
“Apa yang terjadi?” tanya Ming Bao pada pria paruh baya yang menjadi wasit.
Menghilangnya para peserta membuat banyak orang termasuk para Ketua Sekte besar dan juga Shao Sheng penasaran.
“Hei Orang Tua! apakah kau menyadari hal barusan?” tanya Yong Tao dengan ekspresi yang terlihat serius.
Alis Zhuge Liang terangkat ketika di tanya seperti itu oleh Yong Tao, Yong Tao yang paham bahwa Zhuge Liang tidak mengerti apa yang dia maksud hanya menggelengkan kepalanya dan segera mengedarkan pandangan ke arah para penonton.
!!
Pandangan Yong Tao dan Duan Feng saling bertemu saat dirinya sedang mengamati tempat duduk penonton.
Yong Tao langsung memainkan alisnya seolah bertanya pada Duan Feng dan di balas anggukkan olehnya yang berarti pemuda itu melihat apa yang dirinya lihat.
Saat keadaan menjadi ricuh, tiba-tiba muncul kabut yang sama seperti sebelumnya yang menyelimuti seluruh bagian stadion dari luar.
Semua orang sontak terkejut melihat hal ini dan bagi orang-orang yang instingnya kuat, segera bergerak dengan cara menyerang kabut itu.
Tetapi hasilnya nihil, serangan orang-orang kabut itu tidak mempan karena kabut itu terlihat seperti menelan setiap serangan yang mengenainya.
“Berhentilah melakukan hal yang percuma seperti itu....”
Ketika keadaan sudah menjadi suram seperti ini, tiba-tiba terdengar sebuah suara yang memenuhi seluruh stadion diiringi dengan munculnya sebuah kubus berukuran besar di tengah-tengah arena yang menampilkan 20 orang peserta menghilang tadi.
“Inilah para peserta yang kalian cari-cari...,” suara misterius itu menggema.
Karena mendengar suara misterius itu, sontak semua orang langsung berdiam dan langsung melihat kearah kubus yang di maksud.
“Di Alam Dewa, ada sebuah ramalan yang mengatakan bahwa di Alam Fana, ada 9 orang anak yang mampu menjadi seorang Dewa.”
“Menurutku, Di Alam Dewa sudah tidak perlu ada Dewa tambahan lagi....”
“Seharusnya kalian mengerti apa maksudku, bukan?” Suara misterius itu menjelaskan.
“Sialan!” teriak Ye Zhong marah sembari berniat melancarkan sebuah serangan kearah kubus itu.
Baru saja dirinya ingin menyentuh kubus itu, tiba-tiba seluruh tubuh Ye Zhong di selimuti oleh kabut hitam yang membuat pergerakannya terhenti, bahkan terlempar mundur.
Yong Tao yang melihat aksi Ye Zhong percuma, langsung menahan dirinya agar tidak asal bertindak karena kekuatan lawannya masih belum di ketahui.
“Kalian para Mahluk Fana tidak berhak melakukan apapun di hadapan ku yang seorang Dewa ini!!” bentak suara misterius itu sembari mengeluarkan aura seseorang yang berada di ranah Early God untuk sesaat.
Wajah Ye Zhong, Zhang Xue dan Zhou Yu langsung menjadi sangat putus asa saat merasakan aura dari suara misterius ini jutaan kali lebih kuat dari mereka, bahkan lebih kuat dari Guru Xia Yun yang mereka pikir paling kuat.
Buruknya wajah para Ketua Sekte Besar juga tidak jauh berbeda dengan para penonton, semua orang sadar bahwa aura ini melebihi aura para Ketua Sekte Besar dan menjadi semakin ketakutan.
“A-aura ini! tidak salah lagi, ini sama persis seperti orang berbaju hitam yang kami lawan malam itu!” Seru Yong Tao tidak percaya.
!!
Zhuge Liang yang paham akan maksud Yong Tao langsung terkejut dan khawatir pada keadaan Xia Yun.
Duan Feng juga tidak berbeda jauh, dirinya bersama Lou Yui dan Huan Ran juga ikut terkejut akan kekuatan dari suara misterius ini.
“Jika kalian bertiga saja kesulitan melawan sosok itu, bagaimana dengan Xia Yun dan peserta lainnya!?” Miyuki juga ikut panik melihat ekspresi Zhuge Liang dan Yong Tao yang tidak biasa.
.
.
.
“Kakek! bagaimana dengan keadaan Xia Yun! auranya saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan sosok aslinya!” Mei Yue berkata dengan nada yang panik dan khawatir akan keadaan Xia Yun mengingat kekuatan dari suara misterius jauh melebihi ketiga Ketua Sekte Besar.
....
Kakek Mei Yue hanya bisa terdiam sembari menggelengkan kepalanya pelan akan pertanyaan dari Mei Yue.
