
“Xia Yun, Lebih baik kau kembali istirahat karena kau baru saja sadar” Ucap Mei Yue pada Xia Yun.
kemudian Mei Yue berdiri dan berjalan kearah pintu sambil menarik kakek nya untuk meninggalkan Xia Yun sendirian untuk beristirahat.
Brakk!
Mei Yue menutup pintu dengan cepat meninggalkan Xia Yun sendirian.
“Yah... Lebih baik aku istirahat saja dulu” Ucap Xia Yun sambil mengangkat bahunya kemudian kembali berbaring dan segera tidur.
Keesokan paginya Xia Yun sudah bangun dan melihat ada Feng Niu juga Mei Yue berada di samping kiri dan kanan dia.
“Emmm... Kenapa kalian pagi-pagi begini sudah ada disini... ” Ucap Xia Yun sambil bangkit dari baringnya kemudian duduk seraya masih mengupar-ngupar kedua matanya karena Xia Yun masih mengantuk.
“Hoam....” Xia Yun tiba-tiba menguap dan langsung menutup mulut dengan kedua tangannya yang dalam keadaan masih setia menutup mata.
Mei Yue dan juga Feng Niu hanya saling tatap kemudian tertawa dengan tingkah Xia Yun yang seperti anak kecil.
“Kau bertanya mengapa kami kesini tentu saja untuk menjenguk mu...” Ucap Mei Yue sambil mencubit pipi sebelah kiri Xia Yun karena Mei Yue duduk di sebelah kiri Xia Yun.
“Ade-deh.... Hentikan....” Ucap Xia Yun langsung membuka matanya karena kesakitan dicubit oleh Mei Yue.
“Tapi kau harus bangun dulu jangan seperti tadi!” Ucap Mei Yue masih mencubit pipi Xia Yun.
“I-iya....” balas Xia Yun.
Setelah mendengar ucapan Xia Yun, Mei Yue melepaskan cubitan nya, Feng Niu yang melihat kedekatan Xia Yun dengan Mei Yue pun merasa kesal tapi tidak tahu mengapa dia merasa seperti itu.
“Bisakah kalian berhenti?” Ucap Feng Niu menghentikan Mei Yue dan juga Xia Yun.
“Em, Tapi Mei Yue yang mulai duluan” Ucap Xia Yun sambil mengelus pipi kirinya yang memerah akibat cubitan Mei Yue.
“Kau bilang apa tadi Xia Yun hm?” Tanya Mei Yue dengan menyatukan kedua tangannya yang saling mengepal lalu menunjukkan wajah yang mengerikan.
“He-he... Aku tadi bilang kalau aku sudah mulai membaik duluan...” Jawab Xia Yun dengan mengeluarkan keringat dingin di kening nya.
“Ho....Ya sudah!” Ucap Mei Yue sambil berdiri lalu berjalan ke arah pintu kemudian keluar.
“Haih...Sedikit lagi aku membangunkan iblis cantik yang tertidur” Ucap Xia Yun lalu menghela nafas nya sambil mengelus dadanya pelan.
“Ehm! Xia Yun aku ingin bertanya sesuatu pada mu” Ucap Feng Niu yang masih berada di samping kanan Xia Yun.
“Hm? Silakan” Ucap Xia Yun singkat.
“Apa hubungan mu dengan Mei Yue?” Tanya Feng Niu dengan ekspresi yang serius.
“Hm? Hubungan ku dengan nya hanyalah teman menurut ku” Jawab Xia Yun dengan cepat tanpa berpikir.
“Sungguh hanya sekedar teman?” Ulang Feng Niu.
“Ya” Jawab Xia Yun sambil menganggukkan kepalanya.
“Lalu satu pernyataan lagi, Kenapa kau menyelamatkan aku dan juga ayahku sampai-sampai kau harus mengalami luka seperti itu?” Tanya Feng Niu dengan penasaran.
“Haih... Kau sudah banyak sekali bertanya seperti itu kepada ku...” Ucap Xia Yun kemudian terkejut karena melihat ekspresi Feng Niu yang terlihat akan memakan Xia Yun apabila tidak menjawab dengan benar.
__ADS_1
Glek...
Xia Yun menelan air liur nya dengan berat karena takut akan membangunkan iblis di depan nya lalu memutuskan untuk menjawab nya dengan benar.
“Em... Kan sudah sering aku katakan kalau menolongmu, Ayah mu dan kakek Mei Yue itu adalah karena aku berjanji akan menolong siapapun yang sedang kesulitan, Tetapi itu hanya untuk orang-orang yang pantas saja” Jelas Xia Yun menjawab pernyataan Feng Niu sambil menggelengkan kepalanya pelan seraya mengibaskan tangan nya pelan.
“Sungguh hanya kerena itu?” Tanya Feng Niu sekali lagi.
“Ya, Tidak ada yang lain” Jawab Xia Yun santai.
Brakk!...
Begitu Xia Yun dan Feng Niu selesai berbicara, Pintu pun terbuka dan ada Mei Yue yang datang sambil membawa minuman dan juga makanan untuk Xia Yun.
“Xia Yun, Lebih baik kau makan dulu untuk memulihkan tenagamu” Ucap Mei Yue membawakan makanan pada Xia Yun.
Mei Yue langsung duduk di samping kiri diatas kasur Xia Yun lalu menyodorkan sendok dengan makanan ke arah mulut Xia Yun.
“Me-Mei Yue, Aku kan bisa makan sendiri, Mengapa harus disuapi?” Tanya Xia Yun keheranan.
“Sekarang kau harus memulihkan tenaga mu dulu, Jadi kau jangan banyak bergerak!” Perintah Mei Yue sambil memberikan tatapan mengancam pada Xia Yun.
“Cepat bukalah mulut mu” Ucap Mei Yue.
Xia Yun hanya diam menuruti segala ucapan Mei Yue karena takut dengan dirinya, Xia Yun hanya bisa pasrah disuapi oleh Mei Yue, Mei Yue selalu tersenyum waktu menyuapi Xia Yun tetapi berbeda dengan sorang gadis yang ada di sebelah kanan Xia Yun.
“Uhuk-Uhuk” Xia Yun tersedak lalu meminta air.
“Ini! Minumlah” Ucap Feng Niu memberikan air pada Xia Yun.
Feng Niu yang tangannya tersentuh oleh Xia Yun pun terkejut dan wajahnya pun langsung memerah.
“K-kenapa dengan ku? Kenapa waktu tangan kami bersentuhan aku langsung merasa tidak nyaman” Batin Feng Niu sambil melihat tangan yang tersentuh oleh Xia Yun.
Setelah minum dan tidak tersedak lagi, Xia Yun kembali makan dengan disuapi oleh Mei Yue.
Brakk!!
“Hei! Xia Yu-” Ucapan Yong Tao terpotong karena melihat kejadian di depannya sekarang ini.
“Ho ho ho.... Ada Kabar bagus apa ini?” Ucap Zhuge Liang sambil tersenyum seraya mengelus dagunya pelan lalu melangkah masuk kedalam.
“Hei! Hei! Kawan.... Baru aku tinggal semalaman dan kau sudah mendapatkan dua istri? Rupanya takdir cinta mu menang tidak biasa hm?” Ucap Yong Tao mengejek sambil tersenyum penuh makna pada Xia Yun yang sedang disuapi oleh Mei Yue.
“Bisakah kau berhenti mengejek ku...?” Ucap Xia Yun sambil tersenyum penuh makna pada Yong Tao yang diartikan oleh Yong Tao sebagai...
“Jika kau bicara lagi maka akan kuhabisi kau” Begitulah yang diartikan oleh Yong Tao lalu langsung berdiri di belakang Zhuge Liang.
“Hahaha....Rupanya aku akan mendapatkan seorang cicit sebentar lagi” Ucap kakek Mei Yue sambil tertawa dan tersenyum yang ternyata juga datang bersama Zhuge Liang dan Yong Tao.
Mei Yue yang mendengar Ucapan kakeknya pun sontak langsung menundukkan kepala malu dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
“Aku juga seperti nya akan mendapatkan seorang menantu sebentar lagi hahaha....” Ucap Feng Nuan yang juga ikut datang menjenguk Xia Yun.
Feng Niu yang juga mendengar ucapan ayahnya pun langsung bertindak seperti Mei Yue karena malu.
__ADS_1
“Sudah-sudah... Masa muda memang yang paling menyenangkan” Ucap Zhuge Liang menengahi Kakek Mei Yue dan Feng Nuan.
“Kakek Liang, Apakah kau sudah mencari tahu tentang Orang-orang yang menyerang kita kemarin?” Tanya Xia Yun mengalihkan perhatian.
“Ya, Orang-orang yang memakai topeng rubah itu adalah sebuah organisasi bernama Rubah Malam yang lumayan disegani karena para anggota nya berada di ranah yang tidak rendah juga pemimpin nya berada di ranah Pendekar Spritual tingkat 5” Jelas Zhuge Liang pada Xia Yun.
“Oh....Apakah kalian mengetahui apa alasan mereka menyerang pelelangan kemarin?” Tanya Xia Yun kembali.
“Seperti nya mereka mengincar Teratai kehidupan” Ucap kakek Mei Yue menjawab pertanyaan Xia Yun.
“Tapi apa yang akan mereka lakukan jika mereka mengambil teratai kehidupan dengan pasukan yang sangat banyak?” Ucap Feng Nuan ikut dalam pembicaraan.
“Aku juga tidak mengetahui alasan nya mengapa mereka nekat menyerang dengan kekuatan yang luar biasa sebelumnya” Jawab kakek Mei Yue.
“Penempaan ulang tubuh!” Ucap Xia Yun yang membuat semuanya bingung.
“Apa maksud mu Xia Yun?“ Tanya Yong Tao yang penasaran.
“Begini, Jika kita bisa mengumpulkan teratai kehidupan dan teratai kematian, Lalu menggabungkan keduanya maka tubuh kita akan ditempa menjadikan tubuh yang lebih kuat dan juga kekuatan kita akan mengalami peningkatan yang drastis” Jelas Xia Yun yang mengetahui nya karena penjelasan dari system.
“Dari mana kau mengetahui itu Xia Yun?” Tanya Zhuge Liang.
“Aku kan memang cerdas jadi aku tentu saja tau” Ucap Xia Yun dengan sombongnya.
“Sudah lah dulu, Sekarang apa kalian ingin ikut denganku?” Tanya Xia Yun mengakhiri candaannya lalu berganti menjadi ekspresi yang serius.
“Ke mana?” Tanya Yong Tao.
“Markas Organisasi Rubah Malam tentunya hehehe” Ucap Xia Yun sambil tertawa dan
tersenyum kecil.
“Ho...Tentu saja aku akan ikut! Lagian tanganku sudah ingin membuat orang lain hehehe...” Jawab Yong Tao sambil ikut tertawa dan tersenyum kecil penuh arti seperti Xia Yun.
“Apakah kalian melupakan orang tua ini hm? Aku juga ingin meregangkan tulang tua ini” Ucap Zhuge Liang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cukup sampai disini dulu ya..
Ini Novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karna ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like Novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe.....dadah...
Dan juga Buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di IG khusus dan Akun FB Khusus, Karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
IG : System_Ultimate_Skill
FB : System Ultimate Skill
Note: Huruf nya harus sama persis ya....
__ADS_1