
’Karena mu, pada turnamen kali ini tidak mengalami lebih banyak korban jiwa ataupun luka yang berarti,” lanjut sosok pria paruh baya berambut dan jenggot putih itu pada Xia Yun.
“Jika sampai kami kehilangan banyak jiwa dalam turnamen kali ini, maka kami tidak akan memiliki muka lagi unt-”
“Stop! baiklah kakek, aku mengerti....”
Ucap Xia Yun memotong penjelasan dari pria paruh baya berambut dan jenggot putih itu, dia akhirnya mengetahui kalau sosok pria paruh baya itu adalah perwakilan dari Panita Turnamen, karena tidak mungkin Kaisar akan mengundang seseorang (Xia Yun : Seseorang yang tidak ingin terlibat) yang tidak ada sangkut pautnya tentang pembahasan ini.
“Hmph! hanya hal kecil saja, untuk apa di besar-besarkan!” Ketua Sekte Lahar Surgawi mendengus kesal di depan semua orang, tidak menutupi betapa tidak senangnya dia dengan Xia Yun.
“Ya, ini hanyalah masalah kecil, Saya para Tetua sekalian tidak perlu mempermasalahkan hal ini...,” sambung Xia Yun memanfaatkan perkataan Ketua Sekte Lahar saat untuk melarikan diri dari hal yang menurutnya merepotkan ini.
“Nak Xia Yun, jangan terlalu merendahkan diri. Jika kau menolaknya, maka akan di taruh kemana muka kami sebagai pihak panitia? para peserta lainnya sudah menyebarkan berita bahwa kau yang sudah menyelamatkan dan membantu mereka.
Tidak mungkin kami menutup mata akan hal itu, jadi ini adalah hal yang wajar,” jelas pria paruh baya itu sambil tersenyum kecil pada Xia Yun.
“Aku ingin memberikan ini padamu sebagai rasa terima kasih,” ucap pria paruh baya itu sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil pada Xia Yun menggunakan kekuatan jiwanya agar kotak itu melayang di depan Xia Yun.
“Sungguh kekuatan jiwa yang luar biasa!” Kagum orang-orang yang bertugas mengawal para Ketua Sekte dan Ming Hu beserta Ming Bao
Xia Yun yang melihat sebuah kotak kayu kecil melayang ke arahnya langsung menggerakkan tangan untuk mengambilnya, saat dirinya mendapat kotak itu, Xia Yun melihat ke arah pria paruh baya itu dan di balas anggukan olehnya.
Xia Yun yang sudah mendapatkan ijin untuk membuka kotak itu segera membuka tutup kotaknya, baru saja Xia Yun membuka sedikit tutup kotak itu. Bau obat yang sangat kuat memenuhi ruangan perjamuan itu, membuat semuanya terkejut terkecuali Xia Yun dan Zhuge Liang.
“Pill tingkat 3!”
“Ya Tuhan!”
“Luar biasa! ini pill tingkat 3!”
Begitulah kata-kata yang di lontarkan oleh orang-orang yang berada di sana, Xia Yun? tentu saja dia tidak merasakan hal yang luar biasa, itu karena pill tingkat 3 adalah sampah di matanya. Bagi Xia Yun yang memiliki sistem, pill tingkat itu adalah sampah! pill yang layak di matanya hanyalah Tingkat Suci, Bintang dan Semesta.
Setelah mengetahui isi dari kotak itu, Xia Yun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pria paruh baya itu, “Ini? maaf Kakek, aku tidak bisa menerima ini.”
Ucapan Xia Yun membuat semua orang yang ada di sana tersedak nafas mereka sendiri, bahkan pria paruh baya itu juga ikut terkejut dengan balasan Xia Yun.
“Lancang! berani sekali kau menolak pemberian dari Guru Besar Pill Shao Sheng!” bentak Ketua Sekte Lahar Surgawi sambil berdiri dari tempat duduknya dan menunjuk Xia Yun.
“Xia Yun, kenapa kau menolaknya?” bisik Ming Hu yang ada di sebelah Xia Yun.
__ADS_1
“Nak Xia Yun, ini...,” ucap Zhou Yu bingung.
“Kenapa kau menolak pemberian ku? apakah ada yang salah?” tanya pria paruh baya yang di sebut Ketua Sekte Lahar Surgawi sebagai Guru Besar Pill Shao Sheng dengan nada yang terkejut.
Shao Sheng tentu terkejut saat Xia Yun menolak pill yang dia berikan, seluruh orang yang berada di Kekaisaran Bintang sangat mencari-cari pill yang dia buat. Bahkan ketiga sekte besar pun tidak terkecuali, itu karena Shao Sheng adalah Alchemist Tingkat 3.
Di Benua Langit sendiri, Alchemist Tingkat 3 hanya ada 4 orang saja, Shao Sheng termasuk dari keempat orang ini, dan untuk Alchemist Tingkat 4 cuma ada satu orang saja yaitu sosok yang menjadi guru dari keempat orang ini.
Guru dari keempat orang ini katanya sedang menutup diri dari dunia luar karena ingin fokus menembus Alchemist Tingkat 5 selama 10 tahun terakhir.
Alchemist Tingkat 5 keatas hanyalah nama bagi orang-orang Di Benua Langit, itu karena para Alchemist Tingkat 5 keatas menghilang dari Benua Langit sejak dahulu hingga sekarang. Tidak ada yang tahu penyebab dari hilangnya para Alchemist itu secara misterius di Benua Langit, jadi itulah kenapa Alchemist Tingkat 4 di sebut sebagai tingkat tertinggi bagi pembuat pill di Benua Langit.
