System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 158 - Memasak


__ADS_3

“Em! enak sekali!” ucap Mei Yue setelah menyicipi Jian Bing atau yang di kenal sebagai Kebab jika orang di dunia Xia Yun melihatnya.


Sebab terbawa suasana karena enaknya makanan itu, Mei Yue tersenyum manis dan membuat orang-orang yang saling lewat dengan mereka menjadi terpesona.


“Roar! (Mau!)” (Hu Wang)


“Hem?” (Mei Yue)


Mendengar suara Hu Wang yang mengaum kecil kearahnya, Mei Yue memiringkan kepalanya bingung karena tidak mengerti dan menatap Xia Yun untuk sesaat.


“Dia juga mau katanya...,” jelas Xia Yun sambil menatap kearah Mei Yue.


★Kain putih sakral masih menutup kata Xia Yun ya.


Setelah mendengar penjelasan Xia Yun, mulut Mei Yue membentuk O dan memotong setengah Kebab miliknya lalu menyuapinya ke mulut Hu Wang.


Awalnya Mei Yue ingin Xia Yun makan ini juga, tetapi Xia Yun terus menerus mengatakan tidak dan berhasil membuatnya pasrah sehingga Mei Yue hanya membeli 1 buah Kebab saja.


Sesudah menyuapi Hu Wang, kali ini mereka berdua melanjutkan kegiatannya dengan terus berkeliling di Ibu Kota.


Mei Yue dengan aktif mengajak Xia Yun untuk ke sana dan kemari, ada yang membeli camilan, ada juga minuman.


Ketika sudah puas dalam berburu jajanan dan berkeliling, mengingat bahwa waktu sudah masuk ke siang, Xia Yun mengajak Mei Yue untuk pergi ke ke Rumah Makan terdekat karena dirinya belum sarapan dan merasa kelaparan.


★Kring! (Bel pintu)


Di Saat mereka berdua masuk, terlihat bahwa Rumah Makan ini sepi, mereka berdua hanya melihat ada 3 orang pelanggan yang ada di sini.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Mei Yue pun menoleh kearah Xia Yun seolah bertanya, apakah akan di sini atau tidak.


Sebenarnya tampilan Rumah Makan ini tidaklah buruk, dari dekorasi, kebersihan dan kerapian pekerjanya sesuai standar.


Entah bagaimana dan mengapa, Rumah Makan ini bisa sepi, hal inilah yang membuat Mei Yue ragu.


Tetapi Xia Yun yang di tatap oleh Mei Yue, hanya menganggukkan kepalannya ringan dan terus berjalan ke salah satu meja lalu mengajak Mei Yue dan Hu Wang duduk di depannya.


Tok!


Tok!


Xia Yun mengetuk mejanya untuk memanggil pelayan, dan setelah beberapa saat berlalu, ada seorang Pelayan Wanita yang mendatangi meja kemudian menanyakan apa pesanan Xia Yun dan Mei Yue.


Pelayan Wanita ini adalah wanita yang di perkirakan berumur 40 tahunan, dan berambut hitam pendek sebahu.


Tampak Pelayan Wanita itu sempat terkejut saat dia datang dan melihat penampilan Xia Yun dan Mei Yue yang terkesan Sangat Rupawan.


Belum lagi Hu Wang, Harimau Putih Kecil itu yang tengah duduk di bawah kaki Xia Yun sambil menguap manja, membuat Pelayan Wanita itu menjadi gugup ketika melayani mereka berdua.


Di sini, Mei Yue baru akan menyebutkan pesanannya tetapi ucapannya terhenti begitu Xia Yun bertanya sesuatu padanya, “Mau mencoba masakan ku?”


??


Awalnya Mei Yue kebingungan, tetapi waktu Xia Yun bertanya seperti itu, dari nada bicaranya seolah-olah ada rada kepercayaan diri sehingga berani memberikan pertanyaan seperti ini, pikir Mei Yue.


Setelah mempertimbangkan, Mei Yue pun menganggukkan kepalanya mengiyakan, “Ya, sepertinya kau sangat percaya diri sekali.”

__ADS_1


“Jika kau merasakan masakan ku, maka 100% akan ketagihan!” (Xia Yun)


Dengan percaya dirinya, Xia Yun mengatakan hal tersebut dan membuat Mei Yue semakin tertantang akan enaknya makanan buatan Xia Yun.


Ting!


Meletakkan dua Koin Emas di atas meja, Xia Yun mengatakan, “Bisakah ku pinjam dapur kalian?”


Waktu melihat kedua koin berkilauan itu, sontak pelayan wanita itu langsung menelan air liur berat dan tanpa ada rasa curiga atau apapun, segera menjawab, “Tentu saja Tuan Muda! silahkan!”


Tersenyum, Xia Yun pun bangkit dan berjalan mengikuti arahan pelayan wanita itu menuju dapur, diiringi dengan Mei Yue dan Hu Wang yang penasaran.


Plak! (Tepuk tangan)


"Semuanya, dengarkan aku! Tuan Muda ini sudah menyewa dapur kita untuk memasak makanannya sendiri dan dia membayar dengan ini.” (Pelayan Wanita)


Pelayan Wanita itu menunjukkan dua Koin Emas yang sebelumnya kearah Para Koki, Para Koki yang melihat dua Koin Emas, segera membeku tidak percaya.


“Oleh karena itu, pergilah kalian agar Tuan Muda bisa memasak!” (Pelayan Wanita)


Dengan cepat, Para Koki yang entah pria maupun wanita, langsung pergi meninggalkan Dapur sehingga dalam waktu beberapa tarikan nafas, kini hanya ada Xia Yun, Mei Yue dan Hu Wang, bersama dengan Pelayan Wanita.


‘Hem... bagusnya masak apa?’ batin Xia Yun berpikir.


...****************...


★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.

__ADS_1


__ADS_2