Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
158.Penjelasan Jati Diri Alam.


__ADS_3

"Maafkan saya nyonya, Maafkan saya, saya hanya takut berpisah dengan anak saya, saya sangat menyayanginya seperti anak saya sendiri, tolong Jagan pisahkan saya ya nyonya sambil memohon mereka berdua sujud di kaki Bunda Maya.


Sambil menangis.


Bab penjelasan tentang jati diri Alam.


Iya Gpp sayang ayo masuk, makan, setelah itu mendengarkan Cerita dari Ibu bapaknya " Ucapan Maya, membuat Senja sangat Senang, dan bersemangat untuk mendengarkan cerita tentang kakaknya.


Mereka makan dengan lahap entah enak masakannya atau sedang kelaparan mereka makan mengunakan tangan karena terburu-buru, mereka tidak menyiapkan sendok, sebenarnya di pantry RS juga ada, tapi Berliana memilih cepat selesai makanan nya supaya cepat mendengarkan cerita tentang langit, dan kegilaan Berliana di contoh semuanya makan mengunakan tangan atau istilah-istilah kerennya nyeker.


Mereka makan bersama dengan rasa senang bagi seorang Berliana makan mengunakan tangan membuat semua mata memandang penuh kagum.


" Kalian ayo ikut makan, Jagan liatin aku makan, apa dengan melihatku makan kalian kenyang tegurnya pada perawat RS yang di printah khusus untuk me jaga Langit dan Chandra.


" Terimakasih Nyonya,saya sudah makan, saya cuma kagum saja, nyonya bisa nyeker seperti kita " ucapaan salah satu perawat.


" Ya bisa dong, aku juga manusia seperti kalian,, apanya yang beda ' jawab Berliana.


" Dari masih muda dek Sari memang begitu, klaian Jagan heran, semua yang dia punya, tidak berpengaruh suka makan bakso di pinggir jalan asal tempat dan makanan bersih".


" Ya sudah nyoya kalau begitu saya tinggal dulu, " membersihkan ini Pamit suster mau pergi dari kamar inap, di hatinya sungguh kagum dengan sosok Berliana yang kaya raya, tapi tidak sombong dan baik hati, walau usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi kecantikannya tidak di ragukan lagi.


" Mom kalau Daddy apa juga bisa makan seperti ini, aku lihat deddy kan orangnya " Ucapan Bintang di potong Mell.


" Kalau pak Bos, yang menyuruh Mom kamu pasti di lakukan, tapi entah apa isi hatinya mengumpati Mom mu. "


" Haahahha " tawa mereka.


Sedangkan ibu dan bapak hanya imut senyum dengan cerita mereka, tapi memang sangat kagum dengan cerita semua orang, tentang besannya yang tajir melintir, tapi orang nya tidak sombong tidak membeda-mmbedakan orang miskin dan kaya, Pantas saja Bintang mewarisi sifat ibunya itu.


" Saya juga sungguh kagum saya nyonya, pantas saja Nak Bintang , begitu baik pada sesama ternyata mewarisi Nyoya Berliana.

__ADS_1


Saya sungguh senang bisa mengenal Anda lebih dekat dan sangat beruntung " ucap Ibu.


" Hehe, Ibu itu saya masih belum, bisa kadang menahan emosi, Jagan di sanjung nanti saya besar kepala dan sombong " dia suka merendah.


Akhirya selesai juga makan kalian, ayo di bereskan dan setelah ini panggil bodyguard untuk pasang Sofa yang di sana, sambil mendengarkan cerita yang akan Ibu dan bapak ceritakan " ucap Berliana.


" Iya Berliana, sekalian bawa cemilan pas, kan " ucapan Mel mendapat tohoran dari sahabatnya.


" Mama ach bikin malu a, aja sama Mom, beli sendiri napa " tegur Senja.


" ISch kamu, kalau bukan Mom, tidak akan jadi tuh, suami kamu dulu, " ucapan Mell, mendapat sentilan dari Maya.


" Di jaga tuh mulut, mereka belum ketauan itu " tegur Maya.


