
“Permisi, ada apa sebenarnya ini?” (Duan Feng)
Duan Feng bertanya pada salah satu warga desa saat dia melihat ada mayat seorang perempuan dan seorang anak kecil yang tengah di gantung di alun-alun desa.
Laki-laki yang sedang lewat dan di tanya oleh Duan Feng pun berhenti kemudian menjelaskan. “Mereka berdua adalah Iblis, eh tidak, maksudnya mirip seperti Iblis.
Laki-laki itu menceritakan bahwa kedua perempuan ini sering membunuh para Pengelana, Pedagang, Kultivator tingkat rendah yang mampir di desa ini.
Lalu meminta tumbal pada warga desa setiap minggunya dan lain-lain.
Jika mereka menolak, maka dia mengancam akan membunuh mereka semua sehingga tidak bisa melakukan apapun selain menuruti setiap permintaannya.
Jika ingin melawan pun percuma, mereka itu kultivator yang kuat sedangkan mereka hanyalah orang desa biasa.
Orang-orang desa ingin meminta bantuan orang lain tetapi percuma, jika ketahuan maka akan ada satu keluarga yang harus di lenyap kan.
Tetapi satu hari yang lalu, ada sebuah rombongan orang-orang yang sangat kuat berhenti di desa ini dan berhasil menghentikan aksinya.
Diduga mereka berdua ingin melancarkan aksinya seperti biasa, tapi tidak menyangka bahwa target mereka ternyata sangatlah kuat, oleh karena itu mereka berdua malah berakhir seperti ini.
Saat mendengar kata rombongan, Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran langsung tersentak kemudian mengabaikan ceritanya.
“Apakah rombongan itu terdapat laki-laki yang menutup matanya!?” tanya Duan Feng sambil memegang bahu laki-laki itu.
“Benar! dari mana kalian tahu?” jawab laki-laki itu membenarkan.
Mendengar jawaban darinya, Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran pun saling memandang satu sama lain.
Tidak salah lagi bahwa rombongan itu adalah Xia Yun, berarti tujuan mereka ini sudah benar, tetapi mereka hanya tidak bisa mengejarnya.
Mengetahui hal ini, Lou Yui segera menanyakan kemana arah mereka pergi, “Apakah Anda tahu kemana mereka pergi?”
__ADS_1
“Baiklah, terima kasih!” ucap Ketiganya pada Laki-laki itu.
Setelah selesai mendapatkan informasi yang sangat berguna untuk mereka, segera ketiganya kembali melesat mengejar Xia Yun.
Sekarang tujuan mereka sudah jelas, yaitu Kekaisaran Langit!
Jika rombongan Xia Yun bertujuan untuk pergi ke sana, maka satu-satunya cara adalah menggunakan Gerbang Teleportasi yang berada di Kota Q untuk menghemat waktu.
Sekarang tujuan Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran adalah menuju Kota Q secepat mungkin agar bisa menemui Xia Yun.
Gerbang Teleportasi tidak di buka setiap saat melainkan adanya jadwal yang di buat setiap 1 minggu 1 kali.
Kebetulan waktu pembukaan Gerbangnya adalah tiga hari lagi, walaupun rombongan Xia Yun sampai terlebih dahulu maka itu tidak akan bedanya karena mereka tetap harus menunggu sampai Gerbang Teleportasi dibuka.
Dalam waktu 4 hari ini ketiganya harus bisa sampai di Kota Q agar bisa menyusul Xia Yun.
Oleh karena itu, karena sekarang masih tengah hari dan Matahari masih lama untuk terbenam, mereka terus memilih untuk terus bergerak.
Hanya sedikit orang yang bisa melukai mereka dengan rata-rata kekuatan di sini, jadi tidak perlu khawatir akan penyerang dan bisa fokus untuk mengejar Xia Yun.
Dalam perjalanan, terkadang mereka di serang oleh Beast dan juga beberapa orang perampok, dengan kekuatan Alam Langit ketiganya, itu semua bukanlah hal yang berarti.
Ketika siang mereka terus melesat dan hanya beristirahat selama beberapa menit, lalu pada malam hari lah baru mereka beristirahat.
Saat Matahari baru ingin muncul, mereka sudah kembali bergerak, hal inilah yang mereka bertiga ulangi selama 2 hari ini.
Sampai hari ke 3, Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran sudah hampir sampai di Kota Q.
Waktu menunjukkan bahwa Matahari akan terbenam ketika Ketiganya sudah bisa melihat tembok tinggi yang ada di depannya.
Senyuman mulai muncul saat mengetahui bahwa mereka akan segera sampai, tapi saat Lou Yui ingin meningkatkan kecepatannya, dia tiba-tiba merasakan ada sebuah anak panah yang melesat dari sampingnya.
__ADS_1
!!
Dengan sigap, Lou Yui menarik pedangnya dan menebas anak panah tersebut menjadi dua lalu segera memasang posisi kuda-kuda bertahan.
Slash!! (Tebasan)
Duan Feng dan Huan Ran yang sadar juga langsung memasang kuda-kudanya masing-masing dan menarik senjatanya.
“Akhirnya keluar juga kalian...,” ucap Duan Feng sembari menatap kearah pepohonan yang ada di samping kanan mereka.
Perlahan muncul satu persatu orang yang mengenakan masker dan topi jerami di kepalanya dari balik pohon dan atas pohon.
Semuanya memegang senjata berupa celurit, golok, pedang, tombak bahkan panah.
Jelas bahwa sekelompok orang di depan mereka ini adalah Perampok dan mereka adalah Kultivator!
Yang paling rendah berada di Pembentukan Tulang Awal dan paling tinggi berada di Ranah Pendekar Tingkat 2.
Alis Duan Feng mengerut saat melihat hal ini, hal ini bukan karena mereka adalah Kultivator melainkan karena sangat beraninya sekelompok Perampok ini untuk melancarkan aksinya di dekat Kota.
Selagi memikirkan hal ini, ada banyak anak panah yang melesat kearah dia sehingga Duan Feng segera menggunakan Teknik Langkahnya dan langsung melumpuhkan pergerakan mereka semua dengan cara memukul tengkuknya.
Duan Feng tentu tidak sendiri, dia di bantu oleh Huan Ran dan Lou Yui sehingga para Perampok ini tumbang dalam 5 menit.
“Akan kita apakan mereka?” tanya Lou Yui sambil menatap sekelompok Perampok yang pingsan di depan mereka saat ini.
“Tinggalkan saja disini, buat mereka pingsan selama 1 hari dan biarkan orang lain yang menemukannya.” (Duan Feng)
Setelah mengatakan hal itu, Duan Feng mengajak Lou Yui dan Huan Ran untuk kembali bergerak memasuki Kota Q karena Matahari sudah terbenam.
...****************...
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.