
“Dari tingkat aura... dia setara dengan seseorang yang berada di ranah Pendekar Alam Langit. Mungkin bagi orang lain, dia adalah ancaman... tetapi bagi aku dia hanyalah saudara dari... aku lupa namanya,” batin Xia Yun sambil menatap Wanita Berwajah Pria di depannya yang hanya terpisah jarak sejauh 20 meter.
“Karena di sini sangat sunyi...,” ucap Xia Yun kemudian membuka telapak tangan kanannya dan tercipta lah bola api bewarna merah nyala seukuran kepala manusia lalu melemparkannya ke langit.
Plak!
Xia Yun menjentikkan jarinya saat melihat bola api tadi sudah melambung tinggi menurutnya dan saat itu juga setelah Xia Yun menjentikkan jarinya, bola api itu berhenti melambung naik ke atas dan malah melayang di tempat terakhir saat dia melambung. Kemudian dari bola api yang sedang melayang tadi keluarlah percikan api kecil yang menyebar ke seluruh dataran bunga mawar di sekitar Xia Yun, tidak berhenti sampai di situ, percikan api kecil yang berasal dari bola tadi langsung meledak saat menyentuh sesuatu dan dampak ledakannya pun walau kecil tetapi bertubi-tubi.
Boom!
Boom!
Boom!
Boom!
Dampak dari ledakan tadi bahkan mengenai Xia Yun tetapi dengan cepat Xia Yun menonaktifkan Skill Mode Phoenix miliknya dan kembali menjadi mode biasanya lalu menggunakan elemen tanah miliknya menciptakan sebuah atap dari tanah sehingga tidak terkena percikan api tadi.
[Apakah Tuan ingin menjadikan serangan tadi menjadi skill Tuan?]
“Ha? apa bedanya?” gumam Xia Yun.
[Ada satu hal yang sangat berbeda bila Tuan menggunakannya, contoh saat Tuan saat membuat serangan tadi. Tuan memerlukan dua langkah, yaitu membuat bola api, dan kedua membuat bola api tersebut menciptakan percikan api seperti sekarang dan juga memerlukan waktu agar bisa membuat serangan seperti ini. Jika Tuan menjadikan serangan ini sebagai skill maka akan Tuan hanya perlu menggunakan skillnya saja maka otomatis akan ada bola api yang tercipta tanpa perlu Tuan membuatnya sendiri]
“Ho... dengan kata lain aku bisa menghemat waktu dalam pertarungan. Memang benar karena dalam pertarungan baik itu pertarungan hidup dan mati atau pertarungan biasa saja, ada satu hal yang sama, yaitu setiap detik sangat berharga dalam pertarungan,” gumam Xia Yun dengan santai sambil memegang dagunya terlihat serius memikirkan hal ini.
Berbeda dengan Xia Yun yang masih santai, Wanita Berwajah Pria di depannya sedang berusaha sekuat tenaga untuk menghindari percikan api tadi. Setelah selesai memikirkan hal itu, Xia Yun kemudian melirik ke arah Wanita Berwajah Pria di depannya lalu mengaktifkan Mata Mangekyou Sharingan dan menggunakan Skill Amaterasu ke arah kepalanya sehingga Wanita Berwajah Pria itu langsung mati seketika dan Api Amaterasu pun melahap tubuhnya sampai habis terbakar tanpa menyisakan apapun.
“Haduh... maaf ya. Sebelumnya aku tidak pernah melihat atau melakukan operasi jadinya tidak pandai...,” ucap Xia Yun sambil menyatukan kedua tangannya terlihat seperti berdoa memejamkan matanya dan Mode Phoenix nya menghilang.
!!
Baru saja Xia Yun mengatakan hal tadi, tiba-tiba saat Xia Yun berkedip, dirinya terkejut saat melihat sosok Perempuan Berwajah Pria sebelumnya terlihat baik-baik saja dan malahan jumlahnya bertambah hingga mengepung Xia Yun dari segala arah, untuk jumlahnya mencapai ratusan.
“H-hah! huft... tentu saja tantangan dari Raja Kura-Kura tidak akan mudah, aku lupa akan hal itu,” ucap Xia Yun menghembuskan nafasnya.
“Karena hanya ada aku disini... aku akan melakukan sesuatu dulu,” gumam Xia Yun dan kemudian Xia Yun mengeluarkan Aura Raja Naga nya sejauh 200 meter yang membuat para Perempuan Berwajah Pria sebelumnya tidak dapat bergerak karena tertekan oleh aura Xia Yun.
“Enchance Armament!”
