
“Lily, Tolong bantu aku mengganti mata dan tubuh ku menjadi Mata Sharingan dan Tubuh Dewa Racun, aku tidak ingin merasakan rasa sakit 2 kali. Jadi aku akan langsung saja mengganti keduanya,” ucap Xia Yun dengan tekad yang kuat dan mengeluarkan sedikit keringat dingin.
[Memulai proses pergantian tubuh dan mata]
[Harap tuan tidak pingsan ketika sedang melakukan prosesnya]
Tidak lama kemudian, Xia Yun langsung merasakan rasa sakit yang teramat sakit pada bagian mata dan seluruh tubuh nya, Xia Yun hanya bisa mengerang kesakitan dan tidak boleh berteriak agar orang-orang tidak tau.
.
.
.
.
.
.
[1 jam berlalu]
keluar darah yang berwarna hitam pekat dan juga bau tidak sedap yang berasal dari seluruh pori-pori tubuh Xia Yun.
.
.
.
.
.
.
[2 jam berlalu]
Terdengar suara retakan tulang yang sangat memilukan yang terjadi berulang-ulang kali dari tubuh Xia Yun.
.
.
.
.
.
.
[3 jam berlalu]
Setelah 3 jam, keluar darah dari kedua mata Xia Yun yang membasahi pipinya.
.
.
.
.
.
.
[4 jam berlalu]
[Proses pergantian tubuh menjadi tubuh dewa racun berhasil]
[Selamat! Tuan berhasil naik level]
[Karena Tuan mendapatkan Tubuh Dewa Racun, maka Tuan mendapatkan elemen khusus racun. Tuan akan kebal terhadap segala jenis racun karena di darah Tuan terdapat racun dewa racun yang akan menaklukkan kan segala jenis racun yang ada di tubuh Tuan, darah Tuan juga bisa menjadi penawar segala jenis racun sekaligus racun paling mematikan pada dewa sekali pun tergantung dari Tuan menggunakan nya]
[Berhasil mengganti Mata Sharingan 3 Tomoe]
[Selamat! Tuan mendapatkan Skill Genjutsu (Bagian dari Mata Sharingan)]
[Selamat! Tuan mendapatkan Skill Peniru Skill Dan Gerakan (Bagian dari Mata Sharingan)]
Setelah 4 jam merasakan rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan, akhirnya proses tersebut selesai, Xia Yun langsung terbaring dari posisi duduk nya dan tertidur pulas karena dia sudah terlalu lelah akibat menahan rasa sakit sebelum nya, bahkan dia tidak mendengar kan pemberitahuan sistem.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Pada pagi harinya, Xia Yun terbangun dari tidur dan segera mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sangat berbau, setelah mandi, dia menggunakan pakaian nya lagi seperti biasa. Xia Yun juga membersihkan bekas darah kotor yang ada pada kasur lalu menjemur nya.
Xia Yun merasakan pandangan matanya sekarang jauh lebih tajam dan dia bisa melihat sesuatu pada jarak maksimal 10 kilometer, tapi bila dia mengaktifkan Mata Sharingan maka jarak pandang nya meningkat menjadi 15 kilometer.
Selain merasakan perbedaan dari matanya, Xia Yun juga merasa bahwa tubuh nya menjadi sangat ringan tetapi bertenaga dan mengeluarkan semacam aura yang menakutkan untuk menekan orang lain. Dia mengira ini adalah efek dari Tubuh Dewa Racun, lalu insting dia juga menjadi
meningkat tajam terhadap segala sesuatu apalagi racun.
Setelah itu Xia Yun pun langsung pergi ke pasar untuk membeli beberapa makanan karena dia malas untuk memasak, sehabis dia membeli makanan dia langsung kembali dan makan di rumah.
“Hm... sepertinya hari ini adalah hari pemilihan calon Kepala Keluarga dan calon Para Tetua lebih baik aku segera ke sana,” gumam Xia Yun.
Ketika Xia Yun dalam perjalanan untuk ke arena pertarungan Klan Xia, Xia Yun dihadang oleh Xia Wei anak Tetua Ke-Dua, Xia Wu sekaligus orang yang suka menyiksa Xia Yun di dunia ini.