Mei Yue yang paham akan perilaku kakeknya langsung terduduk lemas dengan air mata yang berjatuhan.
__ADS_1
[POV Xia Yun]
“Di mana ini?” tanya Si Pria Setengah Wanita kebingungan sembari memegang kepalanya dan di balas oleh Hai Mo dengan nada yang ramah seperti biasa.
“Aku juga tidak mengetahuinya....”
Saat ini 20 peserta sedang berdekatan satu sama lain, tidak terpisah satu orang pun, jadi ketika seseorang berbicara, semuanya bisa mendengar dengan jelas.
Tidak seperti yang lain, Xia Yun saat ini sedang sibuk mengamati keadaan sekitarnya menggunakan Mata Mengekyou Sharingan.
Keadaan lingkungan di sekitar Xia Yun saat ini mirip seperti berada di padang pasir, tidak terlihat sedikit pun pohon, hanya lautan pasir di mana-mana.
Di tambah lagi keadaan pencahayaannya yang gelap, di sana, terlihat jelas bahwa bukan matahari yang melakukan tugasnya, melainkan bulan.
Memikirkan hal itu, hanya satu hal yang terpikir olehnya.
“Dimensi lain...,” gumam Xia Yun menemukan jawabannya kenapa mereka semua bisa berakhir disini.
(Apa yang kelompok Xia Yun katakan bisa di dengar oleh orang-orang yang berada di Stadion ya, kayak ada semacam pengeras suara gitu, jadi omongannya jelas terdengar)
Semua orang yang mendengar gumaman Xia Yun langsung merasa tidak percaya, terkejut dan panik.
“Hei, Xia Yun....”
Merasa namanya di panggil, Xia Yun pun menoleh kearahnya dan dirinya terkejut begitu melihat sosok yang memanggilnya adalah orang yang dia kenali.
“Feng Niu!?” Jika dirinya bisa, Xia Yun ingin berseru seperti itu, tapi Xia Yun menahannya dengan berbicara pelan.
“Ken-”
“Tepat!!”
Baru saja Xia Yun ingin mengatakan sesuatu pada Feng Niu, tiba-tiba suara misterius itu kembali terdengar dan memotong kata-kata Xia Yun.
“Aku akan langsung saja... kalian semua akan mati, tapi sebelum itu, aku akan bermain dengan kalian terlebih dahulu, aku sangat ingin mengetahui bagaimana kemampuan dari orang-orang yang di ramalkan.” (Suara misterius).
“Hei Tua Bangka! cepatlah keluar, jika tidak maka akan ku temukan kemudian ku bunuh kau!!” Ye Lu menghina bahkan mengancam suara misterius itu dengan sombongnya.
Kesal karena ucapan Ye Lu, suara misterius itu kembali mengeluarkan auranya dan memfokuskan auranya pada para peserta termasuk Xia Yun.
Para peserta yang merasakan aura dari suara misterius itu langsung tumbang dengan satu kaki di tanah akibat tidak mampu menahan kuatnya aura suara misterius itu.
Berbeda dengan mereka, Xia Yun melawan aura itu menggunakan Aura Raja Naga, tetapi hasilnya nihil, Xia Yun pun tidak mampu bahkan dirinya terluka dan mengeluarkan darah dari mulutnya seperti yang lain.
Setelah mereka semua merasakan aura dari suara misterius itu, pandangan matanya langsung kosong, putus asa, dan tidak berdaya, hal itu juga berlaku bagi Ye Lu.
Ye Lu yang sudah berkata seperti itu mengutuk sekeras-kerasnya atas perbuatan dirinya yang sudah keterlaluan.
Bukan hanya dirinya sendiri, bahkan semua orang yang ada di Stadion pun mengutuk perbuatannya yang sudah membuat suara misterius itu menjadi marah.
Sekarang semua peserta sudah tidak memiliki semangat lagi karena mereka sudah merasakan kekuatan dari suara misterius itu, jika kekuatannya sekuat itu, maka bisa di pastikan perkataannya bukan bohongan dan mereka akan benar-benar di bunuh.
.
.
.
[Stadion]
Baru saja Yong Tao beserta Zhuge Liang, Duan Feng dan Shao Sheng diikuti oleh banyak orang-orang kuat di Stadion itu ingin bergerak, tiba-tiba pergerakan mereka di hentikan oleh kabut hitam sama yang menghentikan pergerakan Ye Zhong.
“Jadilah penonton yang baik!” seru suara misterius itu.
Karena pergerakan semua orang terhalang, sekarang mereka hanya bisa menonton dalam diam apa yang akan terjadi pada para peserta yang berada di dimensi lain dengan perasaan yang geram ingin menyelamatkan mereka.
