
Di dalam Cincin Cermin Dunia, Xia Yun melakukan tugasnya seperti memantau keadaan, memperbaiki sedikit hal-hal yang kurang pas dalam markasnya dan mengunjungi Para Maid.
Dari luar mungkin dia terlihat seperti orang yang sedang berlatih, tetapi sebenarnya jiwa Xia Yun sedang masuk ke dalam Cincin Cermin Dunia.
Setelah selesai melakukan urusannya di dalam Cincin Cermin Dunia, Xia Yun kembali keluar dan menemukan bahwa Miyuki, Xin Mei dan Yong Tao sedang menutup mata dan berlatih.
Xia Yun tidak bisa berlatih sekarang karena tidak ada bintang yang terlihat, ya walaupun dia masih bisa berlatih saat siang, tetapi efektifitasnya akan menurun drastis sehingga hanya akan membuang waktunya saja.
Makanya Xia Yun memutus hanya akan berlatih di malam hari dan fokus melakukan tugasnya ketika siang hari, begitulah rencana hariannya.
Melihat kearah jendela, matahari sudah akan terbenam, warna langitnya juga sudah mulai berubah kekuningan, karena terlalu lama berada di dalam Cincin Cermin Dunia, Xia Yun baru sadar bahwa sekarang sudah akan malam.
Oleh karena itu Xia Yun segera melihat kearah Map Sistem dan memantau arah jalan mereka saat ini.
“Kakek Liang, Yang Kai, di dekat sini ada sebuah desa, pergilah ke sana. Setelah itu bergegaslah mencari penginapan, kita akan beristirahat terlebih dahulu,” Perintah Xia Yun.
Saat memeriksa keadaan sekitar jalan mereka di Peta Sistem, Xia Yun melihat bahwa di depan mereka akan ada sebuah desa dan memutuskan untuk beristirahat di sana untuk hari ini.
Mereka berdua yang mendengar perintah Xia Yun segera memacu kudanya menuju desa yang Xia Yun maksud sesegera mungkin sebelumnya malam tiba.
......................
*Prak! (Langkah kuda)
*Prak! (Langkah kuda)
Setelah memacu kuda sekencang mungkin selama 15 menit, akhirnya gerbang desa yang Xia Yun maksudkan mulai terlihat diiringi dengan mulai gelapnya hari.
Saat sudah ingin memasuki gerbang desa, Zhuge Liang dan Yang Kai melambatkan jalannya kereta.
Tetapi baru saja Kereta Xia Yun akan melawati gerbang, ada dua orang yang berlari dan berdiri di depan kuda mereka dengan menyilang kan tombak yang ada di tangannya. “Siapa kalian?”
Penampilan Kedua Penjaga itu adalah laki-laki yang berumur sekitaran 20-30 tahunan.
Karena terkejut dengan aksi kedua orang yang di ketahui sebagai Penjaga Desa tersebut, Zhuge Liang dan Yang Kai pun segera menghentikan kudanya agar tidak menabrak Kedua Penjaga.
*Wak! (Suara kuda)
*Prak! (Langkah kuda berhenti)
__ADS_1
*Hush! (Nafas kuda)
Saat langkahnya di hentikan, kedua kuda putih yang menarik Kereta Xia Yun langsung menghembuskan nafasnya kesal sambil menatap kearah Penjaga Desa.
“Kami adalah petualang! hanya ingin mampir ke desa ini.” (Zhuge Liang)
Dengan nada yang tenang, Zhuge Liang menjelaskan tentang kedatangan mereka pada Kedua Penjaga itu.
Ketika mendengar penjelasan Zhuge Liang, Kedua Penjaga saling tatap satu sama lain kemudian menganggukkan kepala dan mengatakan, “Tunjukkan identitas kalian!”
Saat di minta seperti itu oleh Kedua Penjaga, Zhuge Liang dan Yang Kai terdiam. Tetapi Xia Yun yang sedari tadi memperhatikan dari dalam, segera membuka pintu kereta dan turun.
!!
Melihat Xia Yun yang turun dari Keretanya, Kedua Penjaga itu langsung waspada dan mengacungkan tombaknya kearah Xia Yun.
Yang Kai yang melihat sikap itu, aura membunuhnya merembes keluar dan langsung ingin bergerak untuk memberikan pelajaran pada Kedua Penjaga.
Tetapi itu terhenti saat dia mendapatkan telepati dari Xia Yun untuk tidak melakukan apapun.
Xia Yun dengan tenang menenangkan Kedua Penjaga lalu menunjukkan Token VIP Toko Tanaman Obat Langit pada keduanya.
Saat mereka melihat Token Xia Yun, sontak keduanya langsung terkejut dan segera meminta maaf atas perlakuan mereka pada Xia Yun dengan mengatakan bahwa mereka hanya melakukan tugasnya saja.
