
“Tapi ada satu hal yang harus di perhatikan,” ucap Xia Yun sambil mengangkat jarinya.
“Apakah di sana ada orang lain selain kalian berdua?” (Xia Yun)
Yang Kai langsung saja menjawab tidak saat Xia Yun tanya seperti itu, karena setiap saat Yang Kai selalu waspada dengan keadaan sekitarnya, jadi hal sepele seperti memastikan keberadaan orang lain adalah kebiasaan bagi dia.
Karena Yang Kai adalah orang terakhir yang berniat untuk mengambil uang hasil Pelelangan, jadi tentu saja dia akan menunggu sampai semua orang sudah selesai membayar barang-barang yang mereka beli.
Oleh karena itu wajar saja jika dialah orang terakhir yang berada di belakang panggung dan tidak ada orang lain lagi di sana, jadi orang yang mengetahui bahwa Sasuke adalah Xia Yun hanyalah Mei Yue.
Mendengar penjelasan dari Yang Kai, Xia Yun pun menganggukkan kepala mengerti kemudian mengajak Yang Kai dan Hu Wang untuk kembali ke kediaman setelah Yang Kai memberikan uang hasil Pelelangan.
Dalam perjalanan, Xia Yun juga membeli beberapa makanan dan camilan sebagai makan malam karena Para Maid sudah dia pindahkan ke Markas.
Karena Para Maid sudah pergi, sekarang yang menggantikan posisi memasak adalah Miyuki dan Xin Mei.
Sebelumnya Xia Yun juga sudah menjelaskan pada orang-orang yang ada di kediaman bahwa Para Anak Panti Asuhan juga ikut dia pindahkan ke Markas, di sana, mereka juga akan di latih untuk menjadi Seorang Kultivator.
Mendengar penjelasan Xia Yun, awalnya mereka sangat ingin pergi ke Markas yang Xia Yun sebut-sebutkan, tetapi Xia Yun dengan sabar menjelaskan pada mereka semua bahwa ini bukanlah saat yang tepat untuk menunjukkan Markas miliknya.
Sesampainya mereka di rumah, Xia Yun pun segera mengajak semua orang untuk makan malam bersama-sama sebelum melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
......................
“Lily, bukankah aku belum sempat memilih beberapa pilihan yang kau berikan sebelumnya, kan?” tanya Xia Yun yang saat ini berada di kamarnya setelah makan malam bersama.
Setelah kejadian tadi siang, Xia Yun pun tidur di kamar tamu karena belum sempat membersihkan kamarnya yang dia hancurkan sebelumnya.
Kini ada Hu Wang yang tengah tertidur di dekat Xia Yun, Harimau Putih itu tahu bahwa Tuannya suka berbicara sendiri, jadi Hu Wang tidak terlalu peduli waktu Xia Yun tengah berbicara sendirian seperti ini dan lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya.
[Ya]
[Tuan mendapatkan kesempatan untuk memilih dua hadiah berikut]
[1. Kalung Poseidon : Mampu membangkitkan seseorang yang sudah mati sebanyak 1× tanpa syarat apapun (Tidak tersedia di Toko/Item serupa tidak akan ada di Toko)]
[2. Mendapatkan 50.000.000 Shop Poin dan 1.000.000.000 Poin Pengalaman]
“Hem... tentu saja aku akan memilih Kalung Poseidon!” Pilih Xia Yun tanpa pikir panjang.
Menurut Xia Yun, pilihan kedua memang menggiurkan, tetapi itu tidak akan terlalu banyak berguna baginya.
Shop Poin bisa Xia Yun dapatkan dari Mendaur Ulang, bukan hanya dari sana, membunuh beast dan lain-lain pun akan membuat dia mendapatkan Shop Poin.
Poin Pengalaman juga bisa dia dapatkan dari setiap pertarungan, walaupun nominalnya sedikit menggoda Xia Yun, tetapi dia tetap akan menolaknya.
Seperti kata pepatah, (Nyawa Tetap Nomor Satu), mengingat kata-kata itu, Xia akan tanpa ada keraguan sedikit pun langsung memilih pilihan nomor 1.
__ADS_1
[Selamat!]
[Tuan mendapatkan Kalung Poseidon!]
[Kalung Poseidon : Mampu membangkitkan seseorang yang sudah mati sebanyak 1× tanpa syarat apapun]
Setelah mendengar pemberitahuan dari Sistem, tiba-tiba muncul sebuah kotak kecil di depan Xia Yun yang saat ini tengah duduk bersila di atas tempat tidur.
