
“Kau juga, apa maksudmu memanggil nama Tuan seolah-olah dia dekat denganmu!?” balas Yang Kai sambil menyipitkan matanya kearah Yong Tao.
Menarik kedua pedangnya, Yong Tao segera melesat kearah Yang Kai sembari bersiap melancarkan serangan.
Yang Kai yang melihat Yong Tao melaju kearahnya segera bersiap untuk bertarung dan mengatakan, “Seni Iblis : Tangan Iblis Runcing!”
Perlahan kuku Yang Kai mulai memanjang seperti kuku hewan buas yang bisa di gunakan untuk menyerang musuhnya.
!!!
Disaat Yong Tao terbang kearah Yang Kai, tiba-tiba merasakan ada bahaya dari arah sampingnya, seketika Yong Tao langsung menoleh dan menemukan bahwa ada dua buah pedang yang melesat kearah kepalanya.
Dengan cepat Yong Tao memainkan pedangnya dan menepis dua buah pedang yang melesat kearahnya dengan mudah.
Trang!! (Benturan)
Yong Tao berhasil menepis kedua pedang tersebut dengan kedua pedang miliknya dan segera menyadari bahwa kedua pedang yang barusan dia tahan, memiliki bentuk yang sama persis seperti kedua pedang miliknya.
Merasa aneh dengan hal itu, segera Yong Tao menoleh ke kiri dan kanan, berusaha mencari siapa yang baru saja melakukan hal seperti ini.
Tidak hanya Yong Tao, tetapi Yang Kai pun mengalami hal yang sama, secara tiba-tiba Skill yang baru saja dia gunakan langsung kembali semula/menjadi batal tanpa dirinya tahu mengapa.
Bahkan tidak hanya itu, stamina dan Ki nya pun ikut berkurang. Karena hal tersebut, Yang Kai segera menyebarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa keadaan sekitar.
“Apa yang kalian berdua lakukan?” (Xia Yun)
Xia Yun muncul dari bawah mereka, tepatnya dari balik pepohonan yang berada di bawah sambil perlahan terbang naik mendekati Yong Tao.
“Tapi sebelum itu... kedua pedang yang ada di belakangmu?” Yong Tao berbicara dan memiringkan kepalanya bingung sambil menunjuk kearah belakang Xia Yun, yang di mana terdapat dua buah pedang yang sama persis seperti pedang miliknya sedang terbang di belakang Xia Yun.
“Oh? ini adalah salah satu Skill milikku,” jelas Xia Yun singkat dan membuat Yong Tao masih kebingungan.
Yang Xia Yun maksudkan adalah kemampuan matanya yang mampu untuk menciptakan tiruan senjata yang dia lihat secara penuh, lalu berikutnya adalah Skill Touch Of Authority, yang membuat kedua pedang tiruan Yong Tao terlihat seperti terbang di kendalikan oleh sesuatu.
Tidak lupa juga dia membatalkan skill Yang Kai sekaligus menguras stamina dan Ki miliknya menggunakan kemampuan khusus Eye Of Authority.
“Lupakan itu, kenapa kalian malah bertarung?” Xia Yun bertanya sambil memiringkan kepalanya bingung.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu, dia duluan yang berniat untuk menyerang ku, Tuan.” (Yang Kai)
Ucap pemuda berambut hitam dan berbaju putih biru tersebut sambil terbang mendekati Xia Yun dan Yong Tao.
Mendengar ucapan Yang Kai, Xia Yun mengalihkan kepalanya menghadap Yong Tao, seolah menunggu penjelasan atas tindakannya.
Yong Tao yang paham atas aksi Xia Yun langsung batuk kemudian mengatakan, “Apa!? kami hanya berniat untuk saling bertukar Skill saja!”
....
Xia Yun dan Yang Kai memberikan ekspresi datar saat mendengar jawaban dari Yong Tao, membuat pemuda itu merasa kesal dan berniat pergi meninggalkan mereka berdua.
“Hei, jelaskan padaku apa yang sudah kau temukan sebelumnya saat sudah berada di kediaman,” ucap Xia Yun yang membuat gerbang Yong Tao terhenti dan menoleh kearah Xia Yun sambil tersenyum.
Tidak lama Xia Yun selesai berbicara, tanah yang berada di sekitar mereka mulai bergetar hebat, bahkan ada beberapa pepohonan yang tumbang karenanya. Yong Tao terus memperhatikan kearah salah satu permukaan tanah yang ada di depan mereka sembari mengatakan, “Baiklah, tetapi untuk hari ini lebih baik kita sedikit berolahraga dulu, kan?”
