lah pelayan tuan, Melainkan seorang pemuda dan ada 2 orang yang mengikuti nya, Ada 1 Pemuda yang seumuran dengan dia lalu 1 orang pria tua” Jawab pengawal itu.
__ADS_1
“Seorang pemuda?” Gumam Feng Nuan dengan bingung.
“Ada apa ayah” Tanya Feng Niu yang melihat Ayah nya bingung pun mendekati lalu bertanya.
“Ah Niu'er, Ada seorang pemuda yang memberikan baru adamantite tadi pada kita, Sepertinya dia adalah pemuda yang berada di ruangan VIP nomor 5” jelas Feng Nuan.
“Mengapa dia memberikan ini pada kita yah?” Tanya Feng Niu.
“Ayah juga tidak mengetahui nya, Dia hanya memberikan ini pada pengawal dan langsung pergi saja, Jika kita menemukan nya aku akan bertanya kenapa dia memberikan batu ini pada kita, Padahal dia membeli nya dengan harga yang sangat mahal sekaligus berterima kasih ” Ucap Feng Nuan.
“Ya” Balas Feng Niu dengan anggukkan.
“Lebih baik kita kembali mungkin ibu sudah menunggu yah” Ajak Feng Niu pulang pada Ayah nya.
“Ya sebaiknya kita pulang sekarang, Ayah juga ingin mencari tau siapa sebenarnya pemuda tadi” Ucap Feng Nuan lalu berjalan keluar ruangan.
flashback on
“Xia Yun, Apakah kau akan memberikan nya langsung pada mereka seperti tadi?” Tanya Yong Tao.
“Mm.. Sepertinya tidak, Aku hanya akan menyerahkan ini pada pengawal nya saja” Jawab Xia Yun.
“Tok.. tok.. tok..” Xia Yun mengetuk pintu ruangan dan tidak lama ada pengawal yang
membukakan pintunya.
“Ada apa nak?” Tanya pengawal itu pada Xia Yun.
“Berikan batu adamantite ini pada tuan kota, Saya ingin cepat pergi jadi saya titipkan ini padamu” Ucap Xia Yun sambil memberikan batu itu kemudian pergi dengan cepat.
flashback off
Setelah Memberikan itu pada pengawal tuan kota, Xia Yun, Zhuge Liang dan Yong Tao langsung kembali ke penginapan lalu kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Xia Yun tau mengapa inti beast yang dia lelang belum keluar karena bisa jadi besok akan dilelang, Jadi dia memutuskan untuk pergi ke acara lelang besok siang.
Xia Yun melihat anak harimau putih nya masih tertidur di atas kasurnya hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah bayi harimau putih itu.
Xia Yun pun langsung merebahkan badan nya dan langsung tertidur.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup sampai disini dulu ya....🤗
Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...👋
Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....👋 dadah...
Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
__ADS_1
IG : System_Ultimate_Skill
FB : System Ultimate Skill