
Kota Q merupakan Kota yang berdiri sudah lumayan lama di Kekaisaran Bintang ini, letaknya berada di arah selatan Ibu Kota.
Sebuah Kota yang di lindungi oleh tembok tinggi kokoh dan penjaga yang berpenampilan garang.
Selain hanya sebuah Kota, Kota Q adalah Kota yang menyediakan layanan Gerbang Teleportasi menuju Kekaisaran Langit/Wilayah Tengah.
Gerbang Teleportasi ini hanya ada di Kota Q dan tidak di Ibu Kota yang notabenenya pusat dari Kekaisaran Bintang.
Gerbang Teleportasi tidak bisa di buat dan di pindahkan karena Gerbang Teleportasi ini sudah ada sejak Zaman Dahulu.
Oleh karena itu, pihak Kekaisaran memutuskan untuk mendirikan sebuah Kota di tempat munculnya Gerbang Teleportasi itu.
Di dalamnya, Kota ini penuh akan Pengembara, Kultivator dan Pedagang yang mengisi Kota.
Karena keberadaan Gerbang Teleportasi yang menghubungkan antara Wilayah Utara (Kekaisaran Bintang) dan Wilayah Tengah (Kekaisaran Langit), membuat Kota ini tidak pernah sepi sebab selalu kedatangan pendatang.
“Kota yang ramai...,” gumam Lou Yui sambil melihat lingkungan sekitarnya begitu mereka bertiga memasuki Kota.
“Ya.” (Huan Ran)
Pemandangan yang menyambut mereka saat memasuki Kota adalah banyaknya orang yang berlaku lalang dan berjualan.
Tidak melupakan tujuan utamanya, mereka segera mencari penginapan terdekat lalu memesan kamar.
Karena memang sudah malam, mereka langsung beristirahat di kamarnya masing-masing dan memutuskan untuk mencari rombongan Xia Yun di Kota ini.
Jika seperti yang mereka pikirkan, dengan kecepatan gerak rombongan Xia Yun, seharusnya mereka sudah sampai disini satu hari atau dua hari lebih cepat dari mereka.
Dan juga walaupun sampai lebih cepat mereka pun masih harus menunggu selama 2-3 hari baru bisa menggunakan Gerbang Teleportasi.
Makanya ada kemungkinan bahwa rombongan Xia Yun berada di Kota ini sampai Gerbang Teleportasi bisa di gunakan.
......................
“Baiklah, segera cari jumlah penginapan yang ada di Kota ini kemudian tanyakan apakah pelayan di sana pernah melihat rombongan mereka,” ucap Duan Feng pada Lou Yui dan Huan Ran.
Sekarang waktu sudah pagi, matahari baru akan terbit dan ketiganya sudah berdiri di depan penginapan.
Setelah mendengar perkataan Duan Feng, keduanya menganggukkan kepala paham kemudian berpencar untuk melakukan tugasnya.
......................
“Hei... apakah dia baik-baik saja?” tanya Xin Mei menatap Yong Tao yang saat ini duduk di depannya sambil memakan hidangan.
“Oh!? tidak! kau tidak boleh menyukai Xia Yun!” balas Yong Tao dengan panik dan menggebrak mejanya saat Xin Mei bertanya seperti itu.
__ADS_1
“Bukan bodoh!” (Xin Mei)
Miyuki, Zhuge Liang dan Yang Kai beserta Hu Wang yang duduk di dekat mereka berdua hanya bisa tersenyum canggung melihat mereka yang saat ini sedang bertengkar.
“Jika itu adalah Xia Yun, maka aku tidak akan khawatir. Dengan kekuatannya saat ini, aku yakin tidak banyak yang akan membahayakannya kecuali terjadi sesuatu yang tidak terduga.” (Yong Tao)
Mendengar penjelasan Yang Kai, semuanya yang ada di sana menganggukkan kepala setuju.
“Xin Mei, apakah Ngarai Elemen ini sangat berbahaya sampai kau sendiri takut?” tanya Miyuki pada Xin Mei dengan ekspresi ingin tahu.
Karena melihat Xin Mei seperti memiliki ketakutannya sendiri saat ingin memasuki Ngarai yang bernama Ngarai Elemen ini, Miyuki pun penasaran lalu menanyakannya.
Di dalam Ngarai Elemen, di sebutkan bahwa ada banyak Beast Tingkat 12 yang hidup di sana, terlebih lagi bukan Beast biasa melainkan Beast Elemen yang berkali-kali lebih merepotkan dan kuat di bandingkan Beast non elemen atau yang biasa.
Beast Elemen adalah Beast khusus yang memungkinkan mereka tuk mengendalikan Elemen sampai tahap tertentu.
Jika Beast Tingkat 12 Elemen Air, maka dia bisa saja menciptakan tsunami besar yang setara dengan Skill Tingkat Tinggi milik Pendekar Alam Semesta.
Xin Mei yang biasanya tenang kini menjelaskan hal tersebut dengan ekspresi takutnya.
Dia menambahkan bahwa tidak ada pernah ada yang pernah keluar dari Ngarai Elemen ketika sudah memasukinya.
Bahkan pernah ada cerita yang mengisahkan Seorang Pendekar Tingkat Alam Semesta yang berasal dari suatu Sekte memasuki Ngarai dan tidak pernah muncul lagi sampai sekarang.
Banyak orang dari Sekte nya yang memutuskan untuk mencarinya ke dalam Ngarai, tetapi baru saja mereka memasukinya, mereka dikejutkan dengan munculnya sesosok Ular Piton Air yang merupakan Beast Tingkat 11.
Walaupun di larang, tetapi Ngarai Elemen ini adalah satu-satunya jalan pintas tercepat menuju Wilayah Tengah/Kekaisaran Langit selain melalui Gerbang Teleportasi.
“Yah, kita hanya bisa berharap dan percaya jika Xia Yun akan selalu aman kemudian berkumpul kembali dengannya ketika sudah sampai di Wilayah Tengah,” gumam Zhuge Liang.
Saat ini mereka semua sedang berada di Kota Q, lebih tepatnya di sebuah Penginapan.
Awalnya ketika mereka ingin menggunakan Gerbang Teleportasi, penjaganya mengatakan bahwa masih belum bisa di gunakan sekarang atau bukan jadwalnya, jadi oleh karena itu rombongan Xia Yun di minta untuk menunggu selama beberapa hari agar bisa menggunakan Gerbang Teleportasi.
Mendengar penjelasan orang yang berjaga di sana, di bukanya Gerbang teleportasi akan berlangsung selama 3 hari lagi dan waktunya lumayan lama jika harus menunggu menurut Xia Yun.
Walaupun perjalanannya ini tidak di kejar waktu, tetapi terlalu berlama-lama juga Xia Yun tidak menyukainya.
Makanya dia langsung mengecek Peta Sistem dan menemukan bahwa masih tersisa 2 jalan lainnya memuji Wilayah Tengah.
Mengetahui hal ini, Xia Yun menanyakan pada penjaga yang menjaga Gerbang Teleportasi tersebut mengenai hal itu dan mendapatkan informasi yang menurutnya sangat bagus.
Dua jalan ini iyalah Ngarai Elemen dan jalan utama yang memutari Ngarai Elemen.
Seperti yang di katakan oleh Xin Mei, Ngarai Elemen memang jalan pintas tercepat tuk menuju Wilayah Tengah, tetapi dengan resiko kematian 100%!
__ADS_1
Dengan kata lain, Ngarai Elemen ini adalah tempat yang sangat sangat berbahaya jika seperti itu penjelasannya.
Dan untuk jalan utama, jika Xia Yun menempuhnya maka kurang lebih akan memakan waktu selama 2 bukan perjalanan agar bisa sampai di Wilayah Tengah.
Mengetahui opsi ini, Xia Yun dengan cepat mengatakan pada Zhuge Liang dan yang lainnya bahwa dia akan pergi melewati Ngarai Elemen saat mereka semua sedang berada di penginapan.
Begitu mendengar ucapan Xia Yun, mulut semua orang ternganga tidak percaya.
Mereka semua sudah tahu setelah mendengar penjelasan bahwa Ngarai Elemen adalah tempat yang berbahaya karena di sana penuh dengan Beast tingkat tinggi.
Tetapi saat mendengar Xia Yun tidak ingin menggunakan Gerbang Teleportasi dan lebih memilih menempuh jalan yang sulit itu berhasil membuat mereka kebingungan tidak percaya.
Berbeda dengan pemikiran orang lain tentang Ngarai Elemen yang berisi banyak Beast Tingkat 12, di pikiran Xia Yun itu adalah surga-Nya Poin Pengalaman!
Jika Ngarai Elemen memang benar seperti yang ada di penjelasan, maka itu adalah surga-Nya Poin Pengalaman untuk Xia Yun dan tidak boleh dia lewatkan kesempatan seperti ini.
“Tenang saja, aku akan pergi sendiri!” jelas Xia Yun dengan santai.
!!
Xia Yun meminta Zhuge Liang dan yang lain untuk pergi ke Wilayah Tengah dengan menggunakan Gerbang Teleportasi saja sementara dirinya akan melewati Ngarai Elemen.
Mendengar ini, alis semuanya pun berkerut karena merasa aneh dengan Xia Yun.
Xia Yun yang sadar dengan keputusannya ini aneh langsung menjelaskan bahwa apabila Ngarai Elemen ini memang seperti yang orang lain katakan maka tempat itu cocok untuk menjadi tempat latihannya.
Sekali lagi Xia Yun mengatakan pada Zhuge Liang dan yang lain bahwa tujuannya menuju Wilayah Tengah adalah untuk meningkatkan kekuatannya.
Dan sekarang, jika memang Ngarai Elemen ini benar keberadaannya maka besar kemungkinan ada banyak Beast-Beast kuat yang bisa membuat Xia Yun tumbuh menjadi lebih kuat melalui pertarungan nyata.
Mendengar alasan Xia Yun, semuanya langsung mengerti mengapa Xia Yun berniat untuk memasuki Ngarai Elemen.
“Makanya aku akan pergi sendirian, kita akan bertemu kembali ketika berada di Wilayah Tengah.” jelas Xia Yun.
“Roar? (Aku tidak ikut?)” Hu Wang yang ada di pelukan Miyuki bertanya pada Xia Yun.
“Maaf, tapi aku akan mencoba tuk bertahan sendirian di sana...,” tolak Xia Yun sembari mengelus pelan kepalanya dan tersenyum.
Ekspresi Hu Wang langsung menjadi sedih karena akan di tinggal oleh Xia Yun.
Selepas mengatakan tujuannya, Xia Yun segera mengatakan pada semua orang bahwa dia akan langsung berangkat besok paginya.
...****************...
★Kali ini lebih panjang ya Bund....
__ADS_1
★Kasi pendapat kalian tentang novel ini di komentar ya, jika kalian suka, like dan vote beserta berikanlah bintang 5 ya.