System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 76 - Tantangan Ke-Lima Dan Memanfaatkan Aura Kaisar Raja Naga


__ADS_3

“Elemen petir?” gumam Xia Yun saat mendengar pemberitahuan dari sistem.


[Yes, karena skill gluttony Tuan yang di gunakan untuk menahan petir merah sebelumnya, jadi secara otomatis skill gluttony akan menjadikan energi dari petir merah tadi sebagai energi untuk tubuh Tuan, jadi Tuan mendapatkan kekuatan elemen petir karena sudah menyerap energi petir merah tadi secara terus menerus]


“O-oh...,” ucap Xia Yun ber’oh ria sambil tersenyum kecut memikirkan ketidaksengajaan dirinya yang mengakibatkan dirinya mendapat elemen ini sambil menggaruk ke arah kakinya yang gatal.


“Akan aku coba saja dulu,” gumam Xia Yun sambil kembali berdiri dari posisi duduknya dan membuka telapak tangan kanannya lalu mengarahkannya ke arah salah satu batu setinggi 4 meter yang ada di dekatnya karena sekarang lingkungan tempat Xia Yun berdiri saat ini masih di tempat jurang tantangan ke 4 sebelumnya dan belum berganti.


!!


Tar!


Boom!


Sesaat setelah Xia Yun mengarahkan telapak tangannya ke arah batu itu, tiba-tiba sebuah petir merah menyambar baru tersebut dengan kuat sehingga dalam satu sambaran baru tersebut langsung hancur berkeping-keping.


“Hm, jika petir ini sama seperti sebelumnya maka ini bisa menyerang jiwa lawan...,” gumam Xia Yun sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibir.


“Yah! itu nanti saja, pasti akan ada seekor kelinci yang akan menjadi teman berlatih ku,” ucap Xia Yun santai dan mengedarkan pandangannya karena perlahan keadaan di sekitarnya mulai berganti menjadi seperti lapangan stadion yang di mana lantainya adalah batu tetapi areanya sangatlah luas.


“Sudah tantangan yang ke lima ya...,” ucap Xia Yun mengingat sudah sampai di mana dia sekarang.


!!


“Wah wah wah wah! apa itu s*alan!” teriak Xia Yun terkejut saat melihat ada sebuah lonceng bewarna kuning yang sangat besar sehingga sanggup untuk menutupi seluruh area saat ini sedang jatuh ke bawah dengan cepat dari atas langit.


“Susano’o!” ucap Xia Yun mengaktifkan Skill Mata Mangekyou Sharingan kemudian menggunakan Skill Susano’o sehingga saat ini Xia Yun berada di dalam Susano’o dan segera menyerang lonceng kuning besar itu menggunakan kedua celurit miliknya sehingga dalam satu kali tebasan, lonceng itu langsung terbelah menjadi dua.


Xia Yun yang melihat itupun langsung menarik nafas lega merasa keadaan sudah aman tetapi nafasnya tertahan begitu melihat ada lonceng yang sama seperti yang dia belah sebelumnya sedang jatuh ke bawah dengan cepat.


Xia Yun yang melihat itu segera menebasnya sekali lagi menggunakan Susano’o miliknya seperti tadi.


Slash!


Lonceng itu langsung terbelah dan kejadian yang sama pun terus terulang bahkan loncengnya perlahan semakin membesar dan kuat setiap kali dia menebasnya hingga pada lonceng ke 21, Xia Yun gagal menebasnya dan dengan cepat lonceng itu jatuh menutupi seluruh area termasuk Xia Yun sehingga keadaannya sangat gelap karena tidak ada satupun cahaya di dalam sana yang bisa masuk.


Bagi Xia Yun yang sedang mengaktifkan Mata Mangekyou Sharingan, kegelapan seperti ini bukanlah apa-apa sehingga dirinya tetap tenang dan menghilangkan Skill Susano’o miliknya tetapi dirinya tetap bersiaga dengan kedua tangannya yang sudah bersiap menarik dua pedang di belakang punggungnya bila ada hal yang mencurigakan terjadi.

__ADS_1


Xia Yun yang merasa tidak ada pencahayaan pun melepas salah satu pegangan tangannya pada Pedang Night Sky Sword dan menciptakan sebuah bola dari elemen cahaya miliknya lalu melambungkannya ke arah langit-langit sehingga saat ini bola cahaya itu terlihat seperti matahari yang menyinari bagian dalam lonceng ini.


“Apa maksud dari tantangan kali ini?” ucap Xia Yun sambil menggaruk bagian kakinya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Ding!....


Ding!....


Ding!....


!!


Baru saja Xia Yun mengedarkan pandangannya, tiba-tiba lonceng itu berbunyi lalu suaranya menggema dengan keras di bagian dalam dan tanpa di ketahui penyebabnya Xia Yun merasa sangat kesakitan setiap lonceng itu berbunyi.


“Arg!!” teriak Xia Yun kesakitan sambil memegangi kepalanya.


“Lily, beli lagi Pill Penghilang Rasa Sakit!” ucap Xia Yun dengan cepat.


[Memotong -10.000 shop poin]


[Membeli Pill Penahanan Rasa Sakit....]