“Hei hei pecundang tidak berbakat, mau kemana kau? aku ingin mencoba beberapa skill baru yang aku pelajari, bisakah aku minta tolong padamu untuk menjadi (TEMAN LATIHAN) ku?” ucap Xia Wei dengan keras sehingga banyak orang yang memperhatikan mereka.
“Jika kau ingin mencoba skill mu, maka silahkan tunjukan padaku di pertandingan nanti!” jawab Xia Yun dengan ekspresi yang dingin.
“Hahaha baiklah! aku akan menunjukkan nya padamu di pertandingan nanti, tapi itu pun jika kau lolos hahahaha,” balas Xia Wei dengan nada yang meremehkan dan langsung pergi meninggalkan Xia Yun.
‘Kenapa sikap Si Baj*ngan itu berubah jadi tidak takut padaku dan dingin? terus apa-apaan sikap tenangnya itu?’ batin Xia Wei.
‘Kau memang bisa sombong untuk sekarang, aku tau kau berada di ranah Pendekar Jendral Tingkat 2, tidak ada yang berada di ranah itu dikalangan pemuda Klan Xia jadi makanya kau bisa menyombongkan dirimu,’ batin Xia Yun.
Setelah Xia Yun datang, dia langsung mendaftarkan dirinya ke panitia dan mendapatkan informasi bahwa dia berada di tim 2.
.
.
.
.
.
.
Pada pertandingan ini, tim nya dibuat jadi 2 karena ada banyak para pemuda-pemudi yang mendaftar, Jadi dibuat lah jadi 2 tim. Kebetulan Si Xia Wei berada di tim 1 jadi apabila dia dan Xia Yun berhasil bertahan sampai akhir, maka mereka akan melakukan pertandingan final untuk mengincar posisi Kepala Keluarga berikutnya.
Tujuan dilakukan di baginya menjadi 2 tim agar bisa mencari orang yang terkuat di antara anak muda yang berada di masing-masing tim, kemudian orang yang berhasil menduduki juara 1 di masing-masing tim nya akan bertemu untuk melakukan pertandingan final untuk meneruskan posisi Kepala Keluarga Xia saat ini.
9 orang yang masuk ke posisi 9 besar dalam pertandingan ini akan mendapatkan posisi Tetua Klan yang berikutnya, urutan Tetua nya akan di sesuaikan dengan peringkat ke berapa orang tersebut berada ketika pertandingan. Dan untuk orang yang berada pada peringkat 1 maka dia akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi Kepala Keluarga Xia berikutnya.
Para peserta yang ikut di tim 1 dan 2
masing-masing berjumlah 105 orang, kemudian dari 105 peserta yang ikut, akan di ambil sebanyak 10 orang teratas di masing-masing tim. Kemudian saling bertanding dengan anggota 10 besar tim lain untuk mempertahankan posisi yang mereka miliki sekarang, yang menang akan mendapat posisi Kepala Keluarga sampai posisi Tetua Klan, dan yang kalah akan kehilangan posisi tersebut.
.
.
.
.
.
.
Semua peserta kemudian dipisahkan kan berdasarkan tim nya masing-masing, pertandingan nya akan dibagi menjadi 5 pertandingan, para peserta yang berjumlah 105 tersebut di bagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok berjumlah 21 orang.
Ketika sudah selesai membagi para peserta, Panitia memberitahu para peserta dari kelompok 1 untuk pergi ke arena 2 yang memiliki besar 50 x 25 meter tesebut untuk memulai pertandingan nya, Xia Yun sendiri berada di kelompok ke 1 jadi dia ikut pergi ke dalam arena ke 2.
Waktu para peserta sudah berkumpul di arena 2, tiba-tiba terdengar suara yang sangat nyaring berasal dari atas mereka, sontak mereka semuanya pun menghadap ke arah pria tua tersebut.
“Semuanya dengar, seharusnya kalian sudah mengenali pria tua ini kan? jadi aku tidak perlu untuk memperkenalkan kan diri lagi. Baiklah, Dalam pertandingan ini, kalian akan saling menjatuhkan semua orang yang ada di arena sampai yang tersisa hanya 2 orang, kalian bebas ingin menggunakan armor atau senjata apapun kecuali artefak dan pill. Dan ke 2 orang tersebut akan dinyatakan lolos ke pertandingan berikutnya,” ucap pria tua yang dikenal sebagai Tetua Ke-1 tersebut.