Ucap Xia Yun yang menggunakan Skill pengendalian senjata sehingga muncul sebuah lingkaran dengan pola aneh bewarna biru sejauh 200 meter dan dengan cepat membekukan para Perempuan Berwajah Pria yang ada di dalam lingkaran itu kurang dari satu detik.
__ADS_1
Krek!
Krak!
Lalu es yang membekukan mereka retak kemudian pecah menjadi serpihan kecil di ikuti hancurnya tubuh pada Perempuan Berwajah Pria tadi sehingga dalam kurang dari satu detik Xia Yun sudah membunuh puluhan bahkan ratusan dari mereka dan itu membuat Xia Yun menerima spam pemberitahuan dari sistem.
[Selamat! Tuan berhasil membunuh beast 10] ×186
[Mendapatkan 200.000 poin pengalaman] ×186
[Mendapatkan 100.000 shop poin] ×186
“Ha? dia adalah beast?” batin Xia Yun bingung.
Xia Yun yang merasa jengkel dengan pemberitahuan sistem pun segera meminta sistem mematikan pemberitahuannya, “Lily, bisakah hilangkan terlebih dahulu pemberitahuan ini?”
[Baik]
[Mengganti mode menjadi mode senyap]
Setelah itu Xia Yun tidak lagi mendengar suara pemberitahuan dari sistem lagi dan Xia Yun puas akan hal itu.
Xia Yun yang melihat hal itu segera menyimpan Pedang Blue Rose Sword dan menunduk dengan satu kaki menyentuh tanah kemudian tangan kanannya menyentuh permukaan tanah yang di mana bunga-bunga mawar putih yang Xia Yun bakar kembali tumbuh.
Sambil menyentuh permukaan tanah Xia Yun mengatakan, “Pertama aku akan mengetes perbedaan antara Skill Pengendalian Senjata dan Skill Penguasaan Elemen milikku.”
Setelah Xia Yun mengatakan hal itu, perlahan suhu di sekitar Xia Yun menjadi dingin. Para Perempuan Berwajah Pria tadi tidak bisa bergerak karena mereka masih terkena Aura Raja Naga Xia Yun yang masih aktif sehingga menekan mereka agar tidak bisa bergerak.
“Sekarang!” ucap Xia Yun kemudian tanah yang ada di sekitar Xia Yun mulai bergetar dan dengan cepat munculah es-es yang seperti jarum dari bawah tanah dengan cepat sehingga menembus tubuh dari bagian kaki hingga kepala Perempuan Berwajah Pria tadi tanpa bisa menghindar karena tertekan aura Xia Yun.
“Hm... memang kalau masalah waktu ini memang lebih lambat dari Skill Pengendalian Senjata tetapi Skill Pengendalian Senjata hanya bisa membekukan musuh. Dan juga Skill Penguasaan Elemen ku memang kalah cepat tetapi aku bisa menggunakannya sesuka hati... intinya jika aku memerlukan serangan es yang cepat maka aku hanya perlu menggunakan Skill pengendalian Senjata saja karena dalam segi kekuatan keduanya sama saja,” gumam Xia Yun fokus.
[Selamat! Tuan berhasil membunuh beast 10] ×96
[Mendapatkan 200.000 poin pengalaman] ×96
[Mendapatkan 100.000 shop poin] ×96
“Bukankah sudah aku bilang kal-” ucapan Xia Yun terpotong saat sistem secara otomatis menampilkan status Xia Yun saat ini sehingga membuat Xia Yun tersenyum senang.
[Status]
__ADS_1
[Nama : Xia yun]
[Umur : 15 tahun]
[Kelamin : Laki-Laki]
[LV : Saint Tingkat 3]
[Poin pengalaman : 16.132.000/54.000.000]
[Pekerjaan »]
[Keterampilan/Skill »]
[Elemen »]
[Senjata »]
[Shop poin : 30.335.000]
[Mata uang : 99,699,568 koin emas]
[Toko »]
[undian »]
[penyimpanan »]
“Karena mereka tidak ada habis-habisnya maka akan aku manfaatkan mereka sebagai bahan farming poin pengalaman!” ucap Xia Yun bersemangat melupakan keluhannya tadi.
Tetapi baru saja Xia Yun berniat begitu, tiba-tiba keadaan di sekitarnya berganti menjadi tebing yang sangat tinggi di ikuti oleh sosok Perempuan Berwajah Pria tadi menghilang sehingga menyisakan Xia Yun sendirian.
“Hehehehehehe....”
...----------------...
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.
__ADS_1