
“Kakek Liang, lewati saja mereka, ambil jalan di sampingnya.” (Xia Yun)
Tadi Zhuge Liang ragu untuk menyelip rombongan Kereta di depan mereka karena jalan di samping kiri dan kanan adalah tanah yang becek.
Kondisi jalan mereka saat ini hanyalah jalan setapak kecil yang di sisi kanan dan kirinya adalah tanah yang berisi genangan air, tentunya jika Kereta melewati ini maka akan menjadi sangat kotor.
Terlebih lagi jika mereka tidak menyelip rombongan Kereta di depannya, maka akan memerlukan waktu yang sangat lama karena panjangnya barisan Kereta dan lambatnya pergerakan mereka.
Tetapi setelah Xia Yun meminta untuk melakukan itu, Zhuge Liang sekarang tidak perlu menahan diri lagi untuk menyalip rombongan Kereta di depannya.
“Ha!” (Zhuge Liang)
Dengan cepat Kereta Putih mereka melesat melewati barisan Kereta yang ada di depan mereka sebelumnya.
Karena mereka keluar dari jalan setapak dan melewati tanah becek, otomatis Kereta Putih milik Xia Yun akan kotor, tetapi yang terjadi tidak seperti yang di pikirkan.
Yang seharusnya sudah kotor karena terkena melewati jalan seperti itu, kini masih baik-baik saja, malahan kecepatan jalannya Kereta Kuda yang Zhuge Liang kendarai tidak berkurang sedikit pun.
Oleh karena itu Kereta Putihnya bisa dengan cepat melewati satu persatu rombongan kereta tadi walaupun melewati jalanan becek seperti ini.
Tentunya aksi heboh Kereta Xia Yun tidak mungkin tidak di sadari oleh orang-orang rombongan kereta sebelumnya.
Ada banyak orang-orang yang ada di rombongan kereta itu menatap kearah samping kanannya, atau lebih tepatnya adalah Kereta Putih Xia Yun.
__ADS_1
Zhuge Liang dan Yang Kai mengira bahwa ini akan berjalan mulus, tetapi ada satu hal yang mereka tidak sangka-sangka terjadi, waktu mereka menyalip sebuah Kereta Kuda warna merah yang berada di tengah-tengah rombongan, ada sebuah kapak yang melayang kearah Zhuge Liang.
Menyadari hal itu, Zhuge Liang pun dengan cepat menyerahkan kendali Kereta Kuda pada Yang Kai sementara dia mengambil kipas bulu miliknya dan mengibaskan kearah kapak yang melayang kearahnya.
Wish! (Arus angin)
Dalam satu kibasan dari kipas bulu Zhuge Liang, berhasil menghentikan lemparan kapak yang melayang kearahnya.
Bukan hanya menghentikan, bahkan melemparkannya kembali kearah asalnya.
Merasa heran dan bingung karena mereka telah di serang, Yang Kai pun berinisiatif untuk menghentikan Kereta Kuda ke dekat Kereta Kuda warna merah yang dia pikir adalah pusat dari rombongan.
Tetapi baru saja Yang Kai menghentikan Kereta Kudanya, secara tiba-tiba ada seorang laki-laki berjubah merah yang berasal dari dalam Kereta Kuda warna merah menerjang tepat kearah tempat duduknya Yang Kai.
!!
Doom!
Crack!
Karena di pukul oleh Yong Tao dengan telak di bagian punggungnya tanpa bisa melakukan pertahanan apapun, laki-laki berjubah merah itu langsung terhempas ke atas tanah dan menghancurkan tanah di sekitarnya.
Arg!
__ADS_1
“Apa maksud kalian menyerang kami?” tanya Yong Tao sembari berbalik dan mengarahkan pandangannya kearah Kereta Kuda warna merah sebelumnya.
Sontak karena kejadian ini, pergerakan rombongan ini terhenti dan orang-orang yang ada di sekitarnya langsung menjauh karena takut terkena imbas.
Tidak lama setelah Yong Tao menanyakan itu kearah Kereta Kuda warna merah, pintu Kereta nya mulai terbuka dan keluarlah seolah perempuan berambut merah dengan pakaian dan jubah yang senada dengan rambutnya.
Jika di lihat dari fisiknya, bisa di simpulkan bahwa perempuan itu berusia antara 18-19 tahun.
“Berani-beraninya kalian melakukan hal seperti ini pada ku!” ucap perempuan itu sambil menunjuk kearah Yong Tao dengan emosi.
“Yong Tao, masuklah. Waktu kita akan terbuang jika meladeni mereka.” (Xia Yun)
Dari dalam Kereta Kuda, Xia Yun memanggil Yong Tao untuk tidak berurusan dengan mereka dan tidak membuang waktu lebih banyak.
Karena apa yang Xia Yun katakan itu benar, Yong Tao segera berbalik dan berjalan kearah Kereta Kuda, tetapi baru saja dirinya berjalan satu langkah, perempuan tadi menyerangnya menggunakan Skill Miliknya.
Xia Yun yang ada di dalam Kereta Kuda dan tengah menonton Yang Kai dari balik jendela bersama dengan Xin Mei dan Miyuki, segera menggunakan kemampuan matanya lalu membatalkan Skill yang di gunakan oleh perempuan itu.
...****************...
★Apakah konflik kecil seperti ini yang kalian sukai?
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.
__ADS_1