Tahu bahwa apa yang ada di dalam kotak kecil di depannya, Xia Yun pun segera membuka kotaknya dan menemukan sebuah kalung yang di tengah-tengahnya terdapat jam.
Mungkin di kehidupan Xia Yun sebelumnya, ini akan di sebut sebagai jam kalung.
Warna dari jam kalung tersebut tidaklah banyak, melainkan hanya satu warna, yaitu biru laut dengan sedikit corak biru langit malam.
Segera Xia Yun memakai Kalung Poseidon tadi di lehernya, tetapi tidak semudah itu, Xia Yun memilih untuk menyembunyikannya di balik baju, dia tidak berniat untuk memamerkan kalung ini.
“Lily, tampilan Status.” (Xia Yun)
...[Status]...
...[Nama : Xia Yun]...
...[Umur : 15 tahun]...
...[Kelamin : Laki-Laki]...
...[LV : Holy Dao Tingkat 1]...
...[Pekerjaan : Alchemist Tingkat 3, Penyihir Hitam]...
...[Julukan : Penguasa Cahaya Dan Kegelapan]...
...[Keterampilan/Skill »]...
...[Elemen : Air, Api(Api Pembekuan, Api Phoenix), Tanah, Angin, Cahaya, Kegelapan, Ruang Dan Waktu, Es, Racun dan Petir Merah]...
...[Senjata : Sabit Dewa Kematian dan Busur Dewa Babilonia]...
...[Shop poin : 167.410.000]...
...[Mata uang : 126.499.367 koin emas]...
...[Toko »]...
...[Undian »]...
...[Daur Ulang »]...
__ADS_1
...[Penyimpanan »]...
“Hem, baiklah. Tapi tetap saja... lihatlah uang ku, jika tidak aku simpan di Penyimpanan Sistem, aku yakin akan ada banyak Cincin Penyimpanan yang habis hanya untuk menyimpan Koin Emas ku,” gumam Xia Yun dengan pasrah ketika melihat total uangnya yang menumpuk.
Selesai mengatur urusannya, Xia Yun pun segera merebahkan tubuh dan mulai beristirahat.
......................
**Petok!
Petok Petok**!
Karena mendengar suara ayam yang berkokok di pagi hari, Xia Yun pun membuka matanya dari balik kain putih yang terikat menutupi matanya.
Xia Yun perlahan mengumpulkan kesadarannya untuk sesaat sambil meregangkan tubuhnya sebelum bangkit untuk membersihkan diri.
Menoleh kearah samping, Xia Yun melihat Hu Wang yang masih tertidur dengan ekor yang terus bergerak.
Setelah merasa sudah cukup sadar, Xia Yun pun bangkit dan turun dari tempat tidurnya.
Baru saja Xia Yun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, tiba-tiba Xia Yun menghentikan gerakannya dan segera menoleh kearah Hu Wang yang saat ini sudah bangun dan meregangkan tubuhnya.
Melihat Hu Wang juga sudah bangun, Xia Yun pun berniat kembali melangkah menuju kamar mandi.
Tapi hal berikutnya yang Hu Wang lakukan membuat mata Xia Yun menjadi terbuka lebar.
Bruk!
Begitu Xia Yun melihat Hu Wang selesai meregangkan tubuhnya, tanpa Xia Yun sangka Hu Wang melompat kearah jendela yang masih belum terbuka dengan mata yang tertutup.
Akibat aksi random Hu Wang, jendela yang awalnya masih bagus, kini berlubang:v.
Xia Yun hanya menggelengkan kepalanya pelan menyaksikan hal tersebut.
......................
“Aku bingung antara harus suka atau tidaknya dengan Mahkota Kaisar ini....” (Xia Yun)
Setelah selesai membersihkan dirinya, Xia Yun pun memakai pakaian bewarna hitam dengan corak bergambar naga warna emas pada pakaiannya.
Untuk jubah, warna jubah Xia Yun adalah putih keperakan.
Saat ini Xia Yun tengah berpikir tentang penampilannya yang berubah karena dia mengenakan barang bernama Mahkota Kaisar.
Mahkota ini Xia Yun gunakan pada pertempuran sebelumnya, awalnya Xia Yun kira jika dia akan terus mengenakan Mahkota ini kemana-mana dan akan merasa risih karena tentu saja orang-orang akan menatapnya aneh.
Tapi tidak Xia Yun sangka bahwa Mahkota Kaisar ini akan berubah bentuk selain bentu Mahkotanya ketika dia gunakan.
__ADS_1
...****************...
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.