System Ultimate Skill

System Ultimate Skill
Chapter 96 - Grup Ke-1 Part 1


__ADS_3

Dalam sekejap mata, berdirilah 10 arena kecil di tengah-tengah tempat turnamen itu, penyebab dari berdirinya 10 arena itu, tentunya adalah perbuatan dari pria paruh baya yang sedang berdiri tenang di tengah-tengah tempat turnamen ini.


Itu berarti dirinya bisa menggunakan dua jenis elemen, yaitu angin dan tanah. Yang di mana, kultivator pengguna dua jenis elemen adalah orang yang langka dan berbakat.


“Karena tidak mungkin untukku memantau 10 arena di saat yang bersamaan, oleh karena itu, aku akan meminta bantuan dari pihak panitia untuk mengawasi tiap-tiap arena yang ada.”


Plak!


Plak!


Setelah mengatakan hal itu, dirinya langsung menepuk tangannya dan tiba-tiba muncul 9 orang laki-laki yang terlihat berumur 25 keatas dengan pakaian bewarna hijau di tambah garis-garis kecil bewarna putih.


“Kalau begitu, mari kita lakukan pekerjaan kita masing-masing!” tegas pria paruh baya itu sembari menatap 9 orang laki-laki dari pihak panitia yang datang membantunya.


Satu persatu, para peserta dipilih oleh 10 orang yang bertugas menjadi pengawas untuk memasuki grup yang mana, tidak perlu waktu lama, 10 arena sudah berisikan 40 peserta yang sudah di pilih oleh pihak panitia.


Kali ini, Xia Yun masuk ke Grup 1, di antara semua orang yang Xia Yun kenal, hanya dua orang perwakilan dari Keluarga Xia saja yang satu grup dengannya.


Untuk Zhou Fei, Pria Setengah Wanita, Ming He, Ye Lu dll, mereka semua berada di grup yang berbeda dengannya.


Setelah semua peserta tahu di mana tempat mereka bertanding, segera semua peserta berkumpul di dekat arena tempat mereka bertanding.


Yang menjadi pengawas dari arena 1 atau Grup 1 adalah seorang laki-laki berambut putih pendek dengan pembawaan yang tenang, dan selalu membawa pedang di tangannya.


Melihat para peserta dari Grup 1 sudah berkumpul di samping arena 1, laki-laki berambut putih yang sedang berdiri di tengah arena tampak menjelaskan sesuatu sambil menatap mereka.


“Total peserta yang ada disini ada 40, jadi, di babak pertama, kami akan mengurangi jumlah kalian menjadi setengahnya.”


“Aku tidak ingin yang berbelit-belit, jadi aku akan melemparkan sarung pedang ini ke langit, siapa yang terkena sarung pedang ini, maka dia yang akan bertarung.”


Jelas laki-laki itu, sembari mencabut pedang putih miliknya dari sarung, kemudian melemparkannya tinggi-tinggi.


“Jangan ada yang bergerak dari posisinya, biarkan sarung pedang itu membentur tubuhmu, dan jangan melihat ke atas,” tambah laki-laki itu dengan tegas sembari melihat arah jatuhnya sarung pedang itu.


Bug!


“A!” terdengar suara rintihan seorang pemuda berbaju putih dengan dua pedang yang ada di pinggangnya, ya, dia adalah Xia Yun.


“Kau, naik ke atas sini dan tunggu lawan mu,” ucap laki-laki itu sembari menarik sarung pedangnya dengan energi jiwa ke arahnya untuk di lempar kembali.

__ADS_1


Xia Yun tanpa membantah atau apapun, hanya perlahan berjalan naik ke atas arena dan menunggu lawannya sembari mengelus kepalanya pelan karena di hantam oleh sarung pedang milik laki-laki tadi.


Walaupun itu cuma sarung pedang, tetapi itu terbuat dari besi, bayangkan saja. Betapa sakitnya jika ada besi seukuran pedang menjatuhi kepalamu.


Setelah mendapatkan satu orang, laki-laki itu kembali melemparkan sarung pedangnya ke lain, untuk mencari lawan Xia Yun.


Buk!


“Ya, kau. Kemari, lawan mu adalah dia,” jelas laki-laki itu sembari menunjuk ke arah peserta yang di jatuhi sarung pedangnya.


