
Bintang, Senja dan Rana-Rani. Sedang menikmati sarapan pagi sambil bercandatawa supaya tidak ada yang curiga mereka berempat saling mengakarapkan diri.
" Selamat pagi Bidadariku, selamat hari minggu bungga buat kamu " Menyodorkan satu buah buket cantik kepada Bintang.
Kedatangannya yang tiba-tiba membuat Bintang dan lainya kaget, apalagi Leon dan Maya karena dia takut Bintang berfikiran mereka yang mengundang Chandra, padahal sama sekali mereka tidak memberitahunya mereka benar-benar tidak enak kepada Bintang.
" Sayang Bunda dan papi tidak memberitahunya ya " sambil berbisik pada Bintang.
" Iya Bun, Bintang tau kok, pasti dia sudah menaruh CCtv di rumah ini " membuat Maya membelalak dengan ucapan Bintang.
" Hah...! maksudnya apa sayang? " Bunda Maya kaget Bintang bilang nanti dia akan menjelaskan pada Bunda.
" Nanti ya Bun, sekarang ikuti Bintang saja, Bunda diam saja bersikap biasa saja" Bintang berbisik pada Bunda Maya dan Bunda Maya hanya menganggukan kepalanya.
" Aku tidak suka bunga dan kamu tidak perlu repot-repot, sampai kapanpun aku tidak akan tertarik sama kamu, karena aku yakin Mas Lang akan kembali kok " ucap Bintang memancing reaksi Chandra.
" Langit tidak mungkin kembali, dia sudah tenang di sana,dan kamu sudah tau kan pesan Langit aku yang mengantikannya mengurus semua termasuk kamu Bintang " Chandra sedikit gusar kepada Bintang.
" Kamu yakin banget kalau itu jasat Mas Lang padahal kan mukanya tidak di kenali sama sekali " Sindir Bintang pada Chandra.
" Cincin yang di pakai kan cincin tunangan kalian kan, kurang bukti apa coba, dan kamu mau melanggar wasiat orang meninngal itu pamali loh Bintang sayang" Ucap Chandra pada Bintang.
" Itu menurut kamu,kalau menurut aku Mas Lang tidak akan memberikan aku pada kamu dasar orang tidak tau Terima kasih, Oh ya aku mau lihat surat wasiat itu aku dulu belum sempat, mana? suratnya Jagan bilang kamu menghancurkanya" Sindiran pedas Bintang.
" Ten tentu masih ada aku simpan tamunya kamu menolak kalau suratnya tidak ada " ucap Chandra.
" Bun Bunda, seandainya, aku menikah dengan ular di depannku ini aku mau semua harta peninggalan Mas Lang di sumbangkan ke seluruh panti asuhan, aku tidak mau sepeserpun harta itu " ucapan Bintang Lantang membuat Chandra diam menahan marah pada Bintang, maksudnya apa, dia mau menikah dengan Bintang karena harta Langit.
__ADS_1
" Iya Jawab Bunda yang tadi sudah dapat bisikan dari Bintang, sedangkan Om Leon binggung" Mengkode Bunda dan mendapatkan Anggukan dari Bunda.
" Tapi kan itu hak, kamu Bintang, harta Langit juga atas nama kamu kenapa di tolak " ucap Chandra yang berusaha menahan amarahnya.
" Untuk apa aku punya suami kalau dia tidak bisa menafkahi aku, uang Mas Lang hartanya semua peninggalan Mas Lang bukan Hak aku karena aku bukan istrinya, kalau aku istrinya baru harta itu Hak aku, Bodoh sich orang yang sengaja mencelakai Mas Lang, dia kurang perhitungan " Tatapan Sinis Bintang di tujukan pada Chandra. Chandra berusaha menguasai emosinya.
" iya betul katamu Bintang, apa yang bukan milik kita harus di kembalikan, tetapi aku serius mau menikahi kamu walau tanpa harta Lang " ucap Chandra. Pasti dia mencari simPATI pada semua orang aku harus hati-hati.
