System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 92 - Alasan Dan Aksi Random


__ADS_3

!!


“A-apa yang b-baru saja terjadi?” ucap Hun Duan bergidik ngeri begitu melihat nasib kelima bawahannya yang sudah tidak memiliki tubuh utuh.


Tes!


Tes!


“Tidakkah kau tahu bahwa tidak adil jika laki-laki melawan perempuan?”


Ucap Yong Tao dengan tatapan tajam dan beserta suara tetesan darah yang membasahi kedua pedang miliknya membuat Hun Duan ketakutan.


Kelima anak buah yang dia bawa berada di ranah Pendekar Jendral Tingkat 5 sampai 6, tetapi dengan tingkat kekuatan yang seperti itu, mereka bisa terbunuh hanya dalam beberapa tarikan nafas bahkan tidak mampu dia saksikan dengan matanya sendiri meski dirinya berada di ranah Pendekar Kaisar Tingkat 5.


Setelah menyaksikan kekuatan Yong Tao, tiba-tiba dirinya teringat akan laporan dari orang-orang dari informannya, Sang Informan itu menjelaskan ciri-ciri dari orang yang membunuh anaknya, Hun Cong.


Seketika seluruh badan Hun Duan bergetar hebat dan telapak tangannya nampak mengeluarkan darah karena kukunya melukai tangannya sendiri akibat mengepalkan tangan terlalu kencang saat dirinya menyadari bahwa Yong Tao sangat serupa dengan penjelasan Informan tersebut.


Terbakar amarah, Hun Duan segera melesat kearah Yong Tao sembari mengeluarkan sebuah pedang besar bewarna hijau menyeluruh dari cincin penyimpanannya dengan mata yang berair.


“S*alan!!” teriak Hun Duan dengan emosi memuncak.


“Anak memang jatuh tidak jauh dari pohonnya....”


Suara itulah hal terakhir yang bisa di dengar oleh Hun Duan sampai akhirnya dirinya merasa sangat mengantuk dan perlahan menutup matanya walau dirinya berusaha ingin tetap membuka mata.


Bruk!


Terdengar suara tubuh Hun Duan yang terjatuh ke atas tanah dengan kepala yang sudah terlepas dari tubuhnya, kemudian di susul oleh peringatan Yong Tao yang membuat semuanya merasa ngeri.


“Huh! ini akan menjadi peringatan bagi kalian semua, jika kalian berani mencari masalah dengan kami! aku tidak perduli dengan siapa identitas kalian ataupun ancaman kalian!” jelas Yong Tao sembari mengeluarkan tekanan setingkat ranah Saint miliknya pada semua orang kemudian kembali menariknya.


Lagi-lagi mereka semua terkena tekanan semacam ini lagi sehingga membuat mereka terkena mental dan jera pada kediaman yang isinya adalah monster-monster yang tidak bisa mereka ganggu.


Saat tubuh mereka tidak mengalami tekanan lainnya, segera mereka semua yang hadir membubarkan dirinya terbirit-birit karena takut membuat Yong Tao kembali marah.

__ADS_1


Melihat semua orang sudah pergi, Yong Tao juga mulai mengajak semuanya untuk masuk ke dalam dan mengatakan pada semuanya bahwa lebih baik mereka beristirahat karena sudah tidak ada hal yang akan di lakukan lagi.


.


.


[Di Dalam Kamar Xia Yun]


“Lily, ngomong-ngomong. Kenapa selama aku mengalami kenaikan tingkat kultivasi, tidak terjadi Kesengsaraan Surgawi?” tanya Xia Yun yang saat ini sedang duduk bersila di atas kasurnya sembari mengelus tubuh Hu Wang yang tertidur di pangkuannya sambil mendengkur.


[Itu karena kenaikan kultivasi Tuan yang tidak normal sehingga Hukum Surgawi Alam Fana tidak berlaku untuk Tuan, tetapi ketika Tuan berada di Alam Setengah Dewa atau di atas nya, maka Tuan akan mendapatkan Kesengsaraan Surgawi]


[Juga, kekuatan yang Tuan miliki saat ini bisa di bilang (Kasar) karena tidak menghadapi


Kesengsaraan Surgawi, tetapi bila Tuan menghadapi Kesengsaraan Surgawi, maka kekuatan Tuan akan berlipat ganda dari sekarang karena sudah di (Sempurnakan)]


“Hem... berarti aku harus naik ke Alam Setengah Dewa atau di atasnya agar bisa menjadi lebih kuat... baiklah!” ucap Xia Yun bersemangat.