Peserta itu naik ke atas arena, saat peserta itu naik, yang menjadi lawan Xia Yun adalah pemuda yang berpakaian biasa, bukan seseorang yang berasal dari keluarga besar, besar tubuhnya sama seperti Xia Yun dengan rambut bewarna coklat pendek.


“Bersiaplah, kalian bebas ingin bertarung menggunakan senjata atau tidak, tetapi di larang menggunakan pill apapun. Dan pertarungan ini hanya satu kali, jika kalian kalah, maka kalah!”


Keduanya segera menjaga jarak sejauh 10 langkah, dan memasang kuda-kuda, mengikuti ucapan laki-laki yang menjadi pengawas untuk bersiap-siap.


Pemuda yang menjadi lawan Xia Yun hanya menggunakan tombak dengan kualitas biasa sebagai senjatanya.


Xia Yun yang melihat kualitas senjata pemuda itu hanya kualitas biasa, mengurungkan niatnya untuk menggunakan Pedang Night Sky Sword juga Pedang Blue Rose Sword dan memilih untuk menggunakan kepalan tangannya saja.


Laki-laki yang menjadi pengawas dan para peserta hingga penonton yang menonton grup Xia Yun, nampak alis mata mereka naik karena merasa heran akan keputusan Xia Yun.


Padahal Xia Yun memiliki dua pedang yang ada di pinggangnya, tetapi dia malah menggunakan tinju, sekarang ada banyak yang membicarakan Xia Yun.


Itu karena jarak serang pengguna tombak lebih jauh dibandingkan seseorang yang menggunakan tinju, sebelum tinjunya sampai, bisa jadi dirinyalah yang terkena tusukan tombak lawannya.


‘Lily, gunakan shop poinku untuk mempelajari seni bela diri tangan kosong tingkat tertinggi yang bisa aku pelajari,’ batin Xia Yun pada sistem sembari memasang kuda-kudanya, diikuti oleh pemuda yang menjadi lawan Xia Yun.


[Membeli pengalaman bertarung tangan kosong terbaik]


[Memotong -10.000 shop poin]


[....]


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


[Berhasil membeli!]


[Mentransfer pengalaman ke dalam pikiran Tuan]


Setelah bunyi terakhir dari sistem terdengar, muncul banyak gambaran pertarungan dalam sudut pandang Xia Yun yang sedang bertarung melawan banyak lawan dengan senjata yang beragam dengan dirinya saja yang hanya menggunakan tinju.


Gerakan demi gerakan mulai mengalir dipikirannya, seolah-olah dirinya yang sedang berada dalam gambaran itu, kejadian itu berlangsung Kurang dari 1 detik sehingga terlihat tidak terjadi apa-apa.


Setelah membeli pengalaman bertarung, Xia Yun menyelimuti kedua tangannya dengan elemen es sehingga terlihat seperti sarung tinju.


Pemuda yang menjadi lawan Xia Yun juga tidak tinggal diam, dirinya ikut memasang kuda-kuda dengan tatapan matanya tidak berpisah dari Xia Yun, seolah-olah dirinya siap maju kapan saja untuk menyerang.


Melihat keseriusan kedua belah pihak sudah sampai pada puncaknya, laki-laki yang menjadi pengawas pun segera berjalan ke pinggir arena dan memulai pertarungannya.


“Pertarungan Grup 1, babak ke-1, dimulai!!”


.


.


.


.


.


.


.


Buat kalian yang baca jangan lupa like dan tinggalkan jejak ya... dan jangan lupa kasi bintang lima karena semua itu gampang hehehe biar aku semangat nulisnya.

__ADS_1


Kalau ada yang salah tentang penulisan tanda baca, atau apapun bisa kalian kasi saran ke aku di komentar, pasti aku balas kok...tenang aja tapi aku tidak tau kalian nya komen di chapter berapa tapi aku pasti balas kok.


Juga kalau kalian punya saran kekuatan seperti jenis tubuh, skill atau penggunaan skill combo dan penggunaan skill yang Xia Yun punya maka kalian bisa komentar di bawah aja kok nanti aku bakal masukin saran kalian.


__ADS_2