System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 135 - Menjual Naga Tanah


__ADS_3

“Jadi? kenapa kau mencariku?” (Kepala Asosiasi)


Tanya sosok laki-laki berambut hijau yang menyebutkan bahwa dirinya adalah Kepala Asosiasi Prajurit Bayaran ini pada Xia Yun.


‘Ras Elf! wow! sungguh Ras yang enak di pandang!’ batin Xia Yun tidak menduga bahwa di dunia ini, dirinya akan memiliki kesempatan tuk melihat Ras Elf yang seharusnya tidak bisa dia lihat.


‘Tenanglah! fokus!’ (Xia Yun)


Berusaha mengontrol kesenangannya, akhirnya setelah menarik beberapa nafas, Xia Yun kembali tenang dan mengatakan tujuannya.


“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku, bisakah?” (Xia Yun)


Xia Yun tanpa basa basi mengatakan tujuannya secara langsung dengan ekspresi datar saat Kepala Asosiasi sudah berdiri tepat di depannya, melindungi Resepsionis yang Xia Yun ancam sebelumnya.


!!


Semua orang seketika membatu saat Xia Yun secara langsung berbicara dengan tidak sopan pada Kepala Asosiasi yang mereka takuti.


Xia Yun sebenarnya tidak mengetahui kenapa ekspresi semua orang menjadi ketakutan saat munculnya Kepala Asosiasi dan Kakek Tua di depannya ini.


Tetapi satu hal yang dia mengerti, satu atau dua orang didepannya ini, pasti memiliki semacam cerita ataupun kekuatan yang kuat sehingga bisa membuat seluruh Prajurit Bayaran yang berada di sini ketakutan.


“Ho... haruskah aku menurutinya?” (Kepala Asosiasi)


Kepala Asosiasi membalas Xia Yun dengan nada yang terkesan dingin sambil menyipitkan matanya tidak suka.


“Hem... sebenarnya tidak harus, tetapi jika kau tidak mau maka ya sudah.” (Xia Yun)


Ucap Xia Yun sambil mengangkat tangannya keatas dan menggelengkan kepalanya pelan.


“Hei, bagaimana caranya aku berhenti menjadi Prajurit Bayaran?” Xia Yun bertanya pada Resepsionis laki-laki sebelumnya.


“Um... ini...” Resepsionis itu tampak ragu tuk menjawab ketika di tanya seperti itu oleh Xia Yun.


Tetapi tiba-tiba ada tangan Kepala Asosiasi yang menghalangi Resepsionis itu sembari mengatakan, “Tidak perlu mengikuti peraturan, langsung saja keluarkan dia dari bagian Prajurit Bayaran.”


Awalnya Xia Yun berpikir bahwa perkataannya sudah habis, tetapi kata-kata berikutnya sedikit membuat alis Xia Yun terangkat dan bibirnya berkedut.


“Dan aku tidak membutuhkan orang (buta) sepertimu di sini!” (Kepala Asosiasi)


Hina Kepala Asosiasi sembari menatap Xia Yun dengan tatapan merendahkannya.


Xia Yun yang mendengar perkataan Kepala Asosiasi, hanya membalasnya dengan senyuman sambil berkata, “Ingatlah, pada saat sore hari. Di Toko Tanaman Obat Langit akan ada berita besar yang mampu membuat seisi Ibu Kota ramai.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Xia Yun membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar dengan santai.


Tap! (Langkah kaki)


Saat berada di depan pintu masuk, Xia Yun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang sambil mengatakan, “Tokenku ada pada Resepsionis itu.”


Ting! (Suara lonceng)


Pintu pun tertutup sesaat setelah Xia Yun mengatakan hal tersebut dan meninggalkan semuanya.


“Padahal dia buta, tetapi gerakannya seperti seseorang yang bisa melihat,” gumam Kepala Asosiasi sambil menatap kepergian Xia Yun.


.


.


.


