
‘Lily, beli senjata panah yang cocok untuk ku.’ (Xia Yun).
[Membeli rekomendasi panah paling cocok untuk Tuan]
[Busur Dewa Babilonia : Salah satu busur ilahi terbaik yang berasal dari Gudang Babilonia milik seorang Dewa Misterius yang memiliki hobi mengumpulkan pusaka di seluruh alam]
[Tuan hanya perlu mengaliri busur menggunakan Energi Bintang, maka busur ini akan meresponnya dan menciptakan anak panah sendiri. Anak Panah yang di ciptakan oleh busur ini bervariasi sesuai dengan elemen pengguna, semakin besar energi yang gunakan, maka dampak yang di hasilkan akan semakin besar dan jumlah anak panah pun meningkat]
[Apabila pengguna menggunakan busur ini, maka akan ada efek yang membuat si pengguna tuk kebal dari segala jenis serangan berunsur kegelapan beserta memiliki peningkatan drastis pada penglihatannya]
[Ketika pengguna sedang membidik target dalam keadaan diam/tidak bergerak, maka akan meningkatkan akurasi dan efek destruktif dari anak panah yang di lancarkan]
[Anak panah yang di keluarkan juga akan terus mengejar target sampai anak panah tersebut di hancurkan atau berhasil mengenai targetnya]
[Memotong -500.000 Shop Poin]
[....]
[Berhasil membeli Busur Dewa Babilonia]
Mendengar pemberitahuan sistem, Xia Yun langsung mengangkat tangan kanannya ke atas dan tidak lama muncul sebuah pusaran ruang bewarna emas yang mengeluarkan sebuah busur berwarna putih keemasan dengan warna biru yang mewarnai talinya.
Dari busur itu, terpancar aura keagungan dan kesucian yang kuat, mampu untuk menekan seseorang yang memiliki elemen kegelapan. Hal itu berlaku bagi Yang Kai, saat ini pemuda tersebut mundur beberapa langkah kebelakang ketika munculnya busur itu.
Xia Yun sadar bahwa Yang Kai terkena efek dari Busur Dewa Babilonia sehingga membatasi auranya agar Yang Kai tidak terkena dampak busur ini, saat Xia Yun melakukan hal itu, terlihatlah kondisi Yang Kai yang mulai membaik.
Mengambil busurnya, Xia Yun langsung mengarahkannya ke arah Immortal dan mulai menarik tali busurnya sembari mengaliri busur tersebut menggunakan elemen racun sehingga anak panahnya bewarna hijau tua.
“Kau hanya memiliki waktu selama 43 menit, tidak perlu repot-repot, aku hanya perlu mengulur waktu sampai batas jarum itu habis, maka kau akan mati!” seru Immortal dengan wajahnya licik menatap kearah Xia Yun yang saat ini tengah menarik tali busurnya.
“Mari kita bertaruh, apakah aku bisa menghabisi mu dalam waktu yang singkat ini atau tidak!” balas Xia Yun sambil tersenyum tidak ingin kalah pada Immortal.
Tas!! (Suara tali busur di lepas)
Wish!!!!
Anak panah Xia Yun langsung melesat kencang kearah Immortal yang saat ini masih terbang di udara.
Immortal yang melihat anak panah Xia Yun, langsung tertawa terbahak-bahak karena ini hanyalah anak panah biasa yang bisa dirinya hadang dengan mata tertutup karena saking mudahnya.
“Angkuh....” (Xia Yun)
Tas!!
Tas!!!
Detik berikutnya, tawa Immortal menghilang ketika dirinya melihat anak panah Xia Yun sebelumnya langsung membelah diri menjadi ribuan anak panah.
Dengan cepat, Immortal langsung menebas satu persatu anak panah milik Xia Yun yang terbang kearah Immortal, karena begitu banyak anak panah yang mengarah padanya, maka semakin cepat pula Immortal menebas anak panah tersebut secara satu persatu, membuat orang lain hanya mampu melihat bayangannya saja.
__ADS_1
Slash!!
Slash!!!
Slash!!!
