
Menggerakkan giginya kuat kuat, akhirnya Yong Tao menyimpan Pill pemberian Xia Yun ke dalam Cincin Penyimpanan miliknya dan memilih untuk mengikuti perkataan Xia Yun.
Dengan rasa sabar yang kuat, dirinya terus menahan derita dari Tidak Bisa Merasakan Adik Kecilnya selama setengah hari perjalanan.
Ketika di tanya oleh Xia Yun apakah dia tidak berlatih, urat yang muncul di wajah Yong Tao semakin kencang lalu menatap kearah Xia Yun dengan jengkel.
“Tuan Muda, ada sebuah desa di depan kita,” ucap Yang Kai memberitahukan.
Cetar!! (Gemuruh petir)
Saat ini cuacanya sedang berawan, tidak. Bukan berawan lagi melainkan sudah turun hujan kecil sekarang.
“Hem?” (Xia Yun)
Mendengar ucapan Yang Kai, Xia Yun membuka matanya dan mencoba tuk melihat kearah Peta Sistem.
Pada peta, Xia Yun memang melihat ada sebuah desa kecil yang akan mereka lalui sebentar lagi.
Mengingat bahwa situasi sekarang tengah gerimis kecil, Xia Yun memutuskan untuk mencari tempat menginap saja sekaligus karena cuacanya sedang gerimis terlebih lagi matahari akan terbenam. “Kakek Liang, Yang Kai, kita akan beristirahat di desa itu saja.”
Keduanya yang mendengar ucapan Xia Yun, menganggukkan kepala sebagai jawaban dan menambah kecepatan Kereta agar cepat sampai.
Setelah mengatakan itu, Xia Yun pun mencoba untuk menoleh kearah Yong Tao yang ada di sampingnya.
__ADS_1
!!
Dengan mata yang penuh akan air mata, Yong Tao menunjukkan wajah suka cita terdalamnya begitu mendengar ucapan Xia Yun bahwa mereka akan segera berhenti.
“Roar! (Daging!)” Hu Wang mengaum kearah Xia Yun.
“Apakah kau lapar?” tanya Xia Yun karena dia bingung kenapa Hu Wang mengatakan daging.
Ketika Xia Yun tanyakan itu pada Hu Wang, Harimau Putih Kecil itu menggelengkan kepala kemudian tidak berbicara lagi setelahnya sampai Kereta Kuda sudah memasuki Desa.
Bruk! (Kereta Kuda berhenti)
Begitu Kereta mereka memasuki Desa, kali ini tidak seperti biasanya.
Seharusnya akan ada beberapa orang yang berjaga di tempat masuknya Desa, tetapi kali ini orang-orang itu tidak terlihat sehingga Zhuge dan Yang Kai memutuskan untuk terus masuk saja ke dalam Desa.
Lalu karena melihat sebuah bangunan yang lumayan besar di bandingkan bangunan-bangunan yang lainnya, mereka berdua mengarahkan Kereta Kuda menuju kearah bangunan itu kemudian berhenti di depannya.
Xia Yun yang memang sedari tadi memperhatikan dari dalam Kereta pun langsung berjalan keluar begitu Kereta Kuda berhenti.
“Aku akan coba untuk bertanya apakah ada tempat untuk menginap apa tidak,” ucap Xia Yun kemudian menutup pintu.
Selesai mengatakan itu, Xia Yun berjalan menuju pintu bangunan kayu di depannya lalu mencoba untuk mengetuknya beberapa kali.
__ADS_1
Tok!
Tok!
Lama waktu berselang, belum ada respon sama sekali dari bagian dalam bangunan, tetapi ketika Xia Yun berbalik, pintu pun terbuka.
“Ya??”
Hal pertama yang Xia Yun dengar adalah suara seorang anak perempuan waktu pintu itu terbuka.
Sontak, Xia Yun kembali berbalik dan menemukan bahwa orang yang membukakan pintunya ternyata adalah seorang gadis kecil yang kira kira berumur 6 tahunan.
Melihat Gadis Kecil itu, Xia Yun berjongkok untuk menyamai tingginya kemudian tersenyum sambil bertanya, “Apakah orang tuamu ada?”
Saat Xia Yun bertanya seperti itu, Gadis Kecil menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
“Hem? kalau begitu di mana mereka?” Xia Yun lanjut bertanya.
“A-” (Gadis Kecil)
“Siapa itu?”
Baru saja Gadis Kecil itu ingin menjawab pertanyaan Xia Yun, tiba tiba ada seseorang yang memotongnya.
__ADS_1
...****************...
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.