
“Baiklah, turnamen akan di lanjutkan tetapi kan di lakukan besok lusa karena kalian perlu memulihkan diri terlebih dahulu. Oleh karena itu kalian bisa kembali sekarang, untuk peraturan turnamen. Kami akan mendiskusikannya, sekalian ingin mencari tahu alasan Ras menyerang seperti tadi,” ucap Pria Paruh Baya itu mengingatkan.
Mendengar ucapan Pria Paruh Baya itu, semua peserta langsung membubarkan diri untuk beristirahat atau mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya. Tak terkecuali untuk Xia Yun yang juga saat ini berjalan ke arah pintu keluar, saat Xia Yun berjalan, dirinya berpapasan dengan para peserta yang berasal dari Klan Xia.
Dengan sikap yang dingin, Xia Yun melewati para peserta Klan Xia yang berjumlah tiga orang seolah-olah ketiga orang itu tidak ada. Kenapa jumlahnya tiga orang bukannya empat orang, padahal dua dari tiga sekte besar bahkan sekte-sekte menengah hingga kecil mengirimkan empat orang peserta seperti Sekte Es abadi dan Sekte Selendang Dewi.
Mereka mengirim empat orang peserta karena mereka tahu kalau tahap pertama dari turnamen adalah mengumpulkan poin dari membunuh beast sehingga para sekte besar sampai kecil mengirim empat peserta agar para peserta bisa bekerja sama agar tingkat keberhasilan untuk lolos di tahap pertama meningkat.
Tapi sekarang, kenapa Klan Xia hanya mengirim tiga peserta. Jawabannya karena mereka sudah tidak memiliki orang lagi untuk di ikut sertakan, jika Xia Yun dulunya tidak menghancurkan kultivasi Xia Wei maka bisa di pastikan kalau Klan Xia akan mengirim empat orang.
Dan juga bukan hanya orang-orang Klan Xia yang hanya mengirim tiga orang peserta, tetapi ada satu rombongan lagi yaitu Sekte Lahar Surgawi. Alasannya mudah, itu karena mereka berpikir kalau sudah cukup mengirim tiga orang untuk mengikuti turnamen ini sehingga mereka memutuskan untuk mengirim tiga peserta saja.
Tetapi bukan cuma sekte besar hingga kecil saja yang mengirim empat orang peserta, tetapi para peserta yang berasal dari kalangan bawah seperti pedagang dan rakyat biasa juga saling membentuk tim di tahap pertama.
Saat Xia Yun melewati tiga peserta Klan Xia, terlihat kalau ketiganya terlihat ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak jadi saat mereka sadar kalau saat ini mereka sedang di perhatikan oleh rombongan Klan Xia.
Jika kalian bertanya di mana Si Pria Setengah Wanita, maka jawabannya Xia Yun meninggalkan dia karena Xia Yun lumayan risih dengan kelakuannya yang seperti Yong Tao tetapi lebih parah dan Xia Yun juga sudah mengatakan pada Ming He kalau dirinya akan kembali duluan lalu segera meninggalkan Ming Hu.
Rombongan Yong Tao yang melihat Xia Yun berjalan menuju pintu keluar pun segera berdiri lalu keluar menyusul Xia Yun. Mei Yue yang melihat Xia Yun pergi terlihat ingin mengikutinya tetapi tidak bisa karena saat ini dirinya harus mengikuti jamuan dari Kaisar terlebih dahulu sehingga dia harus menahan keinginannya.
“Xia Yun! di sini,” ucap Yong Tao dengan keras sehingga banyak orang yang menatapnya.
Xia Yun yang melihat kelakuan Yong Tao hanya menghela nafas kemudian berjalan mendekati Yong Tao yang saat ini bersama dengan yang lainnya.
“Apakah kita pulang?” tanya Xia Yun yang saat ini sudah bersama dengan yang lainnya.
“Aku ingin berjalan-jalan dulu sebentar!” ucap Yong Tao.
“Aku akan mengikuti mu saja...,” jawab Zhuge Liang.
