
“Ya..., aku sangat yakin kekuatan Guru dari pemuda itu sangat kuat walau aku tidak bisa merasakan berada di ranah apa dia,” balas Zhang Xue mengiyakan ucapan Ye Zhong walau terpaksa mengingat kejadian yang terjadi pada turnamen.
Ye Zhong yang mendengar balasan Zhang Xue tiba-tiba langsung bergidik ngeri begitu mengingat kejadian ketika dirinya menghadapi tekanan yang Sasuke keluarkan begitu dirinya menggunakan Susano’o.
Tidak hanya itu, Ye Zhong juga ingat ketika Sasuke bisa dengan mudahnya menghancurkan sebuah gunung yang ada di dekat ibu kota ini dengan mudah.
“Guru dan Murid... buah tidak jatuh dari pohonnya ya...,” gumam Zhou Yu sembari menatap kearah langit-langit.
Bruk!!
“Pertama Pria Tua itu, kedua Gurunya, ada yang tidak beres dengan asal usul anak itu!” ucap Ye Zhong sembari menghentakkan tangannya ke meja.
“Apa tindakan kita terhadap sosok Guru itu?” tanya Zhou Yu sambil menatap mereka.
Huft....
“Lebih baik tidak mencari masalah dengannya,” jawab Zhang Xue dengan cepat sembari menutup matanya pelan.
Bruk!
Tanpa berkata apa-apa lagi, Ye Zhong langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan itu dengan seorang Tetuanya yang sedari tadi berada di belakang Ye Zhong.
Berjalan keluar meninggalkan Zhou Yu dan Zhang Xue, Ye Zhong segera memberikan perintah pada Tetuanya yang pernah bertarung pill melawan Xia Yun untuk menyelidiki asal usul Xia Yun dengan urat yang terlihat jelas pada wajahnya.
“Baik!”
Tetua itu pun dengan tegas menjawab perintah dari Ye Zhong dan menggunakan skill langkahnya untuk menjalankan tugas dari Ye Zhong.
__ADS_1
.
.
[Xia Yun dan yang lainnya]
“Oh iya, ambil ini!” ucap Xia Yun sembari melemparkan 7 buah pedang dengan ukuran sedang kearah Chao Bao.
Eh!
“Disturbance Taijutsu adalah skill berpedang yang sangat unik, kau harus bisa menggunakan ketujuh pedang itu di saat yang bersamaan, seharusnya kau tahu itu, kan?” jelas Xia Yun kemudian lanjut berjalan meninggalkan Chao Bao dan Chao Fu yang mengantarkan Xia Yun, Zhuge Liang dan Yong Tao sampai di pintu depan.
“Sekarang apa yang akan kita lakukan?” tanya Yong Tao yang saat ini sedang berjalan di samping Xia Yun menuju kediaman.
“Karena kau ingin melakukan sesuatu, maka cobalah cari sarang tikus bertanduk yang mengganggu aku waktu itu...,” ucap Xia Yun sembari tersenyum aneh pada Yong Tao.
!!
Tidak lama Yong Tao mengatakan itu, dirinya langsung menggunakan skill langkah dan mulai bergerak meninggalkan ibu kota dengan cepat.
Xia Yun yang melihat Yong Tao sudah bergerak juga tidak ingin diam saja dan mulai mengajak Zhuge Liang untuk segera kembali karena waktu matahari akan segera terbenam.
.
.
[Yong Tao POV]
__ADS_1
“Hem... dari mana aku mulai mencari markas Ras Iblis itu?” gumam Yong Tao yang saat ini sedang berdiri di atas dahan pohon bagian luar ibu kota.
Setelah berpikir untuk beberapa waktu yang lama, Yong Tao segera menggunakan skill langkahnya lagi dan mulai bergerak kearah gunung yang Xia Yun/Sasuke hancurkan sebelumnya.
Setibanya Yong Tao di sana, dirinya melihat ada sekelompok prajurit yang di temui oleh Zhuge Liang ketika dirinya berada di sana ketika dirinya menerima tugas dari Xia Yun.
Tetapi kali ini sedikit berbeda, itu karena tampilan prajurit kali ini tampak terluka akibat sesuatu.
“Seperti bekas terkena dampak ledakan...,” gumam Yong Tao dengan mata yang sipit menatap kearah prajurit-prajurit yang ada di tenda peristirahatan mereka dari balik bayang-bayang pohon.
Mengamati dengan singkat keadaannya, Yong Tao melanjutkan aksinya dengan berkeliaran di sekitar gunung yang sudah rata akan tanah akibat serangan Xia Yun/Sasuke sebelumnya dengan gerakan yang halus dan tanpa di sadari oleh para prajurit itu.
.
.
“Baiklah, waktunya membuat markas!” ucap Xia Yun yang saat ini sedang berbaring di atas kasurnya sembari melihat kearah Cincin Cermin Dunia karena dirinya sudah selesai makan malam bersama dengan yang lain (termasuk Miyuki dan Xin Mei beserta Hu Wang yang sudah pulang)kecuali Yong Tao.
Segera Xia Yun masuk ke dalam cincin itu dan muncul di tengah-tengah padang rumput yang luas dan pemandangan yang sungguh luar biasa dengan suasana malam yang dingin namun nikmat.
Saat ini yang masuk ke dalam adalah jiwa Xia Yun saja, bukan raganya. Jadi jika di lihat seperti biasa, saat ini Xia Yun tampak seperti orang yang sedang tidur.
Itulah kelemahan dari kelebihan Cincin Cermin Dunia ini, orang lain mungkin bisa dirinya masukan secara penuh ke dalam cincin, tapi dirinya tidak bisa, yang bisa masuk ke dalam cincin hanyalah jiwa Xia Yun, bukan raganya.
“Mari kita mulai!”
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like dan kasi bintang 5 ya....