
Arg! (Erangan)
Di dalam suatu goa yang hanya memiliki penerangan berupa lilin, suara erangan terus menerus menggema di dalamnya.
Tidak lupa juga penuh dengan suara langkah kaki orang-orang yang tengah berlarian di sertakan suara besi yang tengah di seret membentur lantai goa oleh sebuah siluet pemuda berpedang dua.
“Karena sebentar lagi aku akan pergi, jadi ada baiknya membersihkan beberapa hama terlebih dahulu.” (Yong Tao)
“Terlebih lagi, ini adalah perbuatan yang baik.” (Yong Tao)
Perlahan, siluet sebelumnya mulai menampilkan sosok Yong Tao ketika dirinya sudah sampai di depan sebuah pintu kayu yang besar.
Doom! (Dentuman)
Tanpa ada apa-apa sedikit pun, Yong Tao menghancurkan pintu raksasa yang terbuat dari kayu di depannya dengan mudah dan hanya menggunakan sebuah tendangan saja.
“Aku ingin bersiap-siap, jadi mari selesaikan ini dengan cepat!” gumam Yong Tao sembari melesat masuk ke dalam sebuah ruangan yang mirip seperti Aula Singgasana.
Saat Yong Tao masuk, di sana dia melihat sosok Laki-laki berambut putih sebahu dengan dua buah dua buah tanduk di kepalanya tengah duduk di sebuah singgasana.
Kulitnya bewarna keunguan, mengenakan armor dada dan jubah di tubuhnya, di perkirakan umurnya
berusia 20 tahunan.
__ADS_1
Bola matanya bewarna merah darah, terlihat seperti menyala ketika dia menatap Yong Tao di tengah kegelapan yang minim penerangan seperti ini.
Jika orang lain yang berhadapan dengan situasi seperti ini, maka bisa di pastikan bulu kuduknya berdiri karena merasa takut.
Tetapi jika itu orang lain, tapi ingat. Yang berada di situasi saat ini adalah Yong Tao, pemuda yang tidak kenal takut dan mati.
“Berani sekali kau menggangu ku, manusia rendahan!” (Laki-laki Ras Iblis)
“Oh? lalu kenapa kau berani menggangu Turnamen Pemuda?” balas Yong Tao sambil memberikan tatapan mematikan.
Ketika suara Yong Tao jatuh, nafas Laki-laki Ras Iblis di depannya langsung terhenti untuk sesaat dan jantungnya berdebar hebat.
“A-” (Laki-laki Ras Iblis)
Tidak membiarkan dia banyak bicara lagi, Yong Tao langsung saja melemparkan pedang yang ada di tangan kirinya kearah Laki-laki Ras Iblis itu.
Trang! (Benturan)
“Elemen Api : Tebasan Api Peledak!” (Yong Tao)
Seketika setelah Yong Tao mengatakan itu, pedang yang dia lemparkan dan berhasil di tahan oleh Laki-laki Ras Iblis, langsung meledak begitu menyentuh pedang milik Laki-laki Ras Iblis.
Tidak berhenti sampai di sana, saat Yong Tao melihat Laki-laki Ras Iblis itu terlempar mundur sejauh beberapa langkah, dia tidak melepaskan kesempatan ini.
__ADS_1
!!
Tanpa Laki-laki Ras Iblis sangka, Yong Tao secara tiba-tiba muncul di belakangnya dan sudah melayangkan tebasan pedang kearahnya, “Elemen Ruang Dan Waktu : Tebasan Ruang!”
Slash!! (Tebasan)
Bruk!!
Dalam sekejap mata, kepala dan tubuh Laki-laki Ras Iblis sudah terpisah akibat serangan Yong Tao.
“Ranah Setengah Dewa/To God saja belum sampai, tapi sudah banyak tingkah...,” ucap Yong Tao sembari mengambil pedangnya dan menyimpan keduanya ke dalam sarung.
Tap! (Langkah kaki)
Ketika Yong Tao ingin pergi meninggalkan ruangan ini, entah mengapa hatinya seolah mengatakan untuk memeriksa ruangan ini terlebih dahulu sebelum dirinya pergi.
Karena tidak ingin mengecewakan hati kecilnya, Yong Tao pun memutuskan untuk mengecek ruangan ini walaupun dia sudah dengan jelas melihat ini hanyalah Aula Singgasana.
!!
Boom!! (Ledakan)
Saat Yong Tao ingin berjalan menuju bagian belakang Singgasana, entah bagaimana caranya, dia mendengar suara ledakan yang nyaring dan keras berasal dari suatu tempat dalam goa ini.
__ADS_1
...****************...
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.