System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 66 - Kalian Berhutang Nyawa Padaku Dan Klon Perubahan Malaikat


__ADS_3

Boom!!!


Ye Lu melesat ke arah beast tingkat 3 berbentuk seperti kera setinggi 3 meter, dengan cepat Ye Lu melancarkan sebuah pukulan yang telak mengenai bagian belakang kepala beast kera itu sehingga kepala beast kera itu meledak seperti beast kepiting sebelumnya.


“Terima kasih untuk poinnya dasar Si Pendek!” teriak Ye Lu kemudian kembali menggunakan skill langkahnya meninggalkan peserta tadi yang ternyata adalah rombongan Si Loli!


Perempuan yang membawa pedang langsung mengutuk perbuatan Ye Lu lalu mengajak semuanya untuk mengejar Ye Lu, “S*alan bocah itu!”


“Ayo kita-” ucapan perempuan yang membawa pedang langsung terhenti begitu Si Loli mengatakan untuk memperhatikan keadaan sekitar mereka saat ini.


!!!!


“A-ap-” ucapan perempuan yang membawa pedang terhenti begitu melihat kalau saat ini mereka di kepung oleh ratusan beast tingkat 2 yang berbentuk seperti kera sebelumnya tetapi ukuran mereka lebih kecil.


“Tch!”


“Apa-apaan jumlah mereka ini?!”


“Jika kita ingin pergi pun tidak akan bisa karena mereka sudah menutup semua jalur keluar.....” Gumam perempuan yang membawa tombak sambil menatap gerombolan kera di depan mereka.


“Tenanglah semuanya! Si Ye Lu busuk itu nanti saja kita urus, lebih baik kita atasi dulu para kera-kera di depan kita saat ini! satu-satunya cara hanya melawan saja,” ucap Si Loli menenangkan semuanya.


“Ya, Zhou Fei benar, kita hanya bisa melawan mereka. Toh, tidak apa-apa karena mereka adalah poin-poin kita, benar kan?” ucap Min Qian membenarkan ucapan Si Loli/Zhou Fei sembari menyentuh bahu perempuan yang membawa pedang dan tombak.


“Ya, kau benar!”


“Em!”


Balas keduanya lalu segera memasang kuda-kuda menyerang di ikuti Min Qian yang langsung melompat ke atas pepohonan sembari menyiapkan busurnya, tidak lupa juga dengan Si Loli/Zhou Fei yang juga sudah siap dengan cambuknya. begitu melihat rekan-rekannya yang lain sudah siap, Zhou Fei langsung melesat ke arah kera-kera di depannya di ikuti oleh perempuan yang membawa pedang dan tombak di sampingnya, “Maju!”


Saat ini Baik Zhou Fei dan rekan-rekannya termasuk para kera-kera yang ada di sana tidak menyadari kalau dari awal sudah di awasi oleh Xia Yun yang berada di atas pohon sedari tadi, “Akan ku lihat sampai mana kalian bisa melawan para kera-kera itu, eh, kenapa aku malah menunggu mereka? ah sudahlah.”


Dalam waktu 10 menit lebih, terlihat kalau kelompok Zhou Fei sudah mulai kewalahan menghabisi para kera-kera karena bisa di lihat kalau kecepatan keempatnya sudah menurun dan nafas mereka mulai tidak beraturan.


“Huft....Huft....”


“Mereka masih banyak....Huft...”


“Sekarang berapa sisa Qi kalian? huft....” Tanya Zhou Fei dengan nafas yang tidak beraturan.


“40%...” Jawab perempuan yang membawa tombak.


“60%” balas Min Qian.


“30%” ucap perempuan yang membawa pedang dengan singkat karena sedang kelelahan.


“Jika kita menggunakan skill kombinasi juga tidak akan bisa menghabisi semuanya...” Gumam Zhou Fei.


“Saat ini jumlah mereka kira-kira sekitar 200...”


......................


Di tempat duduk Sekte Selendang Dewi.