Oleh karena itu, orang-orang yang ada di perjamuan itu terkejut karena Xia Yun menolak pill tingkat 3 yang di beri oleh Shao Sheng karena mereka tahu betapa langkanya pill itu.
“Em... itu karena aku punya yang lebih baik lagi...,” jelas Xia Yun yang membuat Shao Sheng terkejut tetapi tidak terlihat di wajahnya.
“Oh iya? kalau begitu bisakah kau tunjukan pill nya?” ucap Shao Sheng meminta Xia Yun untuk membuktikan ucapannya karena dirinya merasa di rendahkan oleh perkataan Xia Yun.
“Kalau begitu, ini...,” Xia Yun segera meletakkan kotak pill yang ada di tangannya di meja makan lalu membuka menu sistem dan membeli sebuah pill tingkat 4 yang bernama Pill Peningkat Jiwa 1 kemudian melakukan gerakan dengan cara memasukan tangannya ke dalam kantung bajunya seolah ingin mengambil sesuatu.
“Ini,” ucap Xia Yun sambil menyodorkan sebuah botol porselen kecil ke arah Shao Sheng.
Shao Sheng menerima botol pill itu lalu segera membuka penutupnya, saat penutup pill itu terbuka sedikit, bau obat langsung tercium lagi seperti sebelumnya. Tetapi kali ini baunya lebih menyengat yang menunjukkan tingkatan pill ini berada di atas tingkatkan pill yang di beri oleh Shao Sheng.
“Apa! bagaimana mungkin!” ucap Ketua Sekte Lahar Surgawi tidak percaya.
“Bagaimana?” tanya Xia Yun pelan.
Awalnya Xia Yun tidak sadar bahwa pill di sini sangatlah berharga sehingga dirinya menolak pemberian dari Shao Sheng, tetapi Xia Yun baru sadar kalau pill sangat berharga di sini saat dirinya mengatakan kalau Xia Yun mempunyai yang lebih baik saat memperhatikan reaksi Ketua Sekte Lahar Surgawi dan yang lain.
Mengingat reaksi terkejut orang-orang yang berada di ruangan terkejut kala mengetahui Pill Tingkat 3 buatan Shao Sheng yang di berikan padanya, Xia Yun memutuskan untuk menunjukkan Pill Tingkat 4 yang bernama Pill Peningkat Jiwa 1 karena tidak ingin menimbulkan hal merepotkan lainnya akibat dirinya memilki pill tingkat tinggi.
“Dari mana kau mendapatkan pill ini?” tanya Shao Sheng saat dirinya sudah mendapatkan ketenangannya kembali.
“Ini aku dapat dari guruku...,” jelas Xia Yun pelan.
“Guru? apakah gurumu seorang seorang Alchemist Tingkat 4!?” Shao Sheng terkejut saat mendengar penjelasan Xia Yun.
“Eh... aku tidak tahu, tapi dia hanya mengatakan padaku untuk membawa Pill Tingkat 4 saja karena ini hanyalah Alam Fana,” bohong Xia Yun pada Shao Sheng karena dirinya tidak ingin kerepotan.
__ADS_1
Dor!
Ucapan Xia Yun bagaikan petir di siang bolong yang menghantam hati kecilnya dengan telak, menurut pemikiran Shao Sheng, guru Xia Yun adalah sosok yang berada di Alam Setengah Dewa karena dirinya menyebutkan Alam Fana.
Di Benua Langit, tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan Alam Setengah Dewa dan Alam Dewa, hanya segelintir orang saja yang mengetahui rahasia itu. Biarpun mereka mengetahuinya, tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya agar mereka bisa pergi ke alam itu.
Shao Sheng adalah salah satu orang yang mengetahui keberadaan Alam Setengah Dewa itu sehingga dirinya mengetahui alasan para Alchemist Tingkat 5 keatas menghilang. Dari informasi yang Shao Sheng dapatkan, jika perkataan Xia Yun benar, maka bisa di pastikan guru dari Xia Yun adalah sosok yang setara atau bahkan lebih dari gurunya sehingga keberadaan Xia Yun tidak bisa di anggap sepele.
“Apakah aku bisa bertanya sesuatu?” tanya Shao Sheng dengan nada yang terdengar sedikit sopan dan hal itu membuat semua orang yang ada di sama melongo.
“Boleh,” ucap Xia Yun memperbolehkan.
“Apakah kau seorang Alchemist?” tanya Shao Sheng penasaran dan membuat mereka yang ada di sana kebingungan.
“Iya,” ucap Xia Yun memberitahu sambil menganggukkan kepalanya yang membuat mereka semua terkejut sekaligus tidak percaya karena Xia Yun masih terlalu muda untuk menjadi seorang Alchemist.
“Kau Alchemist tingkat berapa?” tanya Shao Sheng dengan rasa yang sangat penasaran.
“Em....”
‘Lily! aku Alchemist tingkat berapa?’ batin Xia Yun bertanya pada sistem karena dirinya tidak tahu dia berada di tingkat berapa.
[Saat ini Tuan adalah seorang Alchemist tingkat 1, tetapi tingkat Alchemist Tuan bisa di tingkatan dengan cara membayar menggunakan shop poin]
“Alchemist Tingkat 3,” ucap Xia Yun tanpa ada rasa ragu dan wajah yang menjanjikan.
.
.
.
.
.
.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
__ADS_1
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.