
“Tunggu apa lagi!? cepat pergi dari hadapanku!” teriak pemuda itu pada mereka bertiga.
Kelompok pemuda itu terdiri dari 5 orang, 3 orang pemuda yang seumuran dengannya, dan 1 orang pria paruh baya yang berdiri di bagian paling belakang seperti pengawal.
Xia Yun yang kesal pun langsung berdiri dari bangkunya sambil menatap kelompok pemuda itu dengan tatapan kesal.
!!
Baru saja Xia Yun berdiri, tiba-tiba ada tangan Yong Tao yang menghalangi dirinya, sontak Xia Yun menoleh ke arah Yong Tao yang memberikan kode agar dirinya saja yang mengatasi ini dengan cara menggelengkan kepalanya pelan sambil memberikan senyuman penuh arti.
Xia Yun yang melihat Yong Tao akan turun tangan hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian duduk kembali di bangkunya sambil menatap kelompok pemuda yang menganggu mereka.
Para pengunjung yang melihat kedatangan kelompok pemuda itu langsung keluar dari tempat makan itu segera karena tidak ingin terlibat.
Setelah melihat balasan Xia Yun, Yong Tao langsung berdiri kemudian berjalan mendekati pemuda berambut hitam pendek yang menjadi ketua diantara kelompok itu sambil memberikan tatapan merendahkan.
Belum sempat Yong Tao mendekatinya, tiba-tiba sosok pria paruh baya yang ada di paling belakang kelompok itu langsung melesat kearah Yong Tao sambil memberikan sebuah pukulan yang di beri Ki untuk memperkuatnya.
!!
Boom!
“Hoy Tua Bangka... baru berada di ranah Pendekar Raja Tingkat 6 saja sudah berani bertindak begini,” ucap Yong Tao santai sambil menahan pukulan dari pria paruh baya itu menggunakan tangan kanannya.
Mengetahui serangannya berhasil di tahan oleh Yong Tao, pria paruh baya berambut putih itu segera melompat mundur kemudian memuji Yong Tao, “Lumayan juga kau anak muda! rupanya kau punya keahlian.”
“Tetua Ke-3, bunuh mereka berdua! dan tangkap perempuan itu, wajahnya sangat cantik dan juga tubuhnya, aku ingin bermain dengannya terlebih dahulu,” ucap pemuda berambut hitam itu pada sosok pria paruh baya yang di sebut sebagai Tetua Ke-3 sambil menunjuk ke arah Yong Tao dan Xia Yun dengan menjilat bibirnya saat melihat ke arah Xin Mei seolah ingin memakannya.
Mendengar perintah dari pemuda itu, sosok Tetua Ke-3 itu kembali melesat kearah Yong Tao dengan kepalan tangan yang berubah warna menjadi perak sembari mengucapkan sesuatu. “Tinju Perak!”
Yong Tao yang tahu kalau pemuda itu menatap Xin Mei langsung kesal kemudian mendengus dan menyambut pukulan-pukulan yang di lancarkan oleh Tetua Ke-3 menggunakan kakinya saja dengan sedikit mengalirkan sedikit Ki.
“Ayo kita habisi dia!” ucap pemuda itu pada 3 anak buah yang ada di belakangnya.
Segera 3 anak buah pemuda itu menarik pedang mereka dan berlari ke arah Xia Yun yang saat ini sedang duduk.
Bruk!
“Hei! aku masih ada di sini!” ucap Yong Tao yang tiba-tiba muncul di depan keempat pemuda itu setelah dirinya menendang Tetua Ke-3.
Langkah keempat pemuda itu terhenti begitu Yong Tao muncul di depan mereka, tetapi pemuda berambut hitam itu menggelengkan kepalanya kemudian memberikan perintah pada ketiga pemuda yang menjadi bawahannya itu maju menyerang Yong Tao.
“Cepatlah selesaikan ini,” ucap Xia Yun yang menonton dari tadi.
Yong Tao menganggukkan kepalanya saat mendengar kata-kata Xia Yun, keempat pemuda sebelumnya bergegas mengelilingi Yong Tao kemudian segera memberikan serangan berupa skill-skill yang mereka miliki.
__ADS_1
“Teknik Pedang Walet : Terjangan!” Pemuda berambut hitam itu meneriakkan nama skillnya saat menyerang Yong Tao.
“Teknik Pedang Walet : Kepakan Sayap!”
“Teknik Pedang Walet : Patukan!”
“Teknik Pedang Walet : Tusukan!”
Yong Tao melihat 4 serangan pedang yang terarah padanya langsung menarik kedua pedang yang ada di pinggangnya dengan cepat.
Trang!
Trang!
Slash!
Slash!