“Cepat minta para anggota sekte kita yang mengawasi Fei'er untuk melindunginya sekarang!” perintah seorang perempuan yang terlihat berumur 20 tahun yang duduk di kursi bagian tengah.


Begitu mendengar perintah dari perempuan itu, dua perempuan yang berada di sebelah kiri dan kanannya segera melaksanakan perintahnya dengan melakukan telepati pada anggota sekte mereka yang di tugaskan untuk melindungi Zhou Fei dan rekan-rekannya.

__ADS_1


Tetapi tidak sampai satu menit, mereka mendengar kabar kalau di sekitar area hutan itu tidak bisa di masuki oleh mereka karena ada sebuah formasi yang sangat kuat menutupi hutan, begitu mendengar kabar itu, perempuan yang terlihat berumur 20 tahun itu langsung merasa khawatir tetapi kembali tenang karena mungkin saja itu adalah formasi yang di buat oleh panitia turnamen. Melihat perempuan yang terlihat berumur 20 tahun itu cemas, dua perempuan yang berada di belakangnya langsung menenangkannya, “Sudahlah Ketua, Nona Fei pasti baik-baik saja karena dia itu tidak seperti anak-anak yang berumur 14 tahun biasa, bahkan untuk anak seumur 17 lebih saja masih bisa dia ungguli.”


“Tetua ke tiga benar Ketua, tenanglah, percayalah pada putri anda,” sambung perempuan yang satu membenarkan.


“Haih....Baiklah.”


......................


“Hm? sepertinya saatnya diriku muncul,” gumam Xia Yun kemudian menggunakan skill miliknya ke arah gerombolan kera-kera itu sehingga semuanya langsung melesat ke arah Xia Yun tanpa memperdulikan Zhou Fei dan rekan-rekannya.


“Hate Reaction!”


Setelah memancing gerombolan kera-kera itu, Xia Yun langsung menarik mereka semua untuk menjauh, sebelum Xia Yun menggunakan skill langkah cahayanya, Xia Yun sempat mengatakan sesuatu pada Zhou Fei dan rekan-rekannya, “Kalian berhutang nyawa padaku!”


“u, u, a, a!” kera-kera itu terdengar seperti sedang saling berbicara satu sama lain sembari mengejar Xia Yun.


Zhou Fei dan rekan-rekannya hanya terdiam melihat gerombolan kera-kera itu mengabaikan mereka demi mengejar Xia Yun, “Kenapa dia membantu kita?...”


“Entahlah...”


“Cepat, lebih baik segera pulihkan Qi kalian secepatnya karena kita tidak tahu kapan akan bertarung lagi,” ucap Zhou Fei meminta mereka untuk segera memulihkan kekuatan mereka secepat mungkin.


Begitu mendengar ucapan Zhou Fei, sontak semuanya langsung duduk dalam posisi bersila untuk memulihkan Qi mereka yang sudah tersisa sedikit saja dengan menyerap Qi alam di sekitar mereka.


“Hm? kira-kira apakah klon milik ku bisa menggunakan skill perubahan malaikat?” gumam Xia Yun yang saat ini masih menggiring gerombolan kera-kera tadi, ada peserta lainnya yang juga melihat kalau Xia Yun di kejar oleh gerombolan kera-kera itu tetapi hanya tidak peduli karena para kera-kera itu tidak mengejar diri mereka.


“Baiklah, akan aku coba saja, toh hanya sakit kepala sedikit.”


Setelah Xia Yun mengatakan itu, Xia Yun berhenti sehingga dengan cepat kera-kera itu mengepungnya, begitu melihat sudah semuanya berada di dekat dirinya, Xia Yun dengan santai mengambil satu batu kecil yang ada di dekatnya lalu melemparkannya ke langit lalu mengatakan sesuatu sambil melambaikan tangannya pelan, “Amenotejikara, Bye bye kera-kera b*doh.”


