
" Iya ya, kamu lebih muda dari kita, kapan Bro melepas masa Lajang" tanya Leon, penuh selidik pada Diki.
" Nunggu kalian punya cucu, dari Langit dan Bintang, hari itu juga aku akan menikah, karena penantianku sudah berakhir " ucapan Diki DEJAVU menurut mereka berdua, belum sempat bertanya Diki sudah pergi dengan cepat di ikuti pasukanya.
" Apa maksudnya kamu paham Le! tentang penantian yang berakhir dan dia akan menikah tepat di saat Bintang dan Langit memiliki Anak! " Alex kebingungan mencerna ucapan Diki.
" Sudah tidak usah di fikirkan, dia memang penuh misteri, sejak aku kerja sama dengannya, aku di buat pusing, sekarang kalau dia bicara apapun aku iya iyain saja kalau dia bicara " Nasehat Leon.
" Apa hubungannya gituloh dengan Langit dan Bintang punya Anak kan aneh, coba nanti aku tanya Nyoya saja aku penasaran sekali dengan ucapanya " ucap Alex.
" Kamu tuh kepo banget sich sama seperti yang berbaring katanya mau tangung jawab mau menebus kesalahan eeh tapi nyusahin, orang buat menjaganya, jadi gak kekantor buat jagain dia, omong kosong tidak berubah, selalu menyusahkan hais lihatlah betah banget dia berbaring " Omel Leon pada David.
Kata-kata Leon membuat alat bantu Pernapasan DaviD berbunyi mereka berdua sangat panik apalagi Leon,dia sangat panik karena ucapanya membuat David dalam bahaya.
Mereka di suruh keluar oleh Dokter yang akan mengambil tindakan, AL yang belum sampai kamar Awan mendapat kabar dari Leon,tentang David langsung kembali lagi, karena dia sangat menghatirkan sahabatnya itu. sapai dia lupa pada tujuannya bertemu istrinya.
" Bagaimana keadaan David, apakah baik baik saja, kenapa bisa terjadi sepertii ini, kenapa dengannya" Tanya AL penuh dengan Khawatiran.
" Satu-satu Bos bertanyanya ya, Ku pusing menjelaskanya " ucap Alex.
" Bagaimana keadaan Nyoya Bos? Apakah sudah bertemu dengan mereka atau belum? tanya Alex.
" Astaghfirullah aku malah kesini, harusnya aku bertemu istriku yang sedang menangis karena ulahku, aku tidak akan Si alan itu mengambil istriku " Ucap AL membuat kedua sahabatnya tertawa , karena ternyata AL sangat takut yang di bilang Diki itu nyata.
" Hei kenapa kalian tertawa, kalian senang aku di tinggalkan istriku seperti dulu, kalian bahagia ha" omel AL pada keduanya. Alex tau mau kena sprot dia , lebih baik menceritakan saja yang dia tau.
" Yang pertama David bereaksi saat Leon memarahinya dan kedua bos, di kerjai sama Diki, nyonya tidak sedang nangis tapi bahagia " Ucapan Alex, membuat AL bingung.
Setelah melihat Dokter keluar dari ruangan David, mereka mengejarnya.
"Dokter bagaimana keadaan sahabat saya "tanya mereka serempak.
__ADS_1
" Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritisnya, seperti nya pasien ke inginkan sembuhnya sangat tinggi, jadi ini yang membuatnya cepat pulih " ucapan Dokter membuat AL dan Leon terdiam, apakah karena ucapanya, tapi mereka bersyukur David cepat membaik.
Semoga kamu secepat nya Sembuh David, aku bisa fokus pada keluargaku dan kamu fokus kesembuhan kamu ucap AL dalam hati.
" AL Ayo masuk kenapa melamun di situ, atau kamu juga ikut mengatai David seperti aku tadi " Sindir Leon.
" Dasar Singa, main tebak saja sukanya dan sok tau " Ucap AL yang ketahuan tapi tetap tidak mau mengaku.
" Hais aku ini Besan kamu ya AL, malu sama mantu dan anak kamu kalau ngajak ribut mulu.
