
“Hem... baiklah, informasi itu sangat membantu, kita akan berkunjung ke sana di lain waktu.” (Xia Yun)
Setelah mendengar penjelasan Yong Tao selama beberapa saat tentang Ras Iblis, Xia Yun bangkit dan mengatakan, “Ada sesuatu yang ingin aku lakukan, tetapi sebelum itu. Yang Kai kemarilah!”
Xia Yun memanggil Yang Kai yang saat ini berada di lantai atas, hanya dalam beberapa waktu, tiba-tiba orang yang di panggil pun muncul sambil berlutut ke arah Xia Yun dan mengatakan, “Tuan!”
“Akan ku perkenalkan sekali lagi, Dia adalah Yang Kai, seorang Raja Naga Kegelapan, berada di Ranah Immortal Tingkat 1,” ucap Xia Yun mengenalkan Yang Kai pada Xin Mei, Miyuki dan Yong Tao.
!!!
Mereka semua terkejut saat mengetahui tingkat kekuatan milik Yang Kai ketika Xia Yun menyebutkannya, Immortal? untuk mereka yang berdiri saat ini, mereka semua tahu Ranah To God, jadi otomatis mereka tahu seberapa tingginya Ranah Immortal.
“Tuan, berhenti memanggil julukan lamaku, saat ini aku adalah bawahan Tuan, terlebih lagi, ini bukanlah kekuatan penuh ku, ini baru 30% kekuatan sejati ku nampaknya berkurang.” (Yang Kai)
Waktu Xia Yun menjelaskan tentangnya, Yang Kai menyela dengan mengatakan hal tersebut, yang membuat Yong Tao, Miyuki dan Xin Mei mengangkat alis.
Lagi-lagi mereka di buat terkejut olehnya, entah dia membual atau tidak, tetapi mendengar nada bicara, Yang Kai tampak serius saat mengatakannya pada Xia Yun.
“Hem... akan ku coba untuk mencari tahu masalah ini, kau tenang saja.”
“Ya... begitulah, terjadi sesuatu antara kami berdua, ku harap kalian bisa mengganggap nya sebagai teman karena dia akan menjadi bagian dari kita sekarang.” (Xia Yun)
Xia Yun berharap jika mereka akan menerima keberadaan Yang Kai saat mengatakan hal itu.
“Xia Yun, apakah kau betul-betul yakin dia itu baik?” tanya Yong Tao memastikannya karena dirinya tidak nyaman saat merasakan aura yang di keluarkan oleh Yang Kai.
“Ya, aku jamin hal itu,” jelas Xia Yun dengan nada yakin saat menjawab pertanyaan Yong Tao.
Bruk! (Pintu terbuka)
“Hahaha... ada pepatah mengatakan.”
“Pada pertemuan pertama, adalah orang asing, kedua teman, dan ketika adalah saudara!” (Zhuge Liang)
Dari balik pintu, suara Zhuge Liang terdengar, membuat mereka semua menoleh kearahnya.
“Seperti yang Kakek Liang katakan, dia benar!” Xia Yun membenarkan apa yang Zhuge Liang katakan.
Mendengar perkataan Xia Yun dan juga Zhuge Liang, Yong Tao akhirnya memilih untuk mempercayai Yang Kai dan berkata akan menjadikannya teman.
Merasa masalahnya sudah selesai, Xia Yun pun mengatakan pada mereka semua bahwa dirinya memiliki urusan lainnya.
“Sebas dan yang lainnya, saat ini berada di Markas ku, kalian tidak perlu memikirkan mereka,” Xia Yun menjelaskan tentang kondisi Para Maid pada mereka.
__ADS_1
“Markas?” Ulang Yong Tao.
Xia Yun menganggukkan kepala sebagai jawaban atas ucapan Yong Tao, tetapi sebelum pemuda itu kembali berbicara, Xia Yun mengangkat tangannya dan mengatakan, “Untuk saat ini, kalian belum bisa memasukinya, karena aku akan menunggu saat yang tepat.”
Setelah mengatakan itu, Xia Yun bangkit dan berjalan naik ke lantai atas sembari mengatakan, “Kalian lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan, aku ingin latihan sendiri di dalam kamarku.”
“Yang Kai, jika kau ingin berjalan-jalan, maka silahkan, ini uang untuk mu!” ucap Xia Yun seraya melemparkan sekantong uang berisi 100 Koin Emas padanya.
Catch! (Tangkap)
Yang Kai menangkap kantung yang Xia Yun berikan padanya.
.
.
.