“Elemen Api : Bola Api Penghancur!” ucap seseorang yang mengenakan pakaian bewarna putih dengan hiasan bewarna merah pada pakaiannya di tambah memegang pedang di tangan kanannya dari arah Utara.


“Elemen Tanah : Bola Tanah Penghancur! ucap seseorang yang mengenakan pakaian bewarna putih dengan hiasan bewarna kuning pada pakaiannya di tambah dengan di tangannya ada gumpalan tanah yang membentuk kepalan tangan dari arah Selatan.


“Elemen Air : Bola Air Penghancur! ucap seseorang yang mengenakan pakaian bewarna putih dengan hiasan bewarna biru pada pakaiannya di tambah memegang busur yang bewarna biru air di tangan kanannya dari arah Timur.


“Elemen Angin : Bola Angin Penghancur!” ucap seseorang yang mengenakan pakaian bewarna putih dengan hiasan bewarna hijau pada pakaiannya di tambah di sekelilingnya ada banyak pisau terbang dari arah Barat.


Dari empat arah tadi muncul empat bola sebesar 10 kali liat dari bola basket yang tercipta dengan elemen air, api, tanah dan angin yang terarah kepada mereka. Dengan cepat keempat bola raksasa itu menembus para kera-kera sebelumnya sehingga keempat bola itu saling berbenturan ketika berada di titik pusat tepat pada tempat Xia Yun berdiri sebelumnya yang membuat terjadinya ledakan.


Boom!!!!


Akibat dari terjadinya ledakan yang membuat seluruh hutan menjadi gempa kecil, terciptalah asap yang menutupi sekitaran tempat terjadinya ledakan. Setelah beberapa saat asap itu menghilang, terlihat ada sosok Pemuda Berbaju Putih Tampan berdiri tegak di tengah-tengah area yang sudah hancur itu dengan tenang.


“Uhuk! ternyata klon ku bisa menggunakan Mode Malaikat...Jika bisa begitu maka ini akan mudah hehehehe...” Gumam Pemuda Berbaju Putih yang ternyata adalah Xia Yun.


Berbeda dengan sikap Xia Yun yang terlampau santai, Zhou Fei dan rekan-rekannya membatu saat melihat Xia Yun dapat dengan mudahnya membunuh para beast kera sebelumnya yang mencapai 200 lebih dalam waktu singkat!


Sama dengan terkejutnya Zhou Fei bersama rekan-rekannya, para penonton yang ada di Stadion juga ikut terkejut begitu melihat layar proyeksi berganti menjadi Xia Yun dengan nilai poinnya menunjukkan angka 9.400 poin! padahal pertandingan baru berlangsung selama 40 menitan tetapi sudah bisa mengumpulkan poin sebanyak itu.


Xia Yun yang tidak sadar kalau sedang di perhatikan saat ini hanya bersikap santai mengatakan sesuatu setelah dirinya menonaktifkan Mata Mangekyou Sharingan miliknya, “Saatnya pergi mencari Ye-”


Boom!!!


Terdengar suara ledakan tidak jauh dari posisi Xia Yun saat ini yang membuat perkataan Xia Yun terputus. Tetapi setelah terdengarnya suara itu, mulut Xia Yun terlihat menunjukan senyuman aneh sambil mengatakan sesuatu, “Baru ingin di cari malah langsung ketemu....”


Begitu Xia Yun mengatakan itu, Xia Yun langsung menggunakan skill langkahnya mengarah ke arah ledakan sebelumnya meninggalkan Zhou Fei dan rekan-rekannya yang masih terbengong, sebenarnya Xia Yun sadar kalau sedari tadi dirinya di perhatikan karena Xia Yun bisa melihatnya lewat Mata Mangekyou Sharingan miliknya.

__ADS_1


Tanpa memerlukan waktu yang lama, Xia Yun sudah berada di atas pohon menyaksikan Ye Lu yang terlihat baru saja mencuri poin Si Pria Setengah Wanita bersama rekan-rekannya.


