
Saat pemuda itu tersadar dari keterkejutannya, segera ia bergegas menuju perempuan yang di sebut-sebut kakak olehnya walau dirinya masih terluka.
“Kakak! ada apa denganmu!?” ucap pemuda itu panik sembari memegang bahu perempuan itu dan menggoyangkannya.
Xia Yun segera menghilangkan efek Genjutsu miliknya dari perempuan itu sehingga terlepas dari ilusinya dan langsung tersadar.
“Ah lepaskan!” Perempuan itu refleks memukul pemuda yang di sebut adik olehnya itu sambil menutup mata saat baru saja tersadar dari ilusi yang Xia Yun berikan.
Buk!
“Kakak! kenapa kau memukulku!” teriak pemuda itu marah ketika dirinya terjatuh akibat pukulan kakaknya itu.
Merasa mendengar suara adiknya, perempuan itu membuka matanya pelan dan hanya menemukan pemuda berambut coklat sedang terduduk dengan penuh luka memar di tubuhnya.
Hiks!
“Adik!“ teriak perempuan itu haru dan segera memeluknya sambil menangis.
Orang yang di peluk pun juga ikut menangis karena ulah perempuan itu hingga berakhirlah dengan drama b*doh antara kakak dan adik itu.
Para anak-anak yang bersembunyi di balik pintu panti asuhan pun segera berlari menuju kedua kakak beradik itu sembari menangis terisak-isak.
Sang perempuan dan pemuda itu segera memeluk semua anak-anak yang ada di sana haru dan berakhir dengan pelukan hangat selama 10 menit tanpa ada yang berniat melepaskan pelukan.
Xia Yun yang melihat hal itu nampak alisnya berkedut saat dirinya di acuhkan sehingga berpura-pura pergi sambil membakar mayat sekelompok pria yang di lawannya tadi.
Sang pemuda yang melihat Xia Yun ingin pergi segera menghentikan dan menghampiri Xia Yun kemudian mengatakan, “Terima kasih karena sudah menolong kami!”
Xia Yun menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas ucapan terima kasih pemuda itu dan menjentikkan tangannya pelan.
Plak!
“Penyembuhan!”
kemudian muncul lingkaran berwarna hijau dengan pola yang aneh di bawah kaki mereka semua yang membuat mereka semua terkejut tetapi Xia Yun menjelaskan bahwa tetap diam saja dulu dan semuanya hanya diam mengikuti ucapan Xia Yun.
Walau mereka ingin melawan pun tidak bisa karena Xia Yun sangat kuat bagi mereka, ketika beberapa saat mereka berada di dalam lingkaran itu mereka merasakan segala luka mereka perlahan sembuh dan perasaan mereka perlahan menjadi segar kembali.
Selesai menyembuhkan mereka semua, Xia Yun tidak lupa menggunakan Skill Pemberhentian Waktu selama 3 detik. Dalam periode itu, Xia Yun masuk ke dalam panti asuhannya dan meletakkan 100 koin emas di atas sebuah kasur dalam kamar panti asuhan itu.
Setelah itu dirinya langsung menggunakan Skill Langkah Cahayanya dan pergi meninggalkan orang-orang panti asuhan itu tanpa mengucapkan apapun pada mereka.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
“Setidaknya janji ku masih terlaksana...,” gumam Xia Yun yang saat ini sedang berhenti di depan pedagang bakpao karena ingin membelinya.
.
.
.
.
.
.
.
Karena Xia Yun mengatakan para maid bebas untuk hari ini, mereka langsung memutuskan untuk menonton pertandingan Tuan mereka, oleh karena itu para maid mengikuti rombongan Zhuge Liang dll.
“Aku cuma membereskan para pengganggu saja tadi malam...,” jelas Yong Tao pelan sambil meletakkan kedua tangannya ke belakang kepala.
Mereka semua terus berjalan menuju tempat turnamen seperti biasa, Yong Tao membeli beberapa makanan untuk camilan, saat semuanya sedang menunggu Yong Tao membeli makanan, ada yang memanggil nama Miyuki dari kejauhan.
“Miyuki!”
Orang yang di panggil langsung saja menoleh kearah sumber suara dan menemukan rombongan Duan Feng, yaitu pemuda yang berasal dari Ras Naga sebelumnya.
Yang memanggil Miyuki sebelumnya adalah perempuan berambut hitam sepinggang dengan pedang di tangannya yang bernama Luo Yi, ada juga perempuan dengan rambut merah membawa tombak di sampingnya dengan ekspresi tenang.
Melihat rombongan Miyuki, Luo Yi mengajak Duan Feng dan perempuan berambut merah bernama Huan Ran berjalan mendekati rombongan Miyuki.
“Apakah kalian ingin menonton pertandingan juga?” tanya Luo Yi menatap Miyuki dan sesekali melirik Hu Wang yang ada di pelukan Miyuki.
__ADS_1
“Ya, kami ingin menonton teman kami yang akan bertanding,” jelas Miyuki sambil menatap Luo Yi.
“Sepertinya kalian juga ingin pergi ke sana, kan? bagaimana kalau kita pergi bersama?”
Luo Yi langsung saja menganggukkan kepalanya setuju oleh ucapan Miyuki dan langsung mengajak Duan Feng berserta Huan Ran menuju tempat turnamen, tetapi sebelum itu.
“M-Miyuki... bolehkah aku menyentuh dia?” tanya Luo Yi sambil malu-malu menatap Miyuki.
Miyuki yang sudah tahu bahwa Luo Yi ingin menyentuh Hu Wang tentu saja langsung memberikan Hu Wang pada Luo Yi.
!!
“Imut sekali!!” teriak Luo Yi senang sembari menggesekkan pipinya pada muka Hu Wang gemas.
Semua orang yang ada di sana termasuk Luo Yi hanya terkekeh pelan karena aksi Luo Yi yang sungguh senang menyentuh Hu Wang. Dalam perjalanan, Miyuki memperkenalkan para maid pada rombongan Luo Yi karena Luo Yi belum pernah bertemu dengan para maid.
Miyuki dan Xin Mei berbicara dengan Luo Yi. Yong Tao, Zhuge Liang dan Sebas asik berbicara dengan Duan Feng, sedangkan para maid juga sibuk dengan pembicara mereka sendiri juga, tidak lama semuanya berjalan, akhirnya mereka sampai di tempat turnamen dan masuk ke tempat penonton.
Tempat turnamennya masih sama, yaitu seperti stadion, yang di mana bagian tengahnya berdiri semacam arena dari batu yang luas.
Saat mereka masuk, para penonton sudah mulai ramai, menunjukkan bahwa sebentar lagi turnamen akan di lakukan, mereka semua sengaja memilih tempat duduk yang muat untuk mereka agar tidak perlu duduk berpisah.
Saat rombongan Zhuge Liang dan Duan Feng duduk, rombongan Zhuge Liang (Zhuge Liang, Yong Tao, Xin Mei, Miyuki, Hu Wang di pelukan Miyuki, para maid) tampak sedang mencari-mencari seseorang pada baris tempat duduk yang ada di bagian bawah yang di peruntukan untuk para peserta yang mengikuti turnamen.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat buat kalian yang menjalani puasa ya..., puasa di tahun ini mungkin sangat berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, yang di mana kita bisa kumpul bersama keluarga... tapi sekarang tidak, yah intinya tetap semangat dalam menjalani puasa bagi yang menjalankan ya....
Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.
Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.
__ADS_1
Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.