Setelah itu Xia Yun dengan cepat memakan pill nya dan menunggu selama satu menit, dirinya tetap merasa kesakitan setelah melewati satu menit dan itu artinya efek dari pill ini tidak ada. Xia Yun yang melihat hal ini langsung teringat pemberitahuan dari sistem kalau pill ini tidak mempan untuk rasa sakit terhadap jiwa seseorang dan akhirnya Xia Yun langsung mengerti bahwa saat ini dirinya sedang di serang energi jiwanya oleh lonceng besar ini.


“Jika seperti ini terus maka aku akan pingsan atau lebih parahnya menjadi gila, tck!” ucap Xia Yun mendecih kesal kemudian memutar otaknya berfikir agar dirinya bisa bertahan dalam tantangan kali ini sambil menahan rasa sakitnya.


“Akan aku coba hancurkan kembali lagi saja!” ucap Xia Yun kemudian menggunakan Skill Susano’o dan dengan cepat dirinya melesat ke arah dinding lonceng itu lalu melancarkan serangannya tetapi tidak bisa.


Xia Yun yang melihat kalau Susano’o tidak berhasil pun segera menggunakan Skill Klon miliknya dan menciptakan enam klon. Ke-enam klon Xia Yun langsung menggunakan skillnya masing-masing seperti Mode Malaikat Elemen Cahaya, Tapak Es, Tebasan Bilah Angin dalam Mode Malaikat Elemen Angin, Pukulan Api Membara Dalam Mode Malaikat Elemen Api karena inti dari skill ini adalah pukulan yang kuat di barengi dengan elemen api yang kuat jadi Mode Malaikat lah yang paling cocok di kombinasikan dengan skill ini. Lalu Skill Naga Penghancur, bahkan Gerbang Hachimon pun di gunakan.


Xia Yun yang asli pun menghilangkan Susano’o dan beralih menggunakan Mode Phoenix. Xia Yun yang asli menjaga jarak dari tembok lonceng itu dan saat jaraknya lumayan jauh dari tembok itu tetapi berdekatan dengan kloningnya, Xia Yun segera mengangkat tangan kanannya ke atas kemudian mengumpulkan seluruh Ki elemen api miliknya sehingga membentuk seperti telur tetapi ukurannya sangat besar dan dalam beberapa detik telurnya pecah lalu menampilkan sesosok burung phoenix yang gagah terbang di atas kepala Xia Yun kemudian dengan satu lambaian tangan kanan Xia Yun, phoenix itu langsung melesat ke arah tembok lonceng itu dengan cepat.


Bukan cuma itu saja, ke-enam klon miliknya juga sudah memberikan serangan terkuat mereka masing-masing ke arah tembok lonceng itu tepat ke satu titik.


“Elemen Cahaya : Laser Pemusnah!”


“Elemen Kegelapan : Naga Penghancur!”

__ADS_1


“Elemen Es : Tapak Es!”


“Elemen Angin : Tebasan Angin!”


“Elemen Api : Pukulan Api Membara!”


“Gerbang Hachimon : Shimon! (Kedelapan)”


Semuanya menyerang dengan sekuat tenaga dan fokus pada satu titik saja dan....


Boom!


Seperti biasa, terjadilah ledakan besar-besaran dan berkabut tebal tepat ke arah tembok itu,


ke-enam klon Xia Yun merasa aneh karena saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa lonceng ini akan hancur. Benar saja, saat mereka ke-enamnya melihat menggunakan Mata Mangekyou Sharingan, di sana terlihat ada sebuah retakan yang lumayan besar tetapi perlahan tertutup kembali dan hal itu membuat mereka semua terkejut karena serangan gabungan semuanya sudah di satukan dan itu hanya mampu untuk memberikan sedikit retakan.


Tapi hal yang paling mengejutkan adalah saat Xia Yun yang asli langsung muncul di depan retakan tembok sebelumnya dengan mode biasa yaitu berbaju putih normal segera mengarahkan sebuah pukulan yang terselimuti oleh aura bewarna kuning keemasan dan....


Boom!


Trak!


Tees!


Tembok lonceng tersebut langsung hancur berkeping-keping setelah terkena pukulan akhir sebelumnya dan dengan cepat Xia Yun memanfaatkan kesempatan itu untuk keluar dan pada klon Xia Yun pun kembali masuk ke dalam tubuhnya sehingga dirinya merasa sedikit kesakitan kepala.


“Fiuh... untung saja aku kepikiran untuk memanfaatkan aura dari Tubuh Kaisar Raja Naga...,” gumam Xia Yun bersyukur karena sempat kepikiran ide seperti itu di saat-saat terkahir.


“Seharusnya aku hanya perlu menunggu agar bisa melaju ke tantangan ke-enam,” gumam Xia Yun berpikir sambil merebahkan dirinya ke atas tanah karena saat ini dirinya sudah tidak berada di dalam lonceng besar tadi.


...----------------...


Maaf kalo aku telat up ya... kemarin aku kehabisan kuota dan hari ini baru beli makanya bisa up chapter baru.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya....+ jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu kan gampang hehehe.


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas ko...Tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.

__ADS_1


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh,skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja ko nanti aku bakal masukin saran kalian.


__ADS_2