“A-a! tangan ku!” Setelah suara benturan pedang yang nyaring terdengar, tiba-tiba salah satu dari ketiga anak buah dari pemuda berambut hitam itu langsung berteriak dengan keras.
Karena serangan mereka berempat berhasil di tahan oleh Yong Tao, sontak keempatnya mundur untuk menjaga jarak, tetapi baru saja mereka melompat mundur, tiba-tiba terdengar suara teriakan salah satu dari mereka sehingga sontak semuanya menoleh kearah sumber suara.
!!
“T-Tuan Muda... tolong aku!” ucap bawahan itu terbata.
Sedangkan yang di mintai tolong hanya menatapnya dengan mata terkejut kemudian mengabaikannya dan kembali fokus menatap Yong Tao dengan tatapan ketakutan sekaligus kebencian karena dirinya sudah di permalukan sampai seperti ini.
Bruk!
Pemuda itu pun tumbang dalam perasaan yang sangat kecewa karena dirinya di abaikan oleh orang yang selalu dia puja-puja selama ini, perlahan dirinya menutup mata kemudian mati.
“Tuan Muda Cong! kau tidak akan bisa mengalahkannya karena dia lebih kuat darimu, biar aku saja,” ucap Tetua Ke-3 yang perlahan berjalan mendekat kearah pemuda berambut hitam sambil menepuk bajunya yang kotor.
“Dia hanyalah semut di mataku, sebelumnya aku terlalu meremehkan kekuatannya, jadi sekarang aku akan serius melawannya!”
Ucapan Tetua Ke-3 terdengar sangat arogan di telinga Yong Tao sehingga membuatnya semakin kesal, tetapi kata-kata berikutnya yang di ucapkan oleh Tetua Ke-3 langsung membuat Yong Tao menjadi sangat marah padanya.
“Setelah aku membunuh kedua semut itu, kau bebas ingin melakukan apapun pada perempuan itu, tetapi ingatlah untuk berbagi denganku karena sangat jarang kita mendapat mainan sebagus dia,” sambung Tetua Ke-3 sambil menatap Xin Mei dengan raut wajah yang menjijikkan.
“A-”
“Dasar Tua Bangka kurang ajar!” ucap Yong Tao yang saat ini muncul di belakang Tetua Ke-3 kemudian menendang kedua kakinya hingga patah.
Bruk!
__ADS_1
“A-a!”
“Aku harus menghukum mulutmu ini Tua Bangka!” ucap Yong Tao yang berjalan ke depan Tetua Ke-3 yang saat ini berada di lantai karena kedua kakinya patah akibat tendangan Yong Tao.
Pemuda berambut hitam yang di sebut Tuan Muda Cong oleh Tetua Ke-3 langsung terkejut karena sosok Tetua Ke-3 yang di kenalnya tumbang hanya dalam satu gerakan oleh Yong Tao.
Blur!
Blush!
!!
Kaki Tuan Muda Cong dan kedua anak buahnya membeku dalam sekejap mata tanpa mereka ketahui penyebabnya sehingga saat ini mereka hanya bisa berdiam menyaksikan Tetua Ke-3 karena mereka tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari es yang membekukan kaki mereka.
Orang yang membekukan kaki mereka adalah Xia Yun, Xia Yun tidak ingin anak ini melarikan diri sehingga memutuskan untuk menghentikan pergerakan mereka menggunakan elemen esnya agar tidak pergi.
“J-Jangan bunuh aku! aku adalah anak dari Kepala Keluarga dari Keluarga Hun! Hun Cong!” ancam pemuda berambut hitam yang bernama bernama Hun Cong dengan nada yang ketakutan sambil menatap Yong Tao, Xia Yun dan Xin Mei.
“Aku tidak perduli dengan ancaman mu itu! keluargamu seperti semut bila di mataku!” balas Yong Tao sambil menatap Hun Cong dengan tatapan menghina dan merendahkan.
Hun Cong mengepalkan tangannya sangat kencang karena dirinya tidak pernah di permalukan separah ini selama hidupnya.
Setelah mengatakan itu, Yong Tao kembali mengalihkan pandangannya kearah Tetua Ke-3 dan berjongkok di depannya kemudian menarik rambut panjangnya yang bewarna putih dengan kasar menggunakan tangan kirinya lalu mengatakan sesuatu yang membuat sekujur tubuh Tetua Ke-3 menggigil ketakutan.
“Hoy Tua Bangka, dari tadi kau terus omong besar, itu sangat tidak cocok dengan mulutmu yang kecil itu. Mau ku bantu untuk memperbesarnya agar cocok?” Yong Tao mengatakan itu sambil tersenyum mengerikan pada Tetua Ke-3 sehingga orang yang dia jadikan teman bicara langsung ketakutan.
.
.
.
.
.
.
Habis ini insyallah aku bakal up lagi ya....
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1