
Petok!! (Suara ayam)
Petok!! (Suara ayam)
*Membuka mata....
Mendengar suara ayam berkokok, Xia Yun membuka matanya dan melihat sang cahaya mentari sudah masuk melalui celah jendela kamar.
Ketika Xia Yun mencoba untuk bangkit dari posisi duduk di kursi, terdengar suara merdu yang berasal dari punggungnya.
Crack!!
“Arg!” (Xia Yun)
“Adu duh... sepertinya aku harus rajin seperti ini agar terbiasa,” gumam Xia Yun dengan badan yang bungkuk ke depan.
Setelah Xia Yun mengecek mata barunya, pada awalnya dia berniat untuk mengetes kemampuan khusus Mata Kaisar, tetapi berhubung sedang malam, jadi Xia Yun ingin memanfaatkan waktunya untuk berlatih saja dan memutuskan hal itu.
Oleh sebab itu kini Xia Yun berakhir dengan sakit pinggang sekarang, karena tidak biasa dan semalaman dalam posisi duduk tanpa berpindah posisi.
.
.
...[Status]...
...[Nama : Xia Yun]...
...[Umur : 15 tahun]...
...[Kelamin : Laki-Laki]...
...[LV : Holy Dao Tingkat 1]...
...[Poin pengalaman : 165.162.000/431.000.000]...
...[Pekerjaan : Alchemist Tingkat 3, Penyihir Hitam]...
...[Julukan : Penguasa Cahaya Dan Kegelapan]...
...[Keterampilan/Skill »]...
...[Elemen : Air, Api(Api Pembekuan, Api Phoenix), Tanah, Angin, Yin dan Yang, Ruang Dan Waktu, Es, Racun dan Petir Merah]...
...[Senjata : Sabit Dewa Kematian dan Busur Dewa Babilonia]...
...[Shop poin : 158.410.000]...
...[Mata uang : 126.499.367 koin emas]...
...[Toko »]...
...[Undian »]...
...[Daur Ulang »]...
...[Penyimpanan »]...
.
.
__ADS_1
“Memang teknik yang mengagumkan, Poin Pengalaman yang ku dapatkan adalah sekitar 40 juta!” gumam Xia Yun kagum.
Karena ingin mengetahui buah hasil dari latihannya semalaman, Xia Yun mencoba tuk mengeceknya dan menemukan hasil yang memuaskan.
Jika tahu perolehan Poin Pengalaman akan sebanyak ini jika dirinya berlatih selama semalaman, maka mulai sekarang Xia Yun memutuskan untuk tidak tidur pada malam hari dan fokus untuk meningkatkan kekuatannya.
“Roar roar! (Aku mau menemui Si Wangi!)” erang Hu Wang sambil perlahan turun dari atas kasur Xia Yun.
Alis Xia Yun terangkat saat Hu Wang mengatakan Si Wangi, memangnya siapa yang dia maksudkan, itulah yang ada di benak Xia Yun, “Si Wangi?”
Mengabaikan Xia Yun, Hu Wang segera berlari keluar dari kamar dan berjalan menuju ke lantai bawah meninggalkan Xia Yun sendiri.
Fiuh.... (Hela Nafas)
Berhenti memikirkan Hu Wang, Xia Yun pun bangkit dan pergi mandi kemudian bersiap-siap mengenakan pakaian bewarna putih dan jubah warna emas dengan sedikit ornamen bewarna hitam pada pakaiannya.
Ketika Xia Yun berdiri di depan cermin dan ingin memasang kain untuk menutupi matanya, terdengar suara ketukan pintu dan Yang Kai.
Tok Tok!
“Tuan, ada seorang wanita yang bernama Mei Yue dan Kakeknya datang berkunjung, sekarang dia ada di ruang tamu,” ucap Yang Kai dari balik pintu kamar Xia Yun.
“Baiklah, minta dia untuk menunggu,” balas Xia Yun.
“Baik!” (Yang Kai)
Setelah mendengar ucapan Xia Yun, Yang Kai segera pergi dan menyampaikan yang Xia Yun katakan.
“Baiklah, akan merepotkan jika harus terus bersandiwara pada Yong Tao dan yang lain tentang mata ku, lebih baik aku lakukan sesuatu,” ucap Xia Yun dengan senyuman yang terukir di mulutnya.
Setelah mengatakan itu, Xia Yun menggunakan Skill Telepati dan menyambungkannya pada Mei Yue, “Dor!”
!!
“Eh Lubang Sapi!!” (Kakek Mei Yue)
Ketika mendengar suara Xia Yun di pikirannya, Mei Yue langsung terkejut dan tubuhnya terangkat sedikit karena merasa sangat terkejut.
Dengan cepat dia menoleh ke sana kemari untuk mencari sumber suara yang dia dengar sebelumnya.
Kakek Mei Yue yang duduk di sampingnya juga ikut terkejut dan latah karena Mei Yue.
Miyuki, Hu Wang dan Zhuge Liang yang duduk di ruang tamu menemani mereka menjadi keheranan dengan Mei Yue sebelumnya.
“Kenapa denganmu Kakek Yue?” Miyuki bertanya pada Mei Yue.
Kenapa Miyuki memanggil Mei Yue itu, (Kakak). Jawabannya mudah, karena umur Mei Yue itu lebih tua (21 Tahun) dari Miyuki, dan juga agar mereka bisa lebih dekat, makanya Mei Yue meminta Miyuki memanggilnya Kakak.