Merasa tidak akan ada habis-habisnya jika terus berlangsung seperti ini, Immortal langsung terbang ke samping dengan tujuan untuk menghindari ribuan anak panah tersebut.
!!!
Tetapi perkiraannya meleset, ribuan anak panah itu langsung berbelok dan mengejarnya ketika Immortal baru saja terbang menjauh, melihat ribuan anak panah itu akan menghujaninya, segera Immortal membuat pelindung lainnya untuk melindungi diri.
“Yang Kai, kau lindungilah mereka, serahkan saja hidangan penutup ini untuk ku,” perintah Xia Yun sambil menatap dan tersenyum kearah Yang Kai lalu menunjuk kearah para peserta.
Hah!?
Karena semua orang terlalu fokus pada pertarungan Yang Kai dan Immortal sebelumnya, mereka sampai-sampai tidak sadar bahwa para peserta sudah sadar dan sempat membantu Xia Yun memasangkan Jarum Pencari Jiwa padanya.
Kenapa mereka semua bisa memasangkan Jarum Pencari Jiwa pada Xia Yun? itu karena sebelumnya, ketika ingin bertarung, Xia Yun sempat menitipkan barang itu pada Ming He dan berkata, “Jika terjadi sesuatu padaku, maka tusuk langsung jarum ini padaku.” Oleh karena itu, Xia Yun bisa kembali sadar dan bertarung saat ini.
Yang Kai yang mendapat perintah dari Xia Yun, langsung menganggukkan kepala tanda setuju sembari menghilang dan muncul di depan para peserta saat ini.
Doom!!! (Dentuman)
“Bagaimana, apakah kepercayaan diri mu itu masih berlaku saat ini?” ejek Xia Yun sambil menatap kearah Immortal yang saat ini sedang ingin berdiri sebab baru saja terjatuh dari langit.
“Hemp!! tentu saja! tersisa 35 menit lagi, maka kau akan selesai!” balas Immortal sambil tersenyum licik, masih sombong seperti sebelumnya.
Immortal yang mendengar balasan Xia Yun menjadi tidak bisa mengatakan apa-apa dan hanya bisa menggenggam tangannya kuat-kuat, sebab apa yang Xia Yun katakan itu benar.
Ki yang terakhir sudah Immortal gunakan untuk membuat dua bola raksasa, terbang dan perisai untuk melindungi dirinya dari ribuan anak panah milik Xia Yun sebelumnya.
Memikirkan hal tersebut, tiba-tiba Immortal mengangkat wajahnya dan menatap Xia Yun dengan geram seolah mengetahui sesuatu.
“Hem? Ya. Kau benar... anak panah sebelumnya itu, sengaja aku lancarkan supaya kau menggunakan perisai terakhir dan menghabiskan energi mu.” (Xia Yun)
“Dan juga, sedari awal niat Yang Kai adalah hal ini. Dirinya memang ingin membuatmu melawan ku dengan energi Ki yang sudah habis.” (Xia Yun)
Xia Yun mengatakan hal tersebut sambil tersenyum licik ketika Immortal menatapnya seperti seseorang yang sudah menyadari sesuatu darinya.
“Karena aku adalah laki-laki sejati, maka aku akan melawan mu tanpa menggunakan busur ini...,” jelas Xia Yun sembari memasukan busurnya ke dalam pusaran ruang sebelumnya.
Orang-orang yang melihat aksi Xia Yun menjadi mengutuknya karena kembali menyimpan senjata yang mampu untuk mengalahkan Immortal.
“Perubahan Malaikat : Alsiel!!”
Setelah Xia Yun mengatakan itu, dari tubuhnya mulai mengalir elemen kegelapan yang sangat kuat bersamaan dengan penampilannya yang berubah.
Pakaiannya mulai berubah menjadi bewarna hitam dengan sebuah armor tangan pada tangan kirinya dan ada gambaran Naga bewarna emas pada pakaian Xia Yun, membuatnya kini terlihat seperti seorang Kaisar.
__ADS_1
Tidak hanya itu, rambut Xia Yun juga berubah menjadi setengah hitam dan putih, dengan bagian kiri warna putih, lalu sebelah kanannya bewarna hitam, ini adalah penampilan dari Xia Yun yang menggunakan Mode Malaikat Elemen Kegelapan.