“Aku mencintaimu.” (Yong Tao)
Tiba-tiba, Xia Yun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang dengan alis yang terangkat saat mendengar apa yang Yong Tao katakan tadi.
“Berhentilah...,” Xin Mei membalas dengan nada dingin.
“Benar juga, Kakek Liang. Berikan sedikit petunjuk pada Miyuki, sepertinya dia mengalami sedikit kebingungan saat ini karena belum bisa menembus Ranah Pembentukan Ki,” jelas Xia Yun sambil memalingkan wajahnya kearah Miyuki.
“Bagaimana kau tahu, Xia Yun?” (Miyuki)
“Tentu saja aku bisa merasakannya hehehe, baiklah, aku akan berlatih dulu, kabari aku jika terjadi sesuatu.” (Xia Yun)
Tanpa menunggu balasan dari yang lain, Xia Yun lanjut melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Roar! (Erangan)
Hu Wang langsung pergi mengikuti Xia Yun saat melihatnya naik keatas.
“Hei... aku memang tidak habis pikir, bahkan orang buta pun pergerakannya pasti akan ada keraguan kita bertindak, tetapi Xia Yun sangatlah tenang dan yakin dalam setiap gerakannya,” ucap Yong Tao yang dari memperhatikan gerakan Xia Yun dari awal sampai akhir.
“Bukankah itu wajar? karena Tuan sudah berada di Ranah Holy Dao, jadi kepekaannya terhadap lingkungan sudah meningkat, jadi itu adalah hal yang wajar.” (Yang Kai)
Dengan sombongnya, Yang Kai menjelaskan hal tersebut pada mereka semua.
Tetapi ada satu hal yang membuat mereka semua terkejut, saat Yang Kai menyebut Ranah Holy Dao.
__ADS_1
“Tunggu, apa maksudmu Ranah Holy Dao dan Xia Yun, apa hubungannya?” tanya Miyuki memiringkan kepalanya.
“Hem? apakah kalian tidak tahu bahwa Tuan berada di Ranah Holy Dao?” (Yang Kai)
Crack! (Retakan)
“Gelas ku!?” (Xin Mei)
Baru saja Yong Tao ingin minum, saat mendengar penjelasan Yang Kai, secara tiba-tiba pegangannya pada gelas menjadi tidak terkendali dan membuatnya retak.
“Bagaimana bisa!?” Seru Yong Tao.
......................
“Aku terpikirkan sesuatu... bagaimana jika Elemen Kegelapan di gabung dengan Cahaya....” (Xia Yun)
Saat ini Xia Yun sedang duduk bersila di dalam kamarnya di temani dengan Hu Wang yang sedang makan makanan kucing yang baru saja dia belikan dari Toko Sistem.
Xia Yun memiringkan kepalanya heran saat melihat Hu Wang dengan lahapnya memakan makanan kucing yang baru saja dia beli beberapa saat sebelumnya.
‘Apakah dia sangat menyukainya?’ pikir Xia Yun keheranan.
“Baiklah, kembali fokus! lebih baik mencobanya saja dari pada tidak tahu sama sekali,” gumam Xia Yun menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Xia Yun pun mulai mengeluarkan Inti Elemen Kegelapan di tangan kirinya, dan Inti Elemen Cahaya di tangan kanannya.
Inti dari kedua elemen tersebut berbentuk bola kecil seukuran kepala tangan orang dewasa, tetapi walau sekecil itu, tetapi dua bola mini itu mengeluarkan perasaan yang menekan dan menenangkan di saat yang bersamaan.
‘Sial! jika seperti ini maka kediaman ini akan hancur!’ batin Xia Yun panik saat munculnya kedua Inti tersebut mulai memengaruhi keadaan sekitarnya.
Dengan cepat Xia Yun menggunakan Elemen Ruang Dan Waktu miliknya kemudian menutupi ruang di sekitar kamarnya agar terpisah dari lingkungan luar agar kerusakan ini hanya terjadi di dalam kamarnya dan tidak akan keluar.
Ingin Xia Yun menarik kembali Inti Elemen tersebut ke dalam tubuhnya, tetapi tidak bisa, seolah kedua elemen tersebut memiliki kesadarannya sendiri.
‘Hanya bisa bertaruh!’ batin Xia Yun serius.
Roar! (Raungan)
Hu Wang dengan tenang berlari dan diam di pojokan ruangan kamar sambil menyelimuti dirinya sendiri menggunakan kekuatannya sebagai pelindung karena Harimau Putih itu tau bahwa akan ada sesuatu yang terjadi.
...****************...
Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.
__ADS_1