Masalah sudah selesai, Zhuge Liang dan Yang Kai pun langsung membawa masuk Keretanya ke dalam desa dengan kecepatan yang pelan karena ada beberapa warga desa yang tengah berlalu lalang.
Seperti biasa, pandangan semua orang tertuju pada Kereta Kuda mereka saat mereka memasuki desa.
Entah itu karena dua kuda putih yang menarik Kereta ini, atau desain penampilan Kereta Kuda ini yang memang terlihat mencolok, lalu bisa jadi juga keduanya.
“Tuanku, di sini adalah penginapannya, apakah kita menginap disini?” tanya Yang Kai.
Sehabis bertanya di mana letak penginapan di desa ini pada salah seorang penduduk desa, mereka akhirnya berhasil menemukan penginapannya.
“Ya, kita akan menginap di desa ini untuk malam ini,” jelas Xia Yun dari dalam Kereta.
“Kalian semua, keluarlah.” (Xia Yun)
Xia Yun keluar dari Kereta Kuda diiringi dengan Yong Tao, Miyuki dengan Hu Wang di gendongannya dan Xin Mei.
__ADS_1
Ketika Xia Yun menginjakkan kakinya keluar, ada seorang anak muda yang mendatanginya sembari tersenyum, “Tuan Muda, apakah perlu aku simpan kan Kereta Kuda kalian?”
Anak muda itu bertanya pada Xia Yun dan di balas anggukkan olehnya, “Ya, kau tunjukkan jalannya pada mereka berdua.”
Xia Yun tentu saja tidak akan percaya semudah itu untuk langsung menyerahkan Kereta Kudanya, Xia Yun hanya meminta dia menunjukkan jalannya sementara Yang Kai dan Zhuge Liang lah yang akan mengikuti.
Tidak lupa juga Xia Yun berpesan lewat telepati pada Zhuge Liang untuk memasang beberapa formasi pada tempat Kereta Kuda di simpan untuk melindunginya.
Sehabis mengatakan itu, Xia Yun dan yang lain pun berjalan masuk ke dalam penginapan sementara Yang Kai dan Zhuge Liang sedang menyimpan Kereta Kuda.
Hal pertama yang mereka lihat ketika memasuki penginapan adalah banyak meja dan tempat duduk yang berbaris, mirip seperti tempat makan.
Terus berjalan, Xia Yun mendekati sebuah meja yang dia pikir adalah tempat pendaftarannya.
“1 malam, 6 kamar dengan makan malam dan pagi.” (Xia Yun)
Xia Yun mengatakan hal tersebut sembari mengeluarkan 1 buah Koin Emas pada Seorang Pria Paruh Baya yang duduk di meja pendaftaran.
Pria Paruh Baya itu tersentak saat melihat Xia Yun mengeluarkan Koin Emas tadi.
Awalnya dia mengira Xia Yun hanyalah orang biasa saja dan memiliki tampang yang lumayan, tetapi di balik itu semua, dia melihat Xia Yun memakai untuk kain menutupi matanya.
Tetapi melihat Xia Yun dengan mudah melemparkan sebuah Koin Emas membuat dia terkejut.
Saat dia tersadar, akhirnya Pria Paruh Baya itu sadar jika pakaian yang Xia Yun kenakan saja sudah jelas terlihat bahwa bukan terbuat dari bahan yang biasa-biasa saja.
Oleh sebab itu, dengan senyuman yang lebar dia menyerahkan 6 buah kunci kamar pada Xia Yun sembari mengatakan, “Kamar no 4-10”
“Apakah Anda ingin makan sekarang, Tuan Muda?”
Di tanya seperti itu, Xia Yun langsung mengatakan iya sebagai jawaban.
“Baiklah, kami akan segera menyiapkannya, jika sudah maka kami akan memanggil kalian,” jelas Pria Paruh Baya itu dengan sopan saat berbicara dengan Xia Yun dan yang lain.
Berbalik, Xia Yun membagikan masing-masing kunci pada setiap orang dan menyimpan 2 kunci terakhir untuk Yang Kai dan Zhuge Liang.
Sementara menunggu makanan selesai di siapkan, Miyuki dan Xin Mei mengatakan ingin membersihkan diri terlebih dahulu, begitu juga dengan Yong Tao sehingga mereka langsung naik ke kamarnya masing-masing.
Xia Yun yang memang juga ingin membersihkan diri, menitipkan dua kunci terakhir pada Pria Paruh Baya tadi dan mengatakan untuk memberikannya ke Zhuge Liang dan Yang Kai sehabis dia menjelaskan ciri-ciri mereka.
__ADS_1
...****************...
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.