
HAI APA KABAR SEMUA MOHON MAAF YA, KALAU LAMA TIDAK UP LAMA, KEHABISAN IDE, LAGI BUNTU, SETELAH MENDAPATKAN PENCERAHAN SEMOGA ENCER LAGI DAN BISA UP SETIAP HARI, MOHON BANTUANNYA YA SEMUA PEMBACA, BANTU MENYEMANGATI AUTHOR YANG AMATIRAN INI, SUPAYA BISA SEPERTI AUTHOR YANG BISA MEMBUAT KARYA YANG BAGUS-BAGUS DAN KEREN CERITANYA.
BANTU KASIH LIKE, KOMENTAR JUGA SANGAT MEMBANTU BUAT KARYA KU INI , SYUKUR-SYUKUR DI KASIH HADIAH VOTE, RETE, DAN BANTU SHARE YA BIAR BANYAK YANG BACA.
TERIMAKASIH BUAT SEMUA YANG MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTA π TAKDIR CINTA BINTANG β
πππππππππ
SELAMAT MEMBACA
Bintang selalu menjaga jarak dari laki-laki, walau itu asisten ataupun sahabat dari Langit, dia hanya dekat dengan saudara laki-lakinya saja..
" Maaf tidak perlu, aku sudah ada yang jaga terimakasih atas tawarannya, aku permisi " kata Bintang meninggalkan orang di depannya.
" Bin tunggu aku malam ini ikut tidur bareng ya, gak tau aku ingin saja " ucap Senja, karena Jinga punya firasat tidak enak.
" Ayo, weh tuggu kamu bau deh mandi dulu ya baru kekamar aku " goda Bintang pada Senja sambil menutup hidungnya dan mengusir Senja.
Senja mencium kedua ketiaknya " Bintang mana ada bau heeeh sambil mengejar Bintang " sayangnya pintu kamar sudah tertutup.
Selesai mandi Senja benar βkekamar Bintang untuk tidur di kamar Bintang ,karena dia tidak akan membiarkan Bintang sendirian.
Ke esokan Harinya Bintang, mengajak Senja untuk lari pagi di sekitaran rumah, tentunya atas izin Abng dan kakaknya atu Daddy dan papi Leon.
" Ehemm Boleh aku temani kebetulan aku selalu joging juga lewat sini, karena rumahku dekat dari sini, sekalian jaga keselamatanmu Bintang " sambil menunjukan senyum manis.
" Maaf tidak usah aku sudah aman kok, aku juga sudah selesai kamu lanjut saja aku akan pulang " ucap Bintang.
Membuat orang di depannya seperti mengeram menahan sesuatu, tetapi berusaha tersenyum.
" Iya silahkan, kalau butuh bantuan kapan pun aku siap seperti amanah Langit "ucapnya selalu membawa nama Langit.
Ish selalu membawa nama Bang Langit pantas Bintang selalu sebal kalau ada dia hmmm, Om dan Tante terlalu percaya, koka aku gak suka juga ya, seperti gak tulus, apa perasaan ku saja ya, gumam Senja dalam hatinya.
" Sudah ayo Bin kita sarapan terus siap- siap ke kafe hari ini aku akan menemanimu seharian kemanapun kamu pergi jadi tidak usah menerima tawaran orang lain " sindir Senja sambil melirik orang di depannya.
" Oke, terimakasih kamu dan sahabat lainnya memang terbaik " ucap Bintang sembari menggandeng Senja untuk masuk kerumah sarapan pagi.
Tersenyum sambil pergi meninggalkan taman di dekat rumah Leon.
" Bin aku kok tidak suka ya sama tadi orang, seperti gak tulus gitu ya Bin apa perasaanku saja ya" cerita Senja pada Bintang.
__ADS_1
" Siapa yang gak tulus sayang...! " tiba-tiba Bunda Maya muncul di belakang mereka, karena mereka juga mau sarapan.
" Eeh gak Kok Tan teman kampus biasa lagi cerita ma Bintang " Senja berusaha mengelak karena dia tau, pasti Bunda membelanya.
" Ooh lain kali Jagan bilang gak tulus dan lainnya Jagan mudah terhasut dan souzon terhadap orang lain tanpa ada bukti ya " nasehat Bunda Maya.
" Iya Bun! oya Bun abis ini Aku mau ke kafe, siang nya lanjut ke kampus takutnya Bunda kecarian Nanti " Izin Bintang.
" Iya sayang sudah izin ke Mommy dan lainnya kalau Bunda sich oke saja" kata Bunda sambil mengelus kepala Bintang karena dia sangat menyangi Bintang sejak bayi.
Setelah selesai bersiap Bintang pamit ke Bunda menuju kafe.
Sesampai di kafe Bintang, seperti biasa memerikasa beberapa laporan keuangam yang di berikan oleh Lena, karena hari ini Lena ada kuliah pagi.
" Hati- hati ya Lena, gak usah mikirin kafe, aku yang akan mengantikan kamu hari ini kalau mereka ada kesulitan, dan Tuh lihat Senja bantuin menjaga kasir hari ini " kata Bintang.
" Oke Bu Bos cantik, aku pergi dulu ya Asalamualaikum " ucap Lena langsung pergi menuju mobil yang di beri oleh Mommy Berliana.
Ini nomer WA Siapa ya coba aku buka.
Hati-hati dengan orang yang dekat dengan kamu tetaplah waspada musuh sebenarnya ada di dekat kamu, Jagan mudah percaya " Isi WA yang diterima Bintang.
Hooh siapa ini aku telepon nomernya tidak bisa.
" Hallo kak Bisa ke Kafe ada yang penting ini " kata Bintang di telepon.
" Oke sayang Kakak dan Abang kesana! hari ini kamu pulang kerumah ya sayang, aku matikan dulu teleponnya ya, kakak mau jemput Abang lalu otw kafemu "
" Oke hati- hati ya " sambil menutup Teleponnya.
Sebaiknya aku bantu mereka saja, dari pada kepikiran isi WA tadi.
" Ada yang bisa aku bantu? tanya Bintang pada karyawan
" Waao Non Bintang, kenapa ke dapur, nanti kotor loh Bajunya " teriak salah satu pegawai bagian dapur dan Koki.
" Dulu perkerjaanku juga di dapur bersama Lena, kamu masih baru ya " sapa Bintang dan di amgukki oleh Koki baru dan asistennya
" Serius Non Bin, kata salah satu asisten Koki " serasa tidak percaya.
" Ho oh seratus persen benar " jawab Bintang.
__ADS_1
Belum sempat membantu Senja datang menghampiri, kalau ada tamu yang mencari Bintang.
" Bin ada tamu tuh nungguin di depan Asisten dari si Chandra jawab Senja" seperti tidak suka.
" Oke, yach gak jadi nemenin kalian masak dong, aku tinggal dulu ya, semangat kerjanya " kata Bintang melepas Apron kesayangannya.
" Siiiap Bos " jawab mereka Kompak.
" Kamu tumben kesini, ada apa?" tanya Bintang agak ketus.
" Ini Nona di suruh Bos Chan memesan makanan buat karyawan semua " ucap Alvin dulu asisten Langit di bandung sekarang menjadi asisten Chandra.
" Sudah pesan ke kasir kan? "tanya Bintang ke Alvin.
" Sudah Nona!!.. tetapi ini ada titipan dari Bos Chan untuk Nona tapi maaf Nona Jagan marah ya, saya cuma menjalankan tugas " ucap Alvin.
"Apa? "tanya Bintang.
Alvin mengeluarkan sebuah kotak karena transparan jadi terlihat isi coklat kesukaan Bintang, karena sering mendapatkan dari Langit dulu.
" Hiis, mau apasih orang ini vin, aku tidak suka ya kayak gini, tolong kamu kembalikan ya " marah Bintang.
" Iya Nona saya benar-benar minta Maaf ya " ucap Alvin.
" Ingat ya, dan kamu kasih tau, apapun hubunganya dia.... ! dengan mas Langit, tetap aku tidak suka caranya Bikin muak tau" marah Bintang.
" Itu pesanan kamu sudah jadi, cepat bawa pergi bikin Darting saja pagi- pagi ucap Bintang.
" Kenapa? Sih Bin kok marah- marah kasihan Alvin kamu marahi itu " kata Senja.
" Sebel tau gak Nja, masa si Chandra ngasih coklat, seperti Abang kamu Lang, katanya Amanat Dari Mas Langit " sambil cemberut.
" Terima aja kasihkan ke aku Bin, coklat itu kan enak banget lumer di mulut " goda Senja.
" Makan mulu yang kamu Pikirkan, aku lagi sebal kok sama orang gak tau malu itu, gak tau ya aku gak suka banget, Mereka lama banget sich datangnya " omel Bintang.
" Siapa yang datang ya Bin bentar aku lihat ke bawah kata Senja meninggal kan Bintang.
**Siapa lagi yang datang ke kafe Bintang??..
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
__ADS_1
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak ππ**