Doom!!! (Dentuman)
Ledakan aura terjadi di sekitar Xia Yun, yang membuat Immortal menjadi sangat terkejut. Penyebab dari buruknya wajah Immortal saat ini adalah karena aura yang Xia Yun pancarkan, mirip sekali dengan seseorang yang berada di Ranah Holy Monarch Tingkat 5, tidak, bahkan mirip seperti Ranah Dao.
Walaupun kekuatannya hanya seperti itu, tetapi yang membuat Immortal terkejut adalah perkembangannya.
Padahal beberapa saat yang lalu, Xia Yun berada di Ranah Holy Saint, tetapi sekarang, secara tiba-tiba langsung meningkat pesat menjadi Holy Monarch, membuatnya pusing 7 generasi.
Ya, kini kekuatan murni Xia Yun sudah berada di Holy Monarch. Itu karena pada saat sebelumnya, Xia Yun memanfaatkan untuk mengolah kekuatannya terlebih dahulu sebelum ikut kembali bertarung.
“Walaupun tingkat Kultivasi kita berbeda jauh, tetapi apa yang bisa kau lakukan dengan cadangan Ki yang sudah habis?” (Xia Yun)
“Saat kau mempunyai Ki pun, aku masih bisa memberikan beberapa serangan padamu, sekarang bagaimana jadinya?” jelas Xia Yun sambil meregangkan tubuhnya.
Suara Xia Yun terdengar berat ketika dirinya berada dalam wujud Malaikat Kegelapan.
Immortal baru ingin membuka mulutnya, tetapi tidak ada kata yang keluar karena dirinya sadar bahwa ada sosok Xia Yun yang muncul di sampingnya dan secara langsung menyerang menggunakan tombak bewarna hitam yang terbuat dari elemen kegelapan nya.
Trang!!
Pedang Immortal dan tombak Xia Yun saling bertemu dan beradu untuk beberapa saat sebelum sosok Xia Yun kembali menghilang menjadi asap hitam yang terbang tidak jauh di depannya.
“Elemen Cahaya memiliki kekuatan destruktif nomor 2 dalam kasus ku.” (Xia Yun)
“Kau tahu apa yang pertama? Ya! elemen kegelapan lah yang nomor 1!” jelas Xia Yun sembari menciptakan dua buah bola seukuran telur di tangan kiri dan kanan menggunakan elemen kegelapan.
Setelah itu, Xia Yun menggenggam kedua bola itu sampai hancur. Tidak lama, dari arah Immortal, tiba-tiba saja dirinya berteriak kesakitan sembari menyentuh tubuh kemudian mata kirinya dengan posisi tubuh tertunduk.
Arg!!!
Memperhatikan Immortal, kini pada mata kirinya, terlihat banyak darah yang keluar, terlihat seperti sedang terluka parah. Tidak hanya itu, di mulut Immortal juga begitu, dari sana ada banyak darah yang keluar.
“Tidak seru jika aku mengakhiri ini dengan cepat... oleh karena itu aku merenggut satu ginjal dan mata kirim mu terlebih dahulu sebagai pembukaan.” (Xia Yun)
Para peserta dan penonton, Yang Kai bahkan Immortal, langsung terpikirkan akan satu hal mengenai kejadian aneh ini. Xia Yun, ya, dari kata-katanya sudah di pastikan bahwa ini adalah ulahnya.
Tetapi bagaimana? semua orang jelas melihat bahwa Xia Yun tidak bergerak sedikit pun karena sedang berbicara.
“Mari kita mulai babak keduanya....” (Xia Yun)
Xia Yun berkata dengan nada yang dingin dan senyum yang membuat orang lain klepek-klepek tetapi membuat Immortal merinding dan bergidik ngeri.
...****************...
Wah wah wah... rupanya ini semua sudah menjadi rencana Yang Kai untuk menyisakan pertarungan terakhir antara Xia Yun dan Immortal ya.
Hemp hemp hemp... sungguh cerdas sekali anak buah Xia Yun yang satu ini hahaha.
__ADS_1
Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.