“Ingat! Semangat lah, Karena para Tetua dan Kepala Keluarga sedang menonton kalian.”
“Semuanya! bersiap-siaplah ke posisi kalian” Ingat Tetua Ke-1.
“Mulai!”
Semua peserta sudah memulai pertarungan mereka sendiri, rata-rata tingkat kultivasi mereka berada di ranah Pembentukan Tulang Menengah sampai Pembentukan Qi Akhir. Berbeda dengan Xia Yun, Dia sedang terlihat melamun diam tanpa melakukan apa-apa, orang-orang yang melihat menertawakan dirinya karena mereka mengira dia terlalu takut jadi hanya bisa diam.
Sebelum pertandingan dimulai ketika Tetua Ke-1 yang sedang menjelaskan tentang pertandingan, Xia Yun sedang membuka status nya, jadi dia tidak terlalu mendengar apa yang disampaikan oleh Tetua Ke-1.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
[Status]
[Nama : Xia Yun]
[Umur : 15 tahun]
[Kelamin : Laki-Laki]
[LV : Pendekar Spritual Tingkat 1 (340.000/95
0.000)]
[Pekerjaan : Alchemist]
[Keterampilan/Skill : Penguasaan Elemen, Pencaharian, Gluttony, Pedang 2 Tangan, Langkah Cahaya, Regenerasi Super, Amenotejikara, Cocytus, Klon, Pembaca Pikiran, Telepati, Aliran Energi Ki Tak Terbatas, Pengendalian Senjata Penuh, Sentuhan Kematian, Pembangkitan, Penyamaran Sempurna]
[Elemen : Api (Api Tulang Beku), air, tanah, angin, cahaya, kegelapan, ruang dan waktu, es]
[Senjata : Pedang Night Sky Sword, Pedang Blue Rose Sword, Sabit Dewa Kematian, Set Armor Dewa Kematian]
[Shop poin : 760.000]
[Mata uang : 99.999.980 koin emas]
[Toko »]
[Undian »]
[Penyimpanan »]
.
.
.
.
.
.
‘Hah? aku sudah berada di ranah Pendekar Spritual?’ batin Xia Yun dengan keheranan.
“Sepertinya itu karena aku sudah mengganti tubuh.”
“Yah... karena aku punya skill Mata Sharingan maka sekalian akan aku gunakan di pertandingan ini, kira-kira siapa yang akan aku jadikan percobaan Genjutsu ku ya...” ucap Xia Yun yang sedang menoleh sana sini untuk mencari lawan.
Ketika Xia Yun sedang menoleh-noleh, ada seseorang yang menyerang Xia Yun dari belakang dengan senjata yang berbentuk kapak di tangan kanan dan kirinya, dia mempunyai tubuh yang lumayan berotot, ketika serangan nya hampir mengenai Xia Yun, Xia Yun langsung melompat ke samping untuk menghindari serangan itu.
Lalu mereka berdua saling berpandangan dan kedua mata mereka bertemu, si pria tersebut lumayan merasakan kengerian ketika mata dia menatap mata Xia Yun, tetapi dia langsung mengabaikan perasaan itu dan langsung menerjang ke arah Xia Yun, Ketika dia ingin bergerak, pria itu merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakan sama sekali, ketika dia melihat wajah Xia Yun untuk yang kedua kalinya dia langsung berkeringat dingin karena senyum yang terukir di bibir Xia Yun sangat mengerikan.
Seketika, dia langsung mengetahui bahwa yang melakukan hal ini kepada dia adalah pemuda dengan senyuman yang mengerikan tersebut, pria tadi hanya bisa menelan air liur nya secara kasar karena telah menghadapi lawan yang salah.
Xia Yun berjalan pelan ke arah pria yang sedang berdiri tersebut dan menendang perut pria itu dengan keras sehingga dia terlempar keluar arena.
Bruk!
Boom!
.
.
.
.
.
.
Cukup sampai disini dulu ya...
Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat, karna ini pertama kalinya aku menulis novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
__ADS_1
Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe....