System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 129 - Setelah Pertempuran


__ADS_3

[Ding]


[Selamat karena telah berhasil menyelesaikan Misi Misterius]


[Selamat Dari Krisis]


[Hadiah : Mendapat kesempatan untuk meningkatkan versi sistem secara gratis]


[Ding]


[Gagal menyelesaikan Misi Utama]


[Bunuh Sang Immortal]


[Hukuman : Mata Sharingan menghilang dan mata Tuan akan berubah menjadi mata biasa bersamaan dengan hilangnya 10 skill Tuan secara acak]


Di saat Xia Yun menutup matanya akibat cahaya menyilaukan yang memenuhi dimensi itu, di telinga Xia Yun terdengar suara pemberitahuan dari sistem.


Crack!!! (Retakan)


Tas!!! (Pecah)


Bersamaan dengan munculnya cahaya terang di dimensi lain, kubus yang berdiri di tengah-tengah Stadion, kini hancur berkeping-keping diiringi dengan menghilangnya kabut hitam yang menghentikan pergerakan para penonton.


.


!!


.


Dari balik kubus yang ada di tengah-tengah Stadion, muncullah para peserta yang ada pada dimensi lain sebelumnya, termasuk Xia Yun dan juga Yang Kai dengan keadaan yang bisa di bilang baik-baik saja karena telah Xia Yun sembuhkan, kecuali pakaian mereka yang sedikit rusak.


Melihat hal itu, rasa kebahagiaan memenuhi setiap orang-orang yang ada di Stadion begitu tahu bahwa Immortal sudah berhasil di kalahkan.


Orang-orang yang memiliki hubungan dengan para peserta, segera melesat kearahnya, Yong Tao dan yang lainnya juga begitu, mereka semua langsung berniat tuk mendekati Xia Yun. Tetapi gerakan semua orang langsung berhenti kala mendengar suara teriakan yang keras dari Xia Yun.


[Karena Tuan gagal menyelesaikan Misi Utama maka proses penghapusan Mata Mangekyou Sharingan dan 10 skill acak akan di lakukan sekarang]


[Harap Tuan menahan rasa sakit selama prosesnya!]


[Selama proses, semua jenis pemulihan tidak akan berguna]


Sistem melakukan proses tersebut tanpa melakukan persetujuan dari Xia Yun, membuat Xia Yun langsung berteriak kesakitan dengan posisi terduduk dan tangan menyentuh matanya yang di banjiri oleh banyak darah.


“Tuan!!!” (Yang Kai) (Zhuge Liang)

__ADS_1


“Xia Yun!!!” (Yong Tao, Dll)


“Roar!” (Hu Wang)


Melihat Xia Yun yang secara tiba-tiba berteriak kesakitan, membuat semua orang yang kenal dengan Xia Yun bergerak cepat kearahnya.


“Ada apa dengan mu Xia Yun!!?” Yong Tao bertanya dengan panik saat dirinya sudah berada di depan Xia Yun.


....


Karena merasa kesakitan, Xia Yun bahkan tidak mendengar perkataan Yong Tao dan terus mengerang kesakitan sampai-sampai membuat yang lain semakin cemas akan keadaannya.


“Apakah sekarang sudah lebih dari 43 menit!!?” Mei Yue bertanya pada semuanya dengan kondisi panik karena melihat Xia Yun yang seperti ini.


“Jangan-jangan!?” (Yong Tao dan Yang Kai)


....


Begitu Yong Tao dan Yang Kai mengatakan hal itu, suara teriakan Xia Yun sudah tidak terdengar lagi diiringi dengan Xia Yun yang telah tergelak di atas tanah membuat perasaan semua orang menjadi panik.


Dengan cepat, Zhuge Liang menunduk dan memeriksa nafas Xia Yun, setelah memeriksanya untuk beberapa saat, perlahan Zhuge Liang mengelap darah-darah yang ada pada wajah Xia Yun dan menggendongnya dengan ekspresi yang lega.


Melihat aksi Zhuge Liang, semua orang semakin khawatir dan segera bertanya padanya akan kondisi Xia Yun.


“Dia hanya pingsan, dan juga matanya terluka parah, setelah sampai di kediaman, bantu aku untuk mengobatinya.” (Zhuge Liang)


“Jar-” (Zhang Xue)


“Terima-” (Zhou Yu)


“Tidak usah bahas hal itu terlebih dahulu, lebih baik saat ini kalian rawat orang-orang yang terluka akibat kejadian ini.” (Zhuge Liang)


Baru saja Zhang Xue/Ketua Sekte Es Abadi bersama Zhou Yu/Ibu Zhou Fei ingin menanyakan tentang Jarum Pencari Jiwa dan berterima kasih, Zhuge Liang terlebih dahulu memotongnya dan meminta semua orang yang ada di sini untuk membantu orang-orang yang terluka terlebih dahulu.


“Berikanlah Pill ini pada dia, ini adalah Pill Tingkat 3, berguna tuk menyembuhkan dan memulihkan kondisinya secepat mungkin, maaf jika tidak bisa mengikuti kalian, aku akan membantu di sini terlebih dahulu,” Shao Sheng berkata sembari memberikan dua buah Pill pada Miyuki kemudian pamit dan mulai memeriksa para penonton yang terluka.


Merasakan tidak ada hal yang perlu untuk di lakukan lagi, Zhuge Liang segera membawa Xia Yun pergi menuju kediaman bersama Miyuki, Xin Mei dan juga Hu Wang.


“Aku juga akan ikut!”


Saat semuanya berbalik, terdengar suara Mei Yue yang meminta untuk ikut menuju kediaman karena merasa khawatir akan keadaan Xia Yun, semua orang langsung menganggukkan kepalanya mengijinkan karena mereka tahu bahwa Mei Yue lumayan dekat dengan Xia Yun.


“Hei, mau kemana kau?” tanya Yong Tao pada Yang Kai ketika melihat dirinya ikut berjalan mengikuti mereka.


“Mengikuti Tuan,” jawab Yang Kai datar.

__ADS_1


“Hah!? maksudmu Xia Yun?” Yong Tao bertanya lagi.


Tidak menjawab pertanyaan Yong Tao, Yang Kai hanya terus mengikuti Zhuge Liang dan yang lain. Zhuge Liang dan yang lain juga sedikit ragu ketika melihat Yang Kai mengikuti mereka, tetapi berusaha untuk tenang karena pada pertempuran sebelumnya, Yang Kai terlihat tidak memiliki masalah dengan Xia Yun, malahan dirinya ikut bertarung di sisi Xia Yun.


Memikirkan hal tersebut, akhirnya semua orang memilih diam saja ketika Yang Kai berjalan mengikuti mereka, tetapi walaupun semuanya diam, tidak dengan Yong Tao, pemuda itu terus menerus berbicara dengan nada tidak percaya pada Yang Kai.


.


.


“Apakah kau tidak apa-apa Ming He?” tanya Ming Bao sambil menyentuh bahu putranya saat ini.


Saat ini keduanya tengah berkumpul bersama dengan anggota keluarga lengkap seperti Ming Hu, Ming Chan dan Qiao Jing.


Ming He yang di tanya oleh Ming Bao seperti itu langsung menggelengkan kepalanya dan mengatakan, “Aku tidak apa-apa, itu karena aku sudah di lindungi oleh Xia Yun....”


“Untung saja ada Xia Yun di sana, aku yakin jika dirinya tidak ada di sana, maka kalian pasti akan...,” Ming Hu tidak melanjutkan kata-katanya dan membuang wajahnya ke samping.


Ming He dan yang lain mendengar perkataan Ming Hu hanya menganggukkan kepalanya membenarkan karena memang itulah kenyatannya, setelah senyap beberapa saat, akhirnya Qiao Jing memutuskan untuk membawa semuanya kembali menuju istana karena kebanyakan orang-orang sudah di minta kembali.


.


.


“Ibu... pertarungan yang tadi itu mengerikan,” ucap Zhou Fei yang ada di pelukan Zhou Yu saat ini.


“Aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Xia Yun....” (Zhou Fei)


Zhou Yu terus mengelus punggung Zhou Fei, menenangkan perasaannya yang sedang tertekan saat ini sembari mengatakan, “Sayang... berhentilah memikirkan hal itu, lebih baik kau beristirahat saja, ya?”


Wajar bagi Zhou Fei untuk merasa tertekan saat ini, itu karena pertama kalinya dirinya melihat pertarungan yang sungguh dashyat, tingkat pertarungan yang dimana, ibu nya saja tidak akan sanggup untuk melakukan hal serupa.


Terlebih lagi, dirinya tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa di lindungi oleh Xia Yun selama kejadian tersebut, semakin membuatnya kepikiran.


Zhou Fei menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Zhou Yu dan perlahan berjalan pulang diikuti dengan para peserta dan Tetua dari sekte nya.


.


.


“Apakah kita tidak menemuinya?” (Lou Yui)


Ketika kelompok Zhuge Liang sudah jauh dari Stadion, Duan Feng, Lou Yui dan Huan Ran muncul dari balik pintu masuk sambil memperhatikan kelompok Zhuge Liang yang perlahan semakin menjauh.


“Saat ini Tuan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, lebih baik kita tunggu terlebih dahulu,” Duan Feng menjawab pertanyaan Lou Yui sembari menatap kearah Xia Yun yang sedang di gendong oleh Zhuge Liang.

__ADS_1


...****************...


Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.


__ADS_2