Hanya cengiran dari Mell, Memang terkenal dulu kalau bicara asal saja.


" Kalian ich kdrt , tar aku laporin loh biar kena pidana tuh, seperti yang lagi rame viral KDRT, " Ucapan Mell.


" Kmau tuh ya Senja, anak siapa sich, dari tadi gak suka sama bawel nya mamah " omel Mell pada mamahnya.


" Oh ya Mell, aku tidak lihat Embun ya, kemana dia, apakah acara Bintang dia tidak datang? " Berliana ada perasaan tidak enak tentang Embun.


" Ada kok Mom, kak Embun pas acara tadi, tapi gak tau dia kemana ya saat acara di bubarkan, juga tidak ikut di lingkup kita " Jawab Senja.


" Coba Mom telepon " Beberapa kali telepon tapi tidak di angkat dan seperti di abaikan.


" Mamah gak tau lagi, anak itu susah di urusin, ternyata sifatnya juga tidak berubah, apa mungkin sifatnya sudah mendarah daging " Ucap Mell sedih.


" Didikan yang salah, harusnya Embun bersyukur, dia di adopsi orang yang mampu dan semua kebutuhan tercukupi, tapi semua itu membuat dia salah langkah, dan sifat iri dengki masih tertanam di hatinya, dan entah apalagi yang sedang di perbuat olehnya " ucap Mell.


" Semoga gak berbuat jahat Mamah sempat madih datang, dan sandiwara di kampus, seolah dia teraniyaya di depan anak kampus dan Bintang yang jahat " Ceritaa Senja membuat semua kaget.

__ADS_1


" Senja sudahlah Jagan nambah beban tante Mell" cegah Bintang. semua sudah dengar mau gak mau Senja cerita pada mereka.


" Ya Allah,sungguh anak itu, sepertinya harus jalan terakhir yang akan aku tempuh, benar kata kamu beb, " sambil memeluk Berliana.


" Yang terbaik Mel " Ucap Berliana.


Ibu mulai mau cerita tentang Asal usul Alam.


"Alam sebenarnya nama anak kandung saya Nyonya, tapi dia meninggal kata sahabatnya saat kecelakan mau, tapi jenasahnya tidak di temukan yang di temukan cuma tuan muda yang di jaganya selama ini, cerita teman Alam.


Dan saat kami bersedih mencari hiburan kami mencari kayu bakar dan palawija yang kami tanam di tepi sungai, dan sangat terkejut, kamu menemukan pemuda yang sangat tampan penuh luka sekijur tubuhnya, awalnya kami takut, kami mengira dia meninggal.


Tetapi saat Bapak mengecek denyut nadinya dia masih hidup dan kami membawa nya ku puskesmas dengan di bantu warga setempat.


Tapi kami di minta warga untuk melapor ke polisi, karena tidak ada identitas pada diri Langit. Ibu sudah mengakui kalau yang bersamanya adalah Langit bukan Alam putranya, dan mungkin Alam sudah tenang di sisiNya.


Seminggu berlalu, kami memutuskan untuk pergi dari Desa, karena kami tidak mau menyerahkan Langit ke polisi, karena Lihat di tivi Tivi takutnya ada orang jahat yang akan membunuhnya, kami menyembunyikanya sampai nanti dia sembuh dan bisa di tanya,


Kami pergi dan menetap di peternakan, merubah identitas, anak yang kami rawat menjadi Alam , karena kami juga tidak tau namanya.


Ketika Mell mau berbicara dan menyela ucapan ibu. Berliana bersuara.


" Jagan ada yang bersuara, dan mengugkapkan pendapat nanti ada sesi tanya jawab kalian " ucapan Tegas Berliana, membuat semua terdiam.


" Ookeh " jawab Mell.


" Di lanjut saja Bu, ini minum dulu saja baru lanjut cerita " Menyodorkan Air mineral pada Ibu.


" Terimakasih saya lanjut" Ucap Ibu.


Terimakasih kita lanjut di Bab Selanjutnya ya.

__ADS_1


Di tunggu Like dan Komentarnya.


__ADS_2