
BANTU DUKUNGAN YA SUPAYA DAPAT PERFORMA BAGUS YA.
LEWAT.
VOTE
LIKE
FAVORITE
KOMENTAR.
SELAMAT MEMBACA
Hallo semua pembaca novel ku tercinta, semoga selalu mengikuti Cerita Novel ku, kalau ada yang ingin di sampaikan bisa lewat komentar, supaya kalau ada kesalahan bisa saya perbaiki, atau ada keinginan bisa aku wujudkan.
Semoga dengan cerita baru kalian lebih suka cuma itu yang ingin aku sampaikan Terimakasih 🙏💕.
KITA LANJUTKAN MEMBACA BAB SELANJUTNYA.
Masih pencarian Bintang, dan Episode ini Pertemuan Bintang.
Mereka seperti nya berjalan ke arah Laut, timur, ya Allah semoga cepat ketemu ,aku merindukan mu Bintang Sambil terus berjalan mengikuti mereka.
Tanpa sadar Lady dan semuanya memasuki kawasan berbahaya, dan mereka tidak tau di sekitar itu adalah banyak jebakan da ranjau, karena Diki memang memasang itu semua di sekeliling mansion nya.
" Awas kalian Jagan bergerak, sepertinya kita tepat di mana banyak jebakan, berati kita sudah semakin dekat waspadalah kalian! teriak Abigail.
Sungguh hebat pantas saja dia, jadi asisten mom ada Ranjau saja dia tau, aku juga harus berhati-hati takut aku yang terkena nantinya.
Berarti sudah dekat dengan markas sebentar lagi akan bertemu Bintang, kamu pasti sedang ketakutan sayang, apalagi dia sudah melecehkan kamu, aku takut mental kamu tidak kuat, dan kamu bertindak nekat, tunggu aku sayang, aku mau menerima kamu apa adanya apapun yang kamu alami nanti gumam Langit yang terus mengikuti gerak langkah pengawal Abigail Langit menginjak bekas kaki mereka supaya dia tidak terkena jebakan mematikan, dan dia ketahuan kalau dia mengikuti mereka jadi Langit sangat hati- hati.
Ternyata mereka sedang berjalan semua mendengar suara perkelahian dan tembakan,
" Abigail kamu juga dengar ada yang sedang berkelahi! " tanya Ladya.
__ADS_1
" Iya ayo kita ke sana , kita lihat siapa mereka" ucap Abigail.
Mereka semua menuju sumber suara, dan mereka sangat terkejut ternyata yang sedang berkelahi adalah Diki dan Petir anak dari Indra yang sudah tertangkap. Abigail dan Ladya langsung ikut menyerang, sedangkan Langit melihat Diki geram tapi dia menahan, menunggu sampai semua selesai bertarung mereka semua tertangkap.
Saat Diki ingin mengejar petir tiba-tiba Langit menerjang Diki dengan sangat Keras.
Kesempatan itu di gunakan Putra petir untuk lari dengan asistennya.
" Biadab kamu Diki, aku percaya sama kamu membawa istriku " terus menerjang dan menghajar Diki, tanpa Ampun, sang asisten Ladya dan Abigail tanpa sadar kalau orang yang mereka akan tangkap Hilang.
" Berhenti!!! " Teriak Abigail.
" Sial mereka berdua lepas tinggal ini dia, Langit...! "teriak Ladya.
" Maaf Aunty aku tidak kuat menahan amarah " Ucap Langit ya g sudah membuat Diki babak belur tanpa perlawanan.
" Abigail...! " panggil Diki lirih.
" Semua gagal, kita tidak bisa memberi bukti, kalau merekalah biang keladinya" ucap Asisten Aldo.
" Sebaiknya kita masuk ke mansion, aku tidak mau, ada penyusup lagi " ucap Diki.
Kenapa Om Diki tidak melawan terus kenapa Putra Petir ada di sini, dan melakukan penyerangan.
