
Selang beberapa waktu, Miyuki dan yang lainnya pulang, mereka langsung masuk ke kediaman tetapi langsung di hadang oleh empat sosok perempuan di ruang tamu. Sontak Yong Tao dan Zhuge Liang bersiap untuk bertarung karena saat ini kediaman mereka sudah di masuki oleh orang lain. Sosok itu ada yang memiliki rambut hitam yang diikat dengan pita khusus pelayan, ada yang memiliki rambut yang terlihat berwarna pink muda dengan panjang sepinggang lalu mengenakan penutup mata di bagian kirinya bersama syal yang tergantung di leher.
Sosok ketiga memiliki rambut bewarna kuning, dan sosok terakhir memiliki rambut bewarna merah dengan topi di kepalanya, keempat sosok itu memiliki wajah yang termasuk cantik. Keempat sosok itu mengarahkan senjata mereka, si rambut hitam memegang tongkat, rambut pink muda membawa sesuatu yang seperti senapan di masa depan. Rambut kuning memegang senjata yang terlihat seperti kunai di kedua tangannya, lalu sosok berambut merah mengarahkan pedang berat yang terlihat bergerigi ke arah Yong Tao dan Zhuge Liang.
“Siapa kalian!” Tanya sosok berambut hitam dengan tongkat di tangannya.
“Bukannya itu adalah pertanyaan kami, kalian sudah memasuki rumah kami jadi siapa yang seharusnya bertanya seperti itu.” Jawab Yong Tao sambil menarik kedua pedang yang ada di pinggangnya karena merasa keempat sosok di depannya terhitung kuat walau satu lawan satu dirinya bisa menang tetapi kalau harus melawan tiga atau empat dirinya tak bisa.
Zhuge Liang yang merasakan hal yang sama seperti Yong Tao juga segera bersiap menggambar formasi berjaga kalau takutnya akan terjadi pertarungan, Miyuki dan Xin Mei tidak bisa ikut membantu karena saat ini mereka sedang membawa bahan makanan yang mereka beli sebelumnya, walaupun mereka membantu, mereka sadar kalau tidak akan membantu banyak karena kekuatan mereka sekarang ini tidak terlalu mencukupi dan takut menjadi beban mereka.
Saat mereka semua ingin saling serang, tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda yang di kenali oleh semuanya yang ada di sana lalu sontak semuanya menoleh ke arah sumber suara itu, mereka semua melihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian putih turun perlahan dari lantai atas menatap mereka semua.
“Stop! Yong Tao, Kakek Liang, Naberal Gamma, dan Solution.” Ucap Xia Yun menengahi mereka sebelum mereka bertarung di sini.
“Kakek Liang, Yong Tao, mereka berempat adalah teman baru kita, mereka yang bertugas untuk menjaga kediaman sekaligus melakukan pekerjaan rumah.” Jelas Xia Yun.
“Dari mana mereka datang Xia Yun? bukannya kami baru saja pergi sebentar? dan juga apakah masih ada yang lain?” Tanya Yong Tao kembali cerewet setelah menyarungkan kedua pedangnya.
“Sudah...Jangan banyak tanya, sekarang kalian mandilah terlebih dahulu lalu kita akan makan, Kamar mandinya ada di setiap kamar jadi kalian silahkan pilih kamar kalian sendiria.” Ucap Xia Yun pada mereka sembari berjalan ke arah Miyuki dan Xin Mei yang memegang barang belanjaan lalu mengambil barang belanjaannya kemudian berjalan ke arah dapur di ikuti oleh keempat maid tadi. Melihat Xia Yun sudah pergi, Yong Tao, Zhuge Liang, Xin Mei dan Miyuki langsung berjalan ke lantai atas pergi ke kamar mereka masing-masing untuk mandi karena di setiap kamar itu ada kamar mandinya sendiri.
Begitu sampai di dapur, Xia Yun menaruh bahan-bahan makanan itu pada tempatnya kemudian menggunakan skill telepati miliknya pada semua maid lalu memberitahu bahwa Yong Tao dan yang lainnya adalah teman Xia Yun dan dirinya meminta mereka semua membatu Yong Tao dan yang lainnya jika mereka membutuhkan sesuatu. Semuanya mendengarkan penjelasan Xia Yun lalu kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing setelah Xia Yun memutuskan telepati miliknya.
