System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 101 - Kegeraman Penonton dan Ketua Sekte Es Abadi


__ADS_3

[Aku bakal coba mempersingkat ini bagian turnamen ini secepat mungkin ya]


.


.


“Sial*n! rasakan ini!” teriak pemuda itu sembari maju dan menyerang Zhou Fei menggunakan tombaknya.


Set!


Set!


Set!


Zhou Fei dapat dengan mudah menghindari serangan demi serangan milik pemuda itu sehingga pada satu tusukan, Zhou Fei tiba-tiba melilitkan selendangnya pada tombak pemuda itu.


Ketika Zhou Fei mendapatkan tombaknya, segera Zhou Fei menariknya sembari mengalirkan Ki pada selendangnya dan menggunakan aura Pendekar Jendral Tingkat 1 miliknya agar bisa membuat pemuda itu melepaskan tombaknya.


Trang!


Pemuda itu melepaskan tombaknya dan membuat Zhou Fei bisa menyerang dirinya karena sudah tidak memegang senjata lagi.


Melihat pemuda itu sudah tidak memiliki senjata lagi, segera Zhou Fei melepaskan selendangnya dan melesat kearah pemuda itu dengan cepat.


Melihat Zhou Fei bersiap menggunakan skillnya, pemuda itu langsung panik karena Zhou Fei seserius ini untuk mengakhiri pertarungan ini dan juga Zhou Fei yang saat ini sudah ada di depannya.


Karena melihat Zhou Fei sudah ada di depannya, pemuda itu langsung menyerangnya menggunakan sebuah tendangan kearah Zhou Fei.


Karena tubuhnya yang lumayan kecil, Zhou Fei bahkan tidak perlu menghindari tendangan dari pemuda itu karena tendangannya hanya mengenai ujung rambut atas kepalanya saja.


!!


Terlalu panik, pemuda itu bahkan tidak ingat kalau Zhou Fei itu tidak tinggi sehingga dirinya tadi memberikan tendangan ke atas untuk menyerang Zhou Fei.


“Elemen Besi : Tinju Besi!”


.


.


“Akhirnya aku bisa melihat elemen khusus yang dimiliki Nona Zhou Fei!” teriak salah satu penonton saat Zhou Fei menggunakan skill elemennya.


“Elemen besi, kah....”


“Kalau dia memiliki elemen besi, kenapa dia tidak menciptakan senjata jarak dekat?” gumam Xia Yun yang saat ini menonton pertandingan Zhou Fei.


“Kemungkinan dia tidak menguasai senjata lain, atau Zhou Fei masih belum mampu melakukan hal seperti itu.”


Tiba-tiba Hai Mo menjawab gumaman Xia Yun yang di mana posisi Xia Yun saat ini berada 2 meter di atas Hai Mo, tetapi kenapa dia masih bisa mendengar gumaman Xia Yun?


Hal itulah yang membuat Xia Yun bertanya-tanya akan hal itu.


‘Bagaimana bisa dia mendengar gumaman ku?’


Itulah hal yang ada di benak Xia Yun sembari menatap ke bawah, di mana tempat Hai Mo duduk.


.

__ADS_1


.


Setelah Zhou Fei menggunakan skillnya, tiba-tiba tangan Zhou Fei berubah menjadi warna keperakan seperti besi.


Begitu sadar tangannya sudah berubah warna, Zhou Fei langsung melompat kearah pemuda itu karena sekarang, Zhou Fei tidak akan bisa menyerang bagian atas tubuh pemuda itu karena tingginya.


Melompat keatas, akhirnya kepala Zhou Fei dan pemuda itu sejajar, Zhou Fei tidak ingin buang-buang waktu, begitu dirinya melompat, Zhou Fei segera memberikan sebuah pukulan telak ke wajah pemuda itu sehingga pemuda itu terlempar kebelakang sampai-sampai giginya terlepas akibat kuatnya pukulan Zhou Fei.


Setelah Zhou Fei memukul pemuda itu, dirinya mendarat dan beriringan dengan warna kedua tangannya yang kembali seperti semula.


Menunggu beberapa menit, pemuda itu tidak kunjung bangun dan saat Sang Pengawas mengeceknya, pemuda itu di temukan kehilangan kesadaran akibat pukulan Zhou Fei.


Karena lawannya kehilangan kesadaran, otomatis Zhou Fei memenangkan pertarungan kali ini oleh Sang Pengawas.


.


.


“Peserta berikutnya naik!”


Saat suara Sang Pengawas itu terdengar, perlahan ada dua orang peserta yang naik keatas panggung, yang pertama adalah Ye Lu. Lalu orang yang kedua adalah salah satu perwakilan dari Sekte Es Abadi.