[Di Dimensi Lain]
Saat semua peserta termasuk Ye Lu sedang terduduk lemas memikirkan takdir mereka yang akan di bunuh oleh suara misterius itu.
__ADS_1
Tiba-tiba ada sebuah api bewarna hijau berbentuk naga yang mengarah tepat ke arah para peserta, orang-orang di Stadion yang melihat datangnya naga tersebut dan melihat para peserta tidak bergerak hanya menggerakkan giginya keras dan semakin berusaha untuk menolong.
Semua orang yang ada di Stadion paham bahwa serangan tersebut walau di tahan bersama-sama oleh para peserta, mereka tetap tidak akan selamat dengan aman dan akan terluka.
Para peserta juga begitu, mereka juga sadar bahwa menahan pun tidak ada gunanya, jadi mereka hanya pasrah dan ingin ini semua cepat berakhir.
Melihat naga itu hampir mengenai para peserta, orang-orang di Stadion, ada yang menutup matanya tidak kuat, ada yang berteriak panik, ada yang berusaha menolong walaupun percuma.
Para peserta yang melihat serangan itu hampir mengenai mereka, langsung menutup matanya pasrah dan menunggu serangan itu mengenai dan membunuh mereka.
Boom!!!
Boom!!!
!!!
Terdengar suara ledakan yang sangat keras bahkan menggema di seluruh Stadion, menandakan serangan itu berhasil mengenai sesuatu.
Di saat harapan semua orang padam, hal berikutnya yang mereka lihat membuat semua orang terkejut dan membuka mulutnya tidak percaya.
“Bukalah mata kalian!!!!” teriak Xia Yun yang membuat para peserta membuka matanya.
!!
Ketika mereka membuka mata, pemandangan yang mereka lihat sangat mengerikan, terlihat sosok Xia Yun yang sebagian pakaiannya terbakar dengan kulitnya yang gosong akibat terbakar api hijau tersebut, bahkan tercium jelas aroma daging yang gosong darinya.
Tanpa perlu di jelaskan lagi, semua orang di Stadion atau para peserta sudah mengetahui alasan mengapa keadaan Xia Yun saat ini terlihat mengerikan.
Itu karena dirinyalah yang menahan serangan tersebut agar tidak mengenai mereka semua, menyadari hal tersebut, para peserta membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata yang keluar.
Begitu juga dengan orang-orang yang ada di Stadion, mereka semua tidak bisa berkata apa-apa pada luka bakar yang sangat parah yang Xia Yun rasakan.
“Apakah kalian akan menyerah semudah ini!!??”
“Untuk apa perjuangan kalian selama ini!!”
“Untuk apa rasa sakit ketika latihan kalian selama ini!!??”
“Demi apa latihan kalian selama ini!!!”
“Apakah kalian akan menyianyiakan harapan orang terdekat kalian!!!”
“Jawab aku!!!”
“Jangan diam saja!!!”
“Berhentilah menundukkan kepala! lihatlah aku!!”
“Apakah kalian tidak memikirkan perasaan mereka ketika kalian semua dengan pasrah menyerahkan kehidupan kalian seperti ini!!!!”
“Jika kalian tidak ingin menyianyiakan harapan semua orang, maka bangkitlah!! lawan dia!!”
“Walaupun kita tidak bisa menang, setidaknya kita dapat mati dengan bangga karena sudah berjuang sekuat tenaga!!”
Para peserta yang mendengar perkataan Xia Yun, perlahan tatapan, perasaan keputusasaannya mulai menghilang, di ganti dengan semangat juang yang tiada tara memenuhi jiwanya masing-masing.
Melihat Xia Yun yang masih belum menyerah untuk bertarung dengan keadaannya saat ini, membuat mereka merasa terharu, bukan hanya peserta, tetapi semua orang di Stadion juga begitu, ada yang mengeluarkan air mata terharu akan tekad Xia Yun, ada juga yang kembali bersemangat.
Mei Yue dan juga Miyuki turut mengeluarkan air mata sedih begitu mendengar perkataan Xia Yun, begitu juga dengan Zhou Fei, Jia Li, Feng Niu dan peserta lainnya ketika mereka memikirkan perkataan Xia Yun.
Karena itu, mereka menghapus air matanya dan perlahan bangkit sembari memegang senjanya masing-masing dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad.
“Aku akan bertarung bersamamu, Xia Yun!!” (Ming He).
“Walaupun seperti ini, aku juga akan ikut bertarung!” (Jia Li).
“Jangan lupakan aku!”
“Ijinkan aku ikut bergabung!”
__ADS_1
Kini semua orang sudah bangkit dan siap bertarung dengan ketetapan hati akibat kata-kata Xia Yun, Xia Yun yang melihat kata-katanya berhasil, hanya tersenyum sebagai balasan dan menganggukkan kepalanya senang.
...****************...