Merasa kesal karena kelakuan Ye Lu di tambah tidak bisa menahannya lagi, sontak ketiga rekan Pria Setengah Wanita itu langsung bergerak menahan Ye Lu sehingga Ye Lu terpaksa harus menghadapi mereka terlebih dahulu untuk bisa melarikan diri.


Flashback on.


Intinya waktu Pria Setengah Wanita dan rekan-rekannya sedang mencari Xia Yun, mereka tidak sengaja di datangi oleh beast terus, sehingga mereka terus bertarung tanpa bisa mencari keberadaan Xia Yun.


Dah intinya gitu, aku nggak mau nulis kejadian lengkapnya karena takut chapter ini cuma nge ceritain flashback doang, jadi harap mengerti ya.


flashback off.


“Ho....Rupanya sudah ada yang ingin melawan Ye Lu selain aku toh, kali ini aku hanya akan menonton saja dulu, kalau mereka berempat kalah maka aku akan masuk,” gumam Xia Yun pelan sembari duduk di atas pohon menatap mereka semua dari atas.


Salah satu rekan Pria Setengah Wanita yang sedang marah itu tidak mengatakan apa-apa tetapi langsung melesatkan sebuah cakaran ke arah Ye Lu tetapi berhasil Ye Lu hentikan dengan menangkap tangan milik rekan Pria Setengah Wanita sebelumnya.


Bukh!


Suara pukulan tangan kanan Ye Lu tepat mengenai ulu hati rekan Pria Setengah Wanita itu sehingga membuatnya langsung pingsan di tempat, melihat rekannya pingsan, sontak dua orang lainnya segera menyerang Ye Lu.


“Elemen Air : Jeratan!


“Elemen Air : Tombak Air!”


Dengan cepat dua serangan yang berbentuk tombak dan jeratan air meluncur ke arah Ye Lu, Ye Lu yang melihat itu segera mengepal tangannya erat-erat lalu memasang kuda-kuda menyerang. Saat dua serangan itu sudah masuk dalam jarak serang Ye Lu, segera Ye Lu melancarkan pukulannya yang berlapis dengan api sembari mengucapkan sesuatu....


“Elemen Api : Pukulan Ombak Api!”


Begitu Ye Lu meninju dua serangan air sebelumnya, tiba-tiba tercipta api yang seperti ombak dari belakang Ye Lu yang tepat mengenai dua serangan air sebelumnya sehingga dua serangan itu menghilang karena menguap akibat suhu dari api Ye Lu yang tinggi.


Ombak api itu terus melaju ke arah Pria Setengah Wanita bersama kedua rekannya saat ini berdiri, tetapi baru jarak ombak api itu setengah dari mereka, tiba-tiba tercipta tembok es setinggi 3 meter yang muncul dari tanah menghalangi ombak api itu.


Wooshh!!!


Tercipta angin kecut akibat benturan ombak api Ye Lu dengan tembok es itu.


“Oy Lembek! apakah kau ingin berurusan dengan ku?” ucap Ye Lu dengan keras sembari melipat dua tangannya menatap Pria Setengah Wanita itu dengan tatapan meremehkan.


“Tidak...Toh kalau kira bertarung pun aku akan tetap kalah.”


“Rupanya kau sadar diri Lembek!” ucap Ye Lu lalu kembali menggunakan skill langkahnya meninggalkan Pria Setengah Wanita itu.


“Haduh...Cuma segitu saja rupanya, tapi sudahlah, yang penting aku mendapatkan satu skill baru,” gumam Xia Yun kemudian dengan cepat menghilang menyusul Ye Lu.


Saat ini Ye Lu sedang berlari di atas pepohonan seraya menampilkan senyuman licik sambil mengatakan sesuatu tetapi perkataannya terpotong begitu dirinya mendapatkan serangan dari atas, “Hahahaha, saat ini total poin ku seharusnya sudah 8.000 lebih! tar-”


!!!!


Boom!!!


...----------------...


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2