Berdiri saling sejajar satu sama lain, pemuda yang menjadi perwakilan dari Sekte Es Abadi memperkenalkan namanya dan di balas mendengus oleh Ye Lu.


“Mu Mu, siap!”


“Hemp! cepatlah maju!” balas Ye Lu sembari membersihkan telinganya menggunakan jari kelingking.


“Pertandingan di mulai!” Sang Pengawas pun tidak ingin membuang banyak waktu dan langsung memulai pertarungan.


Mu Mu yang melihat itu langsung bersikap waspada dengan cara mengeluarkan senjatanya yang berupa pisau bermata dua, yang di mana mata pisaunya ada pada bagian atas dan bawahnya dengan pegangan yang berada di tengah-tengah kedua mata pisau itu.


“Dalam pertarungan, memang di larang ketika menggunakan pill, tetapi tidak dengan artefak!” jelas Ye Lu sembari mengangkat bola bewarna merah itu tinggi-tinggi.


.


.


“Bocah Sial*n itu!” geram Ketua Sekte Es Abadi ketika melihat aksi Ye Lu.


“Aku tidak menyangka bahwa dia akan menggunakan cara seperti itu untuk melawan Mu Mu!” terdengar suara tetuanya yang ikut geram akan aksi Ye Lu.


.


.


“Uwa... dasar Bocah Licik,” ucap Mei Yue yang saat ini menonton pertandingan Ye Lu.


“Kepribadian anak ini sangat tidak baik... Yue’er, lebih baik kau jangan memliki hubungan sedikit pun dengannya,” jelas Kakek Mei Yue yang berdiri di belakangnya sambil menatap Ye Lu dengan mata yang menyipit.


.


.


Bukan cuma orang-orang Sekte Es Abadi yang merasa geram akan aksi Ye Lu, tetapi juga para penonton berpikiran begitu, hanya saja mereka tidak berani membuka suara karena identitas Ye Lu yang sangat rumit.


Sang Pria Setengah Wanita terlihat mengepalkan tangannya erat-erat begitu dirinya melihat aksi curang Ye Lu akan saudara satu seperguruannya.

__ADS_1


.


.


Begitu Ye Lu mengangkat bola itu keatas, terciptalah puluhan buah bola yang mirip seperti itu di udara.


“Rasakan lah ini! dasar pecundang!!”


Setelah Ye Lu berteriak, tiba-tiba saja puluhan bola bewarna merah itu terbang kearah Mu Mu. Mu Mu yang melihat bola-bola merah itu melayang kearahnya, segera berlari keatas kiri untuk menghindar.


“Saudara Mu!! cepat menyerah!!!” teriak Pria Setengah Wanita yang sedari tadi memperhatikan pertarungan ini.


Tetapi sayang, baru saja Mu Mu mengambil 2 langkah, tiba-tiba ada satu buah bola bewarna merah itu sudah muncul di belakangnya dan langsung meledak hingga membuatnya terpental ke udara dan langsung terjatuh ke lantai.


Ah!


Boom!


Boom!


Boom!


Boom!


Belum sempat Mu Mu menyadarkan dirinya akan ledakan pertama yang mengenainya tadi, dirinya langsung di bombardir oleh puluhan bola-bola bewarna merah itu tanpa sempat untuk bertahan.


Setelah puluhan detik, akhirnya ledakan itu berhenti terjadi dan kawasan arena penuh akan asap bewarna hitam dengan bau yang tidak sedap.


Ketika asap itu menghilang, nampak sosok Mu Mu tergeletak di lantai dengan eluruh tubuhnya menderita luka bakar parah yang membuat kulitnya nampak sangat menjijikkan, bahkan hal itu juga membuat Sang Pengawas pun menggelengkan kepalanya pelan.


Melihat Mu Mu sudah tidak sadarkan diri, Sang Pengawas pun ingin menyudahi pertarungan ini dengan kemenangan Ye Lu.


“Tunggu! dia belum menyerah ataupun keluar arena, kenapa pertarungan ini selesai!?”


“Lihatlah dia! dia ini masih bergerak!” ucap Ye Lu membantah pernyataan Sang Pengawas sembari menendang-nendang tubuh Mu Mu yang saat ini terbaring tanpa pakaian karena pakaiannya terbakar akibat ledakan beruntun tadi.


.


.


.


.


.


.


**Niatnya aku pengen up 2 episode malam ini, eh tapi ga jadi, makanya malam ini cuma ada 1 chp doang ya, tapi tenang, chp berikutnya udah selesai aku tulis, tinggal up doang, dan jadwal up nya sekitar jam 9-10 pagi ya.


Pokoknya stay aja jam segitu, bakal up kok, bai bai**....


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.

__ADS_1


__ADS_2