“Kalau aku... apakah Xin Mei ingin melakukan sesuatu?” ucap Miyuki sambil menatap Xin Mei.
“Hm, mungkin pulang?” balas Xin Mei pelan.
“Kalau begitu temani lah aku berkeliling kota karena aku mendengar kalau ada tempat yang di sebut sebagai pasar malam,” ajak Miyuki pada Xin Mei.
“Em!” balas Xin Mei sambil menganggukkan kepala pelan.
“Sejak kapan mereka akrab?” Ya, itu adalah batin Xia Yun dan Yong Tao yang saat ini sedang mendengar percakapan antara Miyuki dan Xin Mei.
“Baiklah, kalau begitu aku akan kembali saja... dan kau, Yong Tao. Sebaiknya ikut berkeliling kota bersama Miyuki dan Xin Mei untuk menjaga mereka karena aku yakin ada banyak orang-orang bod*h yang akan menganggu Miyuki dan Xin Mei bila tidak kau temani,” ucap Xia Yun menyuruh Yong Tao menemani Miyuki dan Xin Mei.
__ADS_1
Yong Tao yang mendengar ucapan Xia Yun segera membalas ucapan Xia Yun dengan santai, “Siap bos....”
“Kakek Liang? bagaimana?” tanya Xia Yun memastikan keputusan Zhuge Liang.
“Aku akan menemani kau saja,” jawab Zhuge Liang.
Setelah itu, mereka berlima pun berpisah dengan Xia Yun dan Zhuge Liang kembali rumah dan Yong Tao bersama Miyuki juga Xin Mei berkeliling kota.
“Kakek Liang, bisakah kau pergi ke hutan tempat aku melakukan turnamen tadi,” ucap Xia Yun meminta Zhuge Liang pergi ke hutan.
“Baik.”
Saat Zhuge Liang ingin membalikkan badan, sontak Xia Yun mengatakan sesuatu pada Zhuge Liang, “Kakek Liang, carilah benda yang sekiranya mencurigakan, dan juga jangan sampai di ketahui oleh orang lain karena aku yakin kalau saat ini para panitia sedang mengirim orang ke sana untuk memeriksa keadaan.”
Zhuge Liang yang mendengar ucapan Xia Yun hanya menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan Xia Yun. Xia Yun yang melihat Zhuge Liang sudah jauh segera berjalan ke arah gang kecil kemudian menggunakan skill teleportasi menuju kamarnya.
Buk!
Xia Yun yang saat ini sudah selesai membersihkan dirinya segera merebahkan diri ke atas kasur tanpa mengetahui dimana Hu Wang saat ini dan berniat ingin beristirahat tetapi tidak jadi saat muncul pemberitahuan dari sistem.
[DING]
[Hentikan pergerakan Ras Iblis saat berjalannya Turnamen Pemuda]
[Hadiah : Mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Pulau Terapung Raja Kura-Kura
“Ha? misi rahasia,” gumam Xia Yun kebingungan.
“Rupanya kebanyakan misi-misi di sini bertujuan agar aku membantu orang lain... jadi ini sejalan dengan janji ku. Ini seperti aku membantu orang lain tetapi mendapatkan imbalan dan itu membuat aku terkesan tidak ihklas...,” gumam Xia Yun sembari menyentuh kepalanya pelan.
“Oh ya, seharusnya aku masih memiliki satu misi lagi yaitu menjadikan wyvern kemarin menjadi bawahan ku... tetapi aku tidak bisa mengeluarkannya di sini, sebaiknya nanti saja.”
[Apakah Tuan ingin pergi ke Pulau Terapung Raja Kura-Kura?]
Xia Yun yang mendengar saran dari sistem langsung menyetujuinya. “Hm? baiklah, aku akan mengeceknya terlebih dahulu.”
[Memasuki reruntuhan....]
[Harap Tuan jangan bergerak....]