“Tuan Xia Yun, apa yang ingin Anda jual?” (Manager Toko Tanaman Obat Langit)


Di sebuah ruangan yang mirip seperti tempat kerja, terdapat Xia Yun dan seorang pemuda berambut coklat pendek dengan tubuh yang lumayan berisi, sedang duduk saling berhadapan satu sama lain.


“Baiklah Tuan...?” ucapan Xia Yun terhenti karena tidak tahu bagaimana memanggil pemuda di depannya ini.


“Fang Wuyan.” (Fang Wuyan)


“Tuan Muda Fang, aku memilki sebuah barang yang ingin kujual pada Toko Tanaman Obat Langit,” jelas Xia Yun pada Fang Wuyan.


“Bisakah kau perlihatkan?” tanya Fang Wuyan saat mendengar perkataan Xia Yun.


“Karena ukurannya yang besar... bisakah kita pergi ke luar Ibu Kota terlebih dahulu?” jelas Xia Yun yang membuat alis Fang Wuyan terangkat.


“Ini....” (Fang Wuyan)


Bruk! (Pintu terbuka)


“Nona Mei!” Seru Fang Wuyan sambil bangkit dan memberikan hormat pada sosok yang baru saja masuk melewati pintu.


“Mei Yue?” (Xia Yun)


Xia Yun terkejut saat mengetahui bahwa sosok yang baru saja datang adalah Mei Yue bersama dengan Kakeknya.


“Kenapa kau bisa ada disini?” Xia Yun bertanya pada Mei Yue sambil menatap kearah pintu masuk di mana Mei Yue berada.

__ADS_1


“Apakah itu pertanyaan yang pantas untuk orang yang baru saja meninggalkan aku?” balas Mei Yue menyipitkan matanya sambil berjalan kearah Xia Yun.


Tump! (Pukulan)


Au! (Erangan)


Mei Yue memukul kepala pemuda di depannya ini kemudian melingkarkan kedua tangannya pada leher Xia Yun dan menyenderkan dagunya ke kepala Xia Yun lalu mengatakan, “Apakah tidak bisa menunjukkannya disini saja?”


!?


Melihat aksi Mei Yue yang tampak sangat dekat dengan Xia Yun, berhasil membuat jantung Fang Wuyan terhenti untuk beberapa saat, untuk Kakek Mei Yue, dirinya hanya bisa memijat pelipis matanya pelan melihat kelakuan Cucunya ini.


“Tentu, apakah kau ingin ikut melihatnya juga?” (Xia Yun)


Mei Yue yang medapat ajakan dari Xia Yun, langsung saja menganggukkan kepalanya mengiyakannya.


“Bagaimana dengan kalian?” tanya Xia Yun pada Fang Wuyan dan Kakek Mei Yue sambil menatap Fang Wuyan yang ada di depannya.


“Jika Nona Mei mengikutimu, maka aku akan ikut juga.” (Fang Wuyan)


Dump! (Menganggukkan kepala)


Mengetahui bahwa keduanya setuju, Xia Yun mengarahkan tangan kanan dan ke depan, kemudian mengatakan, “Teleportasi!”


Wish!


Tap! (Langkah kaki)


Dalam sekejap mata, Xia Yun dan yang lain langsung menghilang dari tempat awal mereka berada kemudian muncul di sekitar hutan, lumayan dekat dari Ibu Kota.


Setelah sampai di sini, Xia Yun berjalan maju kearah depan, kemudian mengeluarkan mayat Naga Tanah di depan semua orang.


!!


Doom!


Karena besarnya tubuh Naga Tanah itu, bahkan hanya untuk meletakkan saja, sudah membuat sedikit getaran + hewan-hewan di sekitar auto ngibrit.


“Beast Tingkat 12! Naga Tanah!!” seru Fang Wuyan terkejut saat mengetahui identitas mahluk mati di depannya.


“Xia Yun... apakah ini yang akan kau jual??” tanya Mei Yue dengan ragu sambil menatap Xia Yun dan Naga Tanah di depannya.


“Ya... inilah yang akan ku jual.” (Xia Yun)

__ADS_1


...****************...


Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.


__ADS_2