Xia Yun sebelumnya terkejut karena Naberal Gamma atau si maid rambut hitam bertongkat menggunakan skill telepati pada Xia Yun mengabarkan kalau ada empat orang yang masuk ke dalam kediaman mereka saat ini. Mendengar kata empat orang tadi, Xia Yun dengan cepat berlari keluar dari kamarnya karena sedang menyusun barang-barang yang ada di kamar agar sesuai dengan seleranya karena takut terjadi pertempuran di dalam rumah barunya ini, Xia Yun tidak ingin rumah yang baru saja dia beli langsung hancur berkeping-keping.
Karena itu Xia Yun belum sempat membersihkan dirinya karena sedang menyusun barang-barang yang ada di kamarnya tadi, jadi dirinya sekarang berkeringat dan memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Xia Yun berjalan menuju kamarnya dengan pelan sambil memperhatikan rumah yang baru saja dia beli. Perlu waktu sekitar lima menit untuk Xia Yun sampai di kamarnya karena luasnya rumah yang Xia Yun beli.
Xia Yun segera membuka pintu kamarnya dan bisa di lihat dekorasi yang sederhana, di dalam kamar Xia Yun hanya terdapat kasur, bangku dan meja, lalu lemari baju yang Xia Yun beli dari toko sistem, Xia Yun tidak ingin menggunakan barang-barang yang berasal dari bumi karena takut menimbulkan banyak pernyataan jadi Xia Yun hanya menggunakan barang-barang yang sederhana saja.
Xia Yun pun segera mengeluarkan Hu Wang dari cincin dunianya, Xia Yun sebelumnya memasukkan Hu Wang ke dalam cincin dunianya agar Hu Wang bisa bermain di dalam cincin dunianya juga agar tidak membuat keributan karena mereka melihat kehadiran beast harimau putih kecil ini ketika dalam perjalanan. Demi menghindari hal itu, Xia Yun memasukkan Hu Wang ke dalam cincin dunianya, Hu Wang yang keluar dari cincin dunia pun langsung berlari ke arah Xia Yun kemudian melompat ke pelukan Xia Yun seperti sedang merindukan induknya.
Xia Yun segera menangkapnya lalu mengelus kepala Hu Wang pelan, lalu memberitahu Hu Wang bahwa dia akan mandi terlebih dahulu lalu akan mengajaknya makan malam. Hu Wang yang mendengar kata makan pun langsung mengayunkan ekornya sembari mendengkur kecil yang membuat dirinya terlihat imut di mata orang lain.
“Rrowr~” Dengkur Hu Wang.
__ADS_1
Xia Yun tidak tahan segera menarik Hu Wang kemudian memeluknya sebentar lalu menaruhnya kembali ke lantai, segera Xia Yun pergi mandi karena waktu sudah mulai gelap.
Sesudah mandi, Xia Yun memakai pakaiannya yang sama seperti sebelumnya tetapi berwarna
biru, Xia Yun segera membuka pintu kamar dan berjalan keluar dengan Hu Wang yang berjalan di sampingnya, ukuran Hu Wang jika di perkirakan hampir sama dengan anak berumur satu tahun, tidak besar juga tidak terlalu kecil.
Xia Yun yang sulit mencari Yong Tao, Zhuge Liang, Xin Mei dan Miyuki segera membeli plat kayu yang digunakan sebagai tanda dari pemilik kamar, seperti milik Xia Yun, Xia Yun menulis namanya di plat kayu itu lalu menggantung plat itu di depan pintu kamarnya agar mereka tahu itu kamar milik Xia Yun karena di lantai dua itu khusus sebagai kamar saja, jumlah kamar di rumah ini mencapai 15 buah. Sejujurnya Xia Yun merasa lega karena rumah ini memiliki kamar yang banyak supaya bisa menampung mereka semua termasuk Delapan Maid Pleiades sehingga kamar yang kosong hanya tersisa dua kamar saja
Xia Yun menggantungkan plat kayu itu di depan pintu kamar-kamar yang ada kemudian menggunakan skill telepati miliknya memberitahu untuk berkumpul di ruang makan segera setelah selesai membersihkan diri. selesai memberitahu itu pada semuanya, Xia Yun berjalan ke arah ruang makan menunggu semuanya, begitu Xia Yun sampai, dia melihat ada banyak makanan yang sudah terhidang di meja makan bersama dengan delapan maid yang berdiri di samping meja makan berbetuk persegi pajang.
