
Semoga Lolos review ya, sedikit Hoot supaya novelnya tidak datar saja, karena penggemar ada yang mau minta di kasih selingan Hoot.
Sedangkan Awan, setelah melihat raut wajah adiknya sepertinya Bintang tidak baiik- baik baik saja, membuat dia terdiam, entah apalagi setelah ini batin Awan.
" Tenanglah percaya sama Allah dia baik baik saja, belajarlah seperti Bintang, di saat semua orang menyerah dan mengiklaskanmu dia tetap percaya bahwa kamu masih hidup dan kembali, tunggu sampai besok seperti Izin Bintang kepadamu
" Ucapan Angkasa membuat Langit langsung terdiam.
" Iya benar kata Angkasa Nak percayalah padanya Bintang, jadikanlah pelajaran apa yang mertuamu lakukan dulu, tidak percaya pada istrinya mengakibatkan kehancuran " Sindiran Maya Pada AL membuat semuanya Diam.
" Iya Lang, benar kata Bundamu, Jagan seperti Om yang mudah terhasut dan gampang percaya sama foto dan video rekayasa tanpa menyelidiki keaslianya dan hanya mementingkan Ego kecemburuan menghancurkan segalanya Jagan sampai seperti
itu " Ucapan AL membuat Hati Berliana yang baru saja datang me dengan Abigail dan Laddy mendengar semua itu merasa terenyuh, ternyata benar-benar berubah.
Tapi masalahnya sekarang bukan itu, bagaimana menemukan Bintang yang tidak tau dia dimana letaknya.
Apakah bisa mereka menemukan Bintang yang di bawa Diki, apakah Bintang bisa membuat Diki sadar atas perbuatannya membawa lari istri orang, kalau denganya memang dia menolongnya dari suami yang egois dan tidak bsrtangung jawab, ini masalahnya lain Bintang dan Langit baru di pertemukan setelah sekian tahun dan baru saja bertemu Bintang di bawa oleh Diki.
" Kamu kenapa dek dari tadi bengong " tegur AWan pada adiknya.
" Sampai besok siang Bintang belum kembali kita bergerak Bang" ucap Angkasa.
" Iya, Abang sudah persiapkan semuanya " ucapan Awan membuat Angkasa heran.
" Maksud Abang apa! "tanya Angkasa.
" Kita lihat besok saja, apakah dia menepati janjinya atau tidak, dan kita hargai juga pengorbanan Adikmu" ucap Awan sembari menenangkan Angkasa yang gelisah.
" Baiklah bang aku istirahat sangat melelahkan hari ini " ucap Angkasa kepda Abangnya.
Untung aku memasang sesuatu yang tidak semua orang tau kecuali asistenku ucap Awan.
" Sebaiknya aku tidur kasihan istriku setelah menikah bukanya bahagia tapi banyak menghadapi masalah apalagi papa Frans dan Mama masih fokus ke Embun. Dia bangkit dari duduknya menuju kamar, di mana sang istri sedang istirahat.
" Sayang kok sudah mandi duluan, tidak menunggu Abang ya, Abang kan mau ikutan kamu mandi supaya Ada yang gosokin punggung Abang " Ucapan Awan membuat Senja tersipu malu.
__ADS_1
" Aduh Abang Jagan bicara seprti itu, abang biasanya juga mandi sendiri " Omel Senja sambil menahan malu.
" Kamu yang mikirnya mesum yank aku kan cuma bilang mandi bareng, pasti otak kamu yang mikirnya ke sana ya, atau kamu sudah siap, abang bisa kok tangan abang juga udah gak sakit " Awan berbisik di belakang telinga Senja, membuat Senja merinding disko.
Tanpa permisi Awan kebalik tubuh Senja untuk berhadapan dan dengan cepat Awan menyesab Bibir ranum Senja, Senja pun terbawa suasana panas mereka, tapa sadar Senja mengikuti Awan kesempatan itu di gunakan Awan, dia mengigit Bibir bawah Senja dan secepat kilat Awan sudah menjalajah ronga mulut Senja,hanya suara decapan yang terdengar di ruangan.
