
“Pertarungan Grup 1, babak ke-1, dimulai!”
Begitu suara pengawas itu jatuh, baik Xia Yun ataupun pemuda yang menjadi lawannya pun langsung melesat menggunakan teknik langkah mereka.
Tetapi jika di perhatikan, gerakan Xia Yun memang cepat, bahkan sama dengan pemuda yang menjadi lawannya, tetapi sebenarnya dia tidak menggunakan teknik langkah, itu murni dari gerakan/langkahnya sendiri.
Dengan tetap mempertahankan kuda-kudanya, Xia Yun melesat kearah pemuda yang menjadi lawannya tanpa gentar akan jarak serangan tombak milik pemuda itu.
Merasa sudah masuk dalam jarak serangannya, pemuda yang menjadi lawan Xia Yun segera menghentikan langkahnya dan langsung memasang kuda-kuda serta melancarkan serangan berupa beberapa tusukan tepat kearah vital Xia Yun.
!!
Xia Yun dengan cepat mengaktifkan Mata Mangekyou Sharingan miliknya agar dirinya mudah melihat pergerakan lawannya sehingga tidak sulit bagi Xia Yun untuk menghindari tusukan-tusukan yang di lancarkan padanya tanpa harus mundur sama sekali.
Melihat Xia Yun dapat dengan mudah menghindari tiap tusukan tombaknya, dirinya ingin melompat mundur dan bersiap melancarkan serangan yang lebih kuat, tetapi sebelumnya dirinya menjaga jarak, sudah ada Xia Yun yang menerjangnya sembari melayangkan sebuah pukulan tangan berlapis sarung tangan es ke perutnya.
!!
“Dor!”
Terdengar suara Xia Yun saat dirinya meninju bagian perut pemuda yang menjadi lawannya menggunakan tangan kanan tanpa memberi kesempatan lawannya untuk menahan atau menghindari pukulannya.
Buk!
Ah!!
Tanpa sengaja, pemuda itu berteriak saat dirinya menerima pukulan telak dari Xia Yun, bahkan dirinya sampai terlempar mundur hingga hampir keluar dari arena, jika karena dirinya tidak tepat dalam mengendalikan diri, maka dirinya akan terjatuh keluar arena dan dinyatakan kalah.
‘Mengerikan! bagaimana pukulannya bisa sekuat itu! ’ batin pemuda itu terkejut akan pukulan Xia Yun sembari kembali memasang kuda-kudanya untuk menyerang.
“Satu pukulan,” gumam Xia Yun yang bisa di dengar oleh pemuda itu dengan tetap memasang kuda-kudanya.
Menarik tangan kanannya kebelakang diiringi oleh pernafasannya yang teratur, tiba-tiba aura di sekeliling Xia Yun berubah menjadi dingin yang dimana aura dingin tersebut lebih terfokus pada tangan kanan Xia Yun.
Menarik nafas lewat hidungnya dalam-dalam, ketika Xia Yun menghembuskan nafas di mulutnya, saat itulah tangan kanannya melayangkan sebuah pukulan di udara yang kosong tepat kearah pemuda itu.
“Dua.”
__ADS_1
Boom!!
Saat pukulan Xia Yun meninju udara, entah bagaimana, muncul sebuah gelombang kejut kuat yang diiringi oleh aura dingin yang membuat seluruh tubuh membeku di buatnya tepat pada pemuda itu.
!!
Melihat gelombang kejut yang tercipta dari pukulan Xia Yun, dirinya tidak bisa menghindar karena tidak ada tempat untuk menghindar dari gelombang kejut yang menutupi seluruh tempat untuknya menghindar.
Para penonton dan peserta bahkan laki-laki yang menjadi pengawas pun tidak menyangka bahwa sebuah pukulan dari Xia Yun bisa menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat seperti itu.