Bush! (Semburan)
Dari arah bawah permukaan tanah yang Yong Tao perhatikan, muncul sesosok Naga berwarna coklat, sepanjang 20 meter, mengaum kearah ketiganya yang sedang terbang saat ini.
“Sungguh sial sekali dia bertemu dengan kami berdua....” (Xia Yun)
Xia Yun mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya pelan karena berpikir Naga di depannya telah salah bertemu seseorang, itu karena tubuh Xia Yun adalah jenis tubuh bernama Raja Naga, dan Yang Kai merupakan sosok Raja Naga Hitam, sebuah keberadaan yang sebanding dengan Xia Yun.
“Naga Tanah, sebuah keberadaan yang langka, namun tidak selangka Naga Murni, termasuk dalam salah satu garis keturunan Naga, tetapi dengan Darah Naga Murni yang lebih sedikit di banding leluhurnya,” gumam Xia Yun pelan sambil menatap Naga Tanah di depannya.
“Dan juga di sini, sebuah keberadaan yang digolongkan sebagai Beast Tingkat 12, atau setara dengan seseorang yang berada di Ranah Pendekar Alam Semesta.” (Xia Yun)
“Elemen Api : Hujan Pedang!” (Yong Tao)
Dalam sekejap, Yong Tao segera melancarkan serangan dengan cara menghujani Naga Tanah itu menggunakan pedang yang terbuat dari Elemen Api bewarna kehitaman miliknya.
Melihat hujan pedang di atasnya, Naga Tanah itu kembali masuk ke dalam tanah untuk berlindung dan membuat Yong Tao kesal.
Tidak berhenti sampai di saja, Yong Tao juga langsung menghilang dari tempatnya berdiri saat ini kemudian muncul di atas tanah, tepat di mana posisi Naga Tanah tersebut terakhir berada.
Mengangkat pedang di tangan kanannya ke atas, Yong Tao kemudian menancapkan ke tanah sembari mengatakan, “Elemen Api : Tusukan Api Peledak!!”
__ADS_1
Terlihat bahwa pedang Yong Tao sedikit mengeluarkan aliran api yang mengalir menuju tanah saat dirinya mengatakan hal tersebut, tidak lama setelahnya, kemudian terciptalah ledakan yang kuat dan besar dari bawah tanah, membuat permukaan tanah yang ada di atas menjadi terangkat sebab kuatnya ledakan tersebut.
Boom!!
Roar!!!
Naga Tanah muncul dari bawah kaki Yong Tao dan membuat serangan kejutan dengan cara langsung membuka mulutnya, siap untuk memakan Yong Tao sesaat setelah ledakan tersebut terjadi.
Tusk!! (Gigitan)
Yong Tao sengaja membiarkan dirinya di telan oleh Naga Tanah, karena berniat untuk membunuhnya lewat bagian dalam tubuh, karena sisik yang menutupi kulitnya sangatlah keras untuk di serang oleh Yong Tao.
Roar!!
Naga Tanah tersebut terus menerus membanting dan memutar tubuhnya, seolah sedang merasa kesakitan, hal tersebut terjadi ketika dia sudah berhasil menelan Yong Tao.
Bruk!!
Tidak lama waktu berselang, akhirnya Naga Tanah itu langsung terjatuh dan terbaring lemas di atas tanah setelah 10 menit lebih bergerak dengan liar.
Serat! (Sobekan)
“Huft! nafas dan daging Naga memang berbau seperti rumornya!” gerutu Yong Tao sambil perlahan merobek kulit Naga Tanah dan mulai keluar dari dalam tubuhnya.
Xia Yun mengabaikan apa yang di ucapkan oleh Yong Tao karena saat ini Xia Yun sedang mengangkat tangan kanannya kearah Naga Tanah tersebut sambil mengatakan, “Dia masih hidup.”
Tusk! (Tusukan)
Xia Yun menusuk kepala Naga Tanah itu menggunakan sebuah es berbentuk runcing berlapis elemen racun yang baru saja Xia Yun buat sebelumnya.
[Selamat! Tuan berhasil membunuh Beast Tingkat 12]
!!
Xia Yun tersentak saat mendengar suara pemberitahuan dari sistem yang terdengar di telinganya.
...****************...
__ADS_1
Selamat Hari Raya Kurban ya buat yang merayakan! 🎉🎊🎁
Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.