Setelah Xia Yun mendengar ucapan sistem yang terakhir, segera pandangan Xia Yun berubah menjadi putih terang untuk sesaat sehingga Xia Yun menutup matanya terlebih dahulu. Lalu saat cahaya terang itu memudar, Xia Yun perlahan membuka matanya kemudian dia melihat pemandangan Pulau Berbentuk Kura-Kura yang
__ADS_1
terapung di atas lautan yang di sekelilingnya tidak ada tanda-tanda daratan sedikit pun.
Xia Yun yang perlahan turun dari langit tidak menolehkan pandangannya ke arah lain karena pandangannya tetap fokus menatap pulau kura-Kura itu, sampai dirinya mendarat ke atas pulau kura-Kura barulah dia mengedarkan pandangannya ke arah lain untuk mengamati keadaan sekitar.
“Hm? apakah tidak ad-” ucapan Xia Yun terpotong begitu dirinya melihat ada satu gunung yang sangat teramat besar bergerak, jika di hitung menjadi meteran maka akan setinggi 10.000 meter.
Bayangkan saja, selain gunung sebesar itu masih ada gunung lainnya, walau tidak sebesar gunung tadi tapi tetap saja itu sudah membuktikan kalau Pulau Terapung Raja Kura-Kura ini sebesar apa.
Xia Yun hanya terdiam menatap gunung itu terus bergerak naik ke atas tanpa tahu alasannya, setelah beberapa menit, Xia Yun terkejut karena gunung yang dia sebut gunung sebelumnya adalah kura-kura raksasa karena Xia Yun melihat ada kepala besar mirip kura-kura yang keluar dari bagian bawah gunung itu. Jika gunung yang Xia Yun sebut tadi adalah kura-kura dan gunung besar tadi cangkangnya maka ini sudah cukup menjadi alasan untuk Xia Yun menyebutnya sebagai raksasa. Ya anggaplah kayak kura-kura yang kepalanya keluar tetapi dalam kondisi tubuh yang besar, aku juga rada bingung ngejelasin nya.
Belum selesai Xia Yun terkejut akan hal itu, Xia Yun kembali lagi di kejutkan oleh kura-kura raksasa di depannya. “Manusia, apa tujuanmu datang ke pulau ini.”
“....”
Xia Yun tidak tahu ingin menjawab apa jadi segera memikirkan jawaban yang tepat tetapi dirinya tanpa sadar sudah membuat kura-kura raksasa itu menunggu selama 5 menit dan itu membuat kura-kura itu menjadi sangat marah.
“Katakanlah!” bentak kura-kura itu marah karena di abaikan oleh Xia Yun, padahal bukan di abaikan melainkan Xia Yun yang terlalu lama memikirkan jawaban dan itu membuat kura-kura tadi mengeluarkan auranya pada Xia Yun sehingga Xia Yun menjadi menelan air liur pelan tidak jadi berbohong.
“Lily, bantu aku menjawabnya!” pinta Xia Yun panik.
[Katakan kalau Tuan ingin menjalani ujian]
Xia Yun yang kebingungan pun tidak sempat bertanya pada sistem apa yang dimaksud dengan menjalani ujian sehingga langsung saja Xia Yun mengatakan apa yang sistem sebutkan. “Jika Tuan Kura-kura berkenan, maka saya ingin ikut menjalani ujian....”
“Rupanya sama saja... para mahluk tamak memang tidak akan berubah,” gumam kura-kura raksasa itu pelan tetapi bisa Xia Yun dengar.
“Ikuti aku!” ucap kura-kura raksasa itu kemudian seluruh tubuhnya yang sangat besar di selimuti oleh cahaya bewarna hijau muda dan perlahan cahaya hijau yang menyelimuti tubuh kura-kura raksasa itu mengecil hingga membentuk seperti sosok manusia.
Setelah beberapa saat cahaya itu mengecil dan redup, Xia Yun di suguhkan oleh pemandangan seorang anak laki-laki berumur 7 tahun berambut hijau pendek.
“Ikuti aku,” ajak anak laki-laki itu pelan lalu mulai berjalan ke arah depan diikuti oleh Xia Yun.
...----------------...
Maaf telat up ya... soalnya tadi malam HP aku udah drop baterainya jadi ga sempat nulis...
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1