System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 154 - Dua Mata Ilahi


__ADS_3

“A-apa yang baru saja terjadi....” (Ming Chan)


Ming Chan mengatakan hal itu dengan nada yang kebingungan ketika menyaksikan aksi tiba-tiba dari Sasuke tadi.


“Tidak salah lagi, itu pasti dia!” seru Ming Hu sambil menunjuk kearah hilangnya Xia Yun dan Sasuke.


“Gurunya Xia Yun?” Qiao Jing menyebutkan dan di balas anggukkan oleh Shao Sheng, Ming He dan Ming Hu.


Mei Yue hanya bisa tersenyum pahit saat mendengar percakapan orang-orang yang berada di sini karena mereka tidak tahu bahwa Sasuke itu adalah Xia Yun.


Tabib Tua yang tidak mengerti apapun hanya bisa bertanya tentang apa yang mereka maksudkan.


Waktu Tabib Tua mendengar penjelasan dari Shao Sheng tentang Sasuke dan Xia Yun, dia sampai mengatakan bahwa hal itu sedikit sulit di percaya jika dia tidak melihatnya secara langsung.


Mulai dari Xia Yun yang bisa membuat Pill Tingkat 3 yang lebih baik dari milik Shao Sheng, mampu memiliki anak buah (Zhuge Liang) yang lebih kuat dari Ketiga Ketua Sekte Besar, sampai memiliki Skill-Skill yang kuat.


Kemudian Sasuke, yang secara misterius muncul di tengah-tengah Turnamen Pemuda diadakan dan mampu menekan semua orang yang ada di Stadion bahkan Ketiga Ketua Sekte Besar.


Lalu menghancurkan sebuah gunung besar dalam satu serangan yang singkat, terlebih lagi, kekuatan aslinya tidak bisa di periksa oleh semua orang walaupun sudah berusaha mencoba.


Tetapi ada satu hal yang pasti, dia memiliki kekuatan yang berkali-kali lipat dari Ketiga Ketua Sekte dan juga tidak kalah baik dalam hal Skill-Skill bertarung.


Shao Sheng juga menambahkan, bahwa ketika terjadi Tragedi Penyerangan pada Turnamen Pemuda sebelumnya, pasangan Guru dan Murid itulah yang berhasil menyelamatkan Para Peserta yang diincar oleh Si Penyerang.


Lalu satu hal yang aneh, Ming Hu menambah. Dengan jelas mereka semua melihat bahwa leher Sasuke sudah di patahkan dan di bunuh oleh Si Penyerang, tetapi sekarang? dia berdiri di depan mereka semua dan kekuatannya bahkan terasa lebih kuat di banding sebelumnya.


Tabib Tua kembali menanyakan apakah mereka harus ikut andil dalam menyembuhkan mata Xia Yun atau tidak pada mereka semua. Tetapi Ming Hu dengan entengnya menjawab, “Tidak perlu, jika dia sudah mengatakan itu, maka biarlah, kita tidak bisa apa-apa.”


“Khi khi khi....” (Mei Yue)


Di saat semua orang sedang sibuk berdiskusi, di sisi lain, Mei Yue berusaha menahan tawanya karena dua orang yang semua orang sedang bahas adalah satu orang yang sama.


......................


“Hei... kenapa Xia Yun tidak keluar-keluar?” (Yong Tao)


Saat ini, Yong Tao, Zhuge Liang, Yang Kai, Miyuki dan Xin Mei bersama dengan Grup Duan Feng sedang menunggu di depan pintu keluar untuk peserta karena sedang menunggu Xia Yun.

__ADS_1


Sudah 20 menit lebih setelah di bubarkan nya acara Turnamen Pemuda dan Xia Yun tidak kunjung muncul.


Mereka sudah bertemu dengan Pria Setengah Wanita dan Hai Mo, tetapi saat di tanya, mereka menjawab bahwa Xia Yun ada di belakang mereka sebelumnya.


Karena Yong Tao sudah merasa jengkel dan Yang Kai yang merasa khawatir pada Xia Yun, jadi mereka pun memutuskan untuk masuk dan mencarinya saja.


Tapi baru saja mereka ingin bergegas masuk, terlihat sosok Xia Yun sendirian yang berjalan keluar dengan santai.


Tiada hari tanpa kehebohan, ya. Seperti biasa, Yong Tao berteriak memanggil nama Xia Yun sembari berjalan mendekatinya.