Walau untuk orang-orang yang berada di ranah pendekar Jendral Tingkat 3 keatas bisa menahannya, tetapi itu sudah cukup luar biasa untuk seseorang yang berada di ranah Pembentukan Ki Akhir (Xia Yun membuat auranya berada di ranah ini).
Sekarang akhirnya mereka tahu alasan kenapa Xia Yun memilih untuk bertarung dengan tangan kosong, mereka bisa melihat bahwa kemampuan bertarung tangan kosongnya sangat lihai.
Mei Yue yang menonton Xia Yun dari tempat duduknya hanya bersikap biasa saja karena dirinya tahu bahwa kekuatan Xia Yun itu lebih dari ini.
Menggertak giginya kuat-kuat, pemuda yang menjadi lawan Xia Yun menggenggam tombaknya keras-keras dan bersiap menghadapi gelombang kejut di depannya menggunakan skill miliknya.
“Skill Tombak Pelindung : Bentuk Ke-1!”
Memajukan tombaknya ke depan dan menggenggamnya dengan kedua tangan, pemuda itu memutar tombaknya secepat yang dia bisa untuk menghalau gelombang kejut yang akan mengenainya.
Merasa jika ini terus berlanjut akan membuat dirinya kalah, pemuda itu tiba-tiba merubah gaya bertarungnya dari bertahan menjadi menyerang.
“Skill Tombak Penyerang : Bentuk Ke-1!”
Menghentikan putaran tombaknya, pemuda itu mengaliri ujung tombaknya dengan Ki dan memberikan tusukan kuat kearah tengah gelombang kejut itu, berharap untuk membuka jalan untuknya maju menyerang.
Sesuai perkiraannya, ternyata serangannya mampu
membelah sebagian gelombang kejut itu untuk membuat dirinya maju menyerang Xia Yun.
Melihat ada kesempatan untuk menyerang, pemuda itu segera menggunakan skill langkahnya untuk melesat kearah Xia Yun. Tetapi sayang, keberuntungan tidak berpihak padanya, baru saja dirinya ingin melangkah, tiba-tiba muncul Xia Yun tepat di depannya.
!!
Buk!!
__ADS_1
Ah!
Xia Yun sudah melancarkan sebuah pukulan tepat pada wajahnya tanpa pemuda itu sempat untuk melindungi wajahnya sampai-sampai pemuda itu terpental ke luar arena.
“Tiga...,” ucap Xia Yun sembari menghilangkan sarung tangan esnya dan tersenyum mengejek kearah peserta dari keluarga Xia.
“Berhenti! yang menang berdiri di sisi kiri arena, yang kalah segera pergi dari sini.”
Melihat Xia Yun sudah membuat lawannya keluar, laki-laki yang menjadi pengawas pun menghentikan pertarungan dan mengaturnya.
Xia Yun dengan patuh mengikuti instruksi dari pengawas dan berjalan ke sisi kiri arena untuk menunggu pertandingan berikutnya.
Melihat tidak ada tempat untuk duduk, Xia Yun menciptakan sebuah tempat duduk yang mirip seperti singgasana dari elemen es miliknya untuk dirinya duduk menunggu.
Sama seperti tadi, laki-laki yang menjadi pengawas itu kembali melakukan ritual seperti tadi untuk mencari peserta yang akan bertarung berikutnya.
Tidak sampai 5 menit, sudah ada 2 orang peserta yang di tunjuk untuk bertarung. Kali ini, ada seorang peserta yang baru pertama kali Xia Yun lihat sejak dirinya berpindah dunia.
Penampilan peserta yang bertarung kali ini adalah seorang pemuda yang tidak memiliki rambut sama sekali, mengenakan pakaian bewarna kuning dengan tangannya yang memegang sesuatu seperti tasbih.
Biksu, ya, peserta yang naik ke arena adalah seorang biksu muda. Dan lawannya adalah salah satu peserta dari keluarga Xia yang bernama Xia Jun.
.
.
.
.
.
.
.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
__ADS_1
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.