Terlihat telinga Hu Wang sedikit berkedut saat suara Xia Yun semakin nyaring karena mengganggu tidurnya, tetapi Hu Wang seolah biasa saja oleh kelakuan Tuannya yang sering bicara sendiri dan kembali melanjutkan tidurnya tetapi kali ini dirinya bangkit dari pangkuan Xia Yun dan pindah ke sebelah bantalannya.


Xia Yun yang melihat kelakuan Hu Wang entah kenapa menjadi aneh sendiri dan langsung mengambilnya kemudian melemparkan Hu Wang ke atas atap lalu menangkapnya dan menggoyangkannya kencang-kencang hingga dirinya puas sampai rasa kantuk Hu Wang menjadi hilang.


Melihat mata Hu Wang yang terbuka, Xia Yun berhenti menggoyangkannya dan kembali meletakkan Hu Wang di tempatnya kemudian Xia Yun berbaring dan langsung memilih tidur.


“Roar!” Suara Hu Wang mengerang kesal ke arah Xia Yun yang berbaring membelakangi dirinya.


Karena saat ini Xia Yun adalah Tuannya, otomatis dirinya tidak bisa menyerang Xia Yun dan hanya bisa mengerang kesal kearahnya.


“Arg!!! kenapa mereka sangat tidak b


berguna!!” Suara teriakan pria yang ada di dalam ruangan serba gelap dengan ornamen merah darah.


“Aku harus mendapatkan Jarum Pencari Jiwa demi kebangkitan Ras Iblis!”


Gubrak!

__ADS_1


Suara barang-barang yang terjatuh hingga pecah terdengar memenuhi ruangan itu, bahkan membuat beberapa penjaga yang berjaga di luar ruangan sangat ketakutan hingga bergetar.


[Di Dalam Kamar Xia Yun]


“Huh...,” Xia Yun menggosok matanya berusaha melawan rasa kantuk karena dirinya baru saja terbangun dan harus mengikuti turnamen lagi pagi ini.


“Roar....”


Hu Wang juga begitu, harimau kecil itu baru saja terbangun dari tidurnya dan nampak berusaha menghilangkan rasa ngantuk nya dengan cara bangun dari tempat tidur dan langsung melompat kearah jendela tingkat dua dengan cara menembusnya karena jendela itu belum di buka oleh Xia Yun.


!!


Xia Yun melongo begitu melihat aksi Hu Wang yang sangat random di pagi hari ini hingga membuat rasa kantuknya menghilang, Xia Yun sungguh di buat kebingungan oleh aksi harimau putihnya itu.


Segera Xia Yun beranjak dari tempat tidurnya dan langsung membersihkan dirinya kemudian berjalan keluar untuk sarapan.


“Tuan Xia Yun.”


“Tuan....”


Begitu dirinya membuka pintu, ada Sebas dan Yuri yang berdiri di depan pintu sembari membungkukkan kepalanya memberi hormat dan menyapa Xia Yun.


Xia Yun membalas sapaan mereka dan langsung berjalan menuju lantai satu ke ruang makan, di sana Xia Yun sudah melihat Zhuge Liang, Xin Mei dan Hu Wang yang ada di pangkuan Miyuki kecuali Yong Tao.


Xia Yun segera duduk lalu bertanya di mana Yong Tao dan di balas oleh Xin Mei bahwa Yong Tao sepertinya masih tidur.


“Hihi... sepertinya kau sangat tahu tentang Yong Tao...,” goda Xia Yun sambil menatap Xin Mei tah yang saat ini sedang membuang mukanya.


Di meja makan hanya terdengar suara dentingan sendok sampai akhirnya Miyuki memecah keheningan dengan bertanya mengapa Xia Yun mengikuti turnamen ini karena jika dirinya mengikuti turnamen ini maka bisa di pastikan kalau dirinya yang akan menjadi juara.


“Sebenarnya....”


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.

__ADS_1


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.


__ADS_2