
“Hei....Bukankah itu orang-orang dari keluarga Xia?” Tanya Pemuda Setengah Wanita itu pada Xia Yun tetapi Xia Yun abaikan.
“Hei? tunggu aku!”
“Xia Yun, kenapa kau tidak ikut mendaftar sebagai perwakilan keluarga mu?” tanya Pemuda Setengah Wanita itu pada Xia Yun.
“Mereka bukanlah keluargaku!” jawab Xia Yun dingin sambil kembali menatap ke arah tempat duduk keluarga Xia yang tidak bergabung dengan tempat duduk biasa tetapi termasuk sedikit istimewa karena mereka berada di tempat yang sedikit lebih tinggi dari bangku penonton biasa.
Setelah itu Xia Yun kembali menatap lurus dan sampai di tempat yang di minta oleh Pria Paruh Baya sebelumnya, saat semua peserta sampai di tengah lapangan dan keadaan mulai ribut karena para peserta ada yang berbicara pada rekannya dan lain-lain, Pria Paruh Baya itu segera mengheningkan keadaan dengan meminta semuanya diam dan berbaris rapi, “Tenanglah! sekarang kalian berada di depan Kaisar!”
Setelah Pria Paruh Baya tadi mengatakan hal itu, sontak semuanya memandang seluruh keluarga Kaisar yang hadir, mereka semua terkejut karena seluruh keluarga Kaisar hadir pada turnamen tahun ini untuk menonton turnamen, padahal pada tahun-tahun sebelumnya, hanya Sang Kaisar, Permaisuri saja yang menonton, tapi Permaisuri pun juga tidak sering, jadi pemandangan kali ini berhasil membuat mereka semua bersemangat karena mereka juga melihat ada banyak ketua-ketua sekte besar hingga kecil hadir untuk menonton perwakilan mereka.
Jadi ini adalah salah satu alasan mereka menjadi bersemangat untuk menunjukkan hasil terbaik agar bisa di lirik oleh Kaisar atau ketua sekte-sekte besar yang menonton, mereka berharap agar bisa menjadi murid dari salah satu dari tiga sekte yang besar atau mendapatkan jodoh Putra Mahkota Ming He atau Putri Ming Chan maka masa depan mereka akan terjamin.
Xia Yun yang melihat ke arah keluarga Kaisar yang berada di tempat duduk paling tinggi dari semua tempat duduk dan di kanan dan kirinya adalah tempat duduk para ketua sekte besar, saat Xia Yun memandang tempat duduk keluarga Kaisar, kebetulan tatapan mata Xia Yun saling bertemu dengan Ming Bao/Sang Kaisar juga Qiao Feng/Permaisuri dan di balas oleh senyuman oleh Ming Bao dan Qiao Feng, Xia Yun pun juga membalas dengan senyuman + anggukan kepala kecil.
Begitu melihat Ming Bao/Kaisar dan Qiao Feng/Permaisuri saat ini tersenyum pada salah satu peserta, sontak para peserta lainnya hingga penonton langsung mengarahkan pandangannya pada salah seorang peserta yang mendapatkan senyuman Ming Bao dan Qiao Feng, dengan cepat Xia Yun mendapatkan banyak tatapan iri dan benci sekaligus kagum dari banyaknya orang-orang yang hadir sehingga Xia Yun hanya mengusap wajahnya dengan tangan kanan sembari menghembuskan nafas pelan karena sudah terlalu menonjol pada turnamen kali ini.
Ming Chan yang melihat ekspresi Xia Yun tertawa kecil lalu pandangan keduanya tidak sengaja bertemu dan Xia Yun hanya tersenyum kecut karena keadaannya saat ini, melihat tingkah Xia Yun, Ming Chan kembali tertawa kecil sekali lagi sambil menutup mulutnya hingga rupanya terlihat sangat cantik dan menawan, banyak para pemuda yang melihat kecantikan Ming Chan langsung berteriak kemudian pingsan karena kehabisan darah akibat darah mereka keluar dari hidungnya.