“Ah... bukan apa-apa hehehe, aku cuma salah dengar,” jawab Mei Yue terkekeh sambil menutup mulutnya.
“Ini aku, Xia Yun. Kau seharusnya sudah tahu penyamaran ku, kan?” (Xia Yun)
Xia Yun berbicara lewat Telepati pada Mei Yue dan menjelaskannya agar perempuan itu tidak terkejut lagi.
!!!
“Rupanya itu kau!?” balas Mei Yue pada telepati Xia Yun.
“Ya, aku butuh bantuan mu, ketika aku datang, tanyakan tentang keadaan mataku setelah di sembuhkan oleh Guru ku, seperti itu.” (Xia Yun)
Selesai mengatakan itu, Xia Yun segera memotong Telepati nya dan kembali memasang kain putih yang menutupi matanya.
__ADS_1
“A-apa!?” (Mei Yue)
Belum sempat dirinya ingin mengatakan sesuatu, suara Xia Yun sudah tidak terdengar lagi dan dia menduga bahwa sudah tidak bisa berbicara dengannya lagi.
“Ada apa kau menemui ku?” (Xia Yun)
!!
Xia Yun berjalan menghampiri mereka semua dengan Yang Kai di belakangnya, lalu Xia Yun duduk di bangku depan Mei Yue dengan santai.
Jujur, Mei Yue kali ini kembali terkejut, namun bisa dirinya tahan karena Xia Yun muncul dengan tiba-tiba.
Karena di tanya oleh Xia Yun seperti itu, Mei Yue menatap Xia Yun dan mengatakan, “Aku ingin mengetahui kondisi mu.”
Miyuki, Zhuge Liang dan Yang Kai yang mendengar perkataan Mei Yue tentang kondisi Xia Yun langsung menoleh kearahnya dengan cepat seolah menunggu penjelasan.
“Bagaimana keadaan matamu setelah Guru mu menyembuhkannya?” (Mei Yue)
Mei Yue bertanya seperti itu pada Xia Yun, mengikuti seperti apa yang Xia Yun minta sebelumnya.
Ketika Mei Yue mengikuti apa yang dia inginkan, senyum kecil mulai terbentuk di wajah Xia Yun, tetapi tidak ada seorang pun yang sadar karena Xia Yun dengan cepat menutupinya.
“Ada kabar baik dan buruk yang akan ku beritahukan, pertama. Lihatlah ini,” ucap Xia Yun sembari melepaskan kain yang menutupi matanya dan menunjukkan mata kanannya.
“Warna matamu berubah Xia Yun!?” (Mei Yue)
Mei Yue lah yang pertama mengeluarkan suara ketika Xia Yun menunjukan mata kanannya yang bewarna Kuning Keemasan dengan Pupil warna Merah Darah.
★Ingat, Xia Yun hanya menunjukkan mata kanannya ya, mata kiri nya saat ini sedang dia tutup.
“Ya, mata ku berhasil di sembuhkan, tetapi hanya sebelah kanannya saja, mata kiri ku tidak bisa,” ucap Xia Yun.
Semua orang yang mendengar penjelasan Xia Yun langsung merasa sangat senang begitu tahu bahwa Xia Yun sekarang bisa melihat walaupun hanya sebelah.
Tetapi perkataan Xia Yun selanjutnya membuat mereka terdiam.
“Kabar buruknya, Guru ku harus membayar harga yang sangat mahal demi mengobati mataku....” (Xia Yun)
Dengan akting nada dan ekspresi seperti seseorang yang sedang sedih, Xia Yun mampu membuat semua orang merasa sedih juga seperti dirinya, kecuali Hu Wang dan Mei Yue.
Hu Wang dan Mei Yue yang sudah mengetahui identitas Sasuke, tidak terkecoh dan mengira bahwa kabar buruk ini hanyalah drama nya saja.
Terlebih lagi, Xia Yun yang meminta dia untuk bertanya seperti ini, jadi bisa di simpulkan bahwa inilah yang dia inginkan.
★Kenapa Yang Kai gak masuk? itu karena Yang Kai tidak tahu bahwa Sasuke adalah Guru Palsu Xia Yun, tetapi dia tahu bahwa Sasuke adalah Xia Yun, makanya dia nggak aku masukan dalam daftar orang yang kaget.
Xia Yun tersenyum kosong dan mengatakan, “Tetapi tenang saja, setidaknya dia tidak akan kehilangan nyawanya.”
“Ada satu hal yang aku minta pada kalian semua, rahasiakan lah keadaan mata kanan ku ini,” tambah Xia Yun meminta pada semua orang yang ada di ruangan ini.
Walaupun tidak tahu apa maksud Xia Yun, tetapi mereka semua langsung menganggukkan kepalanya dan berkata bahwa tidak akan pernah mengatakannya pada orang lain.
Plak! (Tepuk tangan)
“Mari lupakan ini terlebih dahulu, hal lainnya yang ingin aku sampaikan adalah....”
“Kita akan pergi dari sini besok/lusa, itu bergantung dari persiapan kita. Untuk tujuannya, kita akan menuju ke Wilayah Tengah, yaitu Kekaisaran Langit.” (Xia Yun)
...****************...
★Hem... Xia Yun sudah mengatakan bahwa akan ada perjalanan lainnya nih, hem... berarti akan ada banyak keseruan lainnya dong!
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.