" Tolong benda elektronik semua di lepaskan dan alat pelacak dan lainnya tolong di lepaskan, kalau tidak tidak bisa masuk ke mansion, karena gara-gara Nona Bintang membawa alat pelacak Sistem dalam mansion ini bocor berakibat semua jadi berantakan dan semua musibah ini terjadi kepada Nona Bintang dan Tuan Diki , untuk Anda Langit, semua tidak seperti yang Anda Pikirkan" ucap Asisten Aldo.
"Aku tidak paham ucapan mu sudah jelas itu Video asli, bukan rekayasa, mungkin sedikit di edit saja " Tutur Langit.
Tanpa mereka sadari Bintang datang, karena mendengar suara ribut-ribut di paviliun belakang mansion yang arah jalan keluar dari mansion.
Bintang tidak melihat siapa saja mereka dia mendekat ke arah Diki, dan Langsung mendekat ke Diki, dan seperti sedang Cemas karena Diki terluka.
Sedang Abigail dan Ladya dan Asisten Aldo hanya Diam, mereka takut, apalagi melihat Langit mengepalkan tangannya menhan marah.
" Asisten Aldo, siapa yang melakukannya kenapa kamu diam saja, lihatlah tuan mu bapak belur " Ucap Bintang sambil memeriksa luka Diki.
__ADS_1
" Anu Nona dia.... " Ucap Asisten Aldo tergagap sambil melihat Langit.
" Aku yang melakukanya, apakah kamu akan membalasnya....? Atau kamu akan... Membunuhku karena aku menyakitinya " Mendengar Suara suami tercintanya Bintang menoleh, sambil Berlinangan Air matanya.
" Aaabaa... ng...! "
" Abang dan kalian " Suara lirih Bintang sambil berserakan Air mata saat Langit ingin mendekat Bintang mundur tidak mau di sentuh oleh Langit.. Bintang terus berlari ke arah kamarnya dan terus di kejar Langit.
Ketika Diki akan mengejar di hadang oleh Ladya dan Abigail.
" Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya, sebaiknya kalian jelaskan apa yang terjadi " ucap Ladya.
" Abigail apa yang terjadi, seperti yang kamu pikirkan aku dan Bintang dalam pengaruh obat jahanam itu" ucap Diki.
" Iya Betul Nona, Nona Bintang hanya meminum sedikit, tapi Tuan Diki yang banyak meminum minuman racun itu " Timpal Aldo.
" Masalahnya sekarang kita kurang bukti selain Asisten nya Petir dan orang kepercayaan dan orang yang kita sekap " ucap Aldo.
" Kita pikirkan solusinya aku saja kabur dari Queen dan rombongan aku, tidak yakin kamu melakukan dengan sengaja " ucap Abigail pada Diki, dan secara spontan Diki memeluk Abigail.
" Sebenarnya aku sudah berjanji akan mengembalikan Bintang sesuai janji, dan malam itu adalah malam perpisahan aku dan Bintang, aku berjanji akan membuka hati untuk wanita yang mencintai aku, dan aku belajar mencintai nya, tapi semua hancur berantakan karena minuman sialan itu " Cerita Diki.
" Siapa wanita itu itu apakah kamu yakin kamu bisa membuka hati pada wanita itu " tanya Ladya.
" Semua harus di coba, kalau tidak mana tau ada hasilnya dan keputusan Tuan sebenarnya sebelum berangkat ke sini " Aldo menyerobot omogan Diki.
" Iya benar seperti itu memang kejadiannya aku juga sudah melawan sekuat tenaga obat itu sangat dahsyat, untunglah kata-kata Bintang menyadarkan aku, dan aku berhenti aku gak tau lagi nasib princess kalau akau tidak melawan itu " Ucap Diki sembari menangis, seorang mafia yang di takuti dan di segan ni sampai berantakan dan menangis tersedu-sedu.
" Terus setelah itu, kejadian memalukan itu princess masih mau memaafkan kamu Mr Diki sungguh mulia hati princess " ucap Ladya sambil tersenyum mengejek.
" Maaf princess adalah hukuman buat aku, lebih baik aku di hukum di siksa dari pada seperti ini " ucapan Diki ada benarnya hukuman rasa bersalah lebih kejam dari apapun.
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕
__ADS_1