Ming Chan menyadari kalau banyak mata yang menatapnya tetapi dengan banyak maksud tersembunyi berdecak kesal tetapi disaat ada banyak pasang mata yang menatapnya, ada seorang pemuda yang sedang tersenyum kecut ke arahnya tapi dalam pandangan matanya bisa di lihat kalau tidak ada niatan tersembunyi apapun padanya, menyadari hal itu, Ming Chan membalas senyuman kecut Xia Yun dengan menjulurkan lidahnya sedikit ke arah Xia Yun, Xia Yun yang melihat Ming Chan baru ingin membalasnya tetapi langsung menahan niatnya karena Pria Paruh Baya yang memanggilnya kembali menenangkan para peserta karena keadaannya mulai rusuh.
rombongan keluarga Xia yang melihat interaksi antara Xia Yun dan Ming Chan atau lebih tepatnya keluarga Kaisar hanya menatap dalam diam
“Wow....Bagaimana bisa kau membuat Si Putri Ming Chan tersenyum padamu?” tanya Pemuda Setengah Wanita itu sembari menyenggol bahu kiri Xia Yun juga sambil mengedip kan sebelah matanya dan tersenyum lebar.
“Apa peduli mu,” jawab Xia Yun acuh tak acuh.
“Oh ayolah kawan....”
“Perhatian! aku akan menjelaskan tentang turnamen ini pada kalian semua!” ucap Pria Paruh Baya itu menenangkan para peserta yang mulai ribut.
Pria Paruh Baya itu menjelaskan kalau ada tiga tahap, tahap pertama para peserta akan pergi ke hutan yang ada di dekat kota untuk membunuh sebanyak-banyaknya beast agar mendapatkan poin, beda tingkatan beast yang di bunuh maka perolehan poinnya akan berbeda juga.
__ADS_1
perolehan poin yang di dapatkan dalam membunuh beast adalah sebagai berikut;
beast tingkat 1 : 200 poin,
beast tingkat 2 : 400 poin,
beast tingkat 3 : 600 poin,
beast tingkat 4 : 800 poin,
beast tingkat 5 : 1000 poin,
beast tingkat 6 : 1200 poin,
beast tingkat 7 : 1400 poin,
beast tingkat 8 : 1600 poin,
beast tingkat 9 : 1800 poin,
beast tingkat 11 : 2200 poin,
beast tingkat 12 : 2400 poin.
Para peserta akan mengumpulkan poin dalam waktu 4 jam dari jam 10 sampai jam 2 siang, lalu perolehan poin yang berada di atas 25.000 poin maka peserta di nyatakan lolos tahap pertama kemudian berhak menuju tahap kedua jadi bisa di katakan babak pertama ini untuk mengurangi jumlah peserta yang teramat banyak mengikuti turnamen. Pada tahap kedua, para peserta akan saling bertarung dari babak kualifikasi sampai final, dan pada tahap yang ketiga adalah tahap di mana pembagian hadiah di lakukan pada para pemenang, jadi turnamen ini hanya berlangsung selama dua hari atau lebih karena tergantung dari jumlah peserta yang mengikuti tahap kedua.
“Juga kali ini untuk hadiahnya akan sedikit berbeda karena ada hadiah tambahan dari Toko Tanaman Obat Langit yang sengaja ingin ikut memberikan hadiah pada pemenang jadi berusahalah untuk menjadi juara karena hadiahnya dijamin akan membuat kalian tergiur,” ucap Pria Paruh Baya itu menambabkan.
Saat Xia Yun mendengar kata-kata itu, Xia Yun melihat sosok yang sangat dia kenali sedang duduk di bangku khusus melambaikan tangannya pada Xia Yun sembari memberikan senyumannya yang mampu membuat para peserta pria menjadi meleleh dan juga iri pada Xia Yun yang berhasil memikat dua gadis cantik Kekaisaran Bintang.
Xia Yun yang saat ini melihat Mei Yue bersama kakeknya duduk di bangku khusus yang di siapkan untuk mereka karena sudah ikut memberikan hadiah pada turnamen kali ini, Xia Yun yang melihat Mei Yue melambaikan tangan pada dirinya, Xia Yun hanya mampu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya kecil menatap Mei Yue, Xia Yun sebenarnya terkejut karena Mei Yue sebelumnya tidak pernah bilang jika Toko Tanaman Obat Langit juga ikut berpartisipasi walau hanya di bagian hadiah jadi wajar saja Xia Yun terkejut karena kedatangan Mei Yue dan kakeknya.
Lalu setelah Pria Paruh Baya itu menjelaskan, Pria Paruh Baya itu menoleh ke arah Kaisar dan begitu melihat anggukan dari Kaisar, langsung saja Pria Paruh Baya itu memulai turnamen tanpa basa-basi lagi, “Ehem, seperti yang aku jelaskan, pergilah ke hutan di dekat sini lalu kumpulkan poin sebanyak-banyaknya dari sekarang sampai 4 jam ke depan! dan juga tetap bawa token sebelumnya selama membunuh beast karena itu akan menghitung poin kalian sendiri.”