Xia Yun berjalan pelan ke arah meja makan lalu duduk pada kursi yang ada di ujung meja makan, sembari menunggu yang lain, Xia Yun juga meminta semuanya ikut duduk makan bersama tetapi di tolak oleh semuanya dengan alasan mereka tidak perlu makan, Xia Yun hanya mengiyakan alasan mereka lalu meminta mereka untuk beristirahat duluan tetapi kembali di tolak sehingga Xia Yun terpaksa menjadikan permintaannya menjadi perintah sehingga mereka patuh, Xia Yun hanya meminta sebas untuk tetap menemaninya menunggu yang lain datang.
Selang beberapa waktu, Yong Tao dan yang lainnya datang lalu duduk di depan meja makan dengan para pria di bagian kiri meja makan dan para gadis di bagian kanan meja makan, dengan Xia Yun sebagai penengah kedua kubu itu. Xia Yun yang melihat tingkah Harimau Putihnya itu tidak bisa diam karena merasa bersemangat tidak sabar untuk makan meminta Sebas mengantarkan Hu Wang ke dapur lalu memberikannya makan.
Hu Wang yang seolah mengerti ucapan Xia Yun segera mendekati Sebas seperti meminta untuk segera pergi ke dapur. Xia Yun dan yang lain termasuk Sebas pun hanya tersenyum melihat tingkah laku Hu Wang, Xia Yun pun segera meminta mereka semua makan lalu memberitahu kalau ada yang ingin dia sampaikan setelah mereka selesai makan, semuanya mengikuti ucapan Xia Yun lalu segera memakan makanan yang di masak oleh salah satu maid yang menggunakan kacamata bernama Yuri Alpha.
Saat sedang makan, Xia Yun bertanya pada mereka semua tentang plat kayu yang dia letakan di depan pintu kamar mereka.
“Ya, aku sudah menulis namaku di sana.” Ucap Zhuge Liang.
“Tentu saja aku sudah.” Ucap Yong Tao dengan mulutnya yang masih ada makanan.
“Ya.” Jawab Xin Mei, Xin Mei sudah mulai terbiasa dengan yang lain walau tidak dengan Yong Tao entah kenapa dirinya ingin marah karena kelakuan Yong Tao.
Setelah selesai makan, Xia Yun mengajak semuanya ke ruang tamu lalu duduk di kursi yang ada di sana, Xia Yun meminta mereka menunggu dan Xia Yun juga meminta semua maid datang ke ruang tamu segera, para maid yang mendengar ucapan Tuannya segera datang berkumpul ke ruang makan. Tidak perlu waktu lama, semuanya sudah ada di sana, delapan maid itu berbaris memiring dari samping kiri ke kanan menghadap ke arah Xia Yun dan yang lainnya.
Xia Yun memberitahu semuanya untuk saling berkenalan karena mereka tentunya tidak saling kenal. Pertama Xia Yun menunjuk Sebas yang berdiri di paling kanan untuk pertama kali yang memperkenalkan dirinya. Sebas pun patuh lalu memperkenalkan namanya sembari menundukkan kepalanya sedikit.
Sebas Tian adalah pria tua yang sekiranya hampir memiliki umur seperti Zhuge Liang. Yang kedua adalah seorang wanita berambut hitam dengan kacamata yang bernama Yuri Alpha. Ketiga adalah wanita berambut merah dengan topi di kepalanya bernama Lupus Regina. Kemudian keempatnya adalah wanita berambut hitam yang memegang tingkat. Yang kelima adalah wanita yang terlihat seperti boneka karena sifatnya yang pendiam, dia memiliki rambut bewarna pink muda tetapi tidak sepenuhnya pink tapi terlihat seperti warna dari buah persik, wanita itu memakai penutup mata di bagian kirinya lalu mengenakan syal di leher, dirinya bernama CZ dengan kode 2128.
Lanjut ke nomor enam, yang keenam memiliki rambut yang berwarna kuning atau pirang yang bernama Solution. Yang nomor tujuh sangat mirip sekali seperti boneka karena tampilan tubuhnya yang sangat mirip seperti boneka, dia memliki tubuh yang kecil dan memperkenalkan namanya adalah Entoma. Dan yang kedelapan atau yang terakhir, kali ini penampilannya sangat berbeda dengan ke tujuh orang sebelumnya karena wanita ini menggunakan kain untuk menutupi matanya, dia menyebutkan namanya adalah Yang Terakhir.