Xia Yun yang merasakan sedikit kesal dengan sikap Yong Tao karena semua orang langsung menoleh kearah mereka akibat suaranya yang nyaring.


Sebab terlalu kesal, Xia Yun refleks melayangkan sebuah pukulan telak ke ulu hati Yong Tao dan membuatnya langsung terkapar dalam satu pukulan.


Mengabaikan Yong Tao yang terkapar, Xia Yun pun mengajak semua untuk kembali pulang ke Kediaman.


Awalnya begitu niat Xia Yun, tetapi itu semua terhenti saat Duan Feng bertanya pada Xia Yun apakah bisa atau tidaknya mereka berbicara sebentar.


‘Ini dia yang aku tunggu-tunggu!’ batin Xia Yun.


Karena mendengar ajakan dari Duan Feng yang telah dia tunggu-tunggu, Xia Yun tentu saja menerimanya dengan tenang ajakan tersebut.


“Pertama, mari kita pergi ke suatu tempat terlebih dahulu.” (Lou Yui)


......................


“Huft... sungguh aku tidak mengerti lagi apa yang terjadi hari ini,” gumam Xia Yun sambil mengusap wajahnya pelan di atas tempat tidur.


Setelah berbicara dengan Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran, saat ini Xia Yun tengah berada di kamarnya dan sedang menunggu makan malam di siapkan, untuk Hu Wang, kini Harimau Putih Kecil itu ada bersama Miyuki di dapur.


Xia Yun kira tadi akan memakan waktu yang singkat, tetapi tidak Xia Yun sangkan bahwa dia akan pulang ketika matahari sudah terbenam.


“Oh iya, Lily, apakah aku bisa membeli jenis Mata Ilahi lainnya kemudian di pasang ke mata kananku?” tanya Xia Yun karena dia terpikirkan ide seperti ini tadi siang.


[Bisa]


Saat mendengar jawaban Sistem, Xia Yun langsung menutup mulutnya tidak percaya dan berpikir bahwa akan gila jika dirinya memiliki dua Mata Ilahi yang memiliki kemampuan tidak kalah hebatnya.

__ADS_1


Baru saja Xia Yun ingin membuka Toko Sistem dan memilih Mata Ilahi yang dia inginkan, Yang Kai datang dan mengajaknya untuk makan malam karena makanannya sudah siap.


“Yong Tao, mau lomba siapa yang bisa makan dengan cepat?” tanya Xia Yun ketika semua orang sudah duduk dan ingin makan malam.


“Ha? siapa takut!” (Yong Tao)


“Yang kalah harus (....)”


★Ada games kecil nih... menurut kalian kalo yang kalah, bagusnya ngapain? hehehe.


Dengan cepat dan tanpa pikir panjang Yong Tao menerima tantangan Xia Yun karena dia pikir bahwa sudah pasti akan menang jika berlomba makan dengan Xia Yun.


Xia Yun tertawa licik begitu melihat Yong Tao dengan cepat menerima tantangannya.


Takut curang dalam mengambil makanan, Xia Yun meminta Miyuki dan Xin Mei yang bertugas untuk mengisi piring mereka agar adil supaya tidak ada yang banyak sebelah.


Plak! (Meletakkan piring)


Karena para perempuan terlalu banyak memasak, makanan yang mereka isi untuk Xia Yun dan Yong Tao juga menggunung.


“3... 2....” (Miyuki)


.


.


“1!!” (Miyuki)


Dengan aba-aba dari Miyuki, Xia Yun dan Yong Tao segera bergerak untuk mulai memakan makanannya.


Berbeda dengan Yong Tao yang sudah mulai memasukan makanannya ke mulut, Xia Yun malah berdiam mengarahkan telapak tangan kanannya kearah makanan dan mengatakan, “Gluttony!”


...****************...


★Ehem... begini, aku punya ide ngebuat Xia Yun punya dua Mata Ilahi. Nah untuk kemampuan spesialnya, kalian bisa ikut ngasi pendapat loh, gimana bagusnya kemampuan mata ini, aku bakal gunain saran kalian sebagai referensi.


★Ambil contoh, Mata Maharaja (Salah satu saran reader🤗). Intinya kalian bebas mau gimana kemampuannya, sesuai khayalan kalian lah.

__ADS_1


★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.


__ADS_2