__ADS_1
“Hehehe...Para peserta di sini banyak yang bodoh,” gumam Xia Yun lalu langsung menggunakan skill langkahnya meninggalkan tempat turnamen dan di ikuti oleh Pria Setengah Wanita sebelumnya bersama para perwakilan dari sekte Pria Setengah Wanita tadi, tak lupa dengan Putra Mahkota atau Ming He, Pria Paruh Baya tadi yang melihat rombongan ketiganya tersenyum lalu kembali datar, bukan cuma Pria Paruh Baya sebelumnya saja, tetapi para ketua sekte dari sekte-sekte besar juga ikut.
Si Loli dan Pria Sombong bersama perwakilan dari sekte mereka juga langsung bergerak seperti Xia Yun menggunakan skill langkah mereka sendiri setelah Pria Paruh Baya sebelumnya selesai berbicara, para peserta yang lain kebingungan begitu melihat Si Loli Pria Sombong dan Xia Yun bersama dengan Pria Setengah Wanita langsung pergi begitu Pria Paruh Baya sebelumnya selesai berbicara, akhirnya mereka paham setelah mendengar ucapan dari Pria Paruh Baya itu sekali lagi sehingga semua langsung menggunakan skill langkah mereka dengan terburu-buru, “Kenapa kalian malah berdiam saja?”
Setelah mendengar ucapan singkat dari Pria Paruh Baya itu, sontak semuanya langsung menggunakan skill langkah mereka secepat mungkin menuju hutan yang ada di dekat kota, berbeda dengan mereka semua yang baru saja mulai pergi, Xia Yun saat ini sudah memasuki hutan yang di maksud sendirian karena Xia Yun meninggalkan Pria Setengah Wanita dan kelompoknya tertinggal.
......................
Saat ini di bagian tengah-tengah lapangan tempat para peserta berkumpul sebelumnya berdiri sebuah batu bewarna hitam berukuran besar yang menampilkan proyeksi para peserta secara bergantian agar para penonton bisa melihat jalannya turnamen.
Pada bangku penonton khusus untuk Sekte Es Abadi, ada tiga orang pria yang duduk di bangku secara berbaris dengan dua pengawal khusus di bagian belakang mereka untuk berjaga-jaga, saat proyeksi tadi mulai menampilkan para peserta, ketiga sosok pria paruh baya itu saling berbicara mengeluarkan pendapat mereka tentang turnamen kali ini, “Ketua, hanya ada beberapa pemuda saja yang menarik pada turnamen kali ini.”
“Ya kau memang benar, aku sedikit tertarik pada pemuda yang terus di ikuti oleh Jie'er,” Ucap Ketua Sekte Es Abadi.
“Itu benar Ketua, sepertinya pemuda itu memiliki kepintaran yang berbeda karena langsung menangkap kata-kata dari pria tadi dengan cepat padahal hanya dalam waktu kurang dari tiga detik setelah pria itu berbicara dirinya sudah mengerti sehingga langsung pergi duluan meninggalkan yang lain,” ucap seorang tetua yang berada di samping Ketua Sekte.
......................
“Nyonya! persiapan sudah siap,” ucap sosok Pria Muda tampan yang sedang duduk dengan satu kaki menyentuh lantai.
“Ya, kapan kita akan bergerak Xue Rui?” tanya Wanita berambut hitam sepinggang sambil menatap seorang wanita yang mirip sepertinya tetapi hanya berbeda warna rambut yaitu rambutnya wanita itu bewarna putih.
“Tentu saja sekarang, pasti memerlukan banyak waktu untuk menemukan kotak yang di maksud boleh Tuan.”
“Kau benar, baiklah, Jun! segera pimpin mereka menuju tempat yang di maksud duluan, kami akan menjaga kalian apabila ada yang menyerang, dan juga minta para iblis ahli formasi membuat formasi bertahan secepatnya.”
...----------------...
Maaf selama dua hari sebelumnya aku nggak up ya....Sebenarnya aku malam kemarin itu sedang nulis tetapi ketiduran gara-gara akunya lagi nulis sambil rebahan jadi langsung ketiduran + aku juga kecapean karena bantu-bantu renovasi rumah aku jadi wajar saja langsung tidur.
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
__ADS_1
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian, ingat, untuk saran skill baru, itu tidak harus dari anime, itu bebas.