Kita tinggalkan dulu mereka ya.
Kita beralih ke Bintang yang sedang di kamar Langit.
" Bunda dan Mami Ayu. istirahat saja ke mansion Bapak sama Ibu juga sudah pulang, Di paksa Mom, karena mereka terlihat Lelah juga" cerita Bintang.
" Tidak sayang, sebelum Langit sadar Bunda tidak akan pulang, Bunda akan tetap Disini menjaganya, Bunda sangat merindukannya " Ucap Bunda kekeh tidak mau meninggalkan Kamar Langit.
" Karena aku tidak mau di ganggu, dengan kalian" ucap Bintang Lagi, tujuanya karena Bintang sayang pada mereka berdua, tidak mau membuat mereka ikut sakit, kalau cara halus tidak bisa ya cara kasar.
" Boleh Bintang sayang, Mami, ajak Bunda mu istirahat ya, Jagan galak galak seperti ibu tiri " Rayu Mami Ayu.
" Oke ceritanya Bun...da! di Usir ini, seperti Sinet ikan terbang " Sindir Bunda sambil tertawa.
" Habisnya pada Bandel, terpaksa menjadi mantu durhakim supaya pada menurut. " jawab Bintang.
Sejam kemudian ternyata benar Mami Ayu dan Bunda Maya terlelap mungkin karena capek mereka sampai memdengkur halus.
" Ceklek" suara pintu terbuka dan yang masuk adalah Nana dan Angkasa.
"Hust Jagan ramai ya, mereka sedang tidur, kalau tidak di ancam dulu tidak akan tidur, aku harus jadi mantu durhakim dulu tadi baru mereka semua nurut, di suruh istirahat pada Bandel! " cerita Bintang membuat mereka berdua tertawa.
__ADS_1
" Kamu tuh bisa aja adikku tersayang " ucap Angkasa pada Adiknya.
" Abang Awan di sebelah mana, aku juga mau menjenguknya ucap" Angkasa.
" Di kamar C di tunggu Kakak Senja sama Mom.
" Terus Dad dimana tumben tidak nempel sama Mom " Angkasa keheranan.
" Dad sama Om Alex dan Papi Leon menjaga Om David, katanya masih di incar Orang jahat ucap Bintang.
" Dek! Kakak tau, kamu masih belum bisa memaafkan Om David, tapi selama pengejaran musuh melihat Om David sepanjang jalan meminta maaf, dan dia siap di hukum apa saja atau masuk penjara pun siap untuk menebus kesalahannya, tapi ingin bertemu kamu langsung untuk meminta maaf " Ucapan Angkasa membuat Bintang menarik nafas panjang.
" Akan Bintang coba Kak, semoga Intang Bisa iklas setelah melihat mas Lang sadar.
" Kak Nana Bawa makan buat Mami sama, Bunda mereka baru saja tidur taruh di meja saja ya" ucap Bintang.
" Yank kamu di sini saja ya sama Bintang, kaka mau ke tempat Bang Lagit sebentar " Ucap Angkasa pamitan sama Istrinya.
" Iya gpp yank'' jawab Nana dengan senyum manisnya.
"Yang jauh ya kakak tersayang, lama juga gpp " ucap Bintang pada kakaknya.
" Hais...! punya Adik jaihil banget sich sama kakaknya " Ucap Angkasa pada Bintang.
Setelah kepergian Angkasa, Bintang menceritakan semua yang terjadi di RS tanpa terlewatkan sedikitpun, ternyata Embun adalah biang keladi selama ini batin Nana.
" Ya Allah Bin, sungguh aku tidak menyangka, aku kira cuma sekali pas di kafe, tapi semua yang terjadi padamu penembakan dan Andra yang terkena dan kecelakaan Arya mashaAllah " Nana serasa tidak percaya kalau Embun bisa seperti itu.
" Semua juga tidak akan percaya kalau tidak ada bukti Nana " ucap Bintang.
Besok kita lanjut lagi, hari Ini cukup Dua Bab ya.
__ADS_1