" Oke kalau begitu kamu kembalikan semua aset perusahaan mas Lang pada pemiliknya pasti kamu gak mau kan "ejek Bintang pada Chandra.
" Maksud kamu apa Bintang, kenapa? sepertinya kamu tidak suka aku menjalankan perusahaan Lang, Om dan tante sendiri yang memintanya Aku tidak meminta Bintang, Jagan berfikiran jelek dong " Chandra berkelit.
" Bintang sayang Jagan seperti itu ke Chandra Papi dulu yang memintanya mengurus perusahaan Lang sampai kamu mau mengurusnya " ucap Papi Leon.
" Sekarang Senja yang akan mengurusnya Papi,supaya Senja juga belajar mengurus perusahaan peninggalan mas Lang. " Cara Bintang menjelaskan membuat hati Chandra bergemuruh.
Seminggu berlalu Senja dan Rani bekerja di perusahaan Lang dan Menjalankan misinya bersama Rani.
Membuat Chandra kesusahan bergerak perusahaan yang sebentar lagi menjadi miliknya, harus berantakan gara-gara Bintang.
Berengsek apa yang akan aku bilang ke Papa dan Om kalau rencanaku berantakan semua, dan kamu Bintang kamu harus tangung jawab, kamu harus menjadi milikku, apapun akan aku lakukan sambil berteriak di kamarnya.
" Kalian harus lebih hati-hati terutama Senja dan Bintang kalian ada di tempat yang sangat tidak aman sekarang " ucap Om Diki, karena hari ini mereka mengadakan pertemuan lagi.
Berkumpul untuk membahas lagi, dan mulai meneror Chandra.
" Mas Alam senyum dong dikit aja, biar cakep seperti mas Lang " Goda Bintang. Membuat para sahabat dan orang yang ada di situ kaget sejak kapan Bintang genit dan kecentilan.
__ADS_1
" Bisa diam gak sich, kamu jadi cewek agresif banget sich " jawab Alam Sinis pada Bintang.
" Kalau aku gak agresif Mas Alam diam saja kayak batu, batu Es jadi aku jadi bara supaya Es nya cepat cair dan meleleh " ucapan Bintang membuat semua orang terbelalak mendengar rayuan Bintang pada Alam.
" Hais gak jelas kamu minggir dech " Kata Alam mengusir Bintang karena dia risi dengan sikap Bintang.
" Kalian semua kenapa lihat aku kyak lihat Hantu aja " ucap Bintang sambil mencebik.
" Kamu ketempelan dimana sich dek, kamu seperti bukan adik abang yang lemah lembut, kok jadi centil dan... " ucapan Awan terpotong oleh Senja.
" Biarkan saja Bang, yang penting Bintang bahagia tidak sedih lagi ya kan Bin" kata Senja.
"Makasih kakak iparku Senja di langit Biru, bukan Awan mendung" ejek Bintang dan mendapat sentilan di keningnya oleh Awan.
" Mas Alam kapan kita pura-pura nikahnya, nunggunya kelamaan dech keburu jamuran, sambil bergelatut manja di tangan Alam. sedangkan Alam mau menolak gak enak hati sama semuanya, Alam hanya bisa bernafas panjang.
Para sahabat Bintang tau, kalau Bintang berusaha memikat hati Alam.
Semuanya sudah selesai, dan kembali ke tempat masing masing.
" Mas Alam, ini aku bawakan makanan ya, sambil membuka tempat makan dan mau menyiapkan ke Alam tapi di tolak oleh Alam.
" Aku bisa sendiri Bin,sebenarnya aku sudah makan " jawab Alam dia tidak tega melihat Bintang sedih, tapi kalau di iyakan dia akan ngelunjak batin Alam.
" Ya sudah aku kasihkan orang lain saja ya, maaf " Bintang mau membereskan makanan di tahan oleh Alam.
" Mau di bawa kemana, katanya buat aku kok di ambil lagi, pamali sudah di berikan di ambil lagi " karena Alam melihat Bintang meneteskan air mata.
__ADS_1
" Oke aku pamit ke kafe lagi kalau begitu " ucap Bintang segera pergi meninggalkan mansion samudera.