Awan membawa Senja menuju ranjang tanpa melepas pangutanya, Merebahkan tubuh Senja di tempat tidur dengan sedikit menindih Senja.
Ciuman Awan mulai turun kebawah leher jenjang Senja.
Banyak kecuapan yang di berikan Awan dan gigitan kecil menampilkan bekas kepemilikan.
Senja yang mendapatakan serangan itu hanya menggeliat merasakan sensasi.
" Eehm " suara Erang Senja. menikmati belaian Awan.
Awan yang melihat Senja menikmati belainanya.
Awan Langsung membuka baju atas Senja dan dengan cepat membuka pembungkus dua buah kenyal milik Senja. Awan langsung menyesap salah satu dua buah yang mengodanya, Awan terus menyesap bergantian seolah dia sedang kehausan. Sedangkan Senja hanya bisa mendes@h menikmati kenakalan Awan. Mendengar suara des@han Senja membuat tangan Awan semakin nakal menjelajahi tubuh mulus Senja. Tangan Awan terus bergerilya melepas baju bagian bawah Senja, dan tubuh Senja sudah P*los terpampang nyata, Awan mengikuti melepas semua baju miliknya tanpa tersisa di tubuhnya.
" Auuuh amm" Senja merasakan tangan Awan terus bergerak di daerah intinya dan dengan Nakal Awan menciumi dan menyes@pnya membuat Senja tidak tahan lagi Senja semakin mengila karena his@pan Awan pada intinya.
" Aach Abang....! "Suara parah Senja.
Awan Melihat Senja mendapatkan pelep@sannya dan basah.
Awan Segera berdiri dan melepas kan baju yang melekat di badannya, dia juga sudah tidak tahan dengan tubuh p*l*s sang istri yang terus mengoda.
Awan langsung menindih dan tangannya memberikan sentuhan ke Senja dan dia bertanya.
" Sayang apakah kamu sudah siap kalau Abang melakukanya " Tanya Alam dengan tidak sabar.
" Iya...! " Jawab Senja Pelan Membuat Awan sangat bahagia.
" Tenanglah Abang akan pelan-pelan karena ini pertama buat kamu " ucap Awan.
__ADS_1
Ketika Awan akan mulai ada ketukan yang sangat kencang dari luar Awan tidak menghiraukan terus Fokus ke Senja.
Tapi ketukan semakin kencang dan ada suara Mom dan Daddy.
"Abang buka dulu saja mungkin penting Bang " Ucap Senja yang berusaha mendorong tubuh Awan dari atas tubuhnya.
" Tangung yank, Abang sudah tidak kuat menhan dari tadi " sangkal Awan.
" Tapi kita tidak fokus bang " jawab Senja.
Melihat Awan Turun dari tubuhnya , Senja langsung menyambar selimut, dan lari ke kamar mandi.
Membuat Alam hanya geleng-geleng sambil memungut bajunya yang berserakan di lantai, karena ulahnya melepas baju sembarangan.
Setelah berpakaian Awan membuka Pintu dan kaget banyak orang yang berdiri di depan kamarnya.
" Ada apa kalian malam-malam di sini semua ucap Awan.
" Ehemm sejak kapan Abang pakai baju kebalik, panik ya bang, sudah berapa ronde " Sindir Angkasa .
" Apanya kalian menganggu saja, jadi gagal " Omel Angkasa.
" Kamu tuh ya, katanya bikin perjanjian nunggu Senja Lulus eeh mau di babat juga" omel Langit.
" Iri ya gak bisa tempur " Ucapan Awan membuat Langit bernafas panjang.
" Ini masalahnya Bro. " Ada berita tentang Bintang, ini Asli atau tidak " LAngit menunjukan Foto foto ke Wan.
Membuat Awan sangat kaget dan tidak percaya pada, foto yang di lihatnya.
" Kita cari kebenaran nya, kalian tunggu saja di ruang keluarga ya " ucap Awan.
Mereka meninggalkan kamar Awan dan menuju ruang keluarga.
FOTO APA YANG DI LIHATLAH OLEH LANGIT SEHINGA MEMBUAT SEMUANYA PANIK SEKALI.
__ADS_1
KITA LANJUTKAN DI BAB SELANJUTNYA .