Xia Yun yang berada aneh dengan namanya pun memutuskan untuk memberikannya nama tetapi Xia Yun bertanya terlebih dahulu padanya. Para maid lainnya pun terkejut karena Xia Yun ingin menamai wanita yang menutup matanya dengan kain itu, walau ada yang merasa sedikit iri tetapi segera mereka menghilangkan pikiran itu karena mereka tahu kalau Xia Yun tidak pilih kasi.
__ADS_1
“M... Bagaimana dengan Yuuna, artinya lemah lebut.” Ucap Xia Yun dan wanita dengan kain di matanya pun tersenyum pada Xia Yun menerima nama yang Xia Yun sebutkan itu.
Setelah memperkenalkan mereka semua, Xia Yun kembali meminta semuanya untuk beristirahat, semuanya termasuk para maid mengikuti ucapan Xia Yun dan segera kembali ke kamar mereka masing-masing. Saat Xia Yun sampai di kamarnya dia langsung merebahkan dirinya ke atas kasur lalu bertanya pada sistem bagaimana keadaan dunia Overlord yang sudah kehilangan Delapan Maid Petarung mereka.
[Tuan tidak perlu khawatir karena setiap karakter yang tuan panggil adalah duplikat dari orang yang asli]
“Jadi maksudnya Miyuki yang di dunia mahouka itu tetap ada?” Tanya Xia Yun memastikan.
[Ya, Miyuki yang ini adalah salinan dari Miyuki yang asli atau bisa di katakan sebagai Miyuki yang kedua karena mereka tidak ada bedanya sama sekali]
“Hah...Syukurlah jika begitu.” Setelah mengatakan itu, Xia Yun segera menutup matanya lalu tertidur bersama dengan Hu Wang yang sudah duluan tertidur.
Keesokan paginya Xia Yun bangun dari tidurnya dan segera mandi, setelah selesai mandi, Xia Yun segera menggunakan pakaian biasanya yang berwarna putih lalu segera keluar meninggalkan Hu Wang yang masih tertidur. Xia Yun ingin mencoba berjalan-jalan pagi ini sekaligus mendaftarkan diri ke acara turnamen pemuda yang akan di adakan empat hari lagi dari sekarang jadi Xia Yun sarapan duluan lalu menitipkan pesan pada maid-maid itu kalau dirinya punya suatu urusan untuk di lakukan apabila Yong Tao dan yang lain bertanya tentangnya.
Begitu selesai makan, Xia Yun segera pergi dari rumahnya menuju tempat pendaftaran dengan sistem sebagai panutannya. Xia Yun berjalan selama sepuluh menitan akhirnya sampai ke tempat pendaftaran turnamen yang berada di tengah alun-alun Ibu Kota Bintang. Selama perjalanan ke sini, ada banyak pasang mata yang menatap dirinya karena penampilan Xia Yun yang tampan tetapi seperti biasa Xia Yun mengabaikan semuanya dan tetap bersikap seperti biasa.
Xia Yun melihat ada seorang Wanita yang terlihat berumur 25 tahunan duduk di depan meja sembari mencatat sesuatu, di sampingnya ada sebuah batu bewarna putih polos setinggi empat meter dengan lebar dua meter. Xia Yun ada melihat seorang perempuan yang naik ke atas panggung dan di tanya oleh wanita berumur 25 tahun tentang umurnya lalu menyentuh batu itu dengan kedua tangan lalu tidak lama warna dari batu itu berubah menjadi warna biru muda, setelah itu wanita tadi turun dari panggung dan ada seorang anak laki-laki dengan gaya yang terlihat sombong naik ke atas panggung lalu menyentuh batu itu dengan satu tangan, beberapa saat kemudian warna baru itu berubah menunjukan warna biru tua dan itu membuat semuanya riuh karena mereka jelas mendengar usia yang di sebut oleh pemuda itu adalah 15 tahun.
...----------------...
Cukup sampai disini dulu ya....
Ini novel pertama aku jadi harap maklum apabila ada penuturan kata kata yang tidak tepat .
Karena ini pertama kalinya aku menulis Novel.
Jangan lupa kasi saran di komentar apabila ada yang harus aku perbaiki tentang cara tulis atau apapun ya...
Juga bantu like novel ini yah karena mencet tombol like kan tidak sulit hehe sekalian kasi bintang 5 ya.
Dan juga buat kalian yang pengen liat ilustrasi-ilustrasi nya bisa liat di ig khusus dan akun FB khusus, karena aku udah gak bakal masukin ilustrasi nya di sini ya...
Ig : System_Ultimate_Skill.
__ADS_1
Fb : System Ultimate Skill